SILA CARI DI SINI!

Google

Wednesday, April 16, 2008

7 JURUS JITU MENULIS BUKU BEST SELLER


Buku ini menawarkan formula jitu kepada pembacanya, untuk memiliki ketrampilan sekaligus keyakinan. Tidak hanya jurus jitu menulis buku, namun masih ditambah trik-trik khusus bin istimewa.
Motivasi untuk menulis tidak ketinggalan dipaparkan, bahkan dapat dikatakan semi agitasi nan provokasi. Terlihat dalam uraian kata pengantar buku ini.
Satu kata kunci yang penting dan perlu Anda ingat bahwa “Semua orang bisa menjadi penulis buku bestseller”. Jadi, jangan ragu lagi! Inilah saat membuktikannya. Just do it! Jangan merasa “diri” tidak mampu. Coba gali kemampuan diri Anda, jangan pernah menengok ke belakang saat Anda tengah mengasah kemampuan diri-karena itu hanya akan mematahkan semangat Anda untuk maju. Motivasi diri Anda dengan berkata:
“kalau mereka bisa…Aku juga bisa jadi penulis buku bestseller” .
Sebelum memasuki jurus-jurus, maka terdapat kata kunci yang harus dipahami, yakni:
1. Curahkan gagasan [brainstorming]
2. Kembangkan gagasan
3. Buat peta pikiran [mind mapping]
Jika anda telah mengantongi kata kunci ini, selanjutnya anda akan masuk ke wilayah yang lebih dalam, yakni membuat jurus jitu dan trik yang mengasyikkan. Buku ini, ternyata mampu memberikan formula cantik dan jitu.
7 JURUS YANG DIMAKSUD BUKU INI ANTARA LAIN:
1. Bangkitnya hasrat menulis
2. Merawat ketekunan seorang-orang dalam menulis
3. Bagaimana memulai menulis
4. Momotivasi diri untuk menulis dan sadar manfaat yang diperoleh
5. Pahami teknik menulis buku
6. Kenali bahasa penulisan buku
7. Lakukan riset yang menyeluruh.

BAGAIMANA BUKU INI MEMOTIVASI:
Membangun rasa bangga, percaya diri serta menyadarkan, betapa manfaat besar yang dapat direguk oleh sang penulis terpapar jelas sebagai bahan motivasi. Manfaat itu adalah:
  1. Self Expression: Menulis memungkinkan kita untuk bisa mengekpresikan perasaan hati, pikiran, dan keinginan.
  2. Self Image or Personal Branding. Dengan menulis Anda bisa membangun citra diri [self image] sebagai seorang-orang yang memilki wawasan intektualitas, dan berkualitas
  3. Self Confident: Semakin baik Nada membuat tulisan, secara otomatis Anda telah membangun citra diri sebagai seorang penulis yang berkualitas, yang selanjutnya akan membantu membangun kepercayaan diri [self confident]
  4. Agent of Change. Dengan menulis, Anda dapat menuangkan berbagai macam ide yang dahsyat, yang selanjutnya mampu mempengaruhi orang lain.
  5. As Teacher: Anda tidak terasa telah menjadi Guru- sesuai dengan ranah yang ada tulis. Bahkan menjadi Guru berbagai mata pelajaran. Menulis membuat Anda menjadi seorang professor [guru besar yang sesungguhnya].
  6. Sharing : Anda dapat berbagi rasa, pengetahuan dan harapan. Anda telah menempati wilayah terhormat, alias menjadi Guru teladan melalui tulisan
  7. Profit Making : Anda akan memperoleh manfaat financial. Dengan menulis artikel di media massa, Anda bisa mendapatkan honor. Jika sempat menorehkan pikiran dalam bentuk buku, royalty menunggu.
  8. Healthy Life:Ternyata menulis juga memberikan manfaat bagi kesehatan. Dengan menuangkan apa yang ada dalam perasaan dan pikiran Anda, secara tidak langsung Anda dibantu untuk menghilangkan satu garis keriput di kantong mata Anda
  9. Trauma Healing: Menulis juga bisa menjadi terapi penyembuhan [trauma healing]. Menulis memungkinkan seorang untuk bisa mencurahkan segala kesedihan atau perasaan yang menggangu pada selembar kertas sehingga kesedihan atau kekuatiran dalam diri bisa dibuang.
  10. Dakwah. Menulis juga bisa menjadi sarana dakwah dan syiar- da’wah bil qolam [dakwah melalui tulisan]. ---------[hlm 42-43]

9 KATA “JANGAN” YANG HARUS DIELIMINASI:

Menghilangkan rintangan, identik menumbuhkan kemauan. Inilah yang harus dikedepankan bagi seorang-orang yang ingin merawat dan mengarahkan energinya untuk menulis. Buku ini memberikan isyarat, bahwa seorang penulis harus mampu menanggal 9 perkara, yakni:

  1. Jangan memikirkan teori menulis
  2. Jangan menulis sesuatu yang tidak Anda kuasai
  3. Jangan terlalu memikirkan gaya [style] menulis
  4. Jangan menulis buku tanpa melengkapi bagian-bagian buku, seperti prakata, daftar pustaka, kata pengantar….dll
  5. Jangan mengirim naskah tanpa pengantar yang memprovokasi
  6. Jangan menulis tanpa berempati pada pembacanya
  7. Jangan menulis tanpa referensi
  8. Jangan asal menulis
  9. Jangan menolak bila editor hendak menyunting, dan jangan menolak untuk dikrtik atau dikritisi.----[hlm:23]

BAHASA PENULISAN BUKU:

Kalau manusia memiliki cirri personal [personality traits], buku juga punya karkter penulisan. Misalnya bahasa penulisan buku. Ciri-ciri itu adalah:

  1. Singkat
  2. Padat
  3. Sederhana
  4. Lugas
  5. Menarik

Jelas Anda harus berada di pusaran ini, ketika anda telah melaju menuju penulisan buku

5 TAHAPAN JURUS PENULISAN BUKU:

Tahapan ini harus anda lakukan dan lakukan secara berurutan [skeunsial]

  1. Prewriting [pra-menulis], temuka topic, tentukan target
  2. Outlining [penulisan naskah awal] kumpulkan referensi alias buku daya dukung
  3. Writing [pembahasan isi naskah] tulis yang ada dikepala Anda
  4. Rewriting. Belajarlah untuk menulis ulang naskah Anda,
  5. Editing , merupakan finishing touch, perbaiki dan perbaiki.
    ---[hlm ;45-47]

DETAIL BUKU:
JUDUL :7 Jurus Jitu menulis buku best seller
PENGARANG : Dra. Eni Setiati
PENERBIT : CV. ANDI OFFSET [Penerbit Andi] Jl Beo 38-40.Yogyakarta 55281. Telp. [0274] 561881,
CETAKAN: I 2008
ISBN: 979-97714-1-2
JUMLAH HALAMAN : viii + 120 hlm: 12 x 19 Cm.

QUANTUM WRITING :MERANGSANG MUNCULNYA POTENSI MENULIS

JUDUL :Quantum Writing [Cara Cepat nan Bermanfaat untuk Merangsang Munculnya Potensi Menulis].
PENGARANG : Hernowo
PENERBIT : MLC. [Mizan Leraning Centre] Jl Golf Barat X No. 2, Bandung 40293 Telpon [022] 7103950, 7273114. E-mail: penerbit@,izanic.com web: http://www.mizanic.com/
CETAKAN: V Juli 2006
ISBN: 979-97714-1-2
JUMLAH HALAMAN : 244 hlm: 23,5 cm.
Quantum: merubah energi potensial menjadi cahaya, yang digunakan melejitkan apa saja, saat ini digunakan Hernowo untuk memberi judul bukunya. Tentunya potensi itu, diarahkan pada sebuah kemampuan seorang-orang untuk menulis. Oleh karena itu buku itu, diberi judul Quantum Writing. Buku ini menjajikan sebuah konsep baru dalam menulis buku. Disamping teknik-teknik menulis, Hernowo selalu memprovokasi dan memotivasi pembacanya.
Seperti yang biasa dilakukan oleh Hernowo dalam berbagai bukunya, mengambil pikiran dan tulisan orang-orang berprestasi, untuk dijadikan teladan. Seperti pemikiran Stephen R.Covey hingga J.K. Rowling.
Lahirnya buku ini kelihatannya di ilhami oleh keberhasilan buku Quantum Learning dan Quantum Teaching buah karya Bobbi DePorter.
Bila dicermati lebih dalam, buku ini merefleksikan model gaya belajar dan mengajar, seperti, Quantum Learning, hal ini dapat dilihat pada Bab 6. [hlm 177] yang membahas “Menulis_sinergis Gaya Quantum Learning. Kemudian Bahasan Bab 7. [hlm : 191] membahasa Menulis Gaya Accelerated Learning] Colin Rose.
Pemikiran dan hasil penelitian James W. Pennebeker, acapkali ditonjolkan dalam buku ini, diharapkan mampu menjadi pembangkit.

[1]
Pemikiran James W. Pennebeker:
Menulis tentang hal-hal yang negative akan memberikan pelepasan emosonal yang membangkitkan rasa puas dan lega.
[2]
Hasil penelitian James W. Pennebeker
Orang-orang yang menuliskan pikiran dan perasaan terdalam mereka tentang pengalaman traumatis menunjukkan peningkatan fungsi kekebalan tubuh dibandingkan dengan orang-orang yang menuliskan masdalah-masalah remeh remeh.
[3]
Menulis tentang pikiran dan perasaan terdalam tentang trauma yang mereka alami menghasilkan suasana hati yang lebih baik, pandangan yang lebih positif, dan kesehatan fisik yang lebih baik.

Manfaat menulis menurut James W. Pennebeker:
  • Menulis menjernihkan pikiran
  • Menulis mengatasi trauma
  • Menulis membantu mendapatkan dan emngingat informasi baru
  • Menulis membantu memecahkan masalah
  • Menulis bebas membantu kita ketika kita terpaksa harus menulis.

Buku ini juga menyampaikan dua hal penting terkait dengan menulis:
1. Gaya tulisan tidak didapat dari menulis, melainkan dari membaca.
2. Menulis bisa membantu kita menyelesaikan masalah dan menjadikan kita semakin cerdas
Semakin banyak membaca semakin baik tulisannya.
Hunting [1967] memaparkan riset untuk desertasi, yang menunjukkan bahwa kuantitas tulisan tidak berkaitan dengan kualitas tulisan. Gaya tulisan berasal dari membaca bukan dari menulis, sejalan yang diketahui tentang kemahiran berbahasa: Kemahiran berbahasa diperoleh melalui masukkan [input], bukan keluaran [output]. Dengan demikian jika Anda menulis satu halaman sehari, gaya tulisan Anda tidak akan meningkat. Namun membaca akan memberikan amunisi dalam menulis.

BUKU YANG MEMOTIVASI DAN PROVOKASI

“Menjadi Guru Yang Mau dan Mampu Membuat Buku”
B
uku ini niatannya baik, menurut penulisnya, Herowo buku ini, adalah buku pengayaan untuk Guru”. Dan melalui buku ini, Hernowo ingin para Guru mendapatkan “harta karun” berupa motivasi dan kepercayaan diri bahwa para Guru dapat membagikan pengalaman menariknya kepada orang lain, terutama kepada para murid yang dicintai, lewat buku-karya citaannya.
Harapannya adalah buku yang bergizi, alias sebuah karya yang memberdayakan dan bukan karya yang membinasakan.
Buku ini memberikan terminology buku bergizi, dan di tulis dalam box berbentuk papan tulis, terkesan khusus. Dengan box itu, harapannya agar pembaca tersedot perhatiannya.
Adapun isi box tersebt antara lain:
Ciri-ciri Buku Bergizi:
Penlisnya memliki ketrampilan membaca dan menulis oke banget
Ada, sedikitnya, satu komponen buku yang merangsang selera untuk membaca buku tersebut
Ditemukan sederetan teks yang benar-benar memberdayakan pembacanya.
[hlm:20]
  • Buku yang bergizi adalah buku yang dapat memberikan semangat kepada para pembacanya untuk bangkit membaca buku lagi.[hlm:24]
  • Buku yang bergizi adalah buku yang mampu mengubah diri pembacanya ke arah yang lebih baik [hlm:46]
  • Buku yang bergizi adalah buku yang merekam sebuah peristiwa secara apa adanya tanpa “gincu” dan “bedak”[hlm:52]
  • Buku yang bergizi akan mendorong seorang pembacanya untuk menjadi seorang penulis andal [hlm:54]
  • Sebuah buku hanya akan dapat diserap “gizi”nya apabila usai membaca buku tersebut, seorang pembaca buku kemudian “mengikat” [menuliskan] hal-hal mengesankan yang diperoleh dari buku tersebu [hlm: 66]

Daya pemicu agar guru memulai menulis, dapat ditemukan pada halaman 63, catatan harian dan menulis bebas adalah energi awal yang melejitkan tulisan kita. Energi ini adalah daya bangkit, sehingga orang yang melakukannya akan dapat dipastikan terjaga dari virus kemalasan.
Konsep James W. Pennebaker telah membuktikannya, jika seorang-orang menulis secara bebas tentang yang dialaminya sendiri-baik itu berkaitan dengan trauma maupun tentang hal-hal yang mengesankan akan membuat tubuh dan jiwa sehat. Atau gunakan juga metode penumpahan dengan menggunakan otak kiri dan otak kanan dalam mengawali menulis sebagaimana yang dianjurkan oleh Tony Buzan [mind mapping] atau Gabriele Rico [Clustering] agar apa yang kita tumpahkan dapat membawa seluruh diri kita keluar.
Oleh karena itu sediakan buku harian anda dan menulislah setiap hari, dengan gaya “kredit” atau mencicil, serta gunakan kata ganti orang pertama [aku] untuk mengawali tulisan dalam bentuk catatan harian. Bacalah pengalaman diri. Bacalah apa yang bergelok di dalam diri. Bacalah yang ada di pikiran dan perasaan Anda ketika Anda mau mengawali menulis. Lalu tumpahkanlah secara bebas. Alirkanlah apa yang ingin Anda alirkan….
Itulah daya bangkitnya, dan lakukan.

Detail Buku :
JUDUL :Menjadi Guru yang mau dan mampu membuat buku.
PENGARANG : Hernowo
PENERBIT : MLC. [Mizan Leraning Centre] Jl Golf Barat X No. 2, Bandung 40293 Telpon [022] 7103950, 7273114. E-mail: penerbit@,izanic.com web: http://www.mizanic.com/
CETAKAN: I Pebruari 2005
ISBN: 979-3611-09-X
JUMLAH HALAMAN : 100 hlm: 25 cm.

Monday, April 14, 2008

INILAH BUKU TENTANG BUKU

Sebenarnya menulis buku itu, tidaklah sulit. Hindari mitos ”sulit”,”talenta” dan ”prokratinasi”adalah virus yang acapkali menjangkiti orang untuk menulis. Mengeliminasi ketiganya adalah kemutlakan yang harus di lakukan, dan tanpa harus melakukan tawar menawar. Untuk menghilangkannya, adalah ”agitasi diri”, yakni secara individu melakukan provokasi-provokasi pada dirinya.
Mitos Sulit:
Seorang yang telah melalang buana dalam dunia tulis menulis, pernah memprovokasi semua orang untuk menulis. Mitos sulit harus ditanggalkan, provokasi itu ditulis dengan tajuk ”Menulis itu gampang”. Benar Gampang! Itulah simpulan seorang Arswendo Atmowiloto, ketika memprovokasi.
Menulis adalah talenta:
Sejak dulu seorang-orang filsuf telah membatahnya, sebut nama John Locke, bapak empirisme, manusia dapat berkembang dan dikembangkan pikirannya setelah menangkap realita di depan matanya. Dikaitkan dengan tulis menulis, tidak harus bakat artinya menulis itu tidak memerlukan bakat, jika saja pengalaman empirik telah mengumpal di benak manusia, maka upaya mencairkannya ditempuh dengan menulis. sebagaimana yang dikatakan Among Kurnia Ebo, wartawan nasional dari terbitan terkenal di Indonesia. Bakat itu tidak perlu.
Mitos prokratinasi :
Prokratinasi itu adalah sifat manusia yang cenderung menunda pekerjaan, perilaku ini sering menjangkiti seorang-orang ketika akan mencuci pakaian, seringkali pekerjaan itu ditunda. Samakin lama kita menunda semakin menumpuk pakaian yang akan dicuci, akhirnya mutu cucian akan terganggu. Alias kurang bersih bin berbau. Peristiwa ini akan menjangkiti manusia yang sering menunda menulis, maka selamanya orang itu tidak akan menulis.
Mitos harus dibongkar di benak kita, alihkan ke sebuah pikiran cerdik, ikuti kata bijak Norman Vincent Peale. ”You Can if you think you can”, anda bisa jika pikiran anda menyataan biasa. Aku bisa, aku bisa, dan aku bisa.
Warung kami ingin menjembatani, banyak buku-buku yang berperan memicu seorang-orang untuk menulis, ada yang menggugah wawasan, dan ada pula yang membelajarkan. Kunci-kunci sukses telah ditebarkan, tentunya tindakan nyata perlu dilakukan.
Koleksi buku untuk masalah tulis menulis, berjimbun di warung kami, namun tidak semua bahas secara bersama. Untuk kali ini, warung akan mencandra 4 buku yakni:
  1. How to Write , Your Own Text Book Cara Cepat dan Asyik Membuat Buku Ajar yang Powerful, [R.Masri Sareb Putra]
  2. Jurus Maut Menulis & Menerbitkan Buku [ M.Hariwijaya]
  3. Anatomi Buku, Inilah buku tentang buku, referensi super bagi Anda pecinta dan pengiat buku. [Iyan Wb]
  4. Cara asyik menjadi penulis beken [Aguk Irawan MN]

MENCANDRA BUKU: CARA ASYIK MENJADI PENULIS BEKEN

JUDUL : Cara Asyik menjadi penulis beken
PENGARANG: Aguk Irawan MN
PENERBIT: Arti Bumi Antara. Jl. Mangkuyudan MJ III/216 Yogyakarta 55143 Telp. [0274] 380228
CETAKAN: I, April 2008
ISBN : 978-979-15833-2-9
JUMLAH HALAMAN : xii + 176 halaman. 13 x 21 cm

Energi Penulis:
Jika anda merupakan seorang-orang yang termasuk dalam indicator berikut ini, maka anda memiliki harapan menjadi penulis beken, tentunya masih dalam ketegori nominasi. Dan predikat penulis beken di sandang ketika Anda mulai melakukannya. Indikasi tersebut antara lain:

  • Mental baja, karena bagi seorang penulis mental adalah segala-galanya. Apalagi jika Anda memiliki kemauan membangun dan merawat mental.
  • Jika Anda seorang-orang gemar yang membaca, Anda mengantongi modal menjadi penulis beken karena, membaca adalah energi yang mensupport.
  • Kerja keras, adalah energi yang siap dirubah menjadi cahaya. Cahaya inilah yang mengantarkan tulisan-tulisan anda.
  • Jika Anda seorang pengamat, maka tulisan anda pasti memikat, karena kemampuan memahami fakta adalah, bahan tulisan yang tidak pernah kering.

ATM bukan ATP
ATM dalam terminologi menulis adalah Amati, Tiru dan Modifikasi, bukan ATP yang jika dipanjangkan menjadi Amati, Tiru dan Persis.
Originalitas adalah tuntutan bagi seorang penulis, namun melakukan pembandingan, pemotretan yang lebih indah dari warnanya aslinya, boleh dikatakan wajar.
Tak seorangpun mau dikata sebagai plagiat, apalagi disebut dengan penulis “kopian”, celakalah jika julukkan itu melekat pada diri Anda. ATM adalah dongkrak inspirasi, sehingga kita bisa membuata sesuatu yang lebih baik, atau lebih indah dari warna aslinya. Bukankah, sutu produk selalu memerlukan perbaikan secara terus menerus [continous improvement].
Ragam tulisan:
Ternyata menjadi penulis itu, harus juga mengetahui ragam tulisan, karena tanpa mengetahui, maka seorang penulis akan tersesat dari kotak yang satu, ke kotak yang lain. Apalagi setiap ragam tulisan memiliki karakter yang serba beda. Ragam itu antara lain:

  1. Tulisan fiksi, merupakan tulisan rekaan, maka anda harus jadi pengarang
  • Tulisan puisi, sebelum cerpen dan novel lahir, biasanya seorang penulis berkarya dalam ranah puisi. Puisi-puisi inilah yang memicu penulis fiksi berlanjut pada penulis cerpen dan penulis novel.’
  • Tulisan cerpen, adalah tulisan yang kerap memasukkan latar belakang, tema, pelukisan watak, serta dialog-dialog yang sifatnya pendek.
  • Tulisan Novel, adalah karangan fiksi yang paling panjang halamannya. Novel biasanya punyai alur cerita yang diungkapkan dengan aksi atau adegan-adegan, cara berbicara, suasana serta pikiran-pikiran para tokohnya. Alur novel, secara umum bisa disederhanakan menjadi tiga hal: Pendahuluan Konflik, Klimaks Konflik, Ending atau penyelesaian. Namun demikian ada juga novel yang tanpa penyelesaian.

Tulisan non fiksi:

Tulisan non fiksi, merupakan tulisan yang menggambarkan kejadian yang sebenarnya. Fokus menceritakan kisah satu peristiwa. Tulisan non fiksi selalu melibatkan kerja pikiran secara logis. Oleh karenanya, karangan ilmiah termasuk kategori non fiksi. Yang dikategorikan tulisan non fiksi anatar lain : Artikel ilmiah , resensi, berita, opini, biografi, hasil wawancara, feature, renungan dan editorial.

Kunci Menjadi Penulis Brillian:
1. Menulis adalah hidup itu sendiri
2. Jaga sumur ide agar tidak kering
3. Latihan adalah sarapan penulis
4. Jangan bosan merivisi
5. Tertib dokumentasi
6. Publikasi
7. Bangun komunitas
Untuk membangkitkan buku ini juga menuliskan riwayat hidup singkat penuli ternama seperti:

  1. Leo Tolstoy [1828-1920]
  2. Victor Hugo [1802-1885]
  3. Khalil Gibran [1883-1931]
  4. Fyodor Dostoyevsky [1821-1881]
  5. Enid Blyton [1897-1968]
  6. Pramoedya Ananta Toer [1925-2006]

MENCANDRA BUKU “HOW TO WRITE YOUR OWN TEXT BOOK “

[Cara Cepat dan Asyik Membuat Buku Ajar Yang Powerful!]

JUDUL : How to write your own text book
PENGARANG: R. Masri Sareb Putra
PENERBIT: Kolbu Jl. Pandaringan No. 39 A Gegerkalong Bandung 40153 Tel. [022] 2003235, 2023145. E-mail: editorialmqs@mq.co.id Web: http://www.mqs.co.id/
CETAKAN: I, Juli 2007
ISBN : 978-99681-1-6-X
JUMLAH HALAMAN : xvi + 192 halaman. 13,0 x 19,0 cm

Buku ini, mencerahkan dengan memotivasi pembaca, untuk memahmi manfaat menulis, faktor yang menghambat dan mengajak mengintip dapur penerbitan.
MANFAAT MANULIS BUKU:
Pertama, Anda mendapat kepuasan Jiwa karena telah menuangkan gagasan kreatif. Kepuasan menulis identik dengan seorang pelukis yang telah merampungkan karya besarnya. Jiwa terasa penuh dengan kepuasan dan kebanggaan.
Kedua, Anda mendapatkan nama baik dan dikenal luas oleh publik. Dengan munculnya nama Anda berulang-ulang baik di Media massa maupun di dunia buku, maka Anda akan diingat seumur hidup
Ketiga, mendukung dan memperkuata citra profesi Anda.
Keempat, tajamnya tulisan Nada dapat menggetarkan dinding-dinding kekuasaan yang angkuh dan merobohkan tembok keangkuhan.
Relima, jira kita kembali kepangkuan Ilahi, tulisamn kita akan tetap hidup dan api semangat yang kita kobarkan tetap tertanam di lubuk hati para pembaca.
4- FAKTOR PENGAHAMBAT:
Hambatan paling klasik yang menjadi alasan para Guru adalah masalah waktu. Sebenarnya banyak diantara Guru yang memiliki potensi dan motivasi untuk menorehkan buah pikirnya dalam bentuk buku. Tapi pada umumnya mereka dihantui oleh beberapa pandangannya sendiri, sehingga ”phobia” yang lebih melekat pada diri seorang Guru, dibandingkan dengan daya picu untuk maju.
R. Masri Sareb Putra, seorang-orang mantan promotion manager PT Grasindo, dan mantan managing Penerbit Indeks, Kelompok Gramedia , menutur beberapa jenis ”phobia’ yang sering hadir dalam diri orang. Yakni:
Demophopbia [ a fear of people (Audience) ].
Demophopbia adalah ketakutan akan khalayak yang akan membaca tulisan kita nantinya. Belum menulis kita sudah dihantui oleh perasaan ini. Jika hal ini terjadi, selamanya kita tidak pernah menjadi penulis.
Laliophobia [ a fear os spesking (I can’t write them down with my own words!]
aliophobia adalah ketakutan akan tidak kemampuan mengungkapkan/menulis pikiran [hati] Anda ke dalam tulisan
Katagelophobia [ a fear ridicule]
Katagelophobia adalah ketakutan diejek/dicemooh, hal ini wajar terjadi manakala seorang-orang tersebut memiliki personality yang perfeksionis. Padahal, tidak ada sesuatu yang sempurna di dunia ini. Yang terpenting adalah kesungguhan, saat Anda merasa demikian, pastikan segera untuk menulis.
Moneyphobia [ a fear of find nothing from writing]
Moneyphopia adalah ketakutan yang muncul pada seorang-orang yang memiliki orientasi setiap kegiatan diukur dengan uang. Pada hal menulis adalah investasi jangka panjang yang tuidak bias langsung “cash cow
Mengintip Dapur Penerbit, melalui kuadran penilaian.
Buku ini menuturkan aspek-aspek yang dinilai, agar sebuah tulisan dimuat, antara lain:
1. Siapa Anda?
2. Bagaimana isinya?
3. Apakah pasarnya?
4. Berapa harganya/tebalnya?
Selanjutnya kuadran penilaian yang dimaksud adalah:
A = Isi bagus, ada pasarnya
B = Isi kurang bagus, ada pasarnya
C = Isi nyrempet-nyerempet [membahayakan], ada pasarnya
D = Isi jelek , tidak ada pasarnya


MENCANDRA BUKU “JURUS MAUT MENULIS & MENERBITKAN BUKU ”

JUDUL : Jurus Maut menulis & menerbitkan Buku
PENGARANG: M.Hariwijaya
PENERBIT: EIMATERA Publishing Jl.Unggas 220, Sorowajan, Yogyakarta Tel. [0274] 552818. E-mail: elmaterapublisihing@yahoo.com
CETAKAN: I, Desember 2007
ISBN : 978-161-617-5
JUMLAH HALAMAN 233 halaman.
Menurut buku ini dunia penulisan merupakan belantara yang luas tak terhingga. Dan untuk merambahnya diperlukan energi dan nyali yang diikuti pula dengan ketekunan. Tidak ada solusi tunggal sebagai kunci ajaib yang serta merta merubah orang menjadi penulis dadakan.
Melalui buku ini pembacanya diharapkan, memperoleh senjata, sebagai jurus maut membuat buku, antara lain:

  • Cara menulis Tanpa Bakat dan Teori
  • Trik Pintar Menulis Artikel dan Esai
  • Mencari Sumber Inspirasi Tiada Henti
  • Meniupkan Ruh pada Tulisan
  • Mengatasi Kendala Umum dalam Menulis
  • Mengemas Tulisan Secara Ilmiah Populer
  • Menjadikan Naskah Layak terbit dan Layak Jual
  • Mengetahui Penghasilan Finasial Seorang Penulis
  • Para Penulsi yang Menggerakan Dunia.

Penulisan Populer.
Buku ini mengkabarkan bahwa esai astronomi Stephen Hawking, A Brief History of Time, observasi antropologis Oscar Lewis, Children of Sanchez, dan skripsi Soe Hoe Gie tentang Pemberontakan Madiun, Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan, bias dinikmati seperti sebuah novel. Hawking, Lewis, Hok Gie, Bondan dan Baraas adalah penulis, ”pakar” yang mampu menstrandensikan tema-tema spesifik menjadi bahan bacaan bagi khalayak yang lebih luas.
Mereka tak hanya pintar mengadopsi teknik penulisan populer, tetapi mampu membawakan style mereka dalam semua gaya tuliasnya. Untuk mencapai ketrampilan penulis semacam itu diperlukan sejumlah prasyarat dan sikap mental tertentu:
1. Kepekaan
2. Berbagi
3. Ketekunan
4. Keterlibatan
5. Kekayaan bahan
6. Kemampuan bercerita
Buku ini juga memberikan resep tulisan yang pasti dimuat Media Massa:
1. Fakta akurat
2. gagasan tulisan jelas dan orisinil
3. Rumusan masalah jelas
4. Bahan tulisan aktual
5. Bentuk penuturan menarik
6. Pintar memainkan Jargon dan Istilah Teknis
7. Tidak banyak kesalahan ketik dan efektif
8. Menggunakan kata kerja aktif
9. Tak menggurui publik
10. Pintar memakai anekdot
11. Menghormati keragaman pendapat
12. Tata Bahasa dan Ejaan sesuai kaidah
13. Menggunakan Lead yang ciamik
Kendala Umum Dalam Menulis:
Seorang penulis, ternyata juga memiliki kendala, namun sangat disayangkan kalau itu hanyalah alasan belaka, apalagi sebagai apologia.

  • Tak ada waktu: ”tidak punya waktu!sibuk! adalah alasan paling kuno untuk menunda pekerjaan. Alias kambing hitam, yang serting hadir.
  • Tak ada yang harus ditulis: Aktivitas menulis sangat dekat hubungannya membaca. Menulis adalah menuangkan gagasan, sebagaimana cangkir menuangkan teh. Jika kita tidak memberinya in-put, maka tentu saja apa yang dituangkan menjadi kosong.
  • Ditolak Media/Penerbit: Jika tulisan anda tidak dimuat, jangan cepat-cepat menarik kesimpulan bahwa tulisan Anda mutunya payah.
  • Kepercayaan diri yang rapuh: mengambil kata bijak Presiden Soekarno. ”sesungguhnya bukan pekerjaan yang membunuh manusia, tetapi rasa takutlah pembunuh yang kejam” . Sementara itu Ralp Emerson mengatakan, ”ketakutan selalu muncul dari ketidaktahuan”. Percaya diri adalah modal dasar sekaligus energi

Catatan: Buku buku ini penuh dengan sitiran kata-kata bijak yang menggugah pembacanya untuk menangkal ”kemalasan” dan membangkitkan potensi untuk menulis. Misalnya:


”Ubahlah batu-batu sandungan Anda menjadi batu-batu loncatan”

[Raden Sosro Kartono]
”Inspirasi atau ilham adalah pertemuan antara alam sadar dan bawah sadar dalam diri manusia” [Leo Trosky]
“Kebijaksanaan bukan diwariskan atau diperoleh sejak lahir, tetapi harus dipelajari

[Jalaluddin Rumi]

MENCANDRA BUKU “ANATOMI BUKU”

JUDUL : Anatomi Buku [ Inilah buku tentang buku. Referensi super penting bagi Anda pecinta dan pengiat buku”
PENGARANG: Iyan Wb.
PENERBIT: Kolbu Jl. Pandaringan No. 39 A Gegerkalong Bandung 40153 Tel. [022] 2003235, 2023145. E-mail: editorialmqs@mq.co.id Web: http://www.mqs.co.id/
CETAKAN: I, Januari 2007
ISBN : 979-99681-1-4-3
JUMLAH HALAMAN: xii+ 100 halaman. 14,5 x 20 cm

Buku berbeda, apa yang membuat berbeda? Karena buku ini berupaya membuka secara detail tentang anatomi buku. Buku ini lebih dekat dikatakan „kamus membuat buku“, karena dalam pembahasannya menampilkan terminologi-terminolgi perbukaan. Misalnya, apa yang dimaksud dengan:
1. Halaman pendahulu
2. Halaman Teks Isi
3. Halaman Penyudah
4. Penomioran Halaman
5. Judul lelar
6. Sampul dan jacket
7. Fisik Buku
Terminologi buku baik, menurut kutipan dari Zaibaidi, dalam Berita Buku [56, 1997:12], secara garis besar , „buku yang baik dan akan tetap dikenang pembacanya“, minimal memenuhi tiga syarat yakni:

  1. Memenuhi kebutuhan pasar atau konsumen
  2. Mempunyai manfaat bagi konsumen, baik untuk menambah wawasan atau sekedar pelepas kepenatan pikiran
  3. Memiliki daya pikat [bargaining position], yaitu perwajahan luar elok dan perwajahan dalam baik, terutama deskripsi substansi.

Melalui buku ini pembaca akan mendapatkan informasi khusus, yang mungkin jarang diketahui, misalnya:
Apa yang disebut dengan halaman Perancis?
Apakah Judul ”lelar ”itu?[running title]
Apakah judul hidup itu? [living title]
Apakah judful mati itu? [dead title]
Resep bagaimana mempertimbangkan pemilihan huruf ?
Apa fungsi ilustrasi sebenarnya?

Wusana kata:

[Masih banyak buku-buku yang membangkit setiap orang untuk menulis, seperti tulisan Hernowo terbitan Mizan Group, akan diposting tersendiri. Buku Hernowo menceriterakan tentang ciri-ciri buku bergizi].

Thursday, April 3, 2008

GUS DUR & MUHAIMIN HANYA AKRAB DI SAMPUL BUKU

YA ALLAH,....... MOHON JANGAN PISAHKAN GUS DUR dan CAK IMIN, KEDUANYA NASIONALIS TULEN ! AMIN
Seperti tersengat lebah dengan kekuatan beribu-ribu volt, atau setara dengan sengatan lebah empat kecamatan, ketika mendengar Cak Imin [Muhaimin Iskandar] sedang diambang talak tiga. Banyak orang yang meradang dan berang, namun banyak pula yang senang karena merasa menang. Tapi bagi warung kami merasa rugi, ini pertanda buruk akan punahnya tulisan-tulisan karya populis Muhaimin yang bercerita tentang Gus Dur.
Sulit dibayangkan kecewanya para kolektor buku tulisan Cak Imin, utamanya yang bercerita tentang Gus Dur. Disamping tulisannya dengan gaya bahasa yang mengalir, kemampuan menerjemahkan pikiran Gus Dur, belum ada yang menandinginya. Tidak semua semua orang memiliki kemampuan seperti Muhaimin. Tapi ranah politik saat ini berbicara lain, Cak Imin harus cerai dengan tokoh tulisannya.
Beberapa buku buah karya Cak Imin, selalu dan selalu ada pengantar Gus Dur, memang keduanya pantas sebagai mentor. Muhaimin Iskandar pada sisi ini sebagai penterjemah pemikiran sekaligus benteng akademik, sedangkan Gus Dur adalah seorang-orang pelaku arif yang acapkali pemikirannya dan pola perilakunya sulit dicerna dengan cepat, dan memerlukan penterjemah. Di sinilah peran sentral Cak Imin sebenarnya.
Buku-buku Muhaimin yang berada di warung kami, semuanya berkisah tentang kearifan Abdurrahman Wahid. Kesan dekatnya dengan mantan Presiden RI Ke 4 tidak terbantahkan ketika membaca buku-buku Cak Imin. Bahkan orang mengatakan Gus Dur adalah panutan Muhaimin, lebih jauh dapat dikatakan Muhamin sangat fanatic terhadap Gus Dur.
Buku A. Muhaimin Iskandar yang nongkrong di warung kami:
  1. Gus Dur Yang Saya Kenal [Catatan Transisi Demokrasi kita], Pengantar: KH. Abdurrahman Wahid. Penerbit LKIS
  2. Spiritualitas Sepak Bola [Perspektif Sosial Politik 2006], Pengantar: KH. Abdurrahman Wahid. Penerbit Klik. R. Yogyakarta
  3. Gus Dur, Islam dan Kebangkitan Indonesia. Pengantar: KH. Abdurrahman Wahid. Penerbit Klik. R. Yogyakarta
Warung kami akan “mencandra” secara sepintas buku-buku Cak Imin, tentunya yang ada citarasa kedekatan seorang A.Muhaimin Iskandar dengan KH. Abdurrahman Wahid.
Pertama untuk buku:
JUDUL: Gus Dur Yang Saya Kenal [Catatan Transisi Demokrasi kita]
PENGARANG : A. Muhaimin Iskandar
PENERBIT: LKIS Yogyakarta. Salakan Baru No. I Sewon Bantul. Jl. Parang Tritis Km 4,4 Yogyakarta. Tlp/ Faks: [0274]429924/0822743992. E-mail; elkis@indosat.net.id.
CETAKAN : I Pebruari 2004
ISBN : 979-3381-54-X
JUMLAH HALAMAN: xviii+242 halaman : 14,5 x 21 cm.
[dalam kata pengantarnya ditulis: Gus Dur adalah sosok yang tak mudah dipahami. Begitulah kira-kira persepsi banyak orang tentang Kiai Ciganjur ini. Tindakan dan Gagasan Gus Dur, baik dalam kapasitasnya sebagai tokoh agama, budayawan, cendekiawan maupun politisi sering melampaui kesanggupan masdyarakat luas untuk memahaminya. Sangat wajar jika kemudian banyak tokoh yang kurang berhasil membaca siapa sebenarnya Gus Dur. Ini beraati bahwa tak ada pihak yang bisa mengklim atau dianggap sebagai yang paling tahu dan karenanya, bisa berpretensi menjadi penafsir tunggal pemikiran dan perilaku politik Gus Dur. Ibaratnya, Gus Dur itu adalah sebuah teks berjalan, sedangkan kita seperti penafsir sebuah teks yang terbuka, dan dengan sendirinya memiliki posisi yang sama. Pergulatan pemikiran antara saya [Muhaimin.Catatan warung] dengan Gus Dur terjalin jauh sebelum Gus Dur menjabat Presiden RI ke 4. Terlebih lagi, ketika saya menceburkan diri pada dunia aktifitas mahasiswa, pergulatan, pemikiran dan ideology dengan Gus Dur semakin itens. Barangkali inilah yang memicu Cak Imin, menulis buku ini.
Nampak tulisan Dalam buku ini, Cak Imin ingin membela tokoh idolanya, dari berbagai kendala. Seperti ketika sejumlah propaganda politik yang dilancarkan untuk merekayasa psikopolitik bahwa Gus Dur tidak mampu memimpin negeri ini. Juga propaganda yang dilancarkan bahkan menjurus pada black propaganda dengan sasaran membunuh karakter Presiden Wahid. Heboh kasus Aryanti perlu dimengerti dalam konteks ini. Moralitas adalah salah satu kekuatan Gus Dur. Dari kekuatan inilah yang ingin diserang dengan kasus Aryanti…..(Tulisan inilah yang dikesankan Cak Imin, sangat perhatian pada Gus Dur, dan seraya membela Gus Dur dalam bukunya) [Hlm 72]
Pembubaran Bokortanas Dan Penghapusan Litsus
Hampir setiap kebijakan Gus Dur yang akhirnya menjadi polemik, Caik Imin selalu menjadi ”Juru Tangkis”. Ketika Bokortanas dan Litsus di bubarkan, banyak orang menjadi kurang senang, namun serta merta Muhaimin Iskandar menagkisnya.
Masih banyak lagi peran juru tangkis yang dilakukan oleh Muhaimin, dalam membela dan mengartikan maksud Gus Dur yang sesungguhnya, antara lain pada peristiwa:
Pencopotan Laksamana Sukardi
Pencopotan Jusuf Kalla
Pencopotan Kapolri
Pembubaran Departemen Penerangan dan Departemen Sosial.
Buku kedua:
JUDUL: Spritualitas Sepak Bola [Perspektif Sosial Politik Piala Dunia 2006]
PENGARANG : A. Muhaimin Iskandar
PENERBIT: KLIK R. Jl. Imogiri Barat Km 6. No. 26 Bangunhardjo Sewon BantulYogyakarta E-mail; klik_r@yahoo.com
CETAKAN : I September 2006
ISBN : 979-946619-8
JUMLAH HALAMAN:164
Kendati buku Muhaimin ini bertemakan sepak bola, namun secara substansial yang dibahas adalah bola-bola politik Gus Dur. Persoalan bola dengan berbagai manifestasinya, digunakan sebagai dimensi contoh, atau simbol-simbol yang selanjutnya di candra secara politis. Misalnya sepakbola dikatakan lebih demokratis, ketimbang manusia yang saat ini sedang berada diranah yang seharusnya demokratis. Fanatik bola lebih realistis dikaitkan dengan upaya-upaya dalam menggugah rasa nasionalisme.
Sampai saat ini, Gus Dur juga terus menerus memainkan bola-bola politik. Sejak terjun di tengah gelanggang politik nasional pada awal 1980-an, politik Gus Dur pada intinya ingin memperjuangkan beberapa hal yang mendasar kokoh bagi eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesi [NKRI] di masa mendatang.
Pertama, agama merupakan faktor penting mendorong perubahan masyarakat. Gus Dur dengan tegas membantah anggapan para ilmuwan/ teknokrat bahwa agama merupakan unsur paling sukar dan paling lambat berubah. Bagi Gus Dur, kelompok yang paling cepat mengikuti perkembangan keadaan adalah pemuka-pemuka agama [religous elites] termasuk para kiai.
Kedua, menurut Gus Dur, dalam sebuah masyarakat yang sangat pluralis, pandangan yang harus dikembangkan dan dijaga terus menerus adalah pandangan nasional [national view], bukan pandangan sempit, termasuk pandangan Islam [Islamic view]. Karena itu, negara Indonesia yang dicita-citakan-seperti ditulis Douglas E. Remage dalam bukunya Politics in Indonesia: Democracy, Islam and Ideology of Tolerance [1965]-adalah negara yang kecil pengaruh militernya dan tidak ada fundamentalisme Islam..[hlm 36]
....Pada halaman lain juga diungkap hal ihwal demokrasi, bela negara, dan semangat kebangsaan yang diusung dari simboliknya sepakbola.
Buku ini lebih pantas sebagai buku pendidikan Kewarganegaraan [civid education], akan lebih bagus kalau buku-buku Muhaimin ini nongkrong di perpustakaan Lemhanas. Sehingga menjadi rujukaan sekaligus menghapus praduga-praduga, dan melalui buku ini akan mendapatkan manfaat yang lebih.
.........Ternyata Gus Dur dan Muhaimin adalah NASIONALIS TULEN!, Ya Allah jangan pisahkan GUS DUR DAN CAK IMIN.
Catatan: Dalam Buku ini Cak Imin memuat foto-foto Gusdur, bahkan banyak foto Gus Dur dan Cak Imin sangat mesra]
Buku ketiga:
JUDUL: Gus Dur, Islam dan Kebangkitan Indonesia
PENGARANG : A. Muhaimin Iskandar
PENERBIT: KLIK R. Jl. Imogiri Barat Km 6. No. 26 Bangunhardjo Sewon BantulYogyakarta E-mail; klik_r@yahoo.com
CETAKAN : I Agustus 2007
ISBN : 979-946622-9
JUMLAH HALAMAN:146
[Buku ini mengajak pembacanya untuk memahami pandangan Gus Dur secara utuh. Citarasa untuk memahamkan pembaca, utamanya terkait dengan pola tindak, pola laku dan pemikiran dikaitkan dengan kebangkitan Indonesia terasa sangat kental. Mahaimin sangat jeli melihat, segmen-persegmen dari keutuhan pikir Gus Dur, bahkan dengan cerdik dikemas dalam tutur bahasa yang mengalir.
Terkait dengan kebangkitan berbangsa, buku menjelaskan secara lugas isi hati Partai Kebangkitan Bangsa, secara nyata diungkapkan bahwa yang ada di dada partai ini adalah komitmen kenegaraan. PKB adalah satu-satunya partai politik yang secara tegas memproklamasikan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia [NKRI] berdasarkan Pancasilan dan UUD 1945 adalah final.
Keputusan PKB tentang status NKRI ternyata merujuk kepada keputusan Nahdlatul Ulama. Yakni pada Mutakmar ke-11 di Banjarmasin tahun 1936. Selajutnya pada pertemuan di Surabaya 21-22 Oktober 1945, NU telah memutuskan bahwa status hukum NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang diproklamirkan Sukarno-Hatta adalah sah secara fiqih atau hukum Islam.
Keputusan ini kemudian dikukuhkan oleh Mutakmar NU Situbondo tahun 1984 yang memutuskan bahwa NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 adalah sudah Final. Tidak diperlukan upaya-upaya politik baru untuk memperjuangkan negara Islam di Indonesia. [hlm:5].
Mensejajarkan Gus Dur dengan Sukarno, Moh Hatta, Tan Malaka, KH. A. Wahid Hasyim dan HOS Tjokroaminoto.
…..Gus Dur juga membangun sebuah pandangan hidup baru di kalangan politisi dan warga negara secara luas yaitu membangun dunia politik dengan pengetahuan yang komprehensif. [hlm:8]
Jika ada pertanyaan mengapa Gus Dur bisa bertahan sedemikian lama dalam percaturan politik Indonesia ?.
Buku ini memberikan jawaban:
Pertama: Gus Dur mengajarkan kepada kita bahwa memasuki dunia politik memerlukan kesabatan dan kesediaan untuk menjadikannya sebagai proses perjuangan jangka panjang. Dalam proses demikian, kekuasaan harus dibangun dengan investasi sosial dan cultural yang cukup.
Kedua: Gus Dur membangun jalur politiknya sebagai cendekiawan, kekuatan politik Gus Dur bukan semata-mata pada kepiawaian manuver politik yag diperagakan, tetapi lebih pada kekuatan struktur pengetahuan yang dibangun untuk menjelaskan yang terjadi dan bagaimana proyeksi masa depannya.
Ketiga: Gus Dur adalah tokoh yang selalu menjaga hubungan baik dengan semua kalangan. Bagi Gus Dur politik adalah silahrurahim.
Keempat: Gus Dur adalah sosok yang memiliki semangat hidup yag luar biasa
Kelima: dalam beberapa kasus Gus Dur menyataka bahwa politik adalah hal yang tidak dikomunikasikan. Ada banyak pemikiran dan sikap politik Gus Dur yang terus menjadi tanda tanya sampai saat ini, dan Gus Dur juga tidak pernah menjelaskan secara utuh apa yang menjadi tujuannya. Dalam kondisi demikian, muncul begitu banyak penafsiran baik yang mendukung maupun menolak. ..[Hlm;28]

Wednesday, March 26, 2008

PRESIDEN AMERIKA SERIKAT SERING SELINGKUH

BENARKAH PRESIDEN AMERIKA LANGGANAN SELINGKUH ?
D
iingatkan oleh peristiwa mundurnya seorang Gubernur New York, Eliot Spitzer yang tergelincir akibat kedapatan selingkuh dengan wanita panggilan yang masih tergolong muda, ternyata kelakuan ini merupakan makanan pokok bagi para pejabat Amerika Serikat. Agaknya, sulit menemukan pejabat ”bersih” dikalangan Politisi negeri paman sam ini. David Paterson yang dilantik menggantikan Spitzer ternyata setali tiga uang dengan pendahulunya, alias juga pernah selingkuh. Ia mengaku perbuatan selingkuhnya dipicu oleh masalah dalam perkawinannya. Kepada Daily News, Peterson membuka aib dirinya sendiri. Mulai tahun 1999 hingga 2001 mengatakan menjalin hubungan dengan wanita lain. Namun demikian hubungan keluarganya tetap dipertahankan berkat bantuan konselor.
Fenomena inilah mendorong warung untuk menelusuri buku-buku yang terkait dengan perselingkuhan. Ditemukan sebuah buku dengan judul ”All The President’s women. Yang ditulis oleh Stephane Downing.

JUDUL : All The President’s Women
PENGARANG : Stephane Downing
PENERBIT : NArasi . Jl. Irian Jaya D-24, Perum Nogotirto II Yogyakarta 55292 Telp. [0274] 7103084
CETAKAN : I, 2007
ISBN:
JUMLAH HALAMAN :86
Buku ini berkisah tentang kelakuan para presiden Amerika yang penghobi selingkuh. Warung tidak tahu, mengapa dalam buku ini yang paling banyak ditulis kelakuan Bill Clinton. Sampul belakang buku ini terang-terangan menuliskan pendapat Clinton yang mencerminkan hobinya. ”Persetubuhan lebih penting bagiku daripada kematian”
Selanjutnya juga ditulis, benarkah Bill Clinton diberi oral seks di dalam limousin di pelataran parkir sekolah anak permpuannya? Bagaimana petualangan seks Bill Clinton berserta isteri hakim, reporter berita lokal, bekas pegawai negeri, sales kosmetik di departemen store Litle Rock dan pelacur kulit hitam bernama Bobbie Ann Williams . Bagaimana kisah cintanya dengan Gennifer Flowers, Paula Jones, Susan McDouglas, Sally Perdue, dan Monica Lewinsky?.
Ternyata Pak Clinton banyak koleksinya. Mediapun tertarik untuk mengendus siapa saja ratusan wanita lainnya. Dolly Kyele Browning yang berumur 48 tahun berkata bahwa dia memulai hubungannya dengan Clinton semenjak Sekolah Menengah Umum yang baru berakhir menjelang hari-hari Clinton di Gedung putih . Dia mengaku pernah bercinta dengan presiden tiga kali di kamar hotel senator. Dan ketika Clinton menjabat Gubernur, mereka berhubungan seksual di ruang bawah tanah rumah dinas gubernur, bersenang-senang dirumah pinjaman teman-teman dan bercinta di halaman belakang rumah tangga [Hlm: 38]
Selain pak Clinton ternyata, para presiden Amerika menekuni hobi selingkuh,
KENNEDY:
Kendati ditutup-tutupi perselingkuhan Kennedy dengan bom seks Hollywood Marilyn Monroe, dan berbagai wanita lainnya. Seorang reporter Newsweek berada disekitar persinggahan tersembunyi milik Kennedy di Palmspring selama pemilihan umum tahun 1960, dan berhasil memergoki artis Angie Dickinson terlihat bersantai di tempat tidur Kennedy. Namun tidak ada berita untuk dipublikasikan.[Hlm: 51]
FRANKLIN DELANO ROOSEVELT:
Adalah presiden yang terpilih pada masa-masa sulit, yaitu ketika depresi ekonomi dan perang dunia II berlangsung. Ternyata:
Franklin Delano Roosevelt meninggal dipangkuan kekasihnya ketika mereka berlibur di Warm Springs, Georgia. Dia berkemas dan pergi meninggalkan Roosevelt sebelum badan Roosevelt menjadi dingin, meninggalkannya agar reputasi Roosevelt tidak tercela.
Hingga kini, nama Franklin Delano Roosevelt dicatat dengan tinta emas dalam sejarah Amerika. [Hlm 63]
WARREN HARDING:
Warren Harding hampir bisa disebut sebagai Presiden Amerika Serikat pertama- dan satu-satunya yang berkulit hitam.(Mempunyai kakek yang berdarah Jamaika)
Isterinya menangkap basah pada saat dia bersenang-senang dengan seorang wanita muda di lemari pakaian hangat di Ruang Oval. [Hlm: 64-65]
WASHINGTON DAN KATE
Banyak presiden dalam sejarah Amerika Serikat yang tertangkap basah melakukan perselingkuhan atau hubungan gelap. Namun perlu diingat bahwa Prsiden Clinton bukanlah yang pertama kalinya terlibat dalam sekandal seks. Presiden pertama yang terlibat adalah George Washington. Dalam kisah Kate adalah seorang wanita muda anak tukang cuci pakaian.
Washington mempunyai reputasi sebagai seorang penggilir wanita. Pasangan selingkuh pertamanya seorang wanita Indian. Kemudian dia terlibat hubungan jangka panjang dengan isteri teman baiknya.[Hlm:70]

PRESIDEN INDONESIA DALAM GOSIP SELINGKUH
BUNG KARNO DAN MARILYN MONROE
Ditemukan pada buku :
JUDUL : Biografi Marilyn Monroe [Ironi Sang Bintang]
PENGARANG : Gozia Pranaja
PENERBIT : Bio Pustaka. Jl. Ngemplak RT/RW: 10/18 Nogotirto, Yogyakarta 55292. Telp. [0274] 7019945. E-mail : biopustaka@yahoo.co.id
CETAKAN : 2008
ISBN : 978-602-8097-01-7
JUMLAH HALAMAN: viii+138 hlm; 14,5x20,5 cm
[...Bergejolakkah naluri lelaki Bung Karno melihat pesona yang dipancarkan Marilyn lewat ucapan selamat datang yang langsung terlontar dari bibirnya yang seksi ? Kabarnya setelah makan malam mereka „spent an evening together“ [Hlm:2]
..... Dalam otobiografinya yang diterbitkan Gunung Agung itu, Bung Karno, memang tidak menceriterakan pertemuannya dengan Marilyn Monroe. Padahal menurut Anthony Summers seorang penulis biografi Marily yang terkenal mencatat dalam biografi yang dituliskan bahwa Bung Karno juga berkata kepada Cindy Adams bahwa ”Marilyn, yang juga tinggal di Hotel Beverly Hills, telephoned to sugest a private meeting. ”Marilyn menelepon Bung Karno untuk ”satu pertemuan pribadi.”
Tak diungkapkan secara pasti sebuah pertemuan yang dinamakan ”pribadi itu.” Namun yang menarik untuk diperhatikan adalah Bung Karno dan Marilyn tinggal di suatu hotel yang sama malam itu. Yaitu Hotel Beverly Hills yang sangat terkenal itu.

ASMARA GELAP KELUARGA CENDANA?
ditemukan dalam buku :
JUDUL : Isteri-isteri Soeharto
PENGARANG : NB. Susilo
PENERBIT :Solomon Publisher. Jl. Malioboro 167 Yogyakarta 55271 Telp. [0274] 562280. E-mail : cuncun_ygy@yahoo.com Web: http://www.solomonec.com/
CETAKAN : II, Agustus 2007
ISBN:
JUMLAH HALAMAN :108
Tentunya semua masih ingat gossip percintaan antara Soeharto dengan artis cantik Rahayu Effendi. Konon, pertautan asmara secara diam-diam itu sempat membuat berang Ibu Negara, Ny Tien Soeharto. Puncaknya, Bu Tien dan anak-anaknya menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk menyemprot rumah Rahayu Effendy di kawasan Simprug, Jakarta. Padahal, kabarnya saat itu Soeharto, berada di rumah itu.
.........Sebelumnya, juga ada rumor yang menyebutkan Soeharto memiliki seorang anak perempuan dari hasil hubungan gelapnya dengan seorang perempuan yang tidak jelas identitasnya. [Hlm:35]
SOEHARTO KUASAI ILMU SENGGORO LEWAT ’PERSETUBUHAN’
Ditemukan pada buku:
JUDUL : MAAFKAN SAYA
PENGARANG Wang Xiang Jun
PENERBIT : Pustaka Radja Jl. Malioboro 167 Yogyakarta 55271. Telp. [0274] 562280. E-mail : cuncun_ygy@yahoo.com Web http://www.solomonec.com/
CETAKAN III : 2008
ISBN : 978-6028-0480-33
......Menurut Sumber yang bisa dipercaya, saat memasuki Goa Kalak Soeharto menggunakan pakaian khas Jawa, di dampingi 7 para normal. Empat diantaranya orang laki-laki dan diantaranya terdapat tiga para normal wanita.
„Saya melihat para priyayi itu memasuki Goa Kalak. Di antaranya tampak tiga wanita yang sangat cantik,” tutur salah seorang warga Kalak.
.......Nah, dari sinilah kemudian terkuak kabar tentang persetubuhan Soeharto di Goa Kalak. Sebab, melakukan persetubuhan di Goa keramat adalah termasuk syarat memperoleh ajian Senggono Macan ”kalak” maupun keris Kyai Maja. [Hlm :31]

SELINGKUH PALING HEBOH:
ditemukan dalam buku :
JUDUL : Rahasia Asmara Kepresidenan
PENGARANG : NB. Susilo
PENERBIT :Solomon Publisher. Jl. Malioboro 167 Yogyakarta 55271 Telp. [0274] 562280. E-mail : cuncun_ygy@yahoo.com Web: http://www.solomonec.com/
CETAKAN : II, September 2007
ISBN
JUMLAH HALAMAN :130
Setelah Soekarno [BK], Presiden yang paling menghebohkan skandal seksnya adalah Abdurrahman Wahid [Gu Dur]. Namun demikian Gus Dur belum bias menandingi Bung Karno setidaknya dari segi jumlah. Ketika kasus perzinahan Presiden RI ke-4 ini terkuak, publik mengira hanya Aryanti satu-satunya partner zinahnya. Ternyata tidak. Aryanti sendiri pernah memergoki Gus Dur sedang memeluk seorang wanita di kantor PBNU, yang diakui sebagai ”adiknya” bernama Puteri, isteri seorang pilot. Nama lain, Siti Farikha Janda dari desa Angin-angin Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang kebagian kucuran dana Rp. 5 miliar dalam kasus korupsi Dana Yayasan Karyawan Bulog. Masih ada sejumlah nama lain yang bisa diungkap. Namun yang paling heboh adalah Aryanti. [Hlm: 32-33]
[Dalam buku-buku telah mendapatkan serangan balik, bahwa yang terjadi REAKSI-REAKSI. Reaksi dari pakar komputer Dr. Hari Tursulistiono yang juga dosen Universitas Paramadina Mulya Jakarta mengungkapkan, setelah pihaknya melakukan penelitian dengan menggunakan komputer terhadap foto Gus Dur yang berduaan dengan Aryanti, ternyata gambar tersebut hasil montage [rekayasa] bukan foto aslinya]

Friday, March 14, 2008

SUPERSEMAR DIBONGKAR BUKU

Surat Perintah Sebelas Maret, hingga saat ini masih menjadi teka-teki, misteri dan kontraversi. Konon dokumen penting ini raib tanpa bekas, inilah yang terjadi di republik yang pernah terjajah. Sebenarnya hal itu tidak boleh terjadinya, karena penjajah republic ini telah mengajarkan secara cermat bagaimana mendokumentasi dengan baik.
Naskah yang begitu penting hilang tanpa bekas bahkan muncul beberapa isu bahwa dokumen tersebut disengaja untuk hilang.
Terkait degan supersemar, Harian Kompas terbit, Selasa tanggal 11 Maret 2008, tepatnya pada halaman 6, rubrik “OPINI”, menyoroti masalah ini. P. Ari Subagyo [Penggulat Lunguistik di Universitas Senata Dharma Yogyakarta] menuliskan opininya dengan judul “Demitologisasi Supersemar”. Dalam tulisanya dinyatakan:
……..Supersemar secara tekstual tidak berisi “pengalihan kekuasaan”, tetapi lalu [dimitoskan] menjadi lisensi konstitusional Soeharto untuk “mengambil segala tindakan yang dianggap perlu”. Sejarah mencatat rentetan peristiwa “yang dianggap perlu” menyusul terbitnya Supersemar. Ujungnya, Soeharto diangkat sebagai pejabat Presiden, 12 Maret 1967.
Mitologisasi Supersemar berjalan efektif berkat dukungan kebijakan negara, terutama lewat pelajaran sejarah yang indroktinatif. Apalagi situasi sosiologis[cultural mayoritas masyarakat Indonesia yang berbudaya diam dan represifnya orde Baru kian mengukuhkan kesakralan Supersemar.
Sisi lain sebuah buku dengan judul “Misteri terbunuhnya Soekarno” tulisan Dr. Wang Xiang Jun. Ph.D, juga mengungkap misteri Supersemar.
Dimana Supersemar ? Salah satu judul dalam bahasan, yang isinya :
…..Bahkan, naskah asli Supersemar itu di duga berada di tangan mantan Panglima ABRI, Jendral [Purn] Faisal Tanjung. [hlm 83]. Buku ini mengungkap tulisan “Dua Janda Soekarno Angkat Bicara” [warung:diadopsi dari Kompas Cybermedia]
Dua janda mendiang mantan Presiden Soekarno menyatakan siap bersaksi berkait masalah Surat Perintah 11 Maret [Supersemar] 1966 yang hingga kini masih misterius.
Namun baik Ratna Sari Dewi Soekarno maupun Hartini Soekarno mengungkapkan bahwa “Bapak” [Presiden Soekarno] meneken Supersemar bukan untuk memberikan kekuasaan kepada Soeharto, tetapi memerintahkan pemulihan keamanan.
“Saya bersedia memberikan kesaksian, karena semua ini untuk kepentingan kebenaran sejarah,” tutur Dewi, yang asli Jepang, di kediaman Hartini, Jalan Proklamasi, Jakpus, kemarin.
Hartini menambahkan bahwa supersemar itu telah disalahgunakan oleh Soeharto. “Bung Karno tidak pernah menyerahkan kekuasaan tetapi hanya minta memulihkan keamanan saja,” Cetusnya.
Secara terpisah, janda mendiang Amirmachmud, Ny Srie Hardhani, mengatakan dirinya menegetahui secara detail tentang Supersemar. Hanya saja, sebut dia, dirinya tidak akan mengatakan kepada siapapun tentang Supersemar itu.
“Sekarang belum saatnya saya menjelaskan keberadaan Supersemar,” ungkap Ny Amirmachmud ditemui di sebuah rumah sakit, kemarin.
Pertimbangan dirinya tak ingin membongkar soal Supersemar itu, karena dia melihat pemerintah yang sekarang belum stabil. “Saya khawatir jika saya mengungkapkannya, justru akan membuat negara ini bertambah kacau,” jelasnya,
Kata Ny Amir Machmud lagi,”Selama pemerintahan Abdurarrahman Wahid, saya tidak mau bicara soal Supersemar.”
Juga tulisan Husnu Mufid “ Epilog Kudeta G 30 S/PKI “Siapa Melawan Siapa?”. Dalam buku ini, tepatnya pada halaman 58-59, diungkap hal yang terkait dengan Supersemar.’
..Menurut Amir Machmud, Surat Perintah 11 Maret 1966 dirumuskan setelah ketiga Jendral itu berbicara dengan Presiden Soekarno dan memahami keinginnan-keinginannya. Surat tersebut dirancanng oleh ketiga Jendral itu, dengan bantuan Brigadir Jendral Sabur. Presiden Soekarno kemudian menunjuk kepda Soebandrio, Chaerul Saleh dan Leimena. Menurut Amir Machmud, Soebandrio membubuhkan perubahan-perubahan kecil dalam rumusan, kemudian Presiden Soekarno menadatangani. (Harold, 1986:211).
.,… Menurut keterangan Jendral AH. Nasution bahwa, konsep “Surat Perintah 11 Maret” tersebut dibuat oleh presiden Soeharto. Menurut Jendral AH Nasution, ketiga Jendral itu baru menyadari dalam perjalanan ke Jakarta bahwa, surat perintah itu merupakan suatu penyerahan kekuasaan kepada Letnan Jendral Soeharto.
Itulah yang memicu warung kami kami untuk menelusuri liku-liku kontraversi yang penuh mesteri, melalaui jejak rekam buku. Kali ini telah terkumpul beberapa buku yang bersangkut paut dengan Supersemar :
  1. Misteri Supersemar [Dilengkapi Wawancara Ali Abran si Pengetik Supersemar] Eros Djarot Dkk
  2. Supersemar Palsu [Kesaksian Tiga Jendral] oleh A.Pambudi
  3. Membongkar Supersemar ! Baskara T. Wardaya.
  4. Kotroversi Supersemar [Dalam transisi Kekuasaan Soekarno-Soeharto]

KONTROVERSI SUPERSEMAR:

JUDUL : Kotroversi Supersemar [Dalam transisi Kekuasaan Soekarno-Soeharto]
PENGARANG : Tim Lembaga Analisis Informasi [LAI]
PENERBIT : MedPress. Jl Irian Jaya D-24, Perum Nogotirto II Yogyakarta 55292 Tel [0274) 7103084
CETAKAN : 10 Maret 2007 [Edisi Revisi]
ISBN : 979-222-179-4
JUMLAH HALAMAN:135
Catatan buku terbit pertama kali degan judul Supersemar “Kudeta” Soeharto 1998
[Buku ini nyata-nyata membuka perdebatan panjang, karena halaman-demi halaman mengungkap bahwa Supersemar merupakan “jalan tol” Soeharto menuju puncak.
Digambarkan pada buku ini terjadi “pertandingan catur” antara Bung Karno Versus Seoharto, dan melalui startegi yang berliku akhirnya kekuasan secara mudah terlepas dari genggaman Soekrano.
Babak demi babak dalam pertandingan catur itu digambar dalam bentuk kronologi mulai tanggal 1 Oktober 1965, hingga tanggal 21 Juni 1970 , yang ketikan itu Bung Karno mangkat. Ternyata dalam kronologi itu pada tanggal 13/14 Maret. Bung Karno mengirim surat teguran kepda Soeharto yang dianggap melenceng dalam menjalankan Supersemar [hlm:15].
Dalam kronologi itu tercata simpulan yang menggambarkan kemenangan Soeharto terletak pada lima hal penting.[rahasia penting]
……Rahasia kelima itu, Soeharto dengan lihai menggunakan politik Switching [mengalihkan perhatian public dari isu pokkok ke tema-tema instrumental yang tidak terlalu penting. ]. Misalnya mengalihkan perhatian public dari pembantaian PKI kepada program-program rehabilitasi ekonomi. [hlm:20]
Politik swictching juga dipraktikan Soeharto untuk mengalihkan pembicaraan orang dari substansi dan urgensi dikeluarkannya Supersemar kpeda isu seputar keberadaan Supersemar. Dari segi substansi terdapat penyelewengan yang cukup menndasar; sebab bagaimana mungkin mandat pemulihan keamanan digunakan sebagai landasan kebijakan politik. [hlm;21]
Akhirnya, menjadi jelas bahwa Supersemar dijadikan sebagai”jalan tol” menuju kekuasaan. Dengan Supersemar, Soeharto mengubah dan mendikte parlemen sementara [MPRS]. Tap MPRS No. IX/MPRS/1966 mengukuhkan Supersemar sebagai landasan hukum yang derajatnya lebih tinggi dibandingkan sekedar “surat perintah presiden’.
“Supersemar adalah Coup detat”’
Banyak pihak berpendapat bahwa Supersemar digunakan untuk melakukan coup d’etat [kudeta] alias perampasan kekuasaan. Dijelasklan oleh Seobadio Sastro saromo dalam buku Era Baru Pemimpin Baru: Badio Menolak Rekayasa Rejim Orde Baru [1997:h.3-5], telah terjadi penyalahgunaan Supersemar. Lewat Supersemar, Soeharto mendapat perntah dari Soekarno untuk menyelamatkan revolusi. Surat Perintah itu jelas tidak berisi pelimpahan kekuasaan, tetapi pelimpahan tugas. [hlm:22]
Sopir Tanpa SIM
Masih menurut Soebadio, Supersemar dapat dianggap ibarat SIM [surat ijin mengemudi] bagi Soeharto. Tetapi seperti semua orang tahu, Supersemar dikatakan hilang. Jadi selama 30 tahun lebih, Soeharto sebenarnya menjadi sopir negara tanpa “SIM”. Apakah itu suatu pertanda , Soeharto dalam pengertian Jawa sudah kehilangan “Wahyu Nusantara”. Atau dalam terminologi modern, Soeharto suifah tidak legitimate. [hlm:23]
Senada dengan itu, Wimandjaya juga menuding Soeharto merekayasa pengambilalihan kekuasaan melalui serangkaian scenario-Supersemar adalah salah satunya. Dalam bukunya yang berjudul; Primadosa:Wimandjaya dan Rakyat Indonesia Menggugat Imperium Soeharto. [hlm;23]
……Diktum Supersemar sama sekali bukanlah pelimpahan kekuasaan/penyerahan kekuasaan dari Bung Karno kepada Soeharto, melainkan hanyalah berupa sehelai sura tugas biasa dalam hierarkis militer untuk menjamin penertiban dan keamanan, yang seharusnya dilaporkan kepda Bung Karno sebagai Panglima Tertinggi?. …[hlm:24]
…Berdasarkan penuturan A.M. Hanafi, mantan Dubes RI di Kuba semasa pemerintahan Soekarno, naskah Supersemar itu disusun Letjen Soeharto di Jakarta. Naskah Supersemar itu dibawa Amir Machmud, Basuki Rachmat dan M Yusuf ke Bogor untuk ditanda tangani Presiden. Keterangan ini diperoleh Hanafi langsung dari Bung Karno, saat Hanafi menemuinya di Istana Bogor pada hari Sabtu, 12 Maret 1966. Hanafi mengungkapkan kisah pertemuan dengan Bungkarno dan bercerita tentang Supersemar dalam bukunya, AM Hanafi Menggugat Kudeta Jendral Soeharto: Dari Gestapu ke Supersemar [Montblanc, Lile-France, 1998]…[hlm:24]
Bagaimana versi Soeharto dan pemerintah Orde Baru?.
Dalam buku otobiografi Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya yang ditulis G. Dwipayana dan Ramadhan KH menjelaskan:
“Saya tidak pernah menganggap Supersemar itu sebagai tujuan untuk memperoleh kekuasaan. Surat operintah 11 Maret itu juga bukan merupakan alat untuk mengadakan Coup secara terselubung. Supersemar itu adalah awal perjuangan Orde Baru.

Apakah Supersemar Merupakan Kudeta?
Menurut pendapat ahli sejarah P.J.Soewarno, Supersemar bukanlah pemberian mandat politik, melainkan mandate militer. …”Soeharto telah menggunakan mandat militer sebagai mandat politik,” kata pakar sejarah dari Sanata Dharma itu. Singkatnya, Supersemar bukanlah transfer of authority [pengalihan kekuasaan].[hlm:123]
MEMBONGKAR SUPERSEMAR

JUDUL : Membongkar Supersemar!
PENGARANG : Baskara T. Wardaya, SJ
PENERBIT : Galangpress Jl Anggrek 3/34 Baciro Varu Yogyakarta 55225 Telp. [0274] 554985 E-mail : glgpress@indosat.net.id. Web: http://www.galangpress.com/
CETAKAN : II 2007
ISBN : 979-23-9909-07
JUMLAH HALAMAN:333
[Disamping buku ini,. Baskara juga pernah menulis “Bung Karno Menggugat! Dan “Cold War Shadow”. Buku ini merupakan catatan yang memandang Supersemar dari sisi yang tidak biasanya [sisi lain]. Dikatakan dari sisi lain, karena buku ini banyak didukung dari dokumen-dokumen tepanya adalah data-data primer. Bentuk data berasal dari dokumen-dokumen resmi pemerintah Amerika Serikat, khusunya yang berkaitan dengan kebijakan AS pada delapan bulan pertama tahun 1966 [Januari-September]. Sumber data itu dari Kedutaan Besar AS di Indonesia di Jakarta, ada yang berasal dari Departemen Luar Negeri Amerika di Washington, ada yang berasal dari CIA [Central Intelligence Agency), atau dari Gedung Putih, atau kantor ”National Security Agency, ada pula yang berasal dari pejabat pemerintah Indonesia. [hlm:29]
Pada bab 3 diuraikan mengenai Kudeta Khas Indonesia, ..Pada tanggal 6 bulan itu Soeharto menyampaikan Warning kepada Bung Karno bahwa ada ketidakpuasan di kalangan perwira ABRI. Dua hari kemudian, yakni tanggal 8 Maret, Bung Karno mengeluarkan surat kepada jajaran ABRI untuk mengatakan bahwa dia masih Presiden RI. Tiga hari setelah itu, yakni bulan Maret tanggal 11, adalah tanggal yang sulit terlupakan dari ingatan kolektif bangsa ini. Itulah tanggal di mana terjadi salah satu peristiwa yang paling bersejarah dalam perjalanan bangsa ini sejak Proklamasi Kemerdekaan. [hlm:109]
Dokumen penting terkait Supersemar.
Dokumen berikut ini merupakan dokumen yang sangat penting karena ditulis langsung setelah peristiwa Supersemar. Dalam dokumen itu tergambar dengan jelas betapa antusiasnya pihak Amerika. Pada baris pertama dokumen disebut dengan jelas dikatakan bahwa peristiwa Supersemar adalah sebuah kudeta militer [military coup). Dengan catatan bahwa ini adalah kudeta militer yang “khas Indonesia”
Ditulis tanggal 12 Maret 1966 sebagai laporan Dubes Green kepada Departemen Luar Negeri AS di Washington, dokumen ini mengatakan bahwa Supersemar adalah cara militer untuk memotong kekuasaan Bung Karno, sebagai reaksi atas tindakan Bung Karno memecat Menteri Pertahanan Nasution dan mau menggantikannya dengan seorang yang pro-komunis.[hlm:125]
Supersemar dan Tap MPRS No. XXV/1966.
Ditekankan kembali dalam dokumen CIA tertanggal 23 Juli 19667 ini bahwa sejak terjadinya peristiwa 1 Oktober 1965 militer bermaksud untuk ”secara bertahap membatasi kekuasaan dan pengaruh Sukarno” Di mata Amerika apa yang terjadi pada tanggal 11 Maret 1966, yakni ditandatanganinya Surat Perintah 11 Maret merupakan “puncak” dari upaya itu. Dikatakan pula bahwa pada waktu itu “Sukarno”, dengan setengah hati dan dibawah tekanan militer, memberikan suatu kekuasaan serupa kekuasaan eksekutif kepada Soeharto. “kekuasaan itulah kemudian yang dipakai oleh Jendral Soeharto mengambil banyak keputusan dan tindakan atas nama Presiden dan atas nama kepentingan Nasional. Selanjutnya melalui siding MPRS tanggal 21 Juni 1966 ia berhasil mengusahakan supaya Supersemar disahkan oleh lembaga tertinggi negara itu sehingga tidak dapat diubah lagi…..[hlm :208]

SUPERSEMAR PALSU

JUDUL : Supersemar Palsu
PENGARANG : A.Pambudi
PENERBIT : MedPress. Jl Irian Jaya D-24, Perum Nogotirto II Yogyakarta 55292 Tel [0274) 7103084
CETAKAN : II Agustus 2006
ISBN : 979-222-137-9
JUMLAH HALAMAN:320
[Buku ini mengungkap kesaksian tiga Jendral yang dianggap berperan ketika Supersemar ditanda-tangani. Dalam buku ini diungkap bahwa Soeharto dianggap lancang dalam mengemban Supersemar.
….Karena menganggap Supersemar telah digunakan secara lancang, maka Bung Karno menyurati Soeharto.
Bekas Dubes RI Untuk Kuba A.M. Hanafi menuturkan bahwa tanggal 13 Maret 1966 Presiden mengirimkan surat kepada Soeharto yang terdiri dari tiga poin:
Mengingatkan bahwa Supersemar 1966 itu sifatnya adalah teknis/adminsitratif, tidak politik, semata-mata adalah surat perintah mengenai tugas keamanan bagi rakyat dan pemerintah, untuk keamnan dan kewibawaan Presiden/Pangti/ Mandataris MPRS;
bahwa Jendral Soeharto tidak diperkenankan melakukan tindakan-tindakan yang melampaui bidang dan tanggung jawabnya, sebab bidang politik adalah wewenang langsung presiden, pembubaran partai politik adalah hak presiden semata-mata;
Jendral Soeharto diminta datang menghadap Presiden di istana untuk memberikan laporannya. [Hlm; 55-56]

Soeharto Cs Menyiasati Status Hukum Supersemar:
Salah seorang pakar hukum yang gigih menyuarakan kepentingan ini adalah Ismail Suny. “Kita tidak mau Supersemar itu dicabut sebab, kalau dicabut, Soekarno bisa berkuasa lagi. Jadi, saya menganjurkan agar Supersemar itu di jadikan Tap MPRS supaya tidak bisa dicabut presiden” Selain Ismail Suny, dua pendukung Orde Baru dari kalangan sipil yang gencar mendesak pengukuhan Supersemar menjadi Tap MPR adalah Adnan Buyung Nasution dan Dahlan Ranuwihardjo. [Hlm:60]
Pengukuhan Supersemar menjadi Tap MPR memang merupakan hasil dari sebuah rekayasa yang sistematis. Persoalannya, bisakah sebuah perintah eksekutif itu dikukuhkan menjadi Tap MPRS?
Tiga Versi Supersemar.
Belum lama ini, Atmadji Sumarkidjo menerbitkan biografi M Jusuf yang di dalamnya menegaskan masalah kontroversi mengenai naskah asli Surat Perintah 11 Maret. Menurut Sumarkidjo berdasarkan kesaksian M. Jusuf, dokumen asli Supersemar terdiri dari dua halaman. Padahal, menurut versi resmi yang bersumber dari Sekretariat Negara, dokumen tersebut dikatakan hanya satu halaman.
M Jusuf sendiri mempunyai dua versi ceritera yang secara substansial berbeda cukup jauh. Yang pertama, dan merupakan versi yang banyak muncul, adalah naskah itu hanya diketik bersih satu kopi. Satu-satunya kopi yang ada itulah yang diberikan kepada Mayjen Basuki Rakhmat setelah ditandatangani oleh Bung Karno.
Tetapi versi kedua yang pernah dikemukakan oleh Jusuf antara lain kepada pengusaha. H.M.Jusuf Kalla adalah, Brigjen Sabur mengetik rangkap tiga dengan kertas karbon. Kopi utama itulah yang kemudian ditanda-tangai oleh presiden, kemudian tindasan pertama disimpan oleh Sabur, dan tindasan kedua atau kopi ketiga diambil dan disimpan oleh Brigjen M. Jusuf. Dua lembar kopi sama sekali tidak ditanda tangani oleh Presiden.
[Hlm; 78]
Sumarkidjo juga menulis bahwa Jusuf pernah memanggil pengusaha asal Makasar. M. Jusuf Kalla [kini Wakil Presiden RI] ke rumahnya untuk memperlihatkan kopi surat tersebut. Tetapi begitu Jusuf Kalla sudah duduk diruang tamu rumah M.Jusuf dan berharap-harap cemas akan melihat dokumen bersejarah itu, M Jusuf berubah pikiran dan berkata, “Ah, kalau aku perlihatkan sekarang, kau nanti cerita-cerita lagi”.[hlm:78]
…Jika uacapan M Jusuf benar, setelah naskah asli Supersemar diserahkan ke Soeharto, kemudian diserahkan ke siapa lagi? Mungkinkah naskah itu disimpan sendiri oleh Soeharto samapai kini? Ini adalah kemnuingkinan yanag terbesar, selain tentu saja ada kemungkinan bahwa naskah asli Supersemar telah dimusnahkan. [Hlm:93]
…Dalam biografinya, Soeharto juga menjelaskan sercara rinci isi Surat Perintah 11 Maret: “Isinya; Presiden/Panglima Tertinggi ABRI pemimpin Besar Revolusi/Mandataris MPRS Soekarno, memutuskan, memerintahkan kepada saya untuk atas namanya mengambil segala tindakan yang dianggap perlu, agar terjamin keamanan dan ketenangan serta kestabilan jalannya pemerintahan dan jalannya revolusi, serta menjamin keselamatan pribadi dan kewibawaan Presiden Soekarno demi keutuhan bangsa dan negara Republik Indonesia, dan melaksanakan dengan pasti segala ajaran Pemimpin Besar Revolusi.
Dua butir pasal lagi ada dibawahnya, yakni saya harus mengadakan koordinasi pelaksanaan pemerintah dengan panglima-panglima angkatan-angkatan lainnya dengan sebaik-baiknya, dan supaya saya melaporkan segala sesuatu yang bersangkut-paut dengan tugas dan tanggung jawab saya itu. [Hlm 124]
….Dengan perkataan lain, Soeharto menganggap Supersemar melebihi sekadar "Instruksi Presiden”, atau bahkan transfer of authority [pemindahan kekuasaan eksekutif yang terbatas]. Jauh lebih besar daripada itu. Supersemar, menurut penafsiran Soeharto, adalah kekuasaan untuk bertindak apapun dan bagaimanapun- selama itu dianggap perlu- dan dianggap relevan untuk memulihkan keamanan dan ketertiban. Mirip kekuasaan yang dipegang tentara pada saat negara dinyatakan dalam keadaan perang. [Hlm:128]
Dalam otobiografinya, Soeharto mengaku beberapakali menolak prakarsa untuk memperingati hari lahirnya “Supersemar” secara besar-besaran. “Ini untuk menghidarkan timbulnya mitos terhadap peristiwa itu atau terhadap diri saya sendiri,” katanya. “saya tidak pernah menganggap Supersemar itu sebagai tujuan untuk memperoleh kekuasaan. Surat Perintah 11 Maret itu juga bukan merupakan alasan untuk mengadakan coup secara terselubung. Supersemar itu adalah awal perjuangan Orde baru. [Hlm 129]
Apakah Supersemar Merupakan Kudeta?
Menurut pendapat ahli sejarah P.J.Soewarno, Supersemar bukanlah pemberian mandat politik, melainkan mandat militer. …”Soeharto telah menggunakan mandat militer sebagai mandat politik,” kata pakar sejarah dari Sanata Dharma itu. Singkatnya, Supersemar bukanlah transfer of authority [pengalihan kekuasaan].[hlm:123]

MISTERI SUPERSEMAR
JUDUL : Misteri Supersemar [Dilengkapi Wawancara Al Ebran Si Pengetik Supersemar]
PENGARANG : Eros Djarot dkk
PENERBIT : File Press. Jl. Sultan Iskandar Muda No. 100 A-B Lt.2 Jakarta Selatan 12420 Telp. (021) 7290899, 7707129, 7701925 E=mai: info@mediakita.com
Web: http://www.mediakita.com/
CETAKAN : Juli 2006ISBN : 979-794-011-X
JUMLAH HALAMAN:107
[Dalam buku ini tulisan Erot Djarot yang diberi tajuk “Kekalahan Intelektual, Kemantian Akal Sehat” , memaparkan sebuah misteri SP 11 Maret. Yang selengkapnya:
……Misteri seputar SP 11 Maret ini menjadi kian angker ketika Jendral M Jususf, yang dikenal sebagai seorang jendral yang bersih dan jujur, tak sedikit pun mau membuka mulut. Padahal ia adalah salah satu pelaku sejarah yang turut membidani lahirnya SP 11 Maret. Yang menjadi pertanyaan, begitu tegakah jendral yang dikenal sangat dekat dengan prajurit dan rakyatnya ini membiarkan rakyat Indonesia, terutama generasi penerus, hidup dalam kegamangan sejarah?[Hlm : 1]
Buku ini merupakan kumpulan wawancara tokoh-tokoh, utamanya yang bersinggungan dengan SP 11 Maret, langsung maupun tidak langsung.
Tokoh-tokoh yang dimaksud adalah:

  • Soebandrio, mantan wakil perdana menteri [Waperdam] I dan menteri luar negeri [1957-1966]
  • Sri Mulyono Herlambang, mantan Menteri Panglima AU
  • Kol.Pol. Sumirat, mantan Ajudan Bung Karno
  • Jendral Besar A.H. Nasution Mayjen TNI(Pur) Kemal Idris, mantan Kaskostrad
  • Adnam Buyung Nasution, mantan Ketua Kesatuan Aksi Sarjana Indonesi [Kasi]
  • Ismail Sunny, pakar hukum tata negara
  • Dahlan Ranuwiharjo, mantan anggotan MPRS/DPR-GR
  • Cosmas Batubara, mantan Ketua Presidium KAMI Pusat 1966
  • Taufik Abdullah, Sejahrawan
  • David Napitupulu, salah satu anggota Presidium KAMI
  • Megawati Taufik Kemas.

Berikut cuplikan wawancara :
Wawancara Detak Files dengan Subandrio mantan wakil perdana menteri [Waperdam] I dan menteri luqar negeri [1957-1966]
[D]=Detak Files [S]=Subandrio

[D]: Kabarnya Supersemar itu dua halaman?
[S]: Ya, ya, memang dua halaman.
[D]: Tetapi, mengapa yang beredar secara rtesmi hanya satu halaman?
[S]: Enggak tahu saya, Setahu sdaya ada dua halaman. Saya enggak tahu kenapa kemudian menjadi satu halaman. Saya enggak yahu mengapa ya kok sampai.begitu.
[D]: Konon, di halaman dua alinea terakhir tertulis kalimat “setelah keadaan terkendali Supersemar di serahkan kembali kepada Presiden Soekarno”. Apakah benar ada kata-kata seperti itu ?
[S], Ya, ya, ada, ada itu
[D]: Tapi, mengapa dalam Supersemar yang resmi beredar kata-kata itu, tidak ada? Dihilangkan?
[S]: Ya, saya enggak tahu, kenapa dihilangkan. Tapi, yang pasti kata-kata itu memang ada. Saya enggak tahu kemudian kok dihilangkan. Kenapa diohilangkan, kok nanya saya?…[Hlm 15]
Wawancara Detak Files dengan Mayjen TNI(Pur) Kemal Idris, mantan Kaskostrad:
[D]=Detak Files [K]= Kemal Idris.
[D]: Supersemar menyebut, Soeharto yang diberi surat perintah harus melaporkan kepada Presiden Soekarno.
[K]: Itu biasanya kala ada surat perintah untuk melaksanakan tugas dan kalau sudah selesai, ya harus lapor. Kewenangan itu ya harus ditarik. Tapi itu tidak dilaksanakan Soeharto, seolah-olah surat itu hilang dan dia mempergunaka itu untuk mendapatkan kekuasaan sendiri. Dia sendiri tidak pernah bicara dengan staf. Dia menyuruh penglima Kodam secra otoimatis menjadi anggota MPRS. Kemudian dia diangkat jadi presiden sementara. Ya, kita semua tidak sadar waktu itu. Memang, soal Supersemar enggak pernah direncanakan sebelumnya. Tapi di otak dia, barangkali, ah…ini kesempatan. Saya enggak tahulah. Itu menurut pikiran saya saja. Memang policy-nya Soeharto, yang kita sebetulnya tidak sadar pikiran jeleknya. Baru belakangan saya tahu.
Wawancara Detak Files dengan Ismail Sunny, pakar hukum tata negara
[D]=Detak Files [I]= Ismail Suny.
[D] Mengapa waktu itu Soeharto enggan diangkat menjadi pejabat presiden?
[I]: Soeharto itu takut Soekarno. Waktu itu pengaruh Soekarno masih besar, AURI, AL,Polisi, hampir seluruhnya berpihak pada Bung Karno, dan sebagian besar AD juga berpihak kepada Soekarno. Di semua angkatan ini ada yang terlibat G-30S/PKI. Sebagian rakyat masih mencintai Soekarno. Soeharto berpikir, jika ia diangkat menjadi pejabat presiden, akan terjadi perang saudara. Sebagai orang Jawa dia tidak menginginkan jatuhnya banyak korban. Atau dalam perhitungan di bisa dihabisi Soekarno.
.==============================
Catatan Buku Lain yang dirujuk :
JUDUL : Epilog Kudeta G 30 S/PKI “Siapa Melawan Siapa ?
PENGARANG : Husnnu Mufid
PENERBIT : JP Books. Jl. Karah Agung 45 Surabaya Tel [031) 8289999
CETAKAN : I Maret 2008
ISBN : 978-979-1490-28-3
JUMLAH HALAMAN:100

JUDUL : Misteri Terbunuhnya Soekarno
PENGARANG : Dr. Wang Xiang Jun., PHd
PENERBIT : Pustaka Raja Jl.Malioboro 167 Yogyakarta 55271 Tel (0274) 562280 E-mail: cuncun_ygy@yahoo.com Web: http://www.solomonec.com/
CETAKAN : I Pebruarai 2008
ISBN : 979-602-8042-01-7
JUMLAH HALAMAN:124

WUSANA KATA:

[Tulisan ini mengintrodusir dari berbabagai buku-buku sebagaimana telah disebutkan, tentunya akan mengundang Pro dan Kontra, sisi lain akan dikatakan "solipsistik", alias benar dari sisi tertentu. Kaidah ilmiah tetap akan dijunjung tinggi, verifikasi empiriklah yang menjadi wasit adilnya. Tentunnya akan ada yang merasa dirugikan. Tetapi selama SUPERSEMAR, masih dalam selubung SUPERSAMAR, kalkulasi untung rugi tidaklah patut untuk dirujuk. Munculnya pembahasan ini terkesan memiliki citarasa miring, tentunya harus dimaklumi, karena buku-buku yang dibahas merupakan terbitan setelah orde baru tumbang. Sehingga buku-buku tersebut merupakan kreasi antithesis]