SILA CARI DI SINI!

Google

Saturday, April 19, 2008

SLANK VERSUS SENAYAN : Sebuah perseteruan

LIRIK LAGU, YANG MENGELITIK ITU MENYIMPAN ENERGI POTENSIAL.
[Warung merespon fenomena Slank yang sedang bersebarangan dengan Senayan. Ternyata hasil pengamatan warung, banyak buku yang bercerita tentang kekuatan sebuah lagu, bahkan lagu bisa digunakan apasaja, mulai politik hingga peresmian pabrik ]
Akhirnya kasus yang menimpa Al Amin Nur Nasution anggota DPR komisi IV,kemarin nampaknya masih ada lagi satu anggota dewan terhormat yang ditangkap KPK, inilah seakan membenarkan hipotesis Slank. Selama ini lagu Slank yang bertitel “Gosip Jalanan” dapat di ibaratkan sebuah Hipotesis yang sedang di uji anggota dewan yang mulia di Negeri “Senayan”. Ujian itu sungguh berat, karena Slank dianggap melakuan pernyataan apriori, bahkan tidak menghargai norma kepatutan, alias kurang santun. Ancaman akan meluncur, setidaknya sudah diberitakan, kelak Slank akan diadukan karena dianggap tidak menyenangkan. Ternyata scenario alam memihak Slank, bukti empiric, menampik dan menguatkan hipotesisnya, menjadi sebuah tesis, bahkan akan melahirkan teori baru. Tesis itu menyatakan, bahwa transaksi selalu bergendengan erat dengan komisi, plus hadiah wanita ayu nan seksi.
Atas peristiwa ini, serta merta bangsa ini tercenggang, karena Wakil rakyat tak tahan dengan nyanyian, apalagi jika wujudnya kritikan. Seharusnya makna lagu Slank harus diapresiasi, sebagai aspirasi. Kalaulah, lagi itu adalah sebuah energi, maka Senayan, akan lebih terhormat menerima isi lagu menjadi bahasan utama dalam bedah diri, untuk membenahi citra diri.
Hipotesis Slank diterima secara significan, bukti yang menguatkan selain fakta empiri penangkapan, adalah hadirnya penggede KPK, ke markas Slank..
JUDUL : The Best Albun SLANK Plus
PENGARANG: Tim Oryza [Penyusun]
PENERBIT: ORYZA. Jl. Nyutran MG II/1466 Yogyakarta Telp. [0274] 450171
CETAKAN :
ISBN: 979-3189-46-0
HALAMAN : 176
[Buku ini memuat lirik lagu yang bikin heboh itu, GOSIIP JALANAN, tepatnya di halaman; 20. Isi liriknya:


GOSSIP JALANAN
Pernahkah lu dengar mafia judi
Katanya banyak uang suap polisi
Tentara jadi,..pengawal pribadi
Apa lu tau mafia narkoba
Kluar masuk jadi bandar di penjara
Terhukum mati…tapi bisa ditunda
Siapa yang tau mafia slangkangan
Tempatnya lender lender berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan
Tangan kana hukum dikiri pidana
Dikasih uang… habis perkara
Apa benar .. ada mafia pemilu
Entah gaptek apa manipulasi data
Jual beli ..su..suara rakyat!
Mau tau ‘gak mafia di senayan!
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ..ujung-ujungnya duait!
Kacau balau negaraku ini
Pernah dengar ‘gak triakan Allhu Akbar..?
Pajke peci…tapi kelakuan bar-bar
Ngerusakin bar orang ditampar
Kacau balau negarakun ini
Kacau balau negaraku ini.

Jumlah lagu Slank di buku ini sebanyak 69 lagu.]

PEMUSIK JADI DUTA POLTIK:
Kita juga diingatkan nasib kelompok pemusik legendarais Koes Bersaudara [Koes Plus], sebagaimana yang ditulis pada buku bertajuk “Musisiku” dengan penerbit Republika.
Ketika Orde Lama masih kuasa, Koes bersaudara lagu-lagunya diberangus dan diboikot oleh RRI karena dituduh sebagai musik ngak ngik ngok yang dekaden “kebarat-baratan”. Juga menimpa Bang Haji Roma Irama di Zaman Orba.
Akhirnya nasib baik berpihak pada Koes Bersaudara, tumbangnya Orde Lama menjadi titik balik kesuksesannya. Bahkan oleh pemerintah Orde Baru dijadikan duta seni sekaligus diboncengi kepentingan politik.
Diam-diam Koes Plus memikul tugas pemerintah melalui Wapres Adam Malik dan Menteri Ali Mutopo untuk menjadi duta kesenian ke Timor Portugal [kini: Timor Laste). Keberangkatan Koes Plus ke Dilli disertai beberapa orang yang kemudian, diketahui ternyata mereka membawa sejumlah data intelejen tentang kemungkinan Timor Portugal bergabung dengan Indonesia. Saat itu memang banyak pihak yang memanfaatkan ketenaran Koes Plus untuk berbagai kepentingan, termasuk kepentingan Politik. [hlm:53]
……..Detail buku yang memuat, tentang Koes Plus:
JUDUL : Musisiku
PENGARANG: Denny Sakrie [Editor]
PENERBIT: Penerbit Republika. Jl. Pejaten Raya No,. 40 Jati Padang Jakarta Selatan 12540 Telp. [021] 7892845
CETAKAN : I Nopember 1997
ISBN: 978-979-110231-8
HALAMAN : viii+297 hlm. 20,5 x 13,5 cm.

REGGAE, MENJALIN PERSATUAN DAN KESATUAN..
…..Kita tahu Jamaika adalah pulau yang terletak di belahan barat Indian, 90 mi [145km] di sebelah selatan Kuba dan 100 mi [161] sebelah barat Haiti. Negra yang diiami suku Arawak Indian ini, dulunya adalah jajahan Spanyol. Disilah musik Reggae bersemi.
Reggae sebagai musik, mampu menuasai persatuan dan kesatuan. Ketika itu kerusuhan ras sedang terjadi, di negeri ini. Saat itu organisasi rasis “National Front” sedang tumbuh pesat. Namun kehadiran musik Reggae mampu menjadi “lem pelekat” yang mengikat. Sebuah kelompok Band yang beranggotakan multi ras, dan ber kostum hitam putih, mengetengahkan lagu yang bertemakan “unity” disaat negara tersebut sedang terpecah belah oleh isu rasial. ……[41]
Tentunya kita tidak terkejut dengan kekuatan musik ini, karena jati diri Reggae, adalah musik persatuan. Reggae sendiri adalah kombinasi dari iringan tradisional Afrika, Amerika dan Blues serta Folk [lagu rakyat Jamaika. Gaya sintesis ini jelas menunjukan kebinekaan, patas bila memeiliki energy penyatuan. Bahkan Reggae pernah di jadikan alat kampanye.
Detail buku :
JUDUL : Reggae [Musik, Spritual, dan Perlawanan]
PENGARANG: Jube
PENERBIT: O2. Penembahan Yogyakarta E-mail : redaksio2@gmail.com
CETAKAN : I April 2008
ISBN: 979-17343-2-1
HALAMAN : xii+155 hlm. 13 x 20 cm.
Wusana Kata:
[Musik,lirik lagu itu netral tergantung, siapa yang menggunakan. Ketika digunakan untuk tujuan-tujuan tertentu, juga membawa konsekuensi yang sepadan. Ada yang digunakan untuk menina bubuk, untuk membakar semangat, mengikat kesetiawakanan, bahkan juga untuk mengapresiasikan kekesalan.
Orang lain yang mendengarkan akan mengintepretasikan, tentunya sesuai dengan suasana yang terjadi ketika, atau yang melatari.
Dengan tulisan orang bisa merobohkan keangkuhan, dengan demostarsi dapat memblejeti dan menyadarkan, lagu pun bisa masuk ke wilayah itu.
Dari urutan kesantunan, lagu merupakan ekspresi seorang-orang atau kelompok yang masuk kategori "modesty"/sopan. Dibandingkan teriakan - teriakan, mengepresikan lewat lagu lebih berhati. Tapi memang efeknya beralur panjang. Lagu yang sudah merasuk ke relung hati terdalam manusia, akan tersimpan dalam momori yang tahan. Inilah yang bisa mencuci otak sehingga orang akan bangkit dan membesar]

Wednesday, April 16, 2008

PENULIS BUKU: CILIK, MENGGELITIK DAN MEMOTIVASI


Warung menemukan dua buku, yang dikreasi oleh penulis yang sangat belia, warung punya maksud yang terselubung agar, langganan warung itu termotivasi untuk menulis.
[anak kecil aja bisa, ......Guru Pasti Bisa,.....Dosen tambah bisa]

PERTAMA

Tulisan Abdurahman Faiz, ketika menulis masih kisaran umur 12 tahun.
Buku itu berkisah tentang “Negeri yang menggigil”, dan berbentuk kumpulan puisi, sehingga tidak mengherankan kalau, Sapardi Djoko Damono, memberi kata pengantar.
Betapa bangga orang tua Faiz, terlihat dari kata pengantarnya di buku ini.
Karyanya memang luar biasa, mulai kualitas dan kuantitasnya.
Karya lain Abdurahman Faiz :
  • Untuk Bunda dan Dunia [Kumpulan Puisi, DAR! Mizan 2004]
  • Guru Matahari [Kumpulan Puisi, DAR!Mizan, 2004]
  • Matahari Tak Pernah Sendiri [Kumpulan Tulisan Bersama, LPPH 2004]
  • Disini Ada Cinta [Kumpulan Tulisan Bersama LPPH 2004]
  • Aku ini Puisi Cinta [Kumpulan Puisi, DAR! 2005]
  • Jendela Cinta [Kumpulan Tulisan Bersama, GIP 2005]
  • Permen-permen Cinta Untukmu [Kumpulan Esai, DAR! Mizan 2005]
  • Tangan-Tangan Mungil Melukis Langit [Kumpulan Cerpen Bersama, LPPH 2006]
  • Antologi Puisi Empatik Yogyakarta [Kumpulan Puisi Bersama, 2006]
  • Nadya; Kisah dari Negeri Yang Menggigil [Kupulan Puisi, Juli, LPPH 2007]

Detail Buku :
JUDUL :Nandya Kisah dari Negeri Yang menggigil
PENGARANG : Abdurahman Faiz
PENERBIT : PT. Lingkar Pena Kreativa. JL. Keadilan Raya No.13 Blok XVI Depok 16418. Telp/Fax: [021] 7712100. E-mail: lingkarpena@indo.net.id
web: http://lingkarpena.multiply.com/
CETAKAN: Juli 2007
ISBN: 979-1367-03-5
JUMLAH HALAMAN : 54+ xiii hlm.; 20,7

KEDUA

M.Izza Ahsin membuat buku tentang kisah nyata perjalanan hidupnya, ia merasakan terpenjara oleh sekolah formal. Perjalanan hidup itu ditorehkan dalam bentuk buku dengan Judul “Dunia Tanpa Sekolah”. Buku ini sangat memotivasi semua orang untuk bisa menulis. Semua pasti bisa menulis karena dapat dipastikan punya kisah hidup, kisah hidup itu adalah modal, yang mudah dituangkan. Ketika menulis kisah perjalanannya, Izza berusia 15 tahun, sangat belia.
Kisah perjalanan M. Izza Ahsin ternyata menjadi buku best seller, bahkan dijadikan rujukkan bagi pendidikan alternatif [homeschooling]. Kisah hidupnya ditulis dengan teliti dan rinci, selanjutnya dihadirkan kepada pembacanya, sehingga menyita halaman buku sampai 248 halaman. Mudah-mudahan termotivasi.

Detail Buku :
JUDUL :Dunia Tanpa Sekolah
PENGARANG : M. Izza Ahsin
PENERBIT : Read! Publishing House [kelopok Mizan]. Jl. Cinabo No. 135 Cisaranten Wetan Ujung Berung. Bandung 40294 Telp: [022] 7834310 e-mail: readpublishinghouse@yahoo.com
CETAKAN: April 2007
ISBN: 979-3828-42-2
JUMLAH HALAMAN : 252 hlm.; 19 Cm

7 JURUS JITU MENULIS BUKU BEST SELLER


Buku ini menawarkan formula jitu kepada pembacanya, untuk memiliki ketrampilan sekaligus keyakinan. Tidak hanya jurus jitu menulis buku, namun masih ditambah trik-trik khusus bin istimewa.
Motivasi untuk menulis tidak ketinggalan dipaparkan, bahkan dapat dikatakan semi agitasi nan provokasi. Terlihat dalam uraian kata pengantar buku ini.
Satu kata kunci yang penting dan perlu Anda ingat bahwa “Semua orang bisa menjadi penulis buku bestseller”. Jadi, jangan ragu lagi! Inilah saat membuktikannya. Just do it! Jangan merasa “diri” tidak mampu. Coba gali kemampuan diri Anda, jangan pernah menengok ke belakang saat Anda tengah mengasah kemampuan diri-karena itu hanya akan mematahkan semangat Anda untuk maju. Motivasi diri Anda dengan berkata:
“kalau mereka bisa…Aku juga bisa jadi penulis buku bestseller” .
Sebelum memasuki jurus-jurus, maka terdapat kata kunci yang harus dipahami, yakni:
1. Curahkan gagasan [brainstorming]
2. Kembangkan gagasan
3. Buat peta pikiran [mind mapping]
Jika anda telah mengantongi kata kunci ini, selanjutnya anda akan masuk ke wilayah yang lebih dalam, yakni membuat jurus jitu dan trik yang mengasyikkan. Buku ini, ternyata mampu memberikan formula cantik dan jitu.
7 JURUS YANG DIMAKSUD BUKU INI ANTARA LAIN:
1. Bangkitnya hasrat menulis
2. Merawat ketekunan seorang-orang dalam menulis
3. Bagaimana memulai menulis
4. Momotivasi diri untuk menulis dan sadar manfaat yang diperoleh
5. Pahami teknik menulis buku
6. Kenali bahasa penulisan buku
7. Lakukan riset yang menyeluruh.

BAGAIMANA BUKU INI MEMOTIVASI:
Membangun rasa bangga, percaya diri serta menyadarkan, betapa manfaat besar yang dapat direguk oleh sang penulis terpapar jelas sebagai bahan motivasi. Manfaat itu adalah:
  1. Self Expression: Menulis memungkinkan kita untuk bisa mengekpresikan perasaan hati, pikiran, dan keinginan.
  2. Self Image or Personal Branding. Dengan menulis Anda bisa membangun citra diri [self image] sebagai seorang-orang yang memilki wawasan intektualitas, dan berkualitas
  3. Self Confident: Semakin baik Nada membuat tulisan, secara otomatis Anda telah membangun citra diri sebagai seorang penulis yang berkualitas, yang selanjutnya akan membantu membangun kepercayaan diri [self confident]
  4. Agent of Change. Dengan menulis, Anda dapat menuangkan berbagai macam ide yang dahsyat, yang selanjutnya mampu mempengaruhi orang lain.
  5. As Teacher: Anda tidak terasa telah menjadi Guru- sesuai dengan ranah yang ada tulis. Bahkan menjadi Guru berbagai mata pelajaran. Menulis membuat Anda menjadi seorang professor [guru besar yang sesungguhnya].
  6. Sharing : Anda dapat berbagi rasa, pengetahuan dan harapan. Anda telah menempati wilayah terhormat, alias menjadi Guru teladan melalui tulisan
  7. Profit Making : Anda akan memperoleh manfaat financial. Dengan menulis artikel di media massa, Anda bisa mendapatkan honor. Jika sempat menorehkan pikiran dalam bentuk buku, royalty menunggu.
  8. Healthy Life:Ternyata menulis juga memberikan manfaat bagi kesehatan. Dengan menuangkan apa yang ada dalam perasaan dan pikiran Anda, secara tidak langsung Anda dibantu untuk menghilangkan satu garis keriput di kantong mata Anda
  9. Trauma Healing: Menulis juga bisa menjadi terapi penyembuhan [trauma healing]. Menulis memungkinkan seorang untuk bisa mencurahkan segala kesedihan atau perasaan yang menggangu pada selembar kertas sehingga kesedihan atau kekuatiran dalam diri bisa dibuang.
  10. Dakwah. Menulis juga bisa menjadi sarana dakwah dan syiar- da’wah bil qolam [dakwah melalui tulisan]. ---------[hlm 42-43]

9 KATA “JANGAN” YANG HARUS DIELIMINASI:

Menghilangkan rintangan, identik menumbuhkan kemauan. Inilah yang harus dikedepankan bagi seorang-orang yang ingin merawat dan mengarahkan energinya untuk menulis. Buku ini memberikan isyarat, bahwa seorang penulis harus mampu menanggal 9 perkara, yakni:

  1. Jangan memikirkan teori menulis
  2. Jangan menulis sesuatu yang tidak Anda kuasai
  3. Jangan terlalu memikirkan gaya [style] menulis
  4. Jangan menulis buku tanpa melengkapi bagian-bagian buku, seperti prakata, daftar pustaka, kata pengantar….dll
  5. Jangan mengirim naskah tanpa pengantar yang memprovokasi
  6. Jangan menulis tanpa berempati pada pembacanya
  7. Jangan menulis tanpa referensi
  8. Jangan asal menulis
  9. Jangan menolak bila editor hendak menyunting, dan jangan menolak untuk dikrtik atau dikritisi.----[hlm:23]

BAHASA PENULISAN BUKU:

Kalau manusia memiliki cirri personal [personality traits], buku juga punya karkter penulisan. Misalnya bahasa penulisan buku. Ciri-ciri itu adalah:

  1. Singkat
  2. Padat
  3. Sederhana
  4. Lugas
  5. Menarik

Jelas Anda harus berada di pusaran ini, ketika anda telah melaju menuju penulisan buku

5 TAHAPAN JURUS PENULISAN BUKU:

Tahapan ini harus anda lakukan dan lakukan secara berurutan [skeunsial]

  1. Prewriting [pra-menulis], temuka topic, tentukan target
  2. Outlining [penulisan naskah awal] kumpulkan referensi alias buku daya dukung
  3. Writing [pembahasan isi naskah] tulis yang ada dikepala Anda
  4. Rewriting. Belajarlah untuk menulis ulang naskah Anda,
  5. Editing , merupakan finishing touch, perbaiki dan perbaiki.
    ---[hlm ;45-47]

DETAIL BUKU:
JUDUL :7 Jurus Jitu menulis buku best seller
PENGARANG : Dra. Eni Setiati
PENERBIT : CV. ANDI OFFSET [Penerbit Andi] Jl Beo 38-40.Yogyakarta 55281. Telp. [0274] 561881,
CETAKAN: I 2008
ISBN: 979-97714-1-2
JUMLAH HALAMAN : viii + 120 hlm: 12 x 19 Cm.

QUANTUM WRITING :MERANGSANG MUNCULNYA POTENSI MENULIS

JUDUL :Quantum Writing [Cara Cepat nan Bermanfaat untuk Merangsang Munculnya Potensi Menulis].
PENGARANG : Hernowo
PENERBIT : MLC. [Mizan Leraning Centre] Jl Golf Barat X No. 2, Bandung 40293 Telpon [022] 7103950, 7273114. E-mail: penerbit@,izanic.com web: http://www.mizanic.com/
CETAKAN: V Juli 2006
ISBN: 979-97714-1-2
JUMLAH HALAMAN : 244 hlm: 23,5 cm.
Quantum: merubah energi potensial menjadi cahaya, yang digunakan melejitkan apa saja, saat ini digunakan Hernowo untuk memberi judul bukunya. Tentunya potensi itu, diarahkan pada sebuah kemampuan seorang-orang untuk menulis. Oleh karena itu buku itu, diberi judul Quantum Writing. Buku ini menjajikan sebuah konsep baru dalam menulis buku. Disamping teknik-teknik menulis, Hernowo selalu memprovokasi dan memotivasi pembacanya.
Seperti yang biasa dilakukan oleh Hernowo dalam berbagai bukunya, mengambil pikiran dan tulisan orang-orang berprestasi, untuk dijadikan teladan. Seperti pemikiran Stephen R.Covey hingga J.K. Rowling.
Lahirnya buku ini kelihatannya di ilhami oleh keberhasilan buku Quantum Learning dan Quantum Teaching buah karya Bobbi DePorter.
Bila dicermati lebih dalam, buku ini merefleksikan model gaya belajar dan mengajar, seperti, Quantum Learning, hal ini dapat dilihat pada Bab 6. [hlm 177] yang membahas “Menulis_sinergis Gaya Quantum Learning. Kemudian Bahasan Bab 7. [hlm : 191] membahasa Menulis Gaya Accelerated Learning] Colin Rose.
Pemikiran dan hasil penelitian James W. Pennebeker, acapkali ditonjolkan dalam buku ini, diharapkan mampu menjadi pembangkit.

[1]
Pemikiran James W. Pennebeker:
Menulis tentang hal-hal yang negative akan memberikan pelepasan emosonal yang membangkitkan rasa puas dan lega.
[2]
Hasil penelitian James W. Pennebeker
Orang-orang yang menuliskan pikiran dan perasaan terdalam mereka tentang pengalaman traumatis menunjukkan peningkatan fungsi kekebalan tubuh dibandingkan dengan orang-orang yang menuliskan masdalah-masalah remeh remeh.
[3]
Menulis tentang pikiran dan perasaan terdalam tentang trauma yang mereka alami menghasilkan suasana hati yang lebih baik, pandangan yang lebih positif, dan kesehatan fisik yang lebih baik.

Manfaat menulis menurut James W. Pennebeker:
  • Menulis menjernihkan pikiran
  • Menulis mengatasi trauma
  • Menulis membantu mendapatkan dan emngingat informasi baru
  • Menulis membantu memecahkan masalah
  • Menulis bebas membantu kita ketika kita terpaksa harus menulis.

Buku ini juga menyampaikan dua hal penting terkait dengan menulis:
1. Gaya tulisan tidak didapat dari menulis, melainkan dari membaca.
2. Menulis bisa membantu kita menyelesaikan masalah dan menjadikan kita semakin cerdas
Semakin banyak membaca semakin baik tulisannya.
Hunting [1967] memaparkan riset untuk desertasi, yang menunjukkan bahwa kuantitas tulisan tidak berkaitan dengan kualitas tulisan. Gaya tulisan berasal dari membaca bukan dari menulis, sejalan yang diketahui tentang kemahiran berbahasa: Kemahiran berbahasa diperoleh melalui masukkan [input], bukan keluaran [output]. Dengan demikian jika Anda menulis satu halaman sehari, gaya tulisan Anda tidak akan meningkat. Namun membaca akan memberikan amunisi dalam menulis.

BUKU YANG MEMOTIVASI DAN PROVOKASI

“Menjadi Guru Yang Mau dan Mampu Membuat Buku”
B
uku ini niatannya baik, menurut penulisnya, Herowo buku ini, adalah buku pengayaan untuk Guru”. Dan melalui buku ini, Hernowo ingin para Guru mendapatkan “harta karun” berupa motivasi dan kepercayaan diri bahwa para Guru dapat membagikan pengalaman menariknya kepada orang lain, terutama kepada para murid yang dicintai, lewat buku-karya citaannya.
Harapannya adalah buku yang bergizi, alias sebuah karya yang memberdayakan dan bukan karya yang membinasakan.
Buku ini memberikan terminology buku bergizi, dan di tulis dalam box berbentuk papan tulis, terkesan khusus. Dengan box itu, harapannya agar pembaca tersedot perhatiannya.
Adapun isi box tersebt antara lain:
Ciri-ciri Buku Bergizi:
Penlisnya memliki ketrampilan membaca dan menulis oke banget
Ada, sedikitnya, satu komponen buku yang merangsang selera untuk membaca buku tersebut
Ditemukan sederetan teks yang benar-benar memberdayakan pembacanya.
[hlm:20]
  • Buku yang bergizi adalah buku yang dapat memberikan semangat kepada para pembacanya untuk bangkit membaca buku lagi.[hlm:24]
  • Buku yang bergizi adalah buku yang mampu mengubah diri pembacanya ke arah yang lebih baik [hlm:46]
  • Buku yang bergizi adalah buku yang merekam sebuah peristiwa secara apa adanya tanpa “gincu” dan “bedak”[hlm:52]
  • Buku yang bergizi akan mendorong seorang pembacanya untuk menjadi seorang penulis andal [hlm:54]
  • Sebuah buku hanya akan dapat diserap “gizi”nya apabila usai membaca buku tersebut, seorang pembaca buku kemudian “mengikat” [menuliskan] hal-hal mengesankan yang diperoleh dari buku tersebu [hlm: 66]

Daya pemicu agar guru memulai menulis, dapat ditemukan pada halaman 63, catatan harian dan menulis bebas adalah energi awal yang melejitkan tulisan kita. Energi ini adalah daya bangkit, sehingga orang yang melakukannya akan dapat dipastikan terjaga dari virus kemalasan.
Konsep James W. Pennebaker telah membuktikannya, jika seorang-orang menulis secara bebas tentang yang dialaminya sendiri-baik itu berkaitan dengan trauma maupun tentang hal-hal yang mengesankan akan membuat tubuh dan jiwa sehat. Atau gunakan juga metode penumpahan dengan menggunakan otak kiri dan otak kanan dalam mengawali menulis sebagaimana yang dianjurkan oleh Tony Buzan [mind mapping] atau Gabriele Rico [Clustering] agar apa yang kita tumpahkan dapat membawa seluruh diri kita keluar.
Oleh karena itu sediakan buku harian anda dan menulislah setiap hari, dengan gaya “kredit” atau mencicil, serta gunakan kata ganti orang pertama [aku] untuk mengawali tulisan dalam bentuk catatan harian. Bacalah pengalaman diri. Bacalah apa yang bergelok di dalam diri. Bacalah yang ada di pikiran dan perasaan Anda ketika Anda mau mengawali menulis. Lalu tumpahkanlah secara bebas. Alirkanlah apa yang ingin Anda alirkan….
Itulah daya bangkitnya, dan lakukan.

Detail Buku :
JUDUL :Menjadi Guru yang mau dan mampu membuat buku.
PENGARANG : Hernowo
PENERBIT : MLC. [Mizan Leraning Centre] Jl Golf Barat X No. 2, Bandung 40293 Telpon [022] 7103950, 7273114. E-mail: penerbit@,izanic.com web: http://www.mizanic.com/
CETAKAN: I Pebruari 2005
ISBN: 979-3611-09-X
JUMLAH HALAMAN : 100 hlm: 25 cm.

Monday, April 14, 2008

INILAH BUKU TENTANG BUKU

Sebenarnya menulis buku itu, tidaklah sulit. Hindari mitos ”sulit”,”talenta” dan ”prokratinasi”adalah virus yang acapkali menjangkiti orang untuk menulis. Mengeliminasi ketiganya adalah kemutlakan yang harus di lakukan, dan tanpa harus melakukan tawar menawar. Untuk menghilangkannya, adalah ”agitasi diri”, yakni secara individu melakukan provokasi-provokasi pada dirinya.
Mitos Sulit:
Seorang yang telah melalang buana dalam dunia tulis menulis, pernah memprovokasi semua orang untuk menulis. Mitos sulit harus ditanggalkan, provokasi itu ditulis dengan tajuk ”Menulis itu gampang”. Benar Gampang! Itulah simpulan seorang Arswendo Atmowiloto, ketika memprovokasi.
Menulis adalah talenta:
Sejak dulu seorang-orang filsuf telah membatahnya, sebut nama John Locke, bapak empirisme, manusia dapat berkembang dan dikembangkan pikirannya setelah menangkap realita di depan matanya. Dikaitkan dengan tulis menulis, tidak harus bakat artinya menulis itu tidak memerlukan bakat, jika saja pengalaman empirik telah mengumpal di benak manusia, maka upaya mencairkannya ditempuh dengan menulis. sebagaimana yang dikatakan Among Kurnia Ebo, wartawan nasional dari terbitan terkenal di Indonesia. Bakat itu tidak perlu.
Mitos prokratinasi :
Prokratinasi itu adalah sifat manusia yang cenderung menunda pekerjaan, perilaku ini sering menjangkiti seorang-orang ketika akan mencuci pakaian, seringkali pekerjaan itu ditunda. Samakin lama kita menunda semakin menumpuk pakaian yang akan dicuci, akhirnya mutu cucian akan terganggu. Alias kurang bersih bin berbau. Peristiwa ini akan menjangkiti manusia yang sering menunda menulis, maka selamanya orang itu tidak akan menulis.
Mitos harus dibongkar di benak kita, alihkan ke sebuah pikiran cerdik, ikuti kata bijak Norman Vincent Peale. ”You Can if you think you can”, anda bisa jika pikiran anda menyataan biasa. Aku bisa, aku bisa, dan aku bisa.
Warung kami ingin menjembatani, banyak buku-buku yang berperan memicu seorang-orang untuk menulis, ada yang menggugah wawasan, dan ada pula yang membelajarkan. Kunci-kunci sukses telah ditebarkan, tentunya tindakan nyata perlu dilakukan.
Koleksi buku untuk masalah tulis menulis, berjimbun di warung kami, namun tidak semua bahas secara bersama. Untuk kali ini, warung akan mencandra 4 buku yakni:
  1. How to Write , Your Own Text Book Cara Cepat dan Asyik Membuat Buku Ajar yang Powerful, [R.Masri Sareb Putra]
  2. Jurus Maut Menulis & Menerbitkan Buku [ M.Hariwijaya]
  3. Anatomi Buku, Inilah buku tentang buku, referensi super bagi Anda pecinta dan pengiat buku. [Iyan Wb]
  4. Cara asyik menjadi penulis beken [Aguk Irawan MN]

MENCANDRA BUKU: CARA ASYIK MENJADI PENULIS BEKEN

JUDUL : Cara Asyik menjadi penulis beken
PENGARANG: Aguk Irawan MN
PENERBIT: Arti Bumi Antara. Jl. Mangkuyudan MJ III/216 Yogyakarta 55143 Telp. [0274] 380228
CETAKAN: I, April 2008
ISBN : 978-979-15833-2-9
JUMLAH HALAMAN : xii + 176 halaman. 13 x 21 cm

Energi Penulis:
Jika anda merupakan seorang-orang yang termasuk dalam indicator berikut ini, maka anda memiliki harapan menjadi penulis beken, tentunya masih dalam ketegori nominasi. Dan predikat penulis beken di sandang ketika Anda mulai melakukannya. Indikasi tersebut antara lain:

  • Mental baja, karena bagi seorang penulis mental adalah segala-galanya. Apalagi jika Anda memiliki kemauan membangun dan merawat mental.
  • Jika Anda seorang-orang gemar yang membaca, Anda mengantongi modal menjadi penulis beken karena, membaca adalah energi yang mensupport.
  • Kerja keras, adalah energi yang siap dirubah menjadi cahaya. Cahaya inilah yang mengantarkan tulisan-tulisan anda.
  • Jika Anda seorang pengamat, maka tulisan anda pasti memikat, karena kemampuan memahami fakta adalah, bahan tulisan yang tidak pernah kering.

ATM bukan ATP
ATM dalam terminologi menulis adalah Amati, Tiru dan Modifikasi, bukan ATP yang jika dipanjangkan menjadi Amati, Tiru dan Persis.
Originalitas adalah tuntutan bagi seorang penulis, namun melakukan pembandingan, pemotretan yang lebih indah dari warnanya aslinya, boleh dikatakan wajar.
Tak seorangpun mau dikata sebagai plagiat, apalagi disebut dengan penulis “kopian”, celakalah jika julukkan itu melekat pada diri Anda. ATM adalah dongkrak inspirasi, sehingga kita bisa membuata sesuatu yang lebih baik, atau lebih indah dari warna aslinya. Bukankah, sutu produk selalu memerlukan perbaikan secara terus menerus [continous improvement].
Ragam tulisan:
Ternyata menjadi penulis itu, harus juga mengetahui ragam tulisan, karena tanpa mengetahui, maka seorang penulis akan tersesat dari kotak yang satu, ke kotak yang lain. Apalagi setiap ragam tulisan memiliki karakter yang serba beda. Ragam itu antara lain:

  1. Tulisan fiksi, merupakan tulisan rekaan, maka anda harus jadi pengarang
  • Tulisan puisi, sebelum cerpen dan novel lahir, biasanya seorang penulis berkarya dalam ranah puisi. Puisi-puisi inilah yang memicu penulis fiksi berlanjut pada penulis cerpen dan penulis novel.’
  • Tulisan cerpen, adalah tulisan yang kerap memasukkan latar belakang, tema, pelukisan watak, serta dialog-dialog yang sifatnya pendek.
  • Tulisan Novel, adalah karangan fiksi yang paling panjang halamannya. Novel biasanya punyai alur cerita yang diungkapkan dengan aksi atau adegan-adegan, cara berbicara, suasana serta pikiran-pikiran para tokohnya. Alur novel, secara umum bisa disederhanakan menjadi tiga hal: Pendahuluan Konflik, Klimaks Konflik, Ending atau penyelesaian. Namun demikian ada juga novel yang tanpa penyelesaian.

Tulisan non fiksi:

Tulisan non fiksi, merupakan tulisan yang menggambarkan kejadian yang sebenarnya. Fokus menceritakan kisah satu peristiwa. Tulisan non fiksi selalu melibatkan kerja pikiran secara logis. Oleh karenanya, karangan ilmiah termasuk kategori non fiksi. Yang dikategorikan tulisan non fiksi anatar lain : Artikel ilmiah , resensi, berita, opini, biografi, hasil wawancara, feature, renungan dan editorial.

Kunci Menjadi Penulis Brillian:
1. Menulis adalah hidup itu sendiri
2. Jaga sumur ide agar tidak kering
3. Latihan adalah sarapan penulis
4. Jangan bosan merivisi
5. Tertib dokumentasi
6. Publikasi
7. Bangun komunitas
Untuk membangkitkan buku ini juga menuliskan riwayat hidup singkat penuli ternama seperti:

  1. Leo Tolstoy [1828-1920]
  2. Victor Hugo [1802-1885]
  3. Khalil Gibran [1883-1931]
  4. Fyodor Dostoyevsky [1821-1881]
  5. Enid Blyton [1897-1968]
  6. Pramoedya Ananta Toer [1925-2006]

MENCANDRA BUKU “HOW TO WRITE YOUR OWN TEXT BOOK “

[Cara Cepat dan Asyik Membuat Buku Ajar Yang Powerful!]

JUDUL : How to write your own text book
PENGARANG: R. Masri Sareb Putra
PENERBIT: Kolbu Jl. Pandaringan No. 39 A Gegerkalong Bandung 40153 Tel. [022] 2003235, 2023145. E-mail: editorialmqs@mq.co.id Web: http://www.mqs.co.id/
CETAKAN: I, Juli 2007
ISBN : 978-99681-1-6-X
JUMLAH HALAMAN : xvi + 192 halaman. 13,0 x 19,0 cm

Buku ini, mencerahkan dengan memotivasi pembaca, untuk memahmi manfaat menulis, faktor yang menghambat dan mengajak mengintip dapur penerbitan.
MANFAAT MANULIS BUKU:
Pertama, Anda mendapat kepuasan Jiwa karena telah menuangkan gagasan kreatif. Kepuasan menulis identik dengan seorang pelukis yang telah merampungkan karya besarnya. Jiwa terasa penuh dengan kepuasan dan kebanggaan.
Kedua, Anda mendapatkan nama baik dan dikenal luas oleh publik. Dengan munculnya nama Anda berulang-ulang baik di Media massa maupun di dunia buku, maka Anda akan diingat seumur hidup
Ketiga, mendukung dan memperkuata citra profesi Anda.
Keempat, tajamnya tulisan Nada dapat menggetarkan dinding-dinding kekuasaan yang angkuh dan merobohkan tembok keangkuhan.
Relima, jira kita kembali kepangkuan Ilahi, tulisamn kita akan tetap hidup dan api semangat yang kita kobarkan tetap tertanam di lubuk hati para pembaca.
4- FAKTOR PENGAHAMBAT:
Hambatan paling klasik yang menjadi alasan para Guru adalah masalah waktu. Sebenarnya banyak diantara Guru yang memiliki potensi dan motivasi untuk menorehkan buah pikirnya dalam bentuk buku. Tapi pada umumnya mereka dihantui oleh beberapa pandangannya sendiri, sehingga ”phobia” yang lebih melekat pada diri seorang Guru, dibandingkan dengan daya picu untuk maju.
R. Masri Sareb Putra, seorang-orang mantan promotion manager PT Grasindo, dan mantan managing Penerbit Indeks, Kelompok Gramedia , menutur beberapa jenis ”phobia’ yang sering hadir dalam diri orang. Yakni:
Demophopbia [ a fear of people (Audience) ].
Demophopbia adalah ketakutan akan khalayak yang akan membaca tulisan kita nantinya. Belum menulis kita sudah dihantui oleh perasaan ini. Jika hal ini terjadi, selamanya kita tidak pernah menjadi penulis.
Laliophobia [ a fear os spesking (I can’t write them down with my own words!]
aliophobia adalah ketakutan akan tidak kemampuan mengungkapkan/menulis pikiran [hati] Anda ke dalam tulisan
Katagelophobia [ a fear ridicule]
Katagelophobia adalah ketakutan diejek/dicemooh, hal ini wajar terjadi manakala seorang-orang tersebut memiliki personality yang perfeksionis. Padahal, tidak ada sesuatu yang sempurna di dunia ini. Yang terpenting adalah kesungguhan, saat Anda merasa demikian, pastikan segera untuk menulis.
Moneyphobia [ a fear of find nothing from writing]
Moneyphopia adalah ketakutan yang muncul pada seorang-orang yang memiliki orientasi setiap kegiatan diukur dengan uang. Pada hal menulis adalah investasi jangka panjang yang tuidak bias langsung “cash cow
Mengintip Dapur Penerbit, melalui kuadran penilaian.
Buku ini menuturkan aspek-aspek yang dinilai, agar sebuah tulisan dimuat, antara lain:
1. Siapa Anda?
2. Bagaimana isinya?
3. Apakah pasarnya?
4. Berapa harganya/tebalnya?
Selanjutnya kuadran penilaian yang dimaksud adalah:
A = Isi bagus, ada pasarnya
B = Isi kurang bagus, ada pasarnya
C = Isi nyrempet-nyerempet [membahayakan], ada pasarnya
D = Isi jelek , tidak ada pasarnya


MENCANDRA BUKU “JURUS MAUT MENULIS & MENERBITKAN BUKU ”

JUDUL : Jurus Maut menulis & menerbitkan Buku
PENGARANG: M.Hariwijaya
PENERBIT: EIMATERA Publishing Jl.Unggas 220, Sorowajan, Yogyakarta Tel. [0274] 552818. E-mail: elmaterapublisihing@yahoo.com
CETAKAN: I, Desember 2007
ISBN : 978-161-617-5
JUMLAH HALAMAN 233 halaman.
Menurut buku ini dunia penulisan merupakan belantara yang luas tak terhingga. Dan untuk merambahnya diperlukan energi dan nyali yang diikuti pula dengan ketekunan. Tidak ada solusi tunggal sebagai kunci ajaib yang serta merta merubah orang menjadi penulis dadakan.
Melalui buku ini pembacanya diharapkan, memperoleh senjata, sebagai jurus maut membuat buku, antara lain:

  • Cara menulis Tanpa Bakat dan Teori
  • Trik Pintar Menulis Artikel dan Esai
  • Mencari Sumber Inspirasi Tiada Henti
  • Meniupkan Ruh pada Tulisan
  • Mengatasi Kendala Umum dalam Menulis
  • Mengemas Tulisan Secara Ilmiah Populer
  • Menjadikan Naskah Layak terbit dan Layak Jual
  • Mengetahui Penghasilan Finasial Seorang Penulis
  • Para Penulsi yang Menggerakan Dunia.

Penulisan Populer.
Buku ini mengkabarkan bahwa esai astronomi Stephen Hawking, A Brief History of Time, observasi antropologis Oscar Lewis, Children of Sanchez, dan skripsi Soe Hoe Gie tentang Pemberontakan Madiun, Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan, bias dinikmati seperti sebuah novel. Hawking, Lewis, Hok Gie, Bondan dan Baraas adalah penulis, ”pakar” yang mampu menstrandensikan tema-tema spesifik menjadi bahan bacaan bagi khalayak yang lebih luas.
Mereka tak hanya pintar mengadopsi teknik penulisan populer, tetapi mampu membawakan style mereka dalam semua gaya tuliasnya. Untuk mencapai ketrampilan penulis semacam itu diperlukan sejumlah prasyarat dan sikap mental tertentu:
1. Kepekaan
2. Berbagi
3. Ketekunan
4. Keterlibatan
5. Kekayaan bahan
6. Kemampuan bercerita
Buku ini juga memberikan resep tulisan yang pasti dimuat Media Massa:
1. Fakta akurat
2. gagasan tulisan jelas dan orisinil
3. Rumusan masalah jelas
4. Bahan tulisan aktual
5. Bentuk penuturan menarik
6. Pintar memainkan Jargon dan Istilah Teknis
7. Tidak banyak kesalahan ketik dan efektif
8. Menggunakan kata kerja aktif
9. Tak menggurui publik
10. Pintar memakai anekdot
11. Menghormati keragaman pendapat
12. Tata Bahasa dan Ejaan sesuai kaidah
13. Menggunakan Lead yang ciamik
Kendala Umum Dalam Menulis:
Seorang penulis, ternyata juga memiliki kendala, namun sangat disayangkan kalau itu hanyalah alasan belaka, apalagi sebagai apologia.

  • Tak ada waktu: ”tidak punya waktu!sibuk! adalah alasan paling kuno untuk menunda pekerjaan. Alias kambing hitam, yang serting hadir.
  • Tak ada yang harus ditulis: Aktivitas menulis sangat dekat hubungannya membaca. Menulis adalah menuangkan gagasan, sebagaimana cangkir menuangkan teh. Jika kita tidak memberinya in-put, maka tentu saja apa yang dituangkan menjadi kosong.
  • Ditolak Media/Penerbit: Jika tulisan anda tidak dimuat, jangan cepat-cepat menarik kesimpulan bahwa tulisan Anda mutunya payah.
  • Kepercayaan diri yang rapuh: mengambil kata bijak Presiden Soekarno. ”sesungguhnya bukan pekerjaan yang membunuh manusia, tetapi rasa takutlah pembunuh yang kejam” . Sementara itu Ralp Emerson mengatakan, ”ketakutan selalu muncul dari ketidaktahuan”. Percaya diri adalah modal dasar sekaligus energi

Catatan: Buku buku ini penuh dengan sitiran kata-kata bijak yang menggugah pembacanya untuk menangkal ”kemalasan” dan membangkitkan potensi untuk menulis. Misalnya:


”Ubahlah batu-batu sandungan Anda menjadi batu-batu loncatan”

[Raden Sosro Kartono]
”Inspirasi atau ilham adalah pertemuan antara alam sadar dan bawah sadar dalam diri manusia” [Leo Trosky]
“Kebijaksanaan bukan diwariskan atau diperoleh sejak lahir, tetapi harus dipelajari

[Jalaluddin Rumi]

MENCANDRA BUKU “ANATOMI BUKU”

JUDUL : Anatomi Buku [ Inilah buku tentang buku. Referensi super penting bagi Anda pecinta dan pengiat buku”
PENGARANG: Iyan Wb.
PENERBIT: Kolbu Jl. Pandaringan No. 39 A Gegerkalong Bandung 40153 Tel. [022] 2003235, 2023145. E-mail: editorialmqs@mq.co.id Web: http://www.mqs.co.id/
CETAKAN: I, Januari 2007
ISBN : 979-99681-1-4-3
JUMLAH HALAMAN: xii+ 100 halaman. 14,5 x 20 cm

Buku berbeda, apa yang membuat berbeda? Karena buku ini berupaya membuka secara detail tentang anatomi buku. Buku ini lebih dekat dikatakan „kamus membuat buku“, karena dalam pembahasannya menampilkan terminologi-terminolgi perbukaan. Misalnya, apa yang dimaksud dengan:
1. Halaman pendahulu
2. Halaman Teks Isi
3. Halaman Penyudah
4. Penomioran Halaman
5. Judul lelar
6. Sampul dan jacket
7. Fisik Buku
Terminologi buku baik, menurut kutipan dari Zaibaidi, dalam Berita Buku [56, 1997:12], secara garis besar , „buku yang baik dan akan tetap dikenang pembacanya“, minimal memenuhi tiga syarat yakni:

  1. Memenuhi kebutuhan pasar atau konsumen
  2. Mempunyai manfaat bagi konsumen, baik untuk menambah wawasan atau sekedar pelepas kepenatan pikiran
  3. Memiliki daya pikat [bargaining position], yaitu perwajahan luar elok dan perwajahan dalam baik, terutama deskripsi substansi.

Melalui buku ini pembaca akan mendapatkan informasi khusus, yang mungkin jarang diketahui, misalnya:
Apa yang disebut dengan halaman Perancis?
Apakah Judul ”lelar ”itu?[running title]
Apakah judul hidup itu? [living title]
Apakah judful mati itu? [dead title]
Resep bagaimana mempertimbangkan pemilihan huruf ?
Apa fungsi ilustrasi sebenarnya?

Wusana kata:

[Masih banyak buku-buku yang membangkit setiap orang untuk menulis, seperti tulisan Hernowo terbitan Mizan Group, akan diposting tersendiri. Buku Hernowo menceriterakan tentang ciri-ciri buku bergizi].

Thursday, April 3, 2008

GUS DUR & MUHAIMIN HANYA AKRAB DI SAMPUL BUKU

YA ALLAH,....... MOHON JANGAN PISAHKAN GUS DUR dan CAK IMIN, KEDUANYA NASIONALIS TULEN ! AMIN
Seperti tersengat lebah dengan kekuatan beribu-ribu volt, atau setara dengan sengatan lebah empat kecamatan, ketika mendengar Cak Imin [Muhaimin Iskandar] sedang diambang talak tiga. Banyak orang yang meradang dan berang, namun banyak pula yang senang karena merasa menang. Tapi bagi warung kami merasa rugi, ini pertanda buruk akan punahnya tulisan-tulisan karya populis Muhaimin yang bercerita tentang Gus Dur.
Sulit dibayangkan kecewanya para kolektor buku tulisan Cak Imin, utamanya yang bercerita tentang Gus Dur. Disamping tulisannya dengan gaya bahasa yang mengalir, kemampuan menerjemahkan pikiran Gus Dur, belum ada yang menandinginya. Tidak semua semua orang memiliki kemampuan seperti Muhaimin. Tapi ranah politik saat ini berbicara lain, Cak Imin harus cerai dengan tokoh tulisannya.
Beberapa buku buah karya Cak Imin, selalu dan selalu ada pengantar Gus Dur, memang keduanya pantas sebagai mentor. Muhaimin Iskandar pada sisi ini sebagai penterjemah pemikiran sekaligus benteng akademik, sedangkan Gus Dur adalah seorang-orang pelaku arif yang acapkali pemikirannya dan pola perilakunya sulit dicerna dengan cepat, dan memerlukan penterjemah. Di sinilah peran sentral Cak Imin sebenarnya.
Buku-buku Muhaimin yang berada di warung kami, semuanya berkisah tentang kearifan Abdurrahman Wahid. Kesan dekatnya dengan mantan Presiden RI Ke 4 tidak terbantahkan ketika membaca buku-buku Cak Imin. Bahkan orang mengatakan Gus Dur adalah panutan Muhaimin, lebih jauh dapat dikatakan Muhamin sangat fanatic terhadap Gus Dur.
Buku A. Muhaimin Iskandar yang nongkrong di warung kami:
  1. Gus Dur Yang Saya Kenal [Catatan Transisi Demokrasi kita], Pengantar: KH. Abdurrahman Wahid. Penerbit LKIS
  2. Spiritualitas Sepak Bola [Perspektif Sosial Politik 2006], Pengantar: KH. Abdurrahman Wahid. Penerbit Klik. R. Yogyakarta
  3. Gus Dur, Islam dan Kebangkitan Indonesia. Pengantar: KH. Abdurrahman Wahid. Penerbit Klik. R. Yogyakarta
Warung kami akan “mencandra” secara sepintas buku-buku Cak Imin, tentunya yang ada citarasa kedekatan seorang A.Muhaimin Iskandar dengan KH. Abdurrahman Wahid.
Pertama untuk buku:
JUDUL: Gus Dur Yang Saya Kenal [Catatan Transisi Demokrasi kita]
PENGARANG : A. Muhaimin Iskandar
PENERBIT: LKIS Yogyakarta. Salakan Baru No. I Sewon Bantul. Jl. Parang Tritis Km 4,4 Yogyakarta. Tlp/ Faks: [0274]429924/0822743992. E-mail; elkis@indosat.net.id.
CETAKAN : I Pebruari 2004
ISBN : 979-3381-54-X
JUMLAH HALAMAN: xviii+242 halaman : 14,5 x 21 cm.
[dalam kata pengantarnya ditulis: Gus Dur adalah sosok yang tak mudah dipahami. Begitulah kira-kira persepsi banyak orang tentang Kiai Ciganjur ini. Tindakan dan Gagasan Gus Dur, baik dalam kapasitasnya sebagai tokoh agama, budayawan, cendekiawan maupun politisi sering melampaui kesanggupan masdyarakat luas untuk memahaminya. Sangat wajar jika kemudian banyak tokoh yang kurang berhasil membaca siapa sebenarnya Gus Dur. Ini beraati bahwa tak ada pihak yang bisa mengklim atau dianggap sebagai yang paling tahu dan karenanya, bisa berpretensi menjadi penafsir tunggal pemikiran dan perilaku politik Gus Dur. Ibaratnya, Gus Dur itu adalah sebuah teks berjalan, sedangkan kita seperti penafsir sebuah teks yang terbuka, dan dengan sendirinya memiliki posisi yang sama. Pergulatan pemikiran antara saya [Muhaimin.Catatan warung] dengan Gus Dur terjalin jauh sebelum Gus Dur menjabat Presiden RI ke 4. Terlebih lagi, ketika saya menceburkan diri pada dunia aktifitas mahasiswa, pergulatan, pemikiran dan ideology dengan Gus Dur semakin itens. Barangkali inilah yang memicu Cak Imin, menulis buku ini.
Nampak tulisan Dalam buku ini, Cak Imin ingin membela tokoh idolanya, dari berbagai kendala. Seperti ketika sejumlah propaganda politik yang dilancarkan untuk merekayasa psikopolitik bahwa Gus Dur tidak mampu memimpin negeri ini. Juga propaganda yang dilancarkan bahkan menjurus pada black propaganda dengan sasaran membunuh karakter Presiden Wahid. Heboh kasus Aryanti perlu dimengerti dalam konteks ini. Moralitas adalah salah satu kekuatan Gus Dur. Dari kekuatan inilah yang ingin diserang dengan kasus Aryanti…..(Tulisan inilah yang dikesankan Cak Imin, sangat perhatian pada Gus Dur, dan seraya membela Gus Dur dalam bukunya) [Hlm 72]
Pembubaran Bokortanas Dan Penghapusan Litsus
Hampir setiap kebijakan Gus Dur yang akhirnya menjadi polemik, Caik Imin selalu menjadi ”Juru Tangkis”. Ketika Bokortanas dan Litsus di bubarkan, banyak orang menjadi kurang senang, namun serta merta Muhaimin Iskandar menagkisnya.
Masih banyak lagi peran juru tangkis yang dilakukan oleh Muhaimin, dalam membela dan mengartikan maksud Gus Dur yang sesungguhnya, antara lain pada peristiwa:
Pencopotan Laksamana Sukardi
Pencopotan Jusuf Kalla
Pencopotan Kapolri
Pembubaran Departemen Penerangan dan Departemen Sosial.
Buku kedua:
JUDUL: Spritualitas Sepak Bola [Perspektif Sosial Politik Piala Dunia 2006]
PENGARANG : A. Muhaimin Iskandar
PENERBIT: KLIK R. Jl. Imogiri Barat Km 6. No. 26 Bangunhardjo Sewon BantulYogyakarta E-mail; klik_r@yahoo.com
CETAKAN : I September 2006
ISBN : 979-946619-8
JUMLAH HALAMAN:164
Kendati buku Muhaimin ini bertemakan sepak bola, namun secara substansial yang dibahas adalah bola-bola politik Gus Dur. Persoalan bola dengan berbagai manifestasinya, digunakan sebagai dimensi contoh, atau simbol-simbol yang selanjutnya di candra secara politis. Misalnya sepakbola dikatakan lebih demokratis, ketimbang manusia yang saat ini sedang berada diranah yang seharusnya demokratis. Fanatik bola lebih realistis dikaitkan dengan upaya-upaya dalam menggugah rasa nasionalisme.
Sampai saat ini, Gus Dur juga terus menerus memainkan bola-bola politik. Sejak terjun di tengah gelanggang politik nasional pada awal 1980-an, politik Gus Dur pada intinya ingin memperjuangkan beberapa hal yang mendasar kokoh bagi eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesi [NKRI] di masa mendatang.
Pertama, agama merupakan faktor penting mendorong perubahan masyarakat. Gus Dur dengan tegas membantah anggapan para ilmuwan/ teknokrat bahwa agama merupakan unsur paling sukar dan paling lambat berubah. Bagi Gus Dur, kelompok yang paling cepat mengikuti perkembangan keadaan adalah pemuka-pemuka agama [religous elites] termasuk para kiai.
Kedua, menurut Gus Dur, dalam sebuah masyarakat yang sangat pluralis, pandangan yang harus dikembangkan dan dijaga terus menerus adalah pandangan nasional [national view], bukan pandangan sempit, termasuk pandangan Islam [Islamic view]. Karena itu, negara Indonesia yang dicita-citakan-seperti ditulis Douglas E. Remage dalam bukunya Politics in Indonesia: Democracy, Islam and Ideology of Tolerance [1965]-adalah negara yang kecil pengaruh militernya dan tidak ada fundamentalisme Islam..[hlm 36]
....Pada halaman lain juga diungkap hal ihwal demokrasi, bela negara, dan semangat kebangsaan yang diusung dari simboliknya sepakbola.
Buku ini lebih pantas sebagai buku pendidikan Kewarganegaraan [civid education], akan lebih bagus kalau buku-buku Muhaimin ini nongkrong di perpustakaan Lemhanas. Sehingga menjadi rujukaan sekaligus menghapus praduga-praduga, dan melalui buku ini akan mendapatkan manfaat yang lebih.
.........Ternyata Gus Dur dan Muhaimin adalah NASIONALIS TULEN!, Ya Allah jangan pisahkan GUS DUR DAN CAK IMIN.
Catatan: Dalam Buku ini Cak Imin memuat foto-foto Gusdur, bahkan banyak foto Gus Dur dan Cak Imin sangat mesra]
Buku ketiga:
JUDUL: Gus Dur, Islam dan Kebangkitan Indonesia
PENGARANG : A. Muhaimin Iskandar
PENERBIT: KLIK R. Jl. Imogiri Barat Km 6. No. 26 Bangunhardjo Sewon BantulYogyakarta E-mail; klik_r@yahoo.com
CETAKAN : I Agustus 2007
ISBN : 979-946622-9
JUMLAH HALAMAN:146
[Buku ini mengajak pembacanya untuk memahami pandangan Gus Dur secara utuh. Citarasa untuk memahamkan pembaca, utamanya terkait dengan pola tindak, pola laku dan pemikiran dikaitkan dengan kebangkitan Indonesia terasa sangat kental. Mahaimin sangat jeli melihat, segmen-persegmen dari keutuhan pikir Gus Dur, bahkan dengan cerdik dikemas dalam tutur bahasa yang mengalir.
Terkait dengan kebangkitan berbangsa, buku menjelaskan secara lugas isi hati Partai Kebangkitan Bangsa, secara nyata diungkapkan bahwa yang ada di dada partai ini adalah komitmen kenegaraan. PKB adalah satu-satunya partai politik yang secara tegas memproklamasikan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia [NKRI] berdasarkan Pancasilan dan UUD 1945 adalah final.
Keputusan PKB tentang status NKRI ternyata merujuk kepada keputusan Nahdlatul Ulama. Yakni pada Mutakmar ke-11 di Banjarmasin tahun 1936. Selajutnya pada pertemuan di Surabaya 21-22 Oktober 1945, NU telah memutuskan bahwa status hukum NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang diproklamirkan Sukarno-Hatta adalah sah secara fiqih atau hukum Islam.
Keputusan ini kemudian dikukuhkan oleh Mutakmar NU Situbondo tahun 1984 yang memutuskan bahwa NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 adalah sudah Final. Tidak diperlukan upaya-upaya politik baru untuk memperjuangkan negara Islam di Indonesia. [hlm:5].
Mensejajarkan Gus Dur dengan Sukarno, Moh Hatta, Tan Malaka, KH. A. Wahid Hasyim dan HOS Tjokroaminoto.
…..Gus Dur juga membangun sebuah pandangan hidup baru di kalangan politisi dan warga negara secara luas yaitu membangun dunia politik dengan pengetahuan yang komprehensif. [hlm:8]
Jika ada pertanyaan mengapa Gus Dur bisa bertahan sedemikian lama dalam percaturan politik Indonesia ?.
Buku ini memberikan jawaban:
Pertama: Gus Dur mengajarkan kepada kita bahwa memasuki dunia politik memerlukan kesabatan dan kesediaan untuk menjadikannya sebagai proses perjuangan jangka panjang. Dalam proses demikian, kekuasaan harus dibangun dengan investasi sosial dan cultural yang cukup.
Kedua: Gus Dur membangun jalur politiknya sebagai cendekiawan, kekuatan politik Gus Dur bukan semata-mata pada kepiawaian manuver politik yag diperagakan, tetapi lebih pada kekuatan struktur pengetahuan yang dibangun untuk menjelaskan yang terjadi dan bagaimana proyeksi masa depannya.
Ketiga: Gus Dur adalah tokoh yang selalu menjaga hubungan baik dengan semua kalangan. Bagi Gus Dur politik adalah silahrurahim.
Keempat: Gus Dur adalah sosok yang memiliki semangat hidup yag luar biasa
Kelima: dalam beberapa kasus Gus Dur menyataka bahwa politik adalah hal yang tidak dikomunikasikan. Ada banyak pemikiran dan sikap politik Gus Dur yang terus menjadi tanda tanya sampai saat ini, dan Gus Dur juga tidak pernah menjelaskan secara utuh apa yang menjadi tujuannya. Dalam kondisi demikian, muncul begitu banyak penafsiran baik yang mendukung maupun menolak. ..[Hlm;28]