SILA CARI DI SINI!

Google

Tuesday, January 20, 2009

RENCANA BESAR YAHUDI 2012 & 2030 -- WANG XIANG JUN

Menurut Harian Sore Surabaya Post yang terbitan Surabaya [Tanggal: 19 Januari 2009] buku ini tingkat pembeliannya terdongkrak hingga 500 %. Kenaikkan pembelian itu karena atmosfir berita didominasi masalah Israel yang sedang menggempur Jalur Gaza. Pada sampul buku ini tertera tulisan "Di Larang Beredar Di Amerika", barangkali tulisan inilah yang menghipnotis para pembeli buku, karena tulisan ini dapat mempengaruhi minat membeli.
Isi buku ini cukup rinci dan mengungkap sejarah berdirinya Israel secara sekuensial dan dalam bentuik, sajian yang renyah. Keterlibatan berbagai negara terungkap dengan jelas, utamanya Inggris yang digambar sering bimbang. Pernah suatu kali Inggris memberikan dukungan kepada bangsa Arab khususnya kepada bangsa Arab yang ada di Palestina, namun selang beberapa saat justru berbalik mendukung berdirinya negara Israel. Statemen-statemen penting diungkap jelas, seperti David Ben Gurion, yang menyatakan "tanah Israel merupakan tempat kelahiran orang-orang Yahudi", kemudian Deklarasi Inggris, deklarasi Balfour yang berfokus pada kesimpatian terhadap aspirasi Zionis, Memorandum Balfour, yang berisikan Zionisme lebih penting ketimbang 700 ribu orang Arab.
Kemudian catatan penting seperti kuatan Yahudi yang mempengarui Policy Amerika Serikat, dideskrisikan pula bahwa Yahudi itu sejatinya adalah mengontrol kegiatan Amerika, bahkan saat ini sedang gencar meloby Presiden Amerika 2009. Beberapa perusahaan milik Yahudi yang mendominasi dunia terpapar pula di buku ini.
Data buku:
JUDUL: Rencana Besar Yahudi 2012 & 2030
PENULIS: Wang Xiang Jun
PENERBIT: Pustaka Radja. Jl Malioboro 167 Yogyakarta 55271. Email: cuncun_ygy@yahoo.com. http: www.solomongrup.com
ISBN: 978-979-1835-75-6
TEBAL: 134 hlm . 130 x 190 mm
CETAKAN : III September 2008 [Dalam tahun 2008 telah cetka tiga kali]

Friday, January 16, 2009

LANGKAH RAJA JAWA MENUJU ISTANA


Kehadiran buku ini dirasa tepat, karena bangsa ini sedang menginisiasi personal per-personal seorang-orang yang pantas menempati "dampar kencananya" republik ini. Sisi lain sedang berhembus sebuah isu, konon yang "nyalon" kok itu-itu saja, apa nggak ada yang lain?. Kendati buku ini bukan sebagai jawaban, namun dapat dianggap sebagai referensi adalah sesuatu yang sah dan halal. Kehadaran yang tepat dan dianggap pas momentum ini, membuat buku ini rasanya gurih dan renyah.
Penulis buku ini sejak dini sudah mengantisipasi, bahwa buku ini tidak akan masuk ke ranah biografi, lebih melihat dari dekat sebuah perjalanan seorang raja, yang mungkin bisa pindah tahta.
Lembaran awal buku ini telah membuat signal kesadaran, sebenarnya pakem raja dan presiden memiliki perbedaan sekaligus kesamaan. Dengan meminjam istilah Daoed Joesoef, buku ini meneropong perbedaan antara raja dan presiden. Raja dengan kekuasaan tertinggi pada tahta itu, dibenarkan oleh diktum atas restu Tuhan [by the great of God], sedangkan diktum bagi kekuasaan tertinggi di kursi kepresidenan atas restu rakyat [by the great of the people].
Dari buku ini setidaknya pembaca akan menerima informasi secara ringkas, terkait dengan langkah spiritual yang harus dilakukan ketika seorang terpayung mencapai tahta.
Soal raja, dunia batin Jawa inheren didalamnya, maknanya adalah, kekuatan itu tidak hanya gratis dari langit, namun diraih dengan berbagai aktvitas seperti "laku" atau lainnya.
Dunia bathin Jawa yang kental, dan kadang tidak mudah dirasionalkan sangat lekat dengan masalah-malah kewengan atau tahta. Kadang disudutkan keranah klenik atau mistis. Sepertihalnya kedekatan "Sang Nata" pemegang tahta harus dekat dengan penguasa Laut Selatan. Buku ini juga menyuguhkan misteri tusuk konde mendian Ibu Tien Soeharto, kon tusku konde itu telah berganti pemilik, saat ini sudah berada ditangan Gusti Kanjeng Ratus Hemas. Tafsir yang berkembang tusduk konde itu perlambang mahkota yang akan berpindah tangan.
Dari buku ini dapat ditarik kesepahaman, bahwa Raja itu mencapai kekuasaan harus melalui laku yang rigit, disertai niatan yang bagus. Dan bila saat yang dinatikan tiba, selalu dibarengi signal-signal tertentu.
Data buku
JUDUL: Laku Spirtitual Sultan- Langkah Raja jawa menuju Istana
PENULIS: Arwan Tuti Artha
PENERBIT: Galangpress. Jln. Anggrek 3/34 Baciro Baru Yogyakarta 55225. Telp. [0274] 554985. E mail : redaksi@galangpress.com. www.galangpress.com
ISBN: 978-602-8174-13-8
TEBAL: 174 hlm: 150 x 230 mm
CETAKAN: I 2009

BEREBUT TANAH SUCI PALESTINA-- ABU BAKAR

Tanah suci itu bernama Yerusalem, terletak disebuah negeri bernama Palestina. Semuanya merasa memiliki kota ini, hal inilah mengingatkan paradigma pemikiran dua pakar tentang hakikat kepemilikkan, khususnya terhadap wilayuah lautan, namu relevan di kaji untuk perebutan di tanah suci ini.
Menurut J. Selden berkebangsaan Inggris menelorkan prinsip "Mare Clausum" yang berarti lautan itu tertutup......., bahwa laut itu tidak ada pemiliknya maka setiap negara berhak mengklaim itu miliknya. Pemikiran ini acap kali disebut sebagai "teori res nolius', apakah ini yang sedang dianut oleh negara yang sedang berkecamuk itu?
Selanjutnya menurut Grotius, adalah seorang-orang berkebangsaan Belanda. Menelorkan prinsip "Mare Leberum", yang berati lautan bebas,bahwa laut itu milik bersama, sehingga tak satu negarapun berhak mengklaim itu miliknya. Pemikiran ini acapkali disebut dengan "teori res communis", dan apakah ini yang seharusnya dianut ?
Tentunya tidak semudah itu, banyak latar yang memberikan perilaku negara-negara itu berkecamuk hingga berdarah-darah, dan saling menghilangkan nyawa.
Berbagai latar itu, diungkap oleh buku berjudul "Berebut tanah Suci Palestina" yang ditulis oleh Abu Bakar. Ternyata sungguh sangat komplek, pelik bin rumit, kalau kita dengan cermat membaca buku ini. Keyakinan berbalut kepentingan, bahkan harga diri tetap mempunyai kontribusi yang kuat dalam mencipta kancah bertikai tiada henti.
Buku ini dengam gamblang membentangkan, bahwa negara yang sedang bertikai itu berasal dari satu moyang yang bernama Ibrahim. Dengan bahasan istimewa buku ini memberikan klarifikasi, bahwa Ibrahim adalah Bapak Para Nabi tiga Agama.
Data buku
JUDUL :Berebut Tanah Suci palestina
PENULIS: Abu Bakar
PENERBIT : Pustaka Insani Mandiri. Jl . Kenanga, Manguwoharjo, Depok, Sleman Yogyakarta 55282. Telpon: 0274-43332394. E-mail: editorial@pustakainsanmadani.com. website: www.pustakamandani.com
ISBN: 978-979-026-092-4
TEBAL: 296 + viii 14 x 21 cm
CETAKAN 2008

Thursday, January 15, 2009

KONFLIK TIMUR TENGAH - IBNU BURDAH, MA

AKTOR, ISU DAN DIMENSI KONFLIK
Catatan Editor:
Penulis buku ini mengurain persoalan konflik Timur Tengah melalui tiga variabel dominan, yakni dari aktor yang terlibat, dari isi yang berkembang, serta dari dimensi konflik yang ada di dalamnya. Dengan mengedepankan ketiga variabel tersebut, penulis buku ini mengajak pembaca mengikuti peta persoalan konflik Timur Tengah melalui enam pembahasan.
Pada bab pertama diketengahkan poros konflik yang paling krusial, yakni antara negara-negara Arab dengan Israel. Poros konflik ini sesungguhnya secara parsial telah terselesaikan, yakni antara Israel dengan Yordania dan Mesir. Namun poros konflik yang tersisa ternyata eksplosif, yakni Israel dengan Lebanon, "negara" Palestina, dan gerakan-gerakan perlawanan Islam
Pada bab kedua, dikemukakan konflik di antara negara-negara Aranb yang ikut mewarnai kawasan Timur Tengah.
Bab ketiga menggambarkan konflik yang lebih spesifik, yakni konflik internal pPalestina antara Hamas dan Fatah
Bab empat, memaparkan secara khusus keterkitan Iran dalam konflik Timur Tengah. Kehadiran Iran tetap menjadi variabel penting dalam memahami peta politik TimurTengah kontemporer. Ini utamnya terkait dengan hubungan kuat Teheran dengan gerakan-gerakan yang disebut sebagai Islamis.,
Bab kelima, membentangkan keterlibatan ASs di segenap sektor, mulai dari politik, ekonomi maupun militer.
Bab keenam, pada bab ini penulis secara khusus mengelaborasi permasalahan-permasalahan Israel dalam menyelesaikan konflik dan dalam mencapai perdamaian akhir yang menyeluruh melalui proses perundingan
Data buku
JUDUL: Konflik Timur Tengah : Aktor Isu, dan Dimensi Konflik
PENULIS: Dr. Ibnu Burdah. MA
PENERBIT: Kerjasama Pusat Studi Timur Tengah dan Islam {PSTTI], Fakultas Adab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Pusat Studi Pertahanan dan Perdamaian [PSPP] Universitas Al Azhar Indonesia [UAI] Jakarta dengan Penerbit Tiara Wacana. PENERBIT TIARA WACANA: Jalan Kaliurang Km 7,8 Utama 16, Banteng Sleman Yogyakarta 55581 Telp. 0274 [880683]. E-mail Yogya@tiarawacana.co.id
ISBN: 978-979-1262-22-4
CETAKAN: Pertama Nopember 2008
TEBAL: xxvi + 126 hlm: 21 cm

FAKTA DAN DATA YAHUDI DI INDONESIA ERA REFORMASI

Setelah beberapa lama diramaikan oleh tulisan Faisal.M.sakrie dengan bukunya yang berjudul "Melacak Yahudi Indonesia", ternyata masih ada buku lain yang seirama dengan tulisan tersebut. Buku dengan judul Fakta & Data Yahudi Indonesia karya Rizki Ridyasmara ini memiliki kemiripan dengan buku Faisal M.Sakrie, kedua buku tersebut diterbitkan di tahun 2008.
Buku ini banyak mengulas keterlibatan tokoh-tokoh agama di Indonesia, seperti Gus Dur, bahkan dalam buku ini terpapar banyak foto-foto Gus Dur, bahkan terdapat salah satu foto istimewa Gus Dur ketika mencium medali yang disinyalir bearasal dari negeri Zionis.
Ahmad Dani personal Dewa juga sering disebut-sebut, bahkan jumlah foto Dani di buku ini, jumlahnya hampir sama dengan Gus Dur. Terpampang pula foto Dhani yang gagah dan berdampingan dengan Admiral Timothy J. Keating, Komandan tertinggi NORAD/ USNORTHCOM.
Ada juga yang membuat telinga merah, buku ini menuliskan seorang-orang yang berangkat ke Israel dengan maksud-maksud tertentu, ditulis sebagai "kacung" [kacung, kosakata yang sifatnya merendahkan, kacung=pembantu rumah tangga laki-laki].
Buku ini banyak menyorori Yayasan LIBFORALL, yakni sebuah yayasan yang didirikan tahun 2001 olek kelompok Liberalis Amerika bersama sekutunya, kaum liberalis Indonesia. Libforall-Liberation of All ini didukung penuh oleh kelompok Neo Konservatif Gedung Putih yang beraliran Zionis, gerakan ini tidak sekedar bermain di tingkat wacana, namun juga ditingkat nyata seperti beasiswa pendidikan,penerbitan berbagai media, distribusi buku=bku pro-luralisme, pertemuan internasional tokoh-tokoh liberal dunia, promosi budaya pop, kunjungan ke Tanah Palestina yang diduduki Zionis-Israel.
Kolumnis the Wall Street Journal Bret Stephens dalam buku ini ditulis pernah memberikan julukan-julukan istimewa kepada seorang-orang yang dianggap sahabat kunci LibforAll. KH Abdurrahman Wahid ["The Last King of Jawa"][Raja Terakhir Jawa] dan Dr. Abdul Munir Mulkhan ["The Exorcit"] [Pengusir setan] dan KH.Mustofa Bisri ["Hips Don't Lie"] [Goyang Pinggul Tidak Bohong]. Pada halaman 137 dari buku ini, dipaparkan nama-nama penasihat LibForAll yang diambil dari situsnya, adapun nama-nama penasihat itu adalah:
  1. Kyai Haji Mustofa Bisri kerap disebut "Sang Kyai Pembelajar"- the Great Religius Scholar and Teacher-oleh para anggota organisasi Islam terbesar di dunia
  2. Amin Abdullah, yang baru-baru ini bekerja sebagai Rektor Universitas Islam Negeri sunan kalijaga Yogyakarta, untuk periode II
  3. Azyurmardi Azra, merupakan salah seorang intelektual Muslim liberal Asia Tenggara yang sangat menonjol. Dr.Azra telah menyelesaikan dua periode jabatan [1998-2006] sebagai Rektor [Presiden] di Universitas Islam Negeri [UIN] Syarif Hidayatullah yang sangat bergensi di Jakarta
  4. Franz Magnis Susen,SJ. tokoh yang sdangat dicintai dan amat populer di Indonesia, yang sering muncul dalam dialog-dialog antaragama dan di radio, televisi serta media cetak, mempromosikan perdamaian dan hormat antar beberapa agama di Indonesia
  5. Dr.Abdul Munir Mulkhan adalah anggota fakultas Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dia telah melaksanakan riset post doktoral di McGrill University di Montreal, Canada, dan bekerja sebagai Visditing Research Fellow di Nanyang Technologi University's Institute of Defence and Strategic Studies di Singapore
  6. Nasr Hamid Abu-Zayd adalah pioner bidang hermeneutika al-Quran yang mengkaji Al-Quran dari perpektif linguistik dan kontekstual untuk memahami watak, isi, dan pesan sejatinya.
  7. Dr, Sukardi Rinakit adalah mantan Kepala Departemen, Institut Riset dan pengembangan, Persatuan tenaga Kerja se Indonesia dan mantan penulis Departemen Dalam Negeri dan Departemen Perthanan Dan Keamanan
Data Buku:
JUDUL: Fakta dan Data Yahudi Di Indonesia Era Reformasi
PENULIS: Rizki Ridyaasmara
PENERBIT: Pustaka Al-Kautsar. Jl. Cipinang Muara Raya 63, Jakarta Timur 13420. Telp.021-8507590. E-mail: kautsar@centrin.net.id, redaksi@kautsar.co.id, dan pustaka_kautsar@yahoo.co.id website ; www.kautsar.co.id
TEBAL: 240 hl;m, 13,5 x 20,5
ISBN: 978-979-592-456-2

LENYAPNYA ISRAEL DI TAHUN 2022 M - BASSAM NAHAD JARRAR

RAMALAN AL-QUR'AN DAN OTAK ATIK GATHUK
Buku ini sesungguhnya ini hanyalah sebuah kajian dan observasi penafsiran, bukan wahyu yang mutlak dan absolut kebenarannya. Dalam buku ini mencoba menafsirkan Nubu'at Qur"aniyah [kabar dari kitab suci Al-Qur'an tentang peristiwa yang akan terjadi di masa depan] yang ada dalam surat Al-Israa' melalui metode analisis sesuai lahiriah teks [nash] Al-Qur'an dan diasumsikan akan cocok dengan kenyataan sejarah. Selanjunya penulis melakukan verifikasi sebagai pendekatannya, dengan metoda matematis. Oleh kareannya penulis buku ini mengatakan ada kecenderungan prediktif yanf bersifat matematis- Al-Ta'wil Al-Riyadhi atau prediksi melaui angka-angka - Al-Ta'wil Al-Raqmi.
Buku ini sesungguhnya bukanlah tempat untuk membicarakan hikmah pengkabaran, peranan, dan persoalab di seputar itu dalam kehidupan manusia. Apalagi sebagian orang ada yang beranggapan bahwa meramal kejadian di masa depan [nubu'at] hanya akan menimbulkan kemalasan dan keterbelakangan.
Anggapan tersebut secara teoritis memang dapat dibenarkan. Tetapi secara praktis dan dalam kenyataannya, nubu'at-nubua't itu justru bisa memberi kesan yang kuat untuk membangkitkan semangat, melenyapkan keputusasaan, memotivasi manusia untuk meningkatkan usahanya, dan menumbuhkan harapan atau optimesme dari dalam hati.
Data buku
JUDUL: Lenyapnya Israel Di Tahun 2022 Masehi
PENULIS: Bassam Nahad Jarrar
PENEBIT: Sepen GK I No. 514. RT 28 RW 08 Yogyakarta 55221. Telp. 0274-546414. E-mail: citra_risalah@yahoo.com
CETAKAN: I Januari 2008
ISBN: 978-979-3752-05-1
TEBAL: vi + 142; 13,7 x 20,5
[ Akankah ramalan ini terwujud.,,,,,,,,,,?]
++beberapa hari setelah diposting terdapat komentar dari Mierza, bahwa judul posting terdapat kesalahan, semula tertulis "lenyapnya...2002," yang benar "lenyapnya,...2022". trims Mierza.

Tuesday, January 13, 2009

DI BALIK MERDEKANYA ISRAEL

Yang tertera di sampul depan kata "Israel" tertulis dengan ukuran huruf yang besar, sesungguhnya yang membahas tentang merdekanya Israel ini hanya 62 halaman dari 447 halaman buku ini, yakni dibahas pada halaman 344 hingga halaman 406. Judul besar dengan kata Israel ini, memungkinkan menarik perhatian. Kenyataannya memang, di wilayah yang saling tengkar ini karut marut menegara tidak segerai terurai. Pada hakikatnya buku ini mengupas tentang negara-negara Pasca Perang Dunia II usai. Namun untuk akhir-akhir ini, apapun sangat "renyah" jika semuanya tersaji dengan di bubuhi kata-kata Israel.
Philip C. Jessup adalah penulisnya, yakni seorang-orang Pengajar Hukum Internasional di Columbia University, dan pernah mengabdi sebagai Hakim Mahkamah Internasional.
Adapun bab bab yang dibahas antara lain:
  1. Membidani Lahirnya Korea [ 26]
  2. Indonesia Terlahir [ 60]
  3. Pra-Kelahiran Maroko dan Tunisia yang Menyakitkan [128]
  4. Gagal-Lahirnya Kekaisaran Bao Dai - [208]
  5. PBB Mengantarkan Libya dan Somalia, Eritrea Gagal Lahir [ 286]
  6. Kelahiran Israel [344]
  7. "Manchukuo Seorang Anak Haram" [406]
Data Buku
JUDUL : Di Balik Merdekanya Israel
PENULIS: Philip C. Jussup
PENERBIT: Center for Information Analysis Yogyakarta
CETAKAN : Pertama 2007
ISBN: 979-756-001-5
[Diterbitkan pertama kali oleh; Columbia University Press, New York]