SILA CARI DI SINI!

Google

Wednesday, April 30, 2008

WRITING WITHOUT TEACHERS: MENGATASI GANGGUAN METABOLISME TULISAN

Ketika membuka halaman awal, pembaca sudah mendapat sunguhan berupa catatan penerbit. Catatan itu memberi informasi, bahwa buku dengan title Writing without Teachers itu menghadirkan gagasan yang “mak Nyus”, apa itu. Menulis bebas.
Writing without teachers, dalam catatan penerbit bermakna dua:
Pertama, mengenalkan cara menulis yang jauh lebih mudah dan menggairahkan, karena membebaskan Anda dari segala aturan yang memang sering menjadi pemasung gerak orang. Sangat banyak orang, muali dari murid sekolah dasar hingga mahasiswa program pascasarjana yang tidak pernah mampu menulis justru karena sedari awalnya sudah dibebani belenggu aturan.
Kedua, membentuk kelompok tanpa guru, selanjutnya membaca buku ini, pasti dan pasti mampu membuat orang menulis.
METABOLISME TULISAN TERGANGGU DAN TIDAK LANCAR.
[sebagian pengantar buku yang ditulis Radhar Panca dahana ]
Terkuak adanya “infamiliarisasi dalam menulis”, seorang-orang tidak mampu berekspresi sebagaimana adanya. Bahkan yang paling berbahaya jika infamiliarisasi akan menelen obyektivitas, sehingga seorang-orang tidak akan bebas menuangkan gagasanya.
Seorang professor bahasa Inggris yang juga direktur program menulis di Universitas Massachuset, memuntahkan gagasannya dalam buku terkenal yang lebih familier disebut “menulis tanpa guru”.
Gagasan Peter Elbow tentang “menulis tanpa guru” ini menjadi begitu popular. Bukan hanya karena ia memberi jalan bagi seorang-orang modern mengatasi kesulitannya dalam mengontrol kata, membuat tulisan , tetapi juga lantaran ia dianggap sebagaian kalangan intelektual berhasil menjawab satu persoalan yang selama beberapa milenia menggayut di kalangan para ahli epedagogu, tentang : paradoks dalam pengajaran.
Elbow melihat tradisi pengajaran di Inggris pra 1968 yang ia lihat penyimpangan semacam “misteri”. Dalam bukunya yang lain, Embracing Contraries [1986]. Elbow mendapatkan semacam “kekerasan tersembunyi” dibalik metode pengajaran tyang tampak luarnya “begitu seksual” itu. Seksual karena para pengajar palsu itu tidak dapat membedakan “kebenaran kualitatif” antara materi intelektual dan aspirasi pribadi. Karena itu, yang dialkukannya adalah mengelabui muridnya untuk merangsang [aspirasi] dirinya sendiri, dan ini adalah tindakan yang membinasakan.
Fenomena ini yang mendorong tekadnya untuk mencoba menjelaskan bagaimana terjadi semacam proses “intelectualisasi” dalam kegiatan atau praksis menulis.


MENULIS TANPA KEPATUHAN
[sebagian pengantar buku yang ditulis: Donny Gahral Adian]
Beberapa alasan seorang orang menulis atau tidak,menurut pengatar Donny dinyatakan sebagai berikut:
Mengapa menulis:
  1. Curhat
  2. disuruh guru
  3. nggak ada kerjaan
  4. ingin dikenal
  5. mau mengubah dunia.

Mengapa orang tidak menulis:

  1. malas
  2. tak ada yang mengajar
  3. banyak kerjaan
  4. tidak ingin terkenal
  5. tidak ingin mengubah dunia.
Selanjutnya Donny jauga mengatakan, apa menulis itu ?.
Menulis adalah proklamasi kemerdekaan dari aturan. Kolonialisme rezim aturan bisa melumpuhkan pikiran. Padahal menulis adalah menuangkan pikiran, bukan aturan.
Apa artinya itu semua? Kita harus percaya bahwa gagasan kita adalah tunas yang bisa tumbuh menjadi besar dan menarik. Kita harus menulis di jalan bebas hambatan, melaju kencang tanpa peduli rambu-rambu dan membiarkan pengalaman menjadi soko guru satu-satunya. Oleh karena itu , Peter Elbow memberi anjuran manjur: menulis bebas [freewriting]. Apa artinya itu?Menulis bebas adalah menulis secara nonstop sesering mungkin.
MENULIS ITU TUMBUH DAN DIGODOG.
Elbow menekankan gagasan menulis dalam ranah kebebasan [freewriting], meyakinkan khalayak bacanya bahwa menulis itu semacam pertumbuhan, juga merupakan proses penggodokan.
Pertumbahan, maknanya seorang-orang harus memulai dan tiada henti. Dalam proses ini menulis harus dibebaskan dari mitos-mitos yang mencengkeram, ketika orang telah mematok dirinya tidak mampu, dan anggapan itu telah bersemayam pada dirinya, maka pupuslah kemampuan itu, dan membiarkan kemampuan yang tersembunyi, tetap sembunyi.
PERTUMBUHAN :
Energi awal yang mengantarkan pertumbuhan, dan pertumbahan itu akan bergerak liar dengan berbagai intensitasnya. Ketika tumbuh akan membangun sebuah ketrampilan dan berkembang mallui tahapan percaya [believe], bertindak dan melakukan, akhirnya menjadi kebiasaan [habit], dan akhirnya menjadi budaya [culture]
Dalam buku ini pertumbuhan berarti kata-kata berevolusi melalaui tahapan-tahapan. Pertumbuhan terpenting menurut Elbow adalah tingkat intensitas menulis atau banyak menulis. Dengan banyak menulis, seorang orang mendorong pertubuhan lainnya [menemukan titik tumpu dan kemampuan menyunting, bahkan dapat menemukan banyak kekacauan]
Saran konkret jika mengalami kesulitan disarikan sebagai berikut:
  1. Berhenti dan lakukan latihan menulis 10 menit yang ketat.
  2. Bercakaplah dengan diri sendiri dalam tulasan Anda
  3. Jangan biarkan kalimat pembuka menjadi penghambat
  4. Jika benar-benar buntu, anggaplah anda sedang berbicara dengan seorang dan hanya setengah jam untuk mengutarakan maksud Anda. Setelah itu bangkit, jika perlu carilah suasana yang lain.
  5. Begitu juga jika merasa lebih buntu lagi dan merasa tindakan menulis itu mendatangkan lebih banyak gangguan, Anda bisa melakukan hal serupa.Demngan tegas katakana itu sesuatu yang tidak perlu
  6. Jika, betapapun mencoba, Anda tetap tidak bisa menulis, berhentilah. Bangkit dan lakukan hal lain. Jangan duduk dengan pensil dan kertas sampai Anda siap.
  7. Sebagian diri Anda menolak untuk menukis, dan jika ia dominant, lebih baik Anda mulai mendengarkannya. Cari tahu mengapa Ia menolak. “ia” itu adalah Anda.

MENGGODOK :
Menggodok artinya membuat materi-materi saling berinteraksi, Yang paling penting adalah interaksi antara menulis dan merangkum [bekerja dengan kata-kata dan bekerja dengan makna]. Jika Anda sulit menulis, cobalah tingkatkan interaksi itu. Hindari hanya menulis atau duduk dan berpikir. Yang terpenting jangan sampai terjebak dalam situasi hanya menulis beberapa kalimat, berhenti, berpikir, dan cemas. Tuntaskan setiap siklus : palin tidak 10 menit menukis; kemudian berhenti total untuk melihat apa yang muncul.
Apa yang berinterksi, dalam godog-menggodokk itu?
1. Interaksi antar manusia
2. Interaksi antar ide
3. Interksi antar kata dan ide
4. Interaksi antar keterlibatan dan perspektif
5. Interaksi antar metafora
6. Interaksi antara Anda dan symbol-simbol di atas kertas.

wusana kata: Buku ini ternyata juga menggelitik seorang orang yang memiliki keahlian memproduksi berbagai alasan. Dan alasan-alasan itu dijungkirbalikkan.
Alasan itu adalah:

  • Orang yang tidak berpendidikan berkata , “Kalau saha mendapat pendidikan saya bisa menulis.”
  • Orang terdidik berkata, “Kalau saja memiliki bakat, saya bisa menulis.”
  • Orang terdidik dan berbakat berkata, “ Kalau saja memilki disiplin diri, saya bisa menulis.”
  • Orang yang terdidik, berbakat, dan memilki disiplin diri-dan banyak diantara mereka yang tidak bisa menulis-berkata, “Kalau saja…..” tidak tahu lagi apa yang harus dikatakan.

Tetapi beberapa orang yang tidak terdidik, tidak memilki disiplin diri, tidak pintar, tidak imajinatif, dan tidak pandai berkata-kata justru kualits iyu: saat ingin mengatakan atau memmahami sesuatu, mereka bisa menuyangkannya ke atas kertas dalam bentuk yang enak dibaca]
Detil Buku
JUDUL : Writing Without teachers. Merdeka dalam menulis! JUDUL ASLI : Writing Without Teachers.
PENGARANG : Peter Elbow
ALIH BAHASA : Yeny Fretty dan Ajeng AP
PENERBIT : PT Indonesia Publishing. E-mail: indonesiapress@yahoo.com
bookcorner@hotmail.com
ISBN: 978-979-15586-1-7
CETAKAN : 2007
HALAMAN: xxvii + 220 hlm.

Tuesday, April 29, 2008

CARA MUDAH MENULIS NASKAH

CARA MUDAH MENULIS NASKAH, MENULIS ITU GAMPANG,..PANG,,PANG..PANG,,,,,,itulah sebuah motivasi, warung tidak akan mundur dan berhenti untuk menghadirkan buku-buku tentang menulis. Warung berbuat jujur agar pengunjung tergiur. Dengan menulis akan membuat sejarah dan kita ungkapkan Tentunnya tergiur dalam menulis.Kali ini warung mengundang Ibu Endang Sulistyowati, untuk mendiskripsikan buah pikirnya. Buku itu berjudul : 'CARA MUDAH MENULIS NASKAH'
Penulisnya adalah seorang orang Ibu yang berprofesi sebagai dosen, dengan nama penanya Endang S.Jumarudin. Khalayak baca ditargetkan mampu menulis, utamanya bagi penulis pemula yang menggeluti bidang terjemahan.
Buku ini memberikan pertanyaan kepada khlayak bacanya, terkait dengan menulis, lebih lanjut dijabarkan sebagai berikut. Jika anda ingin menjadi penulis, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dan apa yang bisa Anda kembangkan lebih lanjut , seperti:
  1. Anda harus mengenal apa itu gagasan
  2. Bagaimana menulis naskah fiksi dan non fiksi
  3. Penyuntingan naskah buku
  4. kerja dunia penerbitan
  5. Syarat menjadi penulis
KALKULASI UNTUNG RUGI ITU PENTING.
Buku ini pada halaman pertama sudah mengajak pembacanya untuk mengkalkulasi untung dan rugi. Katanya, untuk mengantarkan seorang-orang menjadi penulis, tentunya diawali dengan kemampuan menghitung peluang. Ya, menimal dijadikan jargon bahwa menulis itu mampu mendatangkan doku. Itu mungkin salah satu bahan pemicu.
Buku memandu pembacanya untuk mengenal syarat, atau rambu-rambu. Bagaimana orang tidak beku.
MENGENAL SYARAT MENJADI PENULIS:
Dari berbagai sumber buku bacaan ditambah dari pengalaman, pengamatan, penulis buku yang cerdas plus kreatif harus didukung sayarat-sayaratseperti berikut:
  1. Memahami bahwa menulis adalah ketrampilan dasar setiap orang. Siapapun orangnya yang mau nulis pasti bisa.
  2. Setelah memiliki kemampuan menulis, syarat kedua adalah memiliki visi dan misi serta motivasi dalam menjalani profesi
  3. Bersikap rasional dalam menjalani profesinya. Karena rasionalitas merupakan ciri manusia yang manusiawi. Orang hidup harus mau menggunkan akal sehatnya
  4. Memiliki Ide atau sumber gagasan dan memamqhi sumber pemicu ide dirinya
  5. Memiliki komitmen atau kesungguhan diri untuk mencintai profesinya dan meningkatkan kualitasnya dari waktu ke waktu
  6. Bersedia membaca buku, menulis, dan bergabung di komunitas penuilis
  7. Memahami proses penerbitan buku dan pasarnya
  8. Bisa memilih topik, tema, judul yang memberi manfaat diri dan pembacanya
  9. Selalu ingat ada kekuatan yang hebat, bibalik kekuatan manusia, yakni cahaya Ilahi.
FAKTOR PSIKOLOGI DAN BUKAN KAMBING HITAM:
“Ketika kambing hitam” berkeliaran disekitar kita, sudah dapat dipastikan kita tidak akan mampu menulis. Kambing hitam itu selalau membawa virus yang namanya hambatan psikologis. Cara mengatasi adalah, kambing hitam segera kita Gule dan kita Sate, selanjutnya kita konsumsi sambil menorehkan ide.
Siapa si kambing hitam itu ?
  1. Perasaan yang hinggap pada benak, sehingga kita mempunyai p[erasaan tidak mampu menulis
  2. Takut salah dan disepelekan orang
  3. Tidak berani mengambil risiko
  4. Malas memulis
  5. Anggapan bahwa komunikasi lisan lebih mudah daripada dipaparkan dalam tulisan
  6. Menutup diri dari gagasan dan pengalaman baru
  7. Tidak memiliki niatan untuk diskusi untuk menambah ilmu
  8. Merasa cukup sebagai penikmat [konsumen] tidak merasa butuh untuk menulis.
RESEP AGAR GAGASAN TIDAK MANDEK, MACET DAN MOGOK.
Tips agar ide atau gagasan tidak mandek atau stagnan, dapat dilakukan melalui:
  1. Ikuti orang lain dalam menulis
  2. Tulis dulu berbagai ide yang selalau muncul dalam pikiran kita
  3. Susun sesuai dengan sistematika tulisan yang telah dirancang
  4. Sekali menulis jangan berhenti, kecuali pingin banget ke kamar mandi
MENGENAL GAGASAN:
Mengenal gagasan menurut buku ini dinyatakan sangat perlu, dan perlu. Karena penulis adalah seorang-orang yang berkarya, atau bekerja dengan gagasan. Hanya dengan gagasan atau ide penulis dapat berkarya, lebih ekstrem dapat dikatakan ide atau gagasan itu, adalah nyawa penulis.
Sekarang bagaimana mengalirkan gagasan, agar sederas pipa penyemprot pemadam kebakaran? Buku ini memberi solusi.
Pertama: Anda harus yakin bahwa diri Anda orang yang kreatif. Ciri kreatif adalah memilki pandangan atau pikiran alternative, tidak mau jadi pengekor apalagi berperan plagiator.
Kedua, Anda harus yakin ide atau gagasan itu selalu ada pada diri anda. Alias berpikira bahwa ide atau gagasan pasti mampir.
Ketiga, Anda harus yakin bahwa rasa takut adalah penindasan pada diri orang kretif dan kemalasan adalah musuh utamanya.
Keempat, Anda harus yakin bahwa detail itu berawal dari yang sederhana. Adanya sukses itu karena berawa dari proses perjalanan usaha yang selangkah demi selangkah dengan jujur, sabar, dan syukur.
Kelima, Anda harus yakin bahwa kesempurnaan itu hanya dapat diraih dengan menjalani proses dikit demi sedikit. Seperti tahapan fisis ketika seorang ibu sedang merebus air, tidak langsung mendidih, namun berawal dari nol derajat, hingga seratus derajat.
BAGAIMANA MENGEMBANGKAN GAGASAN:
Sementera itu teknik mengembangkan gagasan agar menjadi karya tulis yang siap saji dan siap santap dengan rasa sedap, maka harus melalui berbagai tahap. Tahapan itu adalah:
  1. Tentukan tema
  2. Indentifikasi masalah
  3. Buat batasan masalah
  4. Buat rumusan masalah
  5. Tentukan metode yang tepat
  6. Buat kerangka pikir
  7. Analisa metode yang tepat, dasarkan pada ide, data dan kerangka yang anda buat
  8. Koreksi, revisi, senghinng tulisan punya jati diri. [hampir sama buat proposal skripsi]
Arah buku ini ingin menggugah penulis muda yang bergerak pada sektor penterjemahan, buku memberi solusi dengan menorehkan pengalaman, untuk menghitung peluang.
Menurut buku ini proses penerjemahan merupakan sebuah proses yang sangat kompleks, karena itu untuik menghasilkan terjemahan ayang baik dan benar, buku ini megacu tulisan Nida [1975:80] yang mengatakan bahwa penerjemahan berlangsung dalam tiga tahap, yakni, analysis [analisis], transfer [pengalihan], dan restructuring [penyusunan]. Langkah ini dicairkan oleh buku ini, sehingga penerjemahkan serasa mudah dan dapat dilakukan dengan cara mudah
Detil Buku:
JUDUL: Cara Mudah Menulis Naskah [Terjemahan. Non terjemahan bagi Pemula
PENULIS : Endang S. Jumarudin dkk
PENERBIT: Pustaka Fahima. Kompleks Ruko BBC Plaza No. 05 Lt.2 babarsari Sleman Yogyakarta. Telp [0274] 489127, 7492265
ISBN:
CETAKAN: Pebruari 2007
HALAMAN: vii + 112
[Wusana Kata: Buku ini diinduksi dari pengalaman yang malang milntang terkait dengan dunia naskah terjemahan. Namun modal dasar sebagai bahan baku, harus membaca buku. Ada sebuah adigium, orang yang tak pernah minum, pasti jarang ke kamar mandi. Jika dikonversi pada dunis tulis menulis, tidaklah mungkin orang aktif menulis tanpa didukung intensitas baca yang tinggi. Kecuali itu pasti ada, yakni jika seorang-orang itu telah menyandang Guru yang Maha Guru. Membaca sebagai pelepas dahaga, bagi orang yang ingin mengubah dunia dengan tulisannya]

JADI PENULIS FIKSI ? Gampang Kok


Buku ini sangat cocok dijadikan penuntun oleh siapa saja yang memerlukan tuntunan, tentunya seputar bagaimana monorehkan sebuah karya berkategori fiksi. Penulisnya seorang wanita bernama pena Ari Kinoysan, nama sesuai dengan KTP dan Kartu Keluarga Ari Wulandari.
Jelasnya buku yang diberi judul “Jadi Penulis Fiksi ? Gampang kok, adalah hasil induksi pengalamannya ketika remaja. Reputasai sebgai penulis tidak mungkin diragukan karena indikasi reputasi sudah jelas alias terang bin benderang.
Penerima Anugerah Kebudayaan 2006, dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia ini, ternyata produktif sekali. Karya-karyanya sudah sering keluar masuk toko buku, tentunya juga harus lewat pintu penerbit dulu. Buku dan karyanya antara lain:

  1. Hot Chocolate [Cinta Mizan Grup Bandung 2006]
  2. Tahajud Cinta [Lingkar Pena Publishing House Jakarta, 2006]
  3. Meooo! [Grasindo, Jakarta 2006]
  4. Cowok #![Cinta Mizan Grup, Bandung 2004]
  5. Duo Tajir [Media Presindo, Yogyakarta 2005]
  6. Ketika Berjumpa [MU3, Jakarta 2005]
  7. Lho…Kok Kamu? [Grasindo, Jakarta 2005]
  8. Pacar Sabatku [Media Presindo, Yogyakarta 2005]
  9. Pokoknya Aku Suka Kamu [Grasindo, Jakarta 2004]

Masih ditambah karya lain dalam bentuk Cergam cerita rakyat yang diterbitkan Adicita Karya Nusa Yogyakarta: “Asal Mula Sumber Garam Sepang” [2006] “Sangi Sang Prabu” [2006 ], “Putmaraga Yang Durhaka” [2006], “Asal Mula Tari Pattudu” [2005] dan “Si Parkit Raja Parakeet” [2003].

Dari karya-karya itu membuat orang tidak ragu, untuk meniru dan ikut ajuran buku ini, apalagi isi buku berupa motivasi, setengah provokasi, sehingga membuat orang untuk menyambut dengan tekad kepastian untuk mengerti. Khlayak pembaca oleh buku ini diposisikan untuk penulis fiksi pemula, sehingga gaya bahasa penuturan dibuat seoalah-olah sedang dialog dengan anak ABG[anak baru gede].
Imajinasi menurut buku ini, adalah pemicu yang dahsyat untuk mengembangkan karya-karya fiksi, tentunya juga masih ditambah dengan modal niat yang kuat.
Kunci utama yang harus disiapkan menurut buku ini adalah hadirnya ide brilliant, pertanyaannya bagaimana kalau ide itu tidak keluar dari pikiran, macet dan seret bin “mampet”. Buku ini menawarkan sekitar 50 resep memancing keluarnya ide brilliant [hlm: 22-26]
Tema Cerita, Premis Cerita, Alur Cerita, Setting Cerita, Sipnosis Cerita, Struktur Cerita Hingga pemilihan karakter peran, dibahas tuntas nan jelas. Buku ini dengan sombongnya memberikan jaminan pasti, bahwa membaca buku ini pasti bisa menulis fiksi.
Tip dalam memilih karakter peran juga diungkap, sedangkan karakter peran oleh buku ini dibedakan menjadi :

  • Karakter protogonis
  • Karakter sampingh
  • Karakter Antogonis
  • Karakter Kontogonis
  • Karakter Skeptis.

Menurut Ari Kinosyan, karakter peran mendongkrak cairnya cerita, karena karakter itu menyimpan pula juta varian sikap, tinggal mutu imajinasi penulis yang harus diuji.

DIMANAKAH KEKUATAN BUKU INI ?
Buku ini memilki kesanggupan merubah orang menjadi bisa asalah paham dan memahami masalah penulisan dan penyelesaiannya. Buku ini memberi solusi ketika seorang penulis menghadapi masalah-masalah berikut:

  1. Nggak Bisa Nulis
  2. Nggak ada ide
  3. Macet di tengah jalan
  4. Malas
  5. Nggak disiplin
  6. Nggak ada waktu
  7. Cerita Ngelantur
  8. Nggak bisa ngebedain karakter lewat dialog
  9. Kurang Dramatisasi
  10. Opening dan Ending Nggak Kuat
  11. Materi Kurang
  12. Nggak semangat
  13. Nggak tahu harus mulai nulis dengan apa
  14. Belum kelar, mau deadline
  15. Tulisan nggak pernah kelar

MEMBANGUN NETWORKING TERNYATA PERLU
Penulis fiksi ternyata harus kreatif membuat jejaring, itu kata buku ini. Pikiran sementara yang membangun jejaring alias Net Working itu seorang yang bergerak dibidang perdagangan. Ternyata penulis juga harus mahir
Buki ini menyarankan sebagai berikut:

  1. Siapin kartu nama
  2. Pikiran terbuka
  3. Menghadiri acra penulisan [launching buku, workshop, hingga temu penulis]
  4. Jalin hubungan pribadi
  5. Sikap mental yang baik
  6. Konsisten dengan ucapan
  7. Tepati Janji
  8. Bisa kerjasama
  9. Rajin promosi
  10. Perbaiki tulisan terus menerus

ISTIMEWANYA BUKU INI
Membangkitkan motivasi menulis, buku ini dengan swengaja mengankat AKROSTIK, nama pena penulis, menjadi jalinan kata penggungah.
Akrostik itu judulnya KINOYSAN MENULIS
K=einginan yang kuat dan keteguhan hati untuk menulis. Siapa pun asal dia nggak buta huruf pasti bisa jading penulis. Dari keinginan itulah, saya mulai menulis
I=de brilian yang akan dituliskan. Mesti ada satu hal yang beda sebelum mutusin untuk menuli. Saya banget kalau menulis 200 halaman novel, akhirnya ditolak Cuma ide yang kita tulis sudah pernah digarap orang lai.
N=yemangatin dan nyenengin diri untuk ngetik, nongkrong di depan PC atau laptop. Ini adalah pekerjaan yang ngebosanin. Saya pernah berpikir alangkah seru dan nyamanya kalau ada computer yang bisa ngerekam apa yang saya omongin dan kemudian langsung ngubah dari bentuk suara ke bentuk tulisan dalam file. Pasti jari-jari saya nggak capek untuk sekian ratus ribu karakter.
O=………………….
Y=…………………..
S=……………..……
A=……………………
N=…………………
M=…………………
E=…………………
N=……………………
U=……………………
L=……………………
I=…………………………
S=……………………..

Detil buku:
JUDUL: Jadi Penulis Fiksi ? Gampang Kok
PENGARANG : Kinosyan [nama Pena] ,Sri Wulandarai
PENERBIT: CV. Andi Offset [Penerbit Andi] Jl. Beo 38-40. Telp [0274] 561881 [hunting] Yogyakarta 55281.
ISBN : 978-979-29-0076-7
CETAKAN: 2007
HALAMAN: viii + 184 hlm,: 12 x 19 Cm

Monday, April 28, 2008

THE TRUE POWER OF WRITING-“Menulis itu menyembuhkan”.

Menulis itu menyembuhkan,..kalau itu benar, barangkali tidak terlalu lama buku sejenis ini akan dijual di Apotek-apotek. Biasanya yang digunakan untuk menyembuhkan itu obat, tapi mengapa kok menulis dapat menyembuhkan? Itulah kekuatan buku yang ditulis M.Iqbal Dawani.
Buku dengan judul “The True Power of Writing” ini, menyinggung berbagai fenomena yang terjadi pada seputar psikologis seorang-orang, seperti stress akibat trauma. Menulis ternyata akan mampu mencairkannya, artinya menulis merupakan sublimasi dari tupukkan stressor yang memperberat, dan menulis mendatang daya eliminasi.
Dalam meyakinkankan khalayak pembacanya beberapa hasil riset diangkat oleh buku ini.
Beberapa hasil riset yang memaparkan bahwa menulis itu mampu menyehatkan antara lain seperti hasil riset berikut.
Pennebeker bersama rekannya Sandy melakukan riset dengan membuat kelompok sukarelawan untuk diteliti, mereka disuruh untuk menulis pengalaman mereka baik yang bersifat traumati maupun yang biasa. Mereka disuruh menulis selama limabelas menit setiap hari, dalam kurun waktu empat hari. Hasil riset menunjukkan, menulis tentang pikiran dan perasaan terdalam terkait trauma yang mereka alami menghasilkan suasana hati yang lebih baik, pandanga berubah ke arah yang positif, konsekuensinya kondisi fisik akan lebih baik
HASIL JURNAL BAHWA MENULIS MENYEHATKAN:
Berikut ini adalah hasil riset yang diambil dari beberapa jurnal.


  • Jurnal Clinical Oncology, melaporkan bahwa pasien penderita kanker paru-paru tahap awal sangat dibantu oleh catatan harian. Menulis perasaan-perasaan tentang penyakit benar-benar mengurangi kunjungan ke dokter. Peneliti menemukan bahwa pasien yang merekam perasan-perasannnya dilaporkan berkurang batuknya, sakit kerongkongan dan gejala-gejala fisik lainnya, serta memiliki lebih janji medis dibandingkan dengan pasien lainnya.
  • JAMA[Journal of the American Medical Assosiation] dalam artikel serupa menyatakan, “Penelitian telah menunjukkan bahwa menulis pengalaman-pengalaman trauma secara emosi, secara mengejutkan memiliki efek yang menguntungkan atas gejala-gejala yang dituliskan.
  • Dalam artikel untuk American Psychological Society, Pennbeker berkata, “Dalam menulis atau bercerita tentang topic-topik emotional, juga ditemukan pengaruh-pengaruh yang menguntungkan dalam fungsi imun [kekebalan tubuh] termasuk self helper pertumbuhan.
AKIBAT DAN MANFAAT MENULIS
Buku ini juga memaparkan manfaat menulis, secara rinci. Adapun manfaatnya sebagai berikut:


  1. Menjernihkan pikiran
  2. Mengatasi trauma
  3. Membantu mendapatkan dan menginta informasi baru
  4. Membantu memecahkan masalah
Akibat yang diperoleh ketika seorang-orang menulis:


  1. Badan terasa sehat
  2. Mengatasi rendah diri
  3. Hidup terarah
  4. Timbul keberanian
  5. Meringankan beban hidup
MENINGKATKAN KECERDASAN INTRAPRIBADI [Self Smart] &
MENINGKATKAN KESERDASA LINGUISTIK[Word Smart].
Multiple intelligence buah kreasi meneliti Howard Garner, menggambarkan bahwa dalam manusia, terdapat multi kecerdasan. Dan bukan serpihan-serpihan kecerdasan. Ternyata aktivitas menulis dapat dimasukkan ke dalam dua kecerdasan. Yakni kecerdasan linguistik [word smart] dan kecerdasan intrapribadi [self smart].
Kecerdasan intrspribadi ini bertumpu pada kemampuan mengelola diri, menganggap diri adalah sebagai konsep hidup. Dengan menulis akan mampu mendongkar kecerdasan yang diindikatori hal-hal sebagai berikut:


  1. Kemampuan untuk mengalami betrbagai perasaan secara mendalam dengan gairah, semangat, dan spontanitas
  2. Kemampuan bersikap tegas
  3. Pengakuan terhadap harga diri
  4. Mempunyai segala sesuatu yang diperlukan untuk mempertahanklan niat dalam pekerjaan maupun relasi
  5. Kemampuan untuk berkreasi dan berhubungan secara dekat
  6. Kemampuan untuk menyendiri dan berkontemplasi

CATATAN HARIAN SEBAGAI PEMBANGKIT SEMANGAT
Buku ini juga menjelaskan catatan yang bersifat pribadi, juga dapat membangkitkan orang untuk memiliki semangat hidup yang luar bisa. Tulisan-tulisan yang terkait dengan dengan masalah-masalah pribadi itu antara lain:



  1. Cacatan harian
  2. Biografi
  3. Memoar
  4. Autobiografi
Kisah-kisah inilah, yang memberikan daya bangkit seorang-orang, tentunya akan memberikan sentuhan psikologis.
Terdapat beberapa buku yang dirasa bagus, dan pasti dapat membangkitkan seorang-orang dari level semangat yang rendah, menuju semangat prima. Buku itu berbentuk cacatan harian, dan kini telah dibukukan, serta laris manis,alias best seller catatan harian seorang Demonstran, karya Soe Hok Gie, dan Catatan harian Achmad Wahid . Kedua buku ini dicandra, sebagai buku pembangkit semangat


KECERDASAN INTRAPRIBADI DAN PENGEMBANGAN KECERDASAN BATINIAH:
Buku ini memberikan saran untuk mengalihkan segenap pola pikir dan pola tindakan pembacanya untuk pindah ke rana citra diri yang positif.
Citra diri yang dimaksud adalah :



  1. Jangan mengecewakan diri dengan menjelek-jelekan diri sendiri
  2. Lakukan sesuatu yang dapat memompa semangat Anda setiap hari
  3. Tuliskan 20 pernyataan posistif tentang diri Anda sendiri dan bacalah pernyataan itu secara teratur
  4. Bentuklah gambaran mental diri sejati Anda
  5. Kelilingi diri Anda dengan tokoh panutan yang positif
  6. Bacalah buku self help yang memperkuat munculnya cita rasa ciri yang positif

Terkait dengan kecerdasan intrapribadi, buku ini mengutip pendapat Armstrong, yang menyatakan bahwa citra diri yang positif itu, dilakukan dengan cara memupuk rasa batin yang mengusai dan berkompeten, atau perasan batin bahwa kita mempunyai pengaruh terhadap dunia.
Dari pendapat Armstrong, buku ini memberi saran, bagaimana cara mengembangkan kecerdasan batiniah. Cara-cara itu adalah:

  1. Tuliskan autobiografi Anda
  2. Ciptakan ritual pribadi atau ritual perjalanan hidup Anda
  3. Rekam dan tafsirkan mimpi Anda secara teratur
  4. Baca buku self-help
  5. Tentukan sasaran jangka pendek dan jangka panjang Anda dan kemudian tindaklanjuti rencana itu
  6. Buatlah buku atu catatan harian untuk merekam gagasan, perasaan , sasaran dan kenangan Anda
  7. Amatilah biografi dan Auto biografi orang besar yang memiliki pribadi hebat
Detil Buku :
JUDUL: The True Power of Writing. Menulis itu menyembuhkan
PENULIS : M. Iqbal Dawami
PENERBIT: Cupid. Gowok Komplek Polri Blok A1 No. 2 Yogyakarta 55281. E-mail: kisahcupid@yahoo.com
ISBN :979-24-9443-X
CETAKAN : I 2007
HALAMAN: 122 hlm.
Wusana kata:
[Buku ini memposisikan dirinya sebagai pembangkit motivasi, agar khlayak terdorong untuk mampu menuangkan ide dari pengalaman dan perjalanan hidup pribadi. Ketika orang menulis, maka akan terjadi sublimasi. Karena menulis adalah aktivitas yang mempu menjebol kebekuan sekaligus alat pengurai masalah yang paling mendalam. Dan manjur. Agar kemasanya menarik, dalam sampul muka ditulis dalam bahasa Inggris. “True The Powet of Writing”, alasanya tentunya ada pada diri M. Iqbal Dawami, sebagai penulisnya.
Saran-saran buku ini patut diikuti, karena membangun citra diri itu digambarkan sebagai hasil refleksi dari pemikiran tokoh-tokoh pemikir. Membaca buku harian orang ternama, harus dijadikan santapan lezat dan dikonsumsi setiap hari].

Friday, April 25, 2008

KECIL BUKUNYA AMPUH KASIATNYA: NULIS, YUK!

Buku ini benar-benar ukuran saku, bahkan ukuran saku anak sekolah dasar. Ada perjanjian yang harus kita sepakati, tidak perlu melihat ukuran, tapi lihatlah manfaat yang akan kita dapat. Masih segar diingatan kita, reklame sebuah obat atau jamu, yang menyatakan kecil barangnya ampuh kasiatnya. Barangkali kata-kata itu dapat dikonversi untuk memposisikan buku ini. Lebar dan tebalnya setara buku tabungan, namun isinya dapat memiliki keseteraan dengan buku Undang-Undang zaman Hindia , maknanya, kendati kecil, namun isinya berjimbun, dan daya picunya minta ampun.
Judul buku ini centil, aktif, nan provokatif, NULIS, YUK! seakan mengajak kita semua bergegas menulis . Ternyata benar, isinya sebagian besar adalah motivasi untuk menulis, siapa pun pasti tergerak, dan segera bergerak.
Detil Buku:
JUDUL: Nulis, Yuk! [Novel Cerpen bagi pemula]
PENGARANG : M.Akmal
PENERBIT : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi UI
ISBN : 978-979-24-5245-7
CETAKAN : I. 2007
HALAMAN : ix: 68 hlm : 16 cm
MENULIS DAN MENGARANG.
Buku ini memberikan arti yang berbeda antara mengarang dan menulis.

  • Mengarang dinyatakan sebagai rangkaian kegiatan manusia yang menggabungkan pengetahuan, pengalaman, tenaga, waktu, akal [kecerdasan pikir] dan kekayaan batin, di silah penggabungan kecerdasan, pengalaman dan imajinasi dilakukan.
  • Menulis adalah suatu kegiatan menuangkan ide atau gagasan dalam bentuk tulisan, sehingga kegiatan ini adalah merupakan tindak lanjut dari mengarang. Oleh karenanya aktivitas mengarang dan menulis adalah dua kegiatan yang saling dukung.

PERDEBATAN TENTANG BAKAT:
Seorang pernah mengeluh ketika akan menulis, karena merasa dirinya tidak memiliki bakat menulis. Memang banyak pendapat jika menulis itu harus punya bakat, menulis itu talenta. Buku ini mendebat. Menulis itu tidak harus memiliki bakat, tapi harus didukung oleh bakat., yakni bakat kerja keras.!
Kerja keras adalah sebuah amunisi, oleh karenanya perlu upaya-upaya untuk mempertahankan.
Mengakhiri debat tentang bakat atau bukan, buku ini memberi solusi, agar seorang-orang tetap termotivasi dan menggalang potensi. Solusi itu adalah:


  • Tumbuhkan Tekad dan Pupuk keyakinan dalam diri bahwa aku bisa menulis
  • Rencanakan apa yang Anda karang dan yang akan Anda tulis
  • Siapkan wahananya, alat, tempat, waktu sesuai keinginan dan kemampuan
  • Jaga stamina anda, kesegaran akan berkonsekuensi pada penuangan ide yang segar.

DELAPAN LANGKAH SEDERHANA.
8 langkah adalah formula yang ditawarkan buku ini;

Pertama : Membaca adalah tenaga penggarak pemicu tekad, tentunya membaca lingkungan yang ada disekitar kita, juga membaca buku. Karena menulis memerlukan bahan baku, berupa minat baca.
Kedua: Mencatat poin-poin penting, dimaknakan sebagai alat pengingat, karena memori seorang-orang itu memiliki keterbatasan.
Ketiga : Menuliskannya. Tulis dan tulis sesuai dengan takaran Anda, tidak perlu sekuensial [teratur], yang penting tuangkan semuanya. Selanjutnya kembangkan. Baru kemudian atur dan kembangkan.
Keempat : Menyusun kembali. Anda tidak usah takut untuk melakukan bongkar pasang, karena disinilah citarasa tulisan sedang diolah. Membongkar dan memasang, erat kaitannya dengan citarasa dan kemudahan cerna
Kelima: Minta masukkan. Apakah karya kita sudah dapat disantap, artinya enak dirasa dan mudah dicerna, dikunyah tidak bikin muntah, maka hanya kritik dan saran yang dapat melakukan.
Keenam : Merevisi, setelah masukkan hadir dengan berbagai bentuknya, apakah kritik dan mungkin saran, jadikan sebuah adonan bahan dasar untuk perbaikkan.
Ketujuh : Mengamankan hasil, tahapan ini difungsikan agar kita punya salinan, orang kerapkali mengatakan didokumetasi. Maksudnya seudah jelas manakala naskah tercecer kita telah memback-up.
Kedelapan :Kirimkan ke Penerbit. Ketika kita telah merampungkan sebuah naskah, dan akan berlajut ke penerbit, maka mencari informasi secara lengkap tentang penerbit adalah hal yang penting. Namun dari berbagai penerbit terdapat syarat utama yang tidak boleh diabaikan. Syarat itu adalah:

  1. Naskah merupakan karya asli, bukan jiplakan atau saduran
  2. Naskah belum pernah dipublikasikan
  3. Cerita tidak mengandung unsur sara dan pornografi
  4. Naskah diketik pada kertas A4 spasi 1,5 jenis huruh Times New Roman 12 pt
  5. Menyertakan biodata dan sinopsis

Buku ini dilengkapi dengan tanya jawab seputar menulis dan mengarang. Terdapat 35 pertanyaan sekaligus jawabannya

SIAPA PENULIS ITU ?
M. AKMAL : Pada tahu 2003 penulis buku ini, karyanya pernah meledak. Sekitar 17.000 eksemplar, terjual habis alias laris manis. Karya itu berbentuk komik serial dengan judul “Stay In”. Dalam menjaga stamina tulisnya, membentuk sebuah komunitas yang diberi nama : Sunday Community. Ketemu di hari Minggu. Acaranya juga “berkesadaran” , karena dilakukan sebagai wahana mengembangkan dan membantu pengarang-pengarang baru. Luar biasa, dan tidak kalah dengan bukunya. Kecil Bukunya Ampuh Kasiatnya

Wednesday, April 23, 2008

RAHASIA ANDRIAS HAREFA MENULIS 30 BUKU BEST SELLER

RAHASIA ANDRIAS HAREFA MENULIS 30 BUKU BEST SELLER
MENGUKIR KATA MENATA KALIMAT

SIAPA ANDRIAS :
Andrias Harefa, salah satu motivator anak bangsa yang dikenal dengan mottonya sebagai Pembelajar Sekolah Kehidupan. Ia seorang populis yang mengenalkan dirinya sebagai seorang WTS, yaitu Writer, Trainer, dan Speaker. Suatu hal yang unik mengenal Andreas Harefa dengan prinsipnya sebagai manusia pembelajar karena sebenarnya ia sendiri bukanlah jebolan perguruan tinggi. Keputusan cepat diambilnya dan memutuskan untuk tidak menyelesaikan kuliahnya di Universitas Gajah Mada Fakultas Hukum dikarenakan ketidakcocokannya akan sistem pendidikan bangsa ini.
Andrias mencokok sistem pendidikan kita hanya menabur dehumanisasi bagi setiap lulusannya terutama dikarenakan proses learning-teaching yang nir analisis dan mengedepankan hafalan. Terutama pada masa kuliahnya ia memasuki bidang Hukum, maka adalah suatu kemunduran jika setiap mahasiswanya tidak bisa argumentatif dan merasakan demokrasi dalam berpendapat. Melihat itu ia memutuskan keluar dari sistem pendidikan.
Keputusannya menuai sebuah kepastian, saat ini dia pembelajar sejati, dengan mengaplikasikan pemngalaman dirinya. Unilah yang kerap disebut “positive deviance”.


DAFTAR KARYA ANDRIAS HAREFA
[1998-2007]
Seputar Pembelajaran:
  1. Presentasi Efektif, 1999
  2. Menjadi Manusuia Pembelajar, 2000
  3. Pembelajaran di Era Serba Otonomi, 2001
  4. Mutiara Pembelajar
  5. Menata Karier, Menuju Kebebasan Finasial , 2001
  6. Agar Menulis/Mengarang Bisa Gampang, 2002
  7. Sekolah Saja tidak pernah Cukup, 2002
  8. Mengasah Paradigma Pembelajar
Seputar Kepemipinan dan Etos Kerja
  1. Berguru pada Matahari, 1998
  2. Menerobos Badai Krisis, 1998
  3. Mematahkan Belenggu Motivasi, 1999
  4. Membangkitkan Roh/Etos Profesionalisme, 1999/2004
  5. Mengasah Indra Kepemimpinan, 2003
  6. Membangun Spirit Keberhasilan, 2006
  7. Seputar Kewirausahaan dan Penjualan
  8. Sukses Tanpa Gelar, 1998/2005
  9. MLM Penggadaan Uang,1999
  10. Muti Level Marketing, 1999
  11. 10 Kiat Sukses Distributor MLM, 1999
  12. Menjual Tanpa Hambatan, 1999
  13. Pesona Bisnis DS-MLM, 2000
  14. MLM di Era Internet,2000
  15. Berwirausaha dari Nol, 2000
  16. Meet, Learn, Multiply, 2001
  17. Agar Menjual Bisa Gampang. 2002
  18. The Ciputra Way, 2006
  19. Manapakio Jalan DS-MLM, 2007

Lain-lain:



  1. Agenda Refleksi & Aksi : Untuk Hidup yang Lebih Baik, 2004
  2. Be Happy, 2005
  3. Smile Pitz, 2006
  4. Mengukir Kata Menata Kalimat, 2007

Detil Buku:
JUDUL : Mengukir Kata Menata Kalimat : Rahasia Andrias Harefa Menulis 30 Buku Best Seller
PENGARANG:Andreas Harefa
PENERBIT: Gradien Books, Jl. Samirono Baru 78, Yogyakarta 55281. Telp:[027] 541484. E-mail : kairos@ygy.centrin.net.id
ISBN : 979-3574-74-7
CETAKAN : Pertama 2007
HALAMAN: 174 hlm.
[Buku ini memberikan pandangan bahwa munulis selalu diawali dengan baca. Minat baca yang tinggi akan berkonsekuensi pada peningkatan kemampuan menulis. Dari pengalamannya menelorkan buku-buku yang best seller, Andreas telah mengantongi kunci-kunci sukses itu, rupanya telah diubah menjadi tip-tip istimewa. Warung mencoba mencuplik tip-tip istimewa itu dari buku yang bertitel Mengukir Kata Menata Kalimat. Sekitar 50 tip istimewa itu antara lain:
TIP:1
Apa yang harus Anda lakukan untuk mulai belajar menulis?
Satu-satunya Jawaban adalah “Praktik” Hanya dengan melakukannya Anda menjadi bisa menulis!
TIP: 2
Untuk bisa menulis, orang harus mulai dari keyakinan bahwa hal itu “memang bisa” dilakukan, setidaknya bagi siapa pun yang sudah pernah duduk di Sekolah Dasar.
TIP:3
Untuk bisa nulis yang mungkin diperlukan bukanlah suatu “bakat” istimewa, tetapi lebih pada keinginan dan minat yang besar untuk mau belajar dan membangun kebiasaan menuangkan gagasan lewat tulisan
TIP: 4
Mereka yang suka menulis buku harian hampir bisa dipastikan dapat mengembangkan ketrampilannya menjadi seorang penulis

TIP:5
Agar Keinginan menulis Anda menjadi lebih kuat, buatlah sebuah daftar “keuntungan” Jika Anda mahir menuangkan gagasan lewat tulisan
TIP :6
Pertanyaan pertama yang perlu Anda Jawab, bukanlah “apa” yang harus aku tulis, tetapi “mengapa” aku ingin menulis?
TIP:7
Menulis bisa gampang kalau ada visi, ada tujuan yang jelas, yakni tujuan yang membangkitkan motivasi juang, motivasi berkarya.
TIP : 8
Rajinlah mengunyah-ngunyah pertanyaan, dan Anda akan mudah menemukan ide-ide yang bisa ditulis, sehingga menulis jadi gampang
TIP: 9
Pemicu ide ada dimana-mana, yang dibutuhkan hanyalah suasana hati yang kondusif dan kebiasaan mengamati situasi sekitar
TIP : 10
Menulis itu seperti menggauli gagasan, sehingga kalau gagasan tidak disayang-sayang, pasti menulis menjadi sulit sekali . Dan jika gagasan atau ide sudah muncul dan tak cepat disalurkan, bisa ide itu menguap terkena “panas” kesibukan sehari-hari
TIP: 11
Ulisan bermutu” itu sangat relative. Kriteria artikel yang layak muat di media yang terbit harian, berbeda dengan media yang terbit bulanan, dan berbeda juga dengan criteria penerbit buku.
TIP: 12
Cara efektif membangun rasa percaya diri dalam menulis adalah dengan memperbanyak bacaan di bidang yang sedang Anda tulis. Selanjutnya, sempurnakanlah setiap draft tulisan Anda berdasarkan bacaan-bacan tersebut
TIP : 13
Anda tidak akan sukses dalam menulis jika hanya mengadalkan idealisme atau gagasan-gagasan yang hebat; ada aspek-aspek lain yang perlu Anda perhatikan, yakni soal bisnis, soal laku atau tidak di pasar
TIP : 14
Agar Anda benar-benar percaya, menulislah berdasarkan pengamatan Anda, atau Anda juga bisa menulis berdasarkan pengalaman Anda, lalu perkayalah dengan konsep konsep teoritis yang membangun. Dan, penting buat Anda bergaul dengan orang-orang positif dan mendukung tekad Anda
TIP : 15
Menulis adalah cara efektif untuk belajar. Dengan menulis Anda akan membiasakan diri untuk niteni [mengamati] niroke [meniru] dan nambahi [menambahi] apa yang menjadi perhatian Anda
TIP : 16
Agar dapat menulis dengan baik, menjadi “pengamat” saja tidak cukup. Tetapi agar dapat menulis dengan baik, seseorang memang harus menjadi “pengamat” terlebih dahulu
TIP : 17
Mengapa Anda ingin menjadi penulis? Apa pun motif Anda; entah itu duit, popularitas, atau demi ekspresi diri, yang penting motif menulis itu harus jelas. Lalu titiklah potensi terbaik Anda, apa yang menjadi kekuatan Anda dalam menulis!
TIP : 18
Sumber atau pemicu ide yang paling banyak adalah bacaan; bisa Koran, tabloid, majalah atau informasi dari internet. Jadi penulis yang baik adalah pembaca yang baik.
TIP : 19
Cobalah berani menyatakan pikiran Anda sendiri, baik Anda bersetuju, menolak, atau menambahkan pandangan Anda atas pendapat tokoh-tokoh yang Anda kagumi!
TIP: 20
Jangan pernah berambisi dalam menulis langsung jadi tulisan yang sempurna. Hindarilah ambisi itu, yang terpenting tuangkanlah ide-ide Anda dalam tulisan, keluarkanlah dan jangan sampai hilang.
TIP : 21
Menulis bisa gampang kalau kita punya cinta. Segampang seorang remaja belia menulis puisi-puisi romantis ketika merasa “jatuh cinta”
TIP : 22
Dalam menulis kita memilki minat dan ambisi yang kuat untuk membuktikan sesuatu yang kita yakini sebagai “kebenaran” atau sekurang-kurangnya lebih dekat dengan “kebenaran” itu.
TIP : 23
Jika Anda ingin menjadi penulis yang professional kecuali “menjual” idealisme. Anda juga harus mahir menggunkan bahasa emosi untuk mempengaruhi pembaca Anda
TIP : 24
Jika Anda menggunakan bahasa emosi, tatkala Anda menyelesaikan sebuah tulisan boleh jadi mirip [maaf] “orgasme”. Tatkala Anda menyelesaikan sebuah naskah ibarat
menutaskan sebuah “percumbuan”
TIP : 25a
Dilema kita adalah: Buku yang dianggap bermutu kurang memenuhi selera pasar, sementara yang diyakini dapat memenuhi pasar, ternyata kurang bermutu! Bagaimana mensiasati.
TIP : 25b
Jika ingin menjadi penulis Profesional, Anda harus bisa memahami terlebih dahulu pengertian “mutu” dari pihak penerbit : Apakah mutu itu berarti ide-ide “baru? Apakah mutu itu relevansinya denhan kepentingan umum? Apa pun “mutu itu, harus Anda pahami!
TIP : 25. c
Anda harus memhami “selera pasar”. Penulis itu perlu memiliki kejelasan target pembaca bukunya dan seberapa besar potensi pasar jika kelak bukunya beredar.
TIP : 25d
Jadi, yang palin ideal adalah mencari keseimbangan di anatar aspek idealisme [mutu] dan pragmatisme [selera pasar]. Barangkali bagi penulis pemula ini akan terasa sulit, tetapi jika sudah dibiasakan sejak awal, lambat laun akan terasa semakin mudah.
TIP : 26
Jika Anda ingin menjadi penulis professional, Anda harus belajar bersikap rasional. Dan bersikap rasional itu bersahabat karib dengan enam pertanyaan dasar, yakni: Apa? Mengapa? Kapan? Dimana? Siapa? Dan Bagaimana?
TIP : 27
Jika ingin meningkatkan personal branding Anda, terbitkanlah tulisan Anda! Apa pun jenis publikasi, termasuk buku yang dilakukan secara konsisten, bisa meningkatkan personal branding Anda
TIP : 28
Ketikan Anda konsisten menulis dalam suatu bidang tertentu, dan memasuki arena pergaulan ataupun komunitas peminat yang sama, sesungguhnya Anda tengah membangun personal brand diri Anda sendiri.
TIP :29
Setiap kali menulis sesungguhnya kita juga menunjukkan kebodohan kita, kqarena menulis membuat pemikiran kita menjadi sangat eksplisit! Jadi, menulis itu butuh keberanian kita dalam menetukan sikap, termasuk sikap yang tidak jelas sekalipun akan tampak dalam tulisan kita
TIP: 30
Sedikit banyak pola pikir, logika, dan gaya bahasa penulis-penulis yang Anda amati dan tiru akan mempengaruhi gaya tulisan dan pola pikir Anda. Namun dengan terus membiasakan diri untuk menulis, akhirnya Anda akan menemukan “gaya” Anda sendiri
TIP 31
Menulis bisa gampang kalau ada komitmen, janji pada diri sendiri-tentu saja, kalau komitmen itu diniati untuk benar-benar ditepati. Kalau janji dibiarkan tinggal janji, mungkin lebih baik jadi politisi, Benar, kan?
TIP : 32
Segala sesuatu memerlukan bakat, termasuk dalam tulis menulis. Masalahnya adalah bagaimana minat dan ambisi menulis bisa terpelihara dalam waktu yang lama, bahkan saat tantangan dan kesulitan terasa begitu berat untuk dihadapi. Jawabnya, sekali lagi, komitmen!
TIP : 33
Adakalanya Anda harus berhenti sejenak, mengambil jeda, saat di mana kita memang tidak mungkin meracik kata-kata, saat di mana menata kalimat menjadi terasa sulit; bukan karena kesulitan teknis, tetapi itu karena Anda tidak bisa menulis dalam suasana hati yang tak kondusif! Jadi, rihatlah sejenak……
TIP : 34
Anda ingin menulis sebuah buku? Anda tiodak harus menulis buku, tapi tulislah satu artikel hari ini. Esok tulis lagi satu artikel. Kemudian tulis satu artikel lagi, dan kelak tulislah satu artikel lagi….Ops! Carilah benang merahnya ! Jahitlah! Permaklah! Nah, jadulah buku Anda!
TIP : 35
Penulis-penulis yang melahirkan karya besar umumnya adalah penulis pembelajar” yang tidak pernah menulis buku dengan niatan menulis buku best seller, tapi best boolk
TIP : 36
Jangan pernah berharap tulisan Anda akan menyentuh hati pembaca, jika karya itu tak bisa menghampiri hati Anda sendiri. Dan jangan pernah berharap Anda akan mengubah perilaku orang lain, jika tulisan Anda hanya gagasan semata, jauh dari perilaku Anda…….
TIP 37
Jika ada penulis yang mengaku produktif tanpa pernah membaca sama sekali, artinya is berhenti belajar, dan hanya ada dua kemungkinan: Pertama , ia sudah mencapai tingkat “manusia guru”, atau kedua, ia pembohong, dan ini mungkin yang lebih masuk akal.
TIP : 38
Menulis adalah cara efektif untuk menjadi pembelajar, yang dengan sadar diri tahu apa yang ingin ia sampaikan, apa yang ingin ia tulis, dan apa yang ingin ia teriakkan dalam hidup ini!
TIP : 39
Khusus kepada para sarjana yang pernah “belajar” menulis skripsi di kampus dahulu, sekurang-kurangnya Anda berpotensi menjadi seorang “penulis”
TIP : 40
Referensi itu relative dalam setiap karya tulis, itu kita butuhkan untuk mensupport tulisan kita, dan tidak mutlak harus menjadi kiblat tulisan kita
TIP : 41
Pengethuan Barat begitu mendominasi karya tulis menusia Indonesia. Kini sudah saatnya kita mulai lebih berkiblat pada “kearifan lokal”, atau referensi apa pun untuk lebih memberi tempat autentitas kita sebagain penulis.
TIP : 42
Keseimbangan dalam menulis itu perlu dan penting! Keseimbanagn antara fakta dan kesimpulan, juga antara kritik dan argumentasi.
TIP : 43
Penulis yang baik tidak pernah menulis sebuah konsep yang sederhana jadi ru,it, sebaliknya menyederhanakan konsep-konsep yang rumit
TIP : 44
Jika ingin menjaga komitmen dan konsistensi dalam menulis, Anda harus memilki pikiran yang jelas tentang apa yang sebenarnya ingin Anda capai sebagai penulis. Anda harus bisa menggambarkannya secara spesifik dalam pikiran Anda. Inilah hakikat visi bagi seorang penulis.
TIP: 45
Tetapkanlah sebuah visi yang membuat Anda terpicu untuk selalu mencari waktu menulis dan mencari cara untuk mencapainya. Manfaatnya, Anda akan memilki semacam arah dan sense of urgency yang tumbuh karena Anda menetapkan sebuah visi.
TIP : 46
Berusahalah untuk senantiasa mengasah sensitivitas Anda! Anda bisa mengandalkan beragam publikasi yang terbit secara berkala atau pun informasi-informasi berbasis teknologi seperti internet. Semua ini Anda butuhkan untuk menyesuaikan tema-tema tulisan Anda dengan tren terkini.
TIP : 47
Menulislah karena itu memang pilihan hidup Anda, dan karena pekerjaan menulis itu mengasyikan Anda!
TIP : 48
Jangan biarkan kemalasan, ketakutan, keraguan, dan segala bentuk inkompetensi menjadi rezim” yang memberangus komitmen untuk tetap menulis dan terus menulis!
TIP : 49
Jangan merasa menjadi manusia yang kredibel hanya dengan bicara doing, manulislah! Segeralah beralih dari sekedar berwicara sevara “lisan” untuk berwacana secara tertulis”
TIP : 50
Saat ini penghasilan aeorang penulis umunya belum ckup baik, namun arahnya semakin membaik di era knowledge economy ini! Jadi, siapa pun Anda yang berjalan di jalur optimisme, mengapa takut menjadi penulis?

JADI PENULIS NGETOP ITU MUDAH

JADI PENULIS NGETOP ITU MUDAH
Trik-trik menulis handal
Buku ini memposisikan dirinya sebagai “Seri Praktis Panduan”, posisi ini dibuktikan dengan memberi solusi yang “ces pleng”, bagaimana seorang-orang ketika menggeluti sebuah tekad baru terkait cara mudah menuangkan ide.
Kekuatan buku ini terletak pada cara memilih tema dan mencari tema yang sesuai dengan jati diri penulis. Memperdrama, alias membuat sebuah tulisan menjadi sesuatu yang maha dahsyat, adalah modal yang harus dimiliki seorang penulis, maksudnya ialah melebih-lebihkan sesuatu namun tidak mengurangi makna sebenarnya, dalam dalam koridor akurasi yang sehat.
Detail buku yang dicandra:
JUDUL : Jadi Penulis Ngetop itu Mudah : trik-trik menulis handal
PENGARANG: Lie Charlie
PENERBIT: Nexx Media. Inc. Jl. Sukamulya Indah X-12. Bandung 40163. Tel:[022] 70793090. E-mail: nexxbook@nexx.co.id web: http://www.nwxx.co.id/
ISBN: 979-3454-79-2
CETAKAN : 2005
HALAMAN:ix + 123 hlm.
Buku ini masih mengedepankan cara penulisan yang sopan, maka peringatan jangan jadi plagiat, juga ditampilkan buku ini, mulai dari jenis, hingga derajat keplagiatannya. Kendati pembahasan plagiat diletakkan paling buncit dalam buku ini, diungkap secara lugas, bahwa tindakan plagiat identik mengubur niatan yang bakal menuntun ke arah penulis yang negtop dan handal.
KRITERIA TULISAN YANG BAGUS:
Normalnya tulisan bagus menurut buku ini adalah:


  1. Mengungkapan hal-hal yang baru [novelty]
  2. Benar dan lengkap
  3. Merupakan Pendapat/ide Orisinal
  4. Isinya menggugah
  5. Temanya istimewa
  6. Mengundang kejutan
  7. Menyangkut peristiwa besar
  8. Menganai orang ternama
  9. Bahasanya bagus
  10. Penulisnya Top
  11. Terpublikasi melalui media yang tepat

MENJELASKAN DENGAN MENYANDINGKAN.
Sesuai dengan namanya buku panduan praktis, buku ini menjelaskan dan memahamkan pembacanya dengan menyandingkan sebuah pengertian antara yang berlawanan. Seperi antara kiri dan kanan, baik dan buruk. Dengan disandingkan seorang-orang akan mengetahui derajat bedanya.
Seperti kategori tulisan:



  • Fiksi versus Non-fiksi
  • Berita versus Feature
  • Ilmiah versus Populer
  • Faktual Ilmiah versusu Fiksi Kreatif
  • Artikel versus Opini atau kolom
  • Sastra versus Biasa
  • Puisi versus Essai

Menyandingkan membuat orang mengetahui makna sejatinya, itulah maksud praktis buku ini.

SEPUTAR TEMA
Buku ini ketika memahamkan pembacanya mengatakan bahwa masalah tema dapat dirinci dalam pembagian sebagai berikut:

  • Bagaimana Model Penyampaian tema itu?
  • Bagaimana mengembangkan tema?
  • Bagaimana memilih tema?
  • Apa saja tema alternative itu?

PEMBAGIAN TEMA DAN PENAJAMAN FOKUS
Buku ini membagi tema tulisan antara lain dalam kategori:


  • Penghidupan dan kehidupan manusia
  • Agama dan moral
  • Flora-fauna
  • Alam
  • Ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Sejarah
  • Imajinasi

Setelah mengetahu pembagiannya, buku ini menyarankan:

  • Pahami tema sebaik-baiknya
  • Tentukan batas sekatannya
  • Ungkap detailnya
  • Pakai kata secermatnya
  • Hindari pembandingan

BAGAIMANA MENGEMBANGKAN TEMA
Saran yang dianjurkan buku ini terkait dengan pengembangan tema, sebagai berikut:

  • Dasarkan pada kategori
  • Dari umum menjadi khusus
  • Induktif ke Deduktif
  • Dan lintas waktu

MODEL PENYAMPAIAN TEMA:
Ketika menyampaikan tema, maka model penyampian harus dipahami, termasuk model tulisan apa yang saat ini kita produksi.


  • Narasi

  • Deskripsi
  • Prekrepsi
  • Eksposisi
  • Argumentasi

MEMILIH TEMA.
Memilih tema itu sebenarnya mudah, buku ini memakai formula “if” “Then” alias “jika maka”

  • Jika anda seorang pelajar, maka tak ada salahnya memulai menulis tentang tema cinta
  • Jika anda mahasiswa fakultas ekonomi, maka anda dapat mencoba menulis tentang strategi dan taktik pemasaran produk
  • Jika anda seorang karyawan, mengapa tidak memulai menulis mengenai ikan hias, bos yang pemarah, atau kucing yang jatuh cinta di atap rumah
  • Jika anda penggemar bola maka silahkan iseng-iseng menulis analisis bakal pemenang dalam pertandingan
  • Jika anda seorang Guru atau dosen/ tulislah perilaku anak-anak didik anda
  • Jika anda seorang ibu rumah tangga, maka silahkan menulis mulai dari cara mengarahkan anak agar mau belajar tertib, taktik menghadapi tetangga yang banyak mulut, sampai intrik menaklukkan suami.

BUKU INI TERNYATA MERUPAKAN BUKU YANG SERING MINTA MAAF:
Tampak buku ini memposisikan buku yang sopan, ketika membahas penulisan terkait dengan eksplotasi kata-kata jorok, selalu didahului, kata-kata maaf bahkan maaf seribu maaf. Khusus eksplotasi kata-kata jorok tidak akan di kupas di warung ini. Maaf seribu maaf.

TUJUAN MENULIS MENURUT BUKU INI
Menulis menurut buku ini adalah:

  • Memberi/menjual informasi
  • Mencerahkan jiwa
  • Mengabadikan sejarah
  • Ekspresi diri
  • Mengedepankan idealisme
  • Mengemukakan Opini dan teori
  • Menghibur.

[Wusana kata: Buku ini sangat praktis, warung melihat pengamalan dari pengalaman penulis diabadikan di buku ini. Sebagai panduan layak diacungi jempol, disamping ukuran buku akrab dibawa kemana saja, buku ni setiap babnya memotivasi orang, karena semuanya digarap dalam koridor gampang. Mudah dicerna, mudah dimengerti dan mudah di praktikkan]

Monday, April 21, 2008

KARTINI DAN BUKU: "HABIS GELAP MENUJU CAHAYA"

Ketika orang percaya bahwa buku mampu membangkitkan segalanya, maka akan menjadikan buku sebagai rujukan dalam bertindak, berpikir dan ber perilaku.
Buku dari keadaan fisiknya, hanya berupa kertas saja, namun tulisan yang mendiami buku itu, memiliki kesanggupan yang luar biasa. Orang bisa takut karena buku, namun orang juga bahagia karenanya. Kadang sebuah rezim pemerintahan gerah karena buku, akhirnya kata breidel menyeru. Misalnya karya pulau Buru Paramoedya Ananta Tour, yang banyak diburu oleh orang, yang terangsang karena buah tulisanya. Sisi lain yang kurang senang menyerang dan melarangnya. Indonesia Menggugat merupakan pledoi Bung Karno di depan pengadilan Hindia Belanda. Sebuah buku yang menggugat kejahatan cultuurselsel, setelah peledoi itu menjadi buku mampu menggetarkan daya juang anak bangsa. Jauh negeri ini merdeka lahirlah buku-buku yang mampu membuka kalbu, menghadirkan persamaan, menentang pikiran yang mapan, dan menjungkirbalikkan kenyataan. Itulah dahsyatnya kumpulan tulisan Kartini, yang dibukukan oleh Mr.J.H.Abendanon. Buku itu mula-mula diterbitkan pada tahun 1911 dan pada tahun 1923 telah mengalami cetak ulang ke-4.
Warung sangat berkepentingan dengan karya-karya Kartini, sebagai wahana memotivasi pengunjung warung untuk terus berkarya, dan sadar betapa pentingnya bacaan dalam mengasah ketrampilan menuangkan gagasan.
Untuk buku-buku Kartini warung hanya memiliki koleksi yang terbatas. Terkait dengan judul bahasan, saat ini akan diketengahkan tiga buku, masing-masing:
  1. Panggil aku Kartini saja, karya Pramoedya Ananta Toer
  2. Tragedi Kartini, Sebuah Pertarungan Ideologi karya Asma Karimah
  3. Kartini dari sisi lain : Melacak Pemikiran Kartini tentang Emansipasi “Bangsa” karya Dwi Arbaningsih

MENCANDRA BUKU:

JUDUL: Tragedi Kartini Sebuah pertarungan Ideologi
PENGARANG: Asma Karimah
PENERBIT: Syaamil, Jl. Babakansari I. No.71 Kiaracondong, Bandung 40283. Telp.[022] 7208298
ISBN : 979-959-423-5
CETAKAN: VII Maert 2007
HALAMAN: vi + 82 hlm, 13,5 cm

“HABIS GELAP TERBITLAH TERANG” atau “DARI GELAP MENUJU CAHAYA”
Dalam buku Asma Karimah, yang bertitel Tragedi Kartini, ternyata sang cucu Ibu Kartini, Prof. Dr. Haryati Soebadio, mantan Menteri Sosial RI, memberikan makna yang lain dari judul buku Kartini.
Semula Mr.J.H.Abendanon, memberikan judul Door Duisternis tot Licht, yang terlanjur diartikan sebagai Habis Gelap Terbitlah Terang oleh Armijn Pane.
Sang Cucu mengartikan Door Duisternis tot Licht sebagai Dari Gelap Menuju Cahaya, yang bahasa Arabnya adalah : Minazh-Zhulumaati ilan-Nuur.
Minazh-Zhulumaati ilan-Nuur ini merupakan inti dari panggilan Islam, yang maksudnya membawa manusia dari kegelapan [kejahiliyahan atau kebodohan hidayah] ke tempat yang terang benderang. ---[hlm: 2-3]

DARI KELUARGA CERDAS DAN BAKAT MENJADI PEMIMPIN.
Atmosfir politik Indonesia saat ini, lagi deman pemimpin dari kawula muda, sebenarnya ketika zaman penjajahan banyak pula pemimpin yang berasal dari generasui muda. Misalnya Kakek Kartini, Pangeran Ario Tjondronegoro IV diangkat menjadi bupati pada Usia 25 tahun. Beliau adalah bupati pertama di Jawa Tengah yang membuka peradapan barat. Kakak Kartini, Sostrokartono, adalah seorang jenius dalam bidang bahasa. Selama pendidikannya yang singkat di Belanda, dia berhasil menguasaai 26 bahasa; 17 bahasa-bahasa Timur dan 9 bahasa-bahasa Barat.—[hlm:9]

PENGALAM KARTINI YANG TIDAK MENYENANGKAN KETIKA MENGAJI.
Pada masa kecilnya , Kartini memiliki pengalaman yang tidak menyenangkan ketika belajar mengaji [membaca Al-Quran]. Ibu guru mengajinya memarahi dia dan menyuruh Kartini keluar ruangan ketika Kartini menanyakan makna dari kata-kata Al-Quran yang diajarkan kepadanya, sejak itu timbullah penolakan pada diri Kartini.
Cuplikan Surat Kartini kepada Stela [6 Nopember 1890].
…..Mengenai agamaku Islam, Stella, aku harus menceritakan Apa! Agama Islam melarang umatnya mendiskusikannya dengan umat agama lain. Lagi pula sebenarnya agamaku Islam karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aka dapat mencintai agamaku, kalau aku tidak mengerti, tidak boleh memahami Al Quran terlalu suci, tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apapun. Disini tidak ada orang yang mengerti bahasa Arab. Di sini orang diajar membaca Al Quran, tetapi tidak mnegrti apa yang dibacanya……. –[hlm:35]

KARTINI MENCELA BARAT DAN MEMPERBAIKI CITRA ISLAM
Cuplikan surat kepada nyonya E.E.Abendanon. 27 Oktober 1902
…..Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tida taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna?. Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?

Cuplikan surat kepada Nyonya. Van Kol, 21 Juli 1902 …. Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut diakui

JUDUL: Panggil Aku Kartini Saja
PENGARANG: Pramoedya Anantatoer
PENERBIT: Hasta Mitra,
ISBN : 979-8659-07-6
CETAKAN: 2000 Cetakan ulang ke-IIHALAMAN: xxvi + 262 hlm



RAKYAT DIHALANG-HALANGI ARISTOKRAT
…Kartini ingin menyatakan, bahwa sebenarnya kemajuan Rakyatnya dihalang-halangi oleh kaum aristokratnya sendiri, orang-orang yang justru menganggap dirinya paling mulia di dalam masyarakat.
Untuk memudahkan memahami moral feodal Primbumi, kiranya tepat sekali dikemukakan salah satu ajaran moral, yang disampaikan dari turunan pada turunan kalangan feudal, terikat dalam puisi tradisonal, dan berbunyi demikian.
Metrum Sinom:
Wedi asih ing wong tuwa
Setia ing Sang Aji
Ratu ingkah angreh praja
Nuhoni sakersa neki
Sumujud lahir lan batin
Iku sejating elmu
Dadasaring kesatrian

Artinya:
Takut sayang kepada orang tua
Setia tulus kepada Sri Baginda
Raja yang memrintah negeri
Laksanakan segala kehendaknya
Bersujud lahir batin
Itulah ilmu yang sejati
Dasar daripada kesatriaan
[hlm:83-84]

DAYA DUKUNG BACAAN YANG MELEJITKAN PIKIRAN KARTINI
Kartini mendapat banyak pengaruh dari bacaan, terutama dalam mengambil sikap pengaruh ini diterimanya dari keluarganya sendiri, dari P.A. Hadiningrat, dari R.M.A.A. Tjondronegoro, terutama sekali dari abangnya yang tercinta Sosrokartono. Di dalam surat-suratnya di sana-sini orang dapat temukan kembali pendapat-pendapatnya mereka ini, yang telah menjadi pendapat dan sikapnya sendiri. Sekali R.M.A.A. Tjondronegoro menerbitkan sebuah catatan atas karangan Veth Java jilid I, dan catatan itu bersifat kritik yang menolak pandangan Veth. Jejak ini diikuti juga Kartini. Ia menolak buku yang “jadi buah bibir, yang menggerakan begitu banyak pena dan membangkitkan badai kekecewaan”. Memanglah buku tersebut memandang Rakyat Hindia dari jurusan kekurangannya saja, kurang melihat segi-seginya yang posistif. Karena itu Kartini membela diri. ---[hlm:108]
Siapa sebenarnya Veth [1814-1895] adalah seoramng mahaguru dalam bahasa Timur, serta jurusan Purbakala Ibrani, tafsir Injil, filsafat Etnologi Hindia Belanda, serta Islamologi.
Namun demikian bacaan Kartini juga dijumpai bubku-buku yang menceriterakan Hindia Belanda dari sisi positif. Misalnya:

Tulisan Augusta de Wit, yangh dinilai simpatik, kemudian juga roman Belanda karya, Henri J.F.Borel [1869-1933] tentang “Gamelan”. Juga dalam De Gods, tentang “Wayang Orang”
Kartini pernah menjumpai karya oaring Asing, yang menggambarkan keprihatinanya terhadap negeri Hindia Belanda. Minnerbrieven Karya Multatuli. Kartini mendapatkan kalimat-kalimat yang menggoncangkan:
Orang jawa dianiaya
Akan menyetopnya
Dan: Tugas manusia ialah menjadi manusia.
--[hlm: 110]

HABIS GELAP TERBITLAH [DOOR DUISTERNIS TOT LICHT], MENGGONCANG DUNIA.
Door Duisternis tot Licht ternyata menarik juga perhatian dunia internasional. Berturut turut majalah “Atlantic Monthly [New York, 1919-1920] pernah menerbitkannya dalam terjemahan Bahas Inggris, dan kemudian diterbitkan khusus dalam bentuk buku dengan Judul Letters of a Javanese, terjemahan Agnes Louise Syammers, dengan kata pengantar Louis Couperus [1863-1923] Di samping utu Kartini pun telah diterjemahkan ke dalam bahasa Rusis buat penduduk muslim sewaktu pemerintahan Czar, dan beberapa uraian serta surat-suratnya juga telah ditulis dan disalin kembali pada waktu yang akhir-akhir ini. Setelah Perang Dunia kedua terjemahan pun dilakukan dalam bahasa Tionghoa. –[hlm:213-214]

JUDUL : Kartini dari sisi lain : Melacak Pemikiran Kartini tentang Emansipasi “Bangsa”
PENGARANG : Dwi Arbaningsih
PENERBIT: PT KOMPAS Media Nusantara, Jl. Palmerah Selatan 26-28, Jakarta 10270. E-mail: buku@kompas.com
ISBN: 979-709-207-0
CETAKAN: Juli 2005HALAMAN : xiv + 218 hlm: 14 cm x 21 cm

KRITIK TERHADAP SUKU JAWA.
Di mata Kartini, rakyat Jawa, dari kalangan atas hingga bawah, pertama-tama perlu memilki nalar dan budi pekerti, “ Naast’t hoofd moet’t hart worden”.
Kartini menulis:
….Salah satu sifat buruk dari orang Jawa ialah kesukaanya pamer, Seorang bangsawan Jawa lebih suka hidup melarat daripada harus bekerja tanpa mendapat kehormatan berupa…payung emas. Orang bangsawan Jawa memandang rendah segala apa yang tidak disertai paying emas. Sifat ini harus segera diberantas, karena merupakan hambatan bagi kemajuan [Surat Kartini, dalam Sitisoemantri, 1986:428]
…[hlm: 4]

DAMPAK LUAR BIASA DAN “AKROSTIK”
Melihat dampak luar biasa perjuangan Kartini itu, tidak berlebihan bila Abendanon menulis akrostik Kartini sebagai berikut:
K-Kartini’s hart sloeg warm de toekomst togen
A-Aan’t garen van bloemen, haar zielgewijd
R-Reikhalzend uit teedere droomen ontwekend
T-Tot heil van heel haar zachte volk
I-In lijden en strijden met velen verboden
N-Na duisternis wijzend naar ‘schemerend licht
I-In blij ontuikenden morgenstond

[Hati Kartini merangkul hangat menyambut masa depan
Jiwa direntangkan pada bau harum bebungaan
Terbangun dari mimpi lembut
Demi keagungan bangsanya yang halus
Dam derita dan perjuangan bersama
Habis gelah menuju gemerlapnya terang
Dalam bahagia menyambut datangnya pagi]
…[hlm: 48]

NAMA-NAMA YANG MEMPENGARUHI KARTINI:

  1. Sosrokartono [1877-1952] adalah abang langsung Kartini. Dari Sosrokartono lah Kartini mendapatkan kiriman bacaan dan bhuku untuk menyempurnakan penguasaan bahasa Belandanya dan memahami ilmu pengetahuan.
  2. Multatuli alias Douwes Dekker lewat karyanya Max Havelar [1860], memberikan gambaran betapa buruk dampak Culturstelsel [tanam paksa] terhadap kehidupan rakyat Bumi Putera, sedangkan leawt Minnebbrieven, dialog antara dua wanita, Fancy dan Tine, ia membahas isu emansipasi. Douwes Dekker pernah menjabat asisten residen di daerah lebak, banten. Akibat tulisannya itu ia dipulangkan ke Negeri Belanda dan hidup di sana dalam keadaan serba kekurangan.
  3. C.Goekoop de jong van Veak en Donk menulis buku Hilda van Suylenburg [1898]. Tokoh dalam buku ini, memberi inspirasi Kartini tentang perjuangan seorang qwanita mendudukkan dirinya di masyarakat. Buku ini pada zamannya mengundang polemic.
  4. Pandita Ramabai, Tokoh Wanita dari India. Dikagumi karena pembaharu sosial serta tokoh pendidikan dan emansipasi wanita. Tokoh ini menguasai tujuh bahasa, memperoleh reputasi tinggi sebagi pakar bahasa Sansekerta.
    …[Hlm : 46]

PERHATIANNYA KEPADA PENDIDIKAN
Cuplikan nota Kartini untuk Rooseboom:
…Berilah pendidikan kepada perempuan Jawa, gadis-gadis kami! Didikalh budinya dan cerdaskan pikirannya. Jadikanlah mereka perempuan yang cukup cakap dan berakal, jadikanlah mereka pendidik yang baik untuk keturunan yang akan datang! Dan bila pulau Jawa mempunyai ibu-ibu yang cakap dan pandai, maka peradaban satu bangsa hanyalah soal waktu saja.
…[hln: 133]
Hampir tidak ada harian dan tidak ada majalah satupun yang berarti yang kita buka tanpa memuat sesuatu mengenai Hindia. Bukan hanya mengenai Hindia sebagai tanah yang kaya, melainkan mengenai Hindia sebagai tanah orang Jawa, yang berhak akan kekayaan tanah airnya…. Masih banyak hal lain…yang berguna bagi orang Jawa, membuka mata kami terhadap usaha yang sungguh-sungguh…untuk menjadikan bangsa berkulit coklat, bangsa kami, lebih sejahtera dalam arti kebendaan dan kerohkanian.
..[hlm 131]

[Wusana kata: Kartini kendati hanya lulusan sekolah rakyat, minat bacanya tidak dapat ditandingkan, disamping keluarganya sangat mengkondisikan suasana belajar. Keluarganya, adalah keluarga yang terdidik dan cerdas. Itulah yang memberikan daya dorong Kartini untuk mengepresikan dirinya, sehingga bacaan demi bacaan memberikan inspirasi yang tajam dan dahsyat.Membaca adalah energi Kartini, hasil membaca memproduk ulang gagasan, yang diadaptasikan dengan keadaan bangsanya. Kini menjadi sebuah buku yang membongkar kebodohan menuju jatidiri manusia yang manusia. Door Duisternis tot Licht- sebagai Dari Gelap Menuju Cahaya]

Saturday, April 19, 2008

SLANK VERSUS SENAYAN : Sebuah perseteruan

LIRIK LAGU, YANG MENGELITIK ITU MENYIMPAN ENERGI POTENSIAL.
[Warung merespon fenomena Slank yang sedang bersebarangan dengan Senayan. Ternyata hasil pengamatan warung, banyak buku yang bercerita tentang kekuatan sebuah lagu, bahkan lagu bisa digunakan apasaja, mulai politik hingga peresmian pabrik ]
Akhirnya kasus yang menimpa Al Amin Nur Nasution anggota DPR komisi IV,kemarin nampaknya masih ada lagi satu anggota dewan terhormat yang ditangkap KPK, inilah seakan membenarkan hipotesis Slank. Selama ini lagu Slank yang bertitel “Gosip Jalanan” dapat di ibaratkan sebuah Hipotesis yang sedang di uji anggota dewan yang mulia di Negeri “Senayan”. Ujian itu sungguh berat, karena Slank dianggap melakuan pernyataan apriori, bahkan tidak menghargai norma kepatutan, alias kurang santun. Ancaman akan meluncur, setidaknya sudah diberitakan, kelak Slank akan diadukan karena dianggap tidak menyenangkan. Ternyata scenario alam memihak Slank, bukti empiric, menampik dan menguatkan hipotesisnya, menjadi sebuah tesis, bahkan akan melahirkan teori baru. Tesis itu menyatakan, bahwa transaksi selalu bergendengan erat dengan komisi, plus hadiah wanita ayu nan seksi.
Atas peristiwa ini, serta merta bangsa ini tercenggang, karena Wakil rakyat tak tahan dengan nyanyian, apalagi jika wujudnya kritikan. Seharusnya makna lagu Slank harus diapresiasi, sebagai aspirasi. Kalaulah, lagi itu adalah sebuah energi, maka Senayan, akan lebih terhormat menerima isi lagu menjadi bahasan utama dalam bedah diri, untuk membenahi citra diri.
Hipotesis Slank diterima secara significan, bukti yang menguatkan selain fakta empiri penangkapan, adalah hadirnya penggede KPK, ke markas Slank..
JUDUL : The Best Albun SLANK Plus
PENGARANG: Tim Oryza [Penyusun]
PENERBIT: ORYZA. Jl. Nyutran MG II/1466 Yogyakarta Telp. [0274] 450171
CETAKAN :
ISBN: 979-3189-46-0
HALAMAN : 176
[Buku ini memuat lirik lagu yang bikin heboh itu, GOSIIP JALANAN, tepatnya di halaman; 20. Isi liriknya:


GOSSIP JALANAN
Pernahkah lu dengar mafia judi
Katanya banyak uang suap polisi
Tentara jadi,..pengawal pribadi
Apa lu tau mafia narkoba
Kluar masuk jadi bandar di penjara
Terhukum mati…tapi bisa ditunda
Siapa yang tau mafia slangkangan
Tempatnya lender lender berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan
Tangan kana hukum dikiri pidana
Dikasih uang… habis perkara
Apa benar .. ada mafia pemilu
Entah gaptek apa manipulasi data
Jual beli ..su..suara rakyat!
Mau tau ‘gak mafia di senayan!
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ..ujung-ujungnya duait!
Kacau balau negaraku ini
Pernah dengar ‘gak triakan Allhu Akbar..?
Pajke peci…tapi kelakuan bar-bar
Ngerusakin bar orang ditampar
Kacau balau negarakun ini
Kacau balau negaraku ini.

Jumlah lagu Slank di buku ini sebanyak 69 lagu.]

PEMUSIK JADI DUTA POLTIK:
Kita juga diingatkan nasib kelompok pemusik legendarais Koes Bersaudara [Koes Plus], sebagaimana yang ditulis pada buku bertajuk “Musisiku” dengan penerbit Republika.
Ketika Orde Lama masih kuasa, Koes bersaudara lagu-lagunya diberangus dan diboikot oleh RRI karena dituduh sebagai musik ngak ngik ngok yang dekaden “kebarat-baratan”. Juga menimpa Bang Haji Roma Irama di Zaman Orba.
Akhirnya nasib baik berpihak pada Koes Bersaudara, tumbangnya Orde Lama menjadi titik balik kesuksesannya. Bahkan oleh pemerintah Orde Baru dijadikan duta seni sekaligus diboncengi kepentingan politik.
Diam-diam Koes Plus memikul tugas pemerintah melalui Wapres Adam Malik dan Menteri Ali Mutopo untuk menjadi duta kesenian ke Timor Portugal [kini: Timor Laste). Keberangkatan Koes Plus ke Dilli disertai beberapa orang yang kemudian, diketahui ternyata mereka membawa sejumlah data intelejen tentang kemungkinan Timor Portugal bergabung dengan Indonesia. Saat itu memang banyak pihak yang memanfaatkan ketenaran Koes Plus untuk berbagai kepentingan, termasuk kepentingan Politik. [hlm:53]
……..Detail buku yang memuat, tentang Koes Plus:
JUDUL : Musisiku
PENGARANG: Denny Sakrie [Editor]
PENERBIT: Penerbit Republika. Jl. Pejaten Raya No,. 40 Jati Padang Jakarta Selatan 12540 Telp. [021] 7892845
CETAKAN : I Nopember 1997
ISBN: 978-979-110231-8
HALAMAN : viii+297 hlm. 20,5 x 13,5 cm.

REGGAE, MENJALIN PERSATUAN DAN KESATUAN..
…..Kita tahu Jamaika adalah pulau yang terletak di belahan barat Indian, 90 mi [145km] di sebelah selatan Kuba dan 100 mi [161] sebelah barat Haiti. Negra yang diiami suku Arawak Indian ini, dulunya adalah jajahan Spanyol. Disilah musik Reggae bersemi.
Reggae sebagai musik, mampu menuasai persatuan dan kesatuan. Ketika itu kerusuhan ras sedang terjadi, di negeri ini. Saat itu organisasi rasis “National Front” sedang tumbuh pesat. Namun kehadiran musik Reggae mampu menjadi “lem pelekat” yang mengikat. Sebuah kelompok Band yang beranggotakan multi ras, dan ber kostum hitam putih, mengetengahkan lagu yang bertemakan “unity” disaat negara tersebut sedang terpecah belah oleh isu rasial. ……[41]
Tentunya kita tidak terkejut dengan kekuatan musik ini, karena jati diri Reggae, adalah musik persatuan. Reggae sendiri adalah kombinasi dari iringan tradisional Afrika, Amerika dan Blues serta Folk [lagu rakyat Jamaika. Gaya sintesis ini jelas menunjukan kebinekaan, patas bila memeiliki energy penyatuan. Bahkan Reggae pernah di jadikan alat kampanye.
Detail buku :
JUDUL : Reggae [Musik, Spritual, dan Perlawanan]
PENGARANG: Jube
PENERBIT: O2. Penembahan Yogyakarta E-mail : redaksio2@gmail.com
CETAKAN : I April 2008
ISBN: 979-17343-2-1
HALAMAN : xii+155 hlm. 13 x 20 cm.
Wusana Kata:
[Musik,lirik lagu itu netral tergantung, siapa yang menggunakan. Ketika digunakan untuk tujuan-tujuan tertentu, juga membawa konsekuensi yang sepadan. Ada yang digunakan untuk menina bubuk, untuk membakar semangat, mengikat kesetiawakanan, bahkan juga untuk mengapresiasikan kekesalan.
Orang lain yang mendengarkan akan mengintepretasikan, tentunya sesuai dengan suasana yang terjadi ketika, atau yang melatari.
Dengan tulisan orang bisa merobohkan keangkuhan, dengan demostarsi dapat memblejeti dan menyadarkan, lagu pun bisa masuk ke wilayah itu.
Dari urutan kesantunan, lagu merupakan ekspresi seorang-orang atau kelompok yang masuk kategori "modesty"/sopan. Dibandingkan teriakan - teriakan, mengepresikan lewat lagu lebih berhati. Tapi memang efeknya beralur panjang. Lagu yang sudah merasuk ke relung hati terdalam manusia, akan tersimpan dalam momori yang tahan. Inilah yang bisa mencuci otak sehingga orang akan bangkit dan membesar]

Wednesday, April 16, 2008

PENULIS BUKU: CILIK, MENGGELITIK DAN MEMOTIVASI


Warung menemukan dua buku, yang dikreasi oleh penulis yang sangat belia, warung punya maksud yang terselubung agar, langganan warung itu termotivasi untuk menulis.
[anak kecil aja bisa, ......Guru Pasti Bisa,.....Dosen tambah bisa]

PERTAMA

Tulisan Abdurahman Faiz, ketika menulis masih kisaran umur 12 tahun.
Buku itu berkisah tentang “Negeri yang menggigil”, dan berbentuk kumpulan puisi, sehingga tidak mengherankan kalau, Sapardi Djoko Damono, memberi kata pengantar.
Betapa bangga orang tua Faiz, terlihat dari kata pengantarnya di buku ini.
Karyanya memang luar biasa, mulai kualitas dan kuantitasnya.
Karya lain Abdurahman Faiz :
  • Untuk Bunda dan Dunia [Kumpulan Puisi, DAR! Mizan 2004]
  • Guru Matahari [Kumpulan Puisi, DAR!Mizan, 2004]
  • Matahari Tak Pernah Sendiri [Kumpulan Tulisan Bersama, LPPH 2004]
  • Disini Ada Cinta [Kumpulan Tulisan Bersama LPPH 2004]
  • Aku ini Puisi Cinta [Kumpulan Puisi, DAR! 2005]
  • Jendela Cinta [Kumpulan Tulisan Bersama, GIP 2005]
  • Permen-permen Cinta Untukmu [Kumpulan Esai, DAR! Mizan 2005]
  • Tangan-Tangan Mungil Melukis Langit [Kumpulan Cerpen Bersama, LPPH 2006]
  • Antologi Puisi Empatik Yogyakarta [Kumpulan Puisi Bersama, 2006]
  • Nadya; Kisah dari Negeri Yang Menggigil [Kupulan Puisi, Juli, LPPH 2007]

Detail Buku :
JUDUL :Nandya Kisah dari Negeri Yang menggigil
PENGARANG : Abdurahman Faiz
PENERBIT : PT. Lingkar Pena Kreativa. JL. Keadilan Raya No.13 Blok XVI Depok 16418. Telp/Fax: [021] 7712100. E-mail: lingkarpena@indo.net.id
web: http://lingkarpena.multiply.com/
CETAKAN: Juli 2007
ISBN: 979-1367-03-5
JUMLAH HALAMAN : 54+ xiii hlm.; 20,7

KEDUA

M.Izza Ahsin membuat buku tentang kisah nyata perjalanan hidupnya, ia merasakan terpenjara oleh sekolah formal. Perjalanan hidup itu ditorehkan dalam bentuk buku dengan Judul “Dunia Tanpa Sekolah”. Buku ini sangat memotivasi semua orang untuk bisa menulis. Semua pasti bisa menulis karena dapat dipastikan punya kisah hidup, kisah hidup itu adalah modal, yang mudah dituangkan. Ketika menulis kisah perjalanannya, Izza berusia 15 tahun, sangat belia.
Kisah perjalanan M. Izza Ahsin ternyata menjadi buku best seller, bahkan dijadikan rujukkan bagi pendidikan alternatif [homeschooling]. Kisah hidupnya ditulis dengan teliti dan rinci, selanjutnya dihadirkan kepada pembacanya, sehingga menyita halaman buku sampai 248 halaman. Mudah-mudahan termotivasi.

Detail Buku :
JUDUL :Dunia Tanpa Sekolah
PENGARANG : M. Izza Ahsin
PENERBIT : Read! Publishing House [kelopok Mizan]. Jl. Cinabo No. 135 Cisaranten Wetan Ujung Berung. Bandung 40294 Telp: [022] 7834310 e-mail: readpublishinghouse@yahoo.com
CETAKAN: April 2007
ISBN: 979-3828-42-2
JUMLAH HALAMAN : 252 hlm.; 19 Cm

7 JURUS JITU MENULIS BUKU BEST SELLER


Buku ini menawarkan formula jitu kepada pembacanya, untuk memiliki ketrampilan sekaligus keyakinan. Tidak hanya jurus jitu menulis buku, namun masih ditambah trik-trik khusus bin istimewa.
Motivasi untuk menulis tidak ketinggalan dipaparkan, bahkan dapat dikatakan semi agitasi nan provokasi. Terlihat dalam uraian kata pengantar buku ini.
Satu kata kunci yang penting dan perlu Anda ingat bahwa “Semua orang bisa menjadi penulis buku bestseller”. Jadi, jangan ragu lagi! Inilah saat membuktikannya. Just do it! Jangan merasa “diri” tidak mampu. Coba gali kemampuan diri Anda, jangan pernah menengok ke belakang saat Anda tengah mengasah kemampuan diri-karena itu hanya akan mematahkan semangat Anda untuk maju. Motivasi diri Anda dengan berkata:
“kalau mereka bisa…Aku juga bisa jadi penulis buku bestseller” .
Sebelum memasuki jurus-jurus, maka terdapat kata kunci yang harus dipahami, yakni:
1. Curahkan gagasan [brainstorming]
2. Kembangkan gagasan
3. Buat peta pikiran [mind mapping]
Jika anda telah mengantongi kata kunci ini, selanjutnya anda akan masuk ke wilayah yang lebih dalam, yakni membuat jurus jitu dan trik yang mengasyikkan. Buku ini, ternyata mampu memberikan formula cantik dan jitu.
7 JURUS YANG DIMAKSUD BUKU INI ANTARA LAIN:
1. Bangkitnya hasrat menulis
2. Merawat ketekunan seorang-orang dalam menulis
3. Bagaimana memulai menulis
4. Momotivasi diri untuk menulis dan sadar manfaat yang diperoleh
5. Pahami teknik menulis buku
6. Kenali bahasa penulisan buku
7. Lakukan riset yang menyeluruh.

BAGAIMANA BUKU INI MEMOTIVASI:
Membangun rasa bangga, percaya diri serta menyadarkan, betapa manfaat besar yang dapat direguk oleh sang penulis terpapar jelas sebagai bahan motivasi. Manfaat itu adalah:
  1. Self Expression: Menulis memungkinkan kita untuk bisa mengekpresikan perasaan hati, pikiran, dan keinginan.
  2. Self Image or Personal Branding. Dengan menulis Anda bisa membangun citra diri [self image] sebagai seorang-orang yang memilki wawasan intektualitas, dan berkualitas
  3. Self Confident: Semakin baik Nada membuat tulisan, secara otomatis Anda telah membangun citra diri sebagai seorang penulis yang berkualitas, yang selanjutnya akan membantu membangun kepercayaan diri [self confident]
  4. Agent of Change. Dengan menulis, Anda dapat menuangkan berbagai macam ide yang dahsyat, yang selanjutnya mampu mempengaruhi orang lain.
  5. As Teacher: Anda tidak terasa telah menjadi Guru- sesuai dengan ranah yang ada tulis. Bahkan menjadi Guru berbagai mata pelajaran. Menulis membuat Anda menjadi seorang professor [guru besar yang sesungguhnya].
  6. Sharing : Anda dapat berbagi rasa, pengetahuan dan harapan. Anda telah menempati wilayah terhormat, alias menjadi Guru teladan melalui tulisan
  7. Profit Making : Anda akan memperoleh manfaat financial. Dengan menulis artikel di media massa, Anda bisa mendapatkan honor. Jika sempat menorehkan pikiran dalam bentuk buku, royalty menunggu.
  8. Healthy Life:Ternyata menulis juga memberikan manfaat bagi kesehatan. Dengan menuangkan apa yang ada dalam perasaan dan pikiran Anda, secara tidak langsung Anda dibantu untuk menghilangkan satu garis keriput di kantong mata Anda
  9. Trauma Healing: Menulis juga bisa menjadi terapi penyembuhan [trauma healing]. Menulis memungkinkan seorang untuk bisa mencurahkan segala kesedihan atau perasaan yang menggangu pada selembar kertas sehingga kesedihan atau kekuatiran dalam diri bisa dibuang.
  10. Dakwah. Menulis juga bisa menjadi sarana dakwah dan syiar- da’wah bil qolam [dakwah melalui tulisan]. ---------[hlm 42-43]

9 KATA “JANGAN” YANG HARUS DIELIMINASI:

Menghilangkan rintangan, identik menumbuhkan kemauan. Inilah yang harus dikedepankan bagi seorang-orang yang ingin merawat dan mengarahkan energinya untuk menulis. Buku ini memberikan isyarat, bahwa seorang penulis harus mampu menanggal 9 perkara, yakni:

  1. Jangan memikirkan teori menulis
  2. Jangan menulis sesuatu yang tidak Anda kuasai
  3. Jangan terlalu memikirkan gaya [style] menulis
  4. Jangan menulis buku tanpa melengkapi bagian-bagian buku, seperti prakata, daftar pustaka, kata pengantar….dll
  5. Jangan mengirim naskah tanpa pengantar yang memprovokasi
  6. Jangan menulis tanpa berempati pada pembacanya
  7. Jangan menulis tanpa referensi
  8. Jangan asal menulis
  9. Jangan menolak bila editor hendak menyunting, dan jangan menolak untuk dikrtik atau dikritisi.----[hlm:23]

BAHASA PENULISAN BUKU:

Kalau manusia memiliki cirri personal [personality traits], buku juga punya karkter penulisan. Misalnya bahasa penulisan buku. Ciri-ciri itu adalah:

  1. Singkat
  2. Padat
  3. Sederhana
  4. Lugas
  5. Menarik

Jelas Anda harus berada di pusaran ini, ketika anda telah melaju menuju penulisan buku

5 TAHAPAN JURUS PENULISAN BUKU:

Tahapan ini harus anda lakukan dan lakukan secara berurutan [skeunsial]

  1. Prewriting [pra-menulis], temuka topic, tentukan target
  2. Outlining [penulisan naskah awal] kumpulkan referensi alias buku daya dukung
  3. Writing [pembahasan isi naskah] tulis yang ada dikepala Anda
  4. Rewriting. Belajarlah untuk menulis ulang naskah Anda,
  5. Editing , merupakan finishing touch, perbaiki dan perbaiki.
    ---[hlm ;45-47]

DETAIL BUKU:
JUDUL :7 Jurus Jitu menulis buku best seller
PENGARANG : Dra. Eni Setiati
PENERBIT : CV. ANDI OFFSET [Penerbit Andi] Jl Beo 38-40.Yogyakarta 55281. Telp. [0274] 561881,
CETAKAN: I 2008
ISBN: 979-97714-1-2
JUMLAH HALAMAN : viii + 120 hlm: 12 x 19 Cm.

QUANTUM WRITING :MERANGSANG MUNCULNYA POTENSI MENULIS

JUDUL :Quantum Writing [Cara Cepat nan Bermanfaat untuk Merangsang Munculnya Potensi Menulis].
PENGARANG : Hernowo
PENERBIT : MLC. [Mizan Leraning Centre] Jl Golf Barat X No. 2, Bandung 40293 Telpon [022] 7103950, 7273114. E-mail: penerbit@,izanic.com web: http://www.mizanic.com/
CETAKAN: V Juli 2006
ISBN: 979-97714-1-2
JUMLAH HALAMAN : 244 hlm: 23,5 cm.
Quantum: merubah energi potensial menjadi cahaya, yang digunakan melejitkan apa saja, saat ini digunakan Hernowo untuk memberi judul bukunya. Tentunya potensi itu, diarahkan pada sebuah kemampuan seorang-orang untuk menulis. Oleh karena itu buku itu, diberi judul Quantum Writing. Buku ini menjajikan sebuah konsep baru dalam menulis buku. Disamping teknik-teknik menulis, Hernowo selalu memprovokasi dan memotivasi pembacanya.
Seperti yang biasa dilakukan oleh Hernowo dalam berbagai bukunya, mengambil pikiran dan tulisan orang-orang berprestasi, untuk dijadikan teladan. Seperti pemikiran Stephen R.Covey hingga J.K. Rowling.
Lahirnya buku ini kelihatannya di ilhami oleh keberhasilan buku Quantum Learning dan Quantum Teaching buah karya Bobbi DePorter.
Bila dicermati lebih dalam, buku ini merefleksikan model gaya belajar dan mengajar, seperti, Quantum Learning, hal ini dapat dilihat pada Bab 6. [hlm 177] yang membahas “Menulis_sinergis Gaya Quantum Learning. Kemudian Bahasan Bab 7. [hlm : 191] membahasa Menulis Gaya Accelerated Learning] Colin Rose.
Pemikiran dan hasil penelitian James W. Pennebeker, acapkali ditonjolkan dalam buku ini, diharapkan mampu menjadi pembangkit.

[1]
Pemikiran James W. Pennebeker:
Menulis tentang hal-hal yang negative akan memberikan pelepasan emosonal yang membangkitkan rasa puas dan lega.
[2]
Hasil penelitian James W. Pennebeker
Orang-orang yang menuliskan pikiran dan perasaan terdalam mereka tentang pengalaman traumatis menunjukkan peningkatan fungsi kekebalan tubuh dibandingkan dengan orang-orang yang menuliskan masdalah-masalah remeh remeh.
[3]
Menulis tentang pikiran dan perasaan terdalam tentang trauma yang mereka alami menghasilkan suasana hati yang lebih baik, pandangan yang lebih positif, dan kesehatan fisik yang lebih baik.

Manfaat menulis menurut James W. Pennebeker:
  • Menulis menjernihkan pikiran
  • Menulis mengatasi trauma
  • Menulis membantu mendapatkan dan emngingat informasi baru
  • Menulis membantu memecahkan masalah
  • Menulis bebas membantu kita ketika kita terpaksa harus menulis.

Buku ini juga menyampaikan dua hal penting terkait dengan menulis:
1. Gaya tulisan tidak didapat dari menulis, melainkan dari membaca.
2. Menulis bisa membantu kita menyelesaikan masalah dan menjadikan kita semakin cerdas
Semakin banyak membaca semakin baik tulisannya.
Hunting [1967] memaparkan riset untuk desertasi, yang menunjukkan bahwa kuantitas tulisan tidak berkaitan dengan kualitas tulisan. Gaya tulisan berasal dari membaca bukan dari menulis, sejalan yang diketahui tentang kemahiran berbahasa: Kemahiran berbahasa diperoleh melalui masukkan [input], bukan keluaran [output]. Dengan demikian jika Anda menulis satu halaman sehari, gaya tulisan Anda tidak akan meningkat. Namun membaca akan memberikan amunisi dalam menulis.