SILA CARI DI SINI!

Google

Wednesday, February 11, 2009

SEKUNTUM ROSELA PELIPUR LARA - IMAN SAMUDRA

Sekuntum Rosela Pelipur Lara, merupakan catatan renungan Iman Samudra selama berada di Nusakambangan. Ditulis dalam keterbatasan di balik jeruji besi namun tanpa kehilangan elan vital sebagai pejuang. Sebuah furqon [pembeda] antara yang haq dan yang Bathil, diungkap dengan tuntas. Buku ini lebih tepat dikatakan sebagai buku pedoman, terlahir sebagai bagian perjuangan terakhir sang mujahid.
Data buku
JUDUL: Sekuntum Rosela Pelipur Lara
PENULIS: Imam Samudra
PENERBIT: Ar Rahmah Media. Bintaro Jakarta Selatan. Telp: 021 68884 1087. E-mail: info@arrahmah.com website : http://www.arrahmah.com/
ISBN: 978-979-15248-3-4
TEBAL: 188 hlm
CETAKAN : I-Januari 2009 Muharram 1430

MIMPI SUCI DIBALIK JERUJI BESI-ALI GHUFRAN [MUKHLAS]

Sebagian besar buku ini mengupas tentang mimpi sang mujahid Ali Ghufran alias Mukhlas. Terminologi mimpi dari kacamata Islam di kupas tuntas, bahkan pernah bermimpi tertangkap aparat dan akhirnya menjadi kenyataan...[belum lengkap]
Data buku
JUDUL: Mimpi Suci Dari Balik Jeruji Besi
PENULIS: Ali Ghufron
PENERBIT: Ar Rahmah Media. Bintaro Jakarta Selatan. Telp: 021 68884 1087. E-mail: info@arrahmah.com website : http://www.arrahmah.com/
ISBN: 978-979-15248-1-0
TEBAL: 147 hlm
CETAKAN : I-Januari 2009 Muharram 1430

SENYUM TERAKHIR SANG MUJAHID-AMROZI BIN NURHASYIM

AMROZI TERNYATA ALUMNI 3 SMP PGRI:
SMP PGRI GODOG
SMP PGRI SUGIHAN
SMP PGRI PACIRAN
Merupakan buku yang berkisah "Catatan Kehidupan seorang Amrozi", buku ini bercerita tentang perjalanan sang Mujahit, dan secara bersamaan terbit dengan kisah-kisah mujahid lainnya, seperti Muhklas dan Iman Samudera. Sepertinya memang dibuat Tetralogi. Mulai masa sekolah, keluarga dan perjuangannya terpapar secara runtut, juga tersirat informasi yang menarik dan jarang terdengar dikuping publik.
PENGIRIMAN SENJATA dan BAHAN PELEDAK
Amrozi mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengirimkan senjata, amunisi dan bahan peledak ke Ambon dan Malaku [hlm: 136], juga melakukan pengiriman senjata untuk berjihad di Poso Sulawesi Selatan.
LATAR BELAKANG PELEDAKAN BOM BALI I:
Latar belakang peledakan ini adalah keluarnya fatwa dari Syaikhul Mujahidin Usamah bin Ladin Hafizahullah, yang isinya memotivasi kaum muslimin untuk membunuh kafir Amerikan dan sekutu-sekutunya baik sipil mnaupun militer dimana saja mereka berada. Peran amrozi dalam buku ini ditulis sebagai pencari target. Pilihan pulai Bali karena banyak wisatawan Asing dari berbagai negeri termasuk dari Kafir Amerika dan sekutu-sekutunya. .Kata Amrozi.... Alhamdulillah, kami menemukannya di Sari's Club dan Peddys Pub. Karena menurut hasil pengamatan kami di dua tempat maksiat inilah banyak dikunjungi turis-turis asing...
PERNAH SEKOLAH DI PGRI dan MADRASAH-GUPPI ORGANI SAYAP GOLKAR
Pernah sekolah di madrasah GUPPI-Gabungan Usaha Perbaikan Pendidikan Islam, organisasi underbow GOLKAR. Selanjutnya ketika usia SMP, Amrozi memilih sekolah di SMP PGRI. ada yang menarik ketika di SMP, Amrozi berpindah-pindah sekolah, namun semuanya milik PGRI. Pertam di SMP PGRI Godog, namun hanya 5 bulan, setelah itu pindah di SMP PGRI Sugihan di jalani dari kelas 1 hingga kelas 3. Tetapi menjelang kelulusan, Amrozi pindah sekolah lagi. Kali ini melanjutkan sekolah di SMP PGRI Paciran, Kecamatan paciran sampai lulus.
BICARA CEPLAS-CEPLOS, KERAP KALI MENJADI KENYATAAN
Pernah suatu ketika di wawancari oleh wartawan, dan wartawan tersebut mengatakan pada Amrozi, .."Amrozi...,Amrozi....,katanya mau dieksekusi?"..Kemudian Amrozi menjawab " wong hakimnya yang memvonis mati saya saja, sebentar lagi mati kok...!
Ternyata selang 6 hari kemudian hakim yang memvonis mati.
Peristiwa lain yang pernah terjadi adalah matinya seorang sipir LP Krobokan-Denpasar Bali. Kisah itu bermula sumpah serapah sang sipir. "Nanti kalau tidak ada yang berani mengeksekusi biar saya saja yang mengeksekusi"
Mendengar perkataan itu Amrozi marah, dan mengatakan. "sebentar lagi kamu akan mati!". Setelah peristiwa ini, enam bulan kemudian Amrozi masih melihat sipir itu dan berkata. "Hai ...!Kamu Belum mati?. Selang empat hari kemudian mendapat berita bahwa sang sipir mati kelecakaan.
Data buku
JUDUL: Senyum Terakhir Sang Mujahid
PENULIS: Amrozi Bin Nurhasyim
PENERBIT: Ar Rahmah Media. Bintaro Jakarta Selatan. Telp: 021 68884 1087. E-mail: info@arrahmah.com website : www.arrahmah.com
ISBN: 978-979-15248-2-7-
TEBAL:
CETAKAN : I-Januari 2009 Muharram 1430

Tuesday, February 10, 2009

WAHYU SOEKARNO TITISAN SOEHARTO MUNCUL 2014

SBY AKAN TERPILIH KEMBALI MENJADI PRESIDEN di TAHUN 2009
Kata Satria Piningit ini selalu muncul pada saat tertentu, kadang muncul ketika rakyat sedang gundah gelisah terhantam badai kehidupan dan redupnya masa depan. Kata itu juga muncul ketika baterai seksesi yang habis. Intinya rakyat mengaharapkan hadirnya satria yang mampu memberikan kesejahteraan "gamah rimpah loh jinawi' di tanah pertiwi. Kendati kata satria piningit itu adalah kosa kata Jawa, namun sudah akarab ditelinga rakyat Indonesia yang sarwa budaya, suku dan bahasa yang beraneka. Kadang orang menghubungkan dengan turunya wahyu yang acap kali diberi nama "pulung", itupun masih dihubungkan lagi dengan beberapa misteri. Buku ini beruasaha memberikan penjelasan dari semuah prediksi/ramalan terkait dengan suksesi kepemimpinan. Sebenarnya buku ini laik hadiri di blog yang membahasa javanologi [mis; Joglo Javanologi], karena kandungan bahasan sangat terkait dengan nafas blog tersebut.
Di Jawa dal;am memilih seorang pemimpin kadangkal masih dikatkab dengan kalkulasi yang penuh renik-renik, dikatkan dengan tanggal lahir, pasaran [istilah di penanggalan Jawa], mangsa atau lainnya. Ada juga yang meneropong dari sisi lain yakni menggunkan prediksi Jaya Baya [ Jangka Jaya Baya], ada pula dicermati dengan ramalan Rangga Wasita.
Buku ini membahas suksesi dari ranah itu, dan membaginya dalam kategori sebagai berikut:
  1. Satrio kinunjoro Murwo Kuncoro
  2. Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar
  3. Satrio Jinumput Sumelo Atur
  4. Satrio Lelono Topo Ngrame
  5. Satrio Piningit Hamong Tuwuh
  6. Satrio Boyong Pambukaning Gapuro
  7. Satrio Pindandito Sinisihan Wahyu
Selanjutnya kategori ini di konversikan dengan keadaan yang telah terjadi dikaitkan dengan jati diri presiden yang ada di negeri ini.
SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO
Tokoh pemipin yang akrab dengan penjara [Kinunjoro], yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemipin yang sangat kuat tersohor diseluruh jagad. Tokoh yang dimaksud Soekarno.
SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR
Tokoh pemimpin yang berharta dunia [mukti] juga berwibawa/ditakuti [wibowo], namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan/ kesalahan [kesandung Kesampar]. Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto
SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR
Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut [jinumput] akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja [Sumela Atur]. Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Bacharuddin Jusuf Habibie.
SATRIO LELONO TAPA NGRAME
Tokoh pemimpin yang suka mengembara/keliling dunia [Lelono] akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang bercukup/Rohanian [Tapa Ngrame]. Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH Abdurrahman Wahid.
SATRIO PININGIT HAMON TUWUH
Tokoh pemimpin yang tersembunyi/terasing [piningit] yang muncul tiba-tiba atau tak disangka-sangka dan membawa kharisma keturunan dari moyangnya [Hamong Tuwuh]. Tokoh yang dimaksud Megawati soekarno Puteri
SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO
Tokoh pemimpin yang berpindah tempat [Boyong] dan akan menjadi peletak dasar juga sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya Zaman keemasan [pembukaning Gapuro]. Banyak pihak yang meyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyuno. Presiden Keenam dan Ketujuh Republik Indonesia berkuasa tahun 2004-2014
SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU
Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan [Pinanto] dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum/petunjuk Allah SWT [SinisihanWahyu]. Dengan selalu bersandar hanya kepada Allah SWT, Insya Allah, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati. Satria inilah yang dibahas buku ini.
BUKU INI MEMPREDIKSI RI-1 UNTUK PERIODE 2014.
Menurut buku ini banyak tokoh muda yang mungkin masuk dalam wilayah jabatan presidentahun 2014, tentunya seorang-orang yang usianya masih muda, sehingga mencapai usia matang ketika tahun 2014. Ada lima tokoh yang dinilai memiliki reputasi untuk tampil RI 1. Tokoh itu adalah:
  1. Agus Harimurti Yudhoyono--Suami Annisa Pohan
  2. Edhie Baskoro Yudhoyono
  3. Puan Maharani Soekarnoputeri
  4. Ahmad Muntaz Rais
  5. Zanuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid
  6. Dede Yusuf.
Catatan: Kendati dalam buku ini dituliskan lima tokoh, ternyata yang dibahas buku ini 6 tokoh dengan tambahan "Dede Yusuf". Buku ini rupanya memberikan ruang istimewa pada Dede Yusuf, pertama dari deretan tokoh muda yang dibahas memang memiliki darah politik dan pejabat negara seperti Yeni Wahid [Gus Dur], Edhei Baskoro dan Agus Hari Murti [SBY], Ahmad Muntaz [Amien Rais], Puan [mbak Mega]. Sedangkan Dede Yusuf dari kalangan seniman artis. Kedua yang istemewa untuk Dede, dibahas lebih banyak oleh buku ini, bahkan merupakan Bab tersendiri hingga mencapi tujuh halaman pembahasan.
Data buku
JUDUL: Wahyu Soekarno Titisan Soeharto Muncul 2014
PENULIS:
PENERBIT: Pustaka Solomon. Jl. Malioboro 167 Yogyakarta 55271. Telp: 0274-562280. E-mail: cuncun_ygy@yahoo.com web: . http://www.solomongrup.com/
ISBN: 978-602-8048-27-9
TEBAL 140 X 210 mm
CETAKAN: I-Maret 2009.
Kendatipun cetakan I ini tertanggal Maret 2009, namun diposting mendahului, Pebruari 2009

Monday, February 9, 2009

MENGAPA RAGU TINGGALKAN ROKOK?-ABU UMAR BASYIR

Rokok Lebih Haram daripada Babi
Buku ini bari saja diperoleh dari "Muslim Book Fair Kediri" [8 Pebruari 2008]. Buku ini mengkoleksi sekitar 52 dua dalil yang terkait dengan haramnya rokok. Dalil dalil tersebut diendus dari Al'Quran dan Hadist. Telah naik cetak dua kali.
Buku ini membentangkan tipe-tipe perokok, antara lain adalah:
Tipe perokok yang dipengaruhi oleh perasaan negatif, sebagaiman yang ditulis oleh Green dalam Psychological Factor in Smoking-1978]. Green menuliskan bahwa tipe ini diindikasikan dengan perilaku, Pleasure relaxation-merokok menambah atau meningkatkan kenikmatan yang diperoleh. Stimulation to pick them up, dilakukan untuk menyenangkan perasaan. Pleasure of handling the cigarett, dilakukan karena ingin berlama-lama dengan rokok.
ROKOK LEBIOH HARAM DIBANDING BABI:
Buku ini membentangkan sebuah pendapat bahwa Rokok itu lebih haram dibanding Babi, argumentasinya, sesuatu yang haram bisa dibagi menjadi dua kategori: haram dzaati dan haram 'aradhi. Haram dzaati adalah sesuatu yang diharamkan karena zatnya", yakni karena sesuatu itu memang haram ditetapkan berdasarkan nash atau dalil Al-Qur'an atau Hadits. Contohnya : babi, minuman keras, binatang buas bertaring, burung pemangsa berkuku tajam, dan lainnya. Sementara haram 'aradhi adalah sesuatu yang diharamkan akibat sebab-sebab tertentu. Contohnya makanan yang mengandung racun, binatang beracum, makanan hasil curian, hasil riba, atau lainnya.Ringkasnya, rokok dikategorikan haram 'aradhi.
Kemudian jika dibandingkan, Daging babi hanya berbahaya bagi pemakannya. Ia memang haram, tapim hanya yang memakannya yang merasakan haramnya. Sementara rokok justru kebalikannya. Ia berbahaya bagi penghiosapnya secara langsung dan bagi orang-orang di sekitarnya. bahkan banyak bisa terkena bahaya lebih besar ketimbang perokok aktif.
Data buku
JUDUL:Mengapa Ragu Tinggalkan Rokok
PENULIS : Abu Umar Basyir
PENERBIT: Pustaka at-Tazkia. Jl. Mataraman Dalam II RT 016/08 No.17B-Jakarta 10320 Telp: 021-70648545. E-mail: pustakaattazkia@plasa.com
CETAKAN: II Februari 2008
TEBAL: xiv + 267
KATA- KATA YANG MEMBUAT KUPING GATAL DARI BUKU INI:
Indonesia Juara Perokok!![halaman 198-199]
Gagal dalam dunia olah raga, gagal pula di bidang ekonomi, tak perlu membuat Indonesia gusar. Toh Indonesia berhasil menjadi "juara dunia" dalam lomba pertumbuhan angka para perokoknya.
Konsumsi rokok di Indonesia, terutama untuk perokok pemula, tumbuh paling pesat di dunia. Adapun prosentase konsumsi rokok tersebut, yakni 44 % perokok pada usia 10-19 tahun dan 37% usia 20-29 tahun. Hal ini diungkapkan,A Suyudi, yang pada waktu itu ,emjabat sebagai Menkes, usai pembukaan panel diskusi peran aktif para penerima penghargaan Badan Kesehatan PBB [WHO] dan Depkes dalam penanggulangan masalah rokok untuk melindungi perokok pasif

Saturday, February 7, 2009

MENGAPA KAMI MEMILIH GOLPUT- KH ABDURRAHMAN WAHID + HALIM HD,DKK

GOLPUT MAMPU MEMBAKAR JENGGOT
Golput ternyata masuk wacana politik yang serius, bahkan kali ini republik yang tercinta mencatat rekor, bahwa golput mampu membuat ranah politik yang sekuler, menjadi ranah transenden yang sakral. Bukti telah kita dapatkan, Fatwa Haram made in MUI telah dilansir. Orang akhirnya berkata bahwa Golput kali ini menang, karena dapat membuat orang menjadi berang, bahkan politikus ikut hangus pada kebakaran jengot. Buku ini mengungkap, bahwa nyali seorang orang yang dianggap "digdaya" terkulai. Buku ini menyebut nama Ketua MPR Hidayat Nurwahid mengomandangkan fatwa haram golput sebagai bentuk perlawanan terhadap wacana golput yang digulirkan oleh Gus Dur. Gayung wacana terus menggema saut dan bersambut, akhirnya sejumlah pimpinan partai ikut bersuara. Bahkan, MUI tidak mau ketinggalan dengan memberikan sinyalemen dukungan terhadap fatwa haram Golput yang dilontarkan oleh Hidaya Nurwahid. Demikianlah, wacana Golput dan langsung membuahkan fenomena kontroversial diladang politik nasional.
Masih menurut buku ini, Golput, jika ditengok dari akar sejarah sebenarnya merupakan gerakan moral [moral force] untuk melawan rezim dikataktor Orde Baru yang menciderai demokrasi. Golput [non-voting behaviour] di Indonesia mencul pertama kali dikomadani oleh Arif Budiman ketika tahun 1971, atau sebulan sebelum Pemilu. Arif Budiman, para aktivis pemuda dan mahasiswa dengan lantang melawan kediktaktoran Orde Baru yang memaksakan kehendak kepada rakyat untuk memilih Golkar, selaku kendaraan politik Soeharto dan kroni-kroninya.
Setelah kran demokrasi terbuka di era reformasi, golput pun menjadi fenomena yang muncul kembali. Dalam logika demokrasi, memilih atau tidak memilih adalah hak. Dalam perspektif ilmun hukum, hak [right] adalah peranan seseorang yang mempunyai sifat fakultatif. Memilih adalah hak politik warga negara yang by its nature, mengandung arti legal or moral entillement [authority to act], yang mengandung kebebasan pemilik hak itu untuk menggunakan atau tidak menggunakannya. Bukan kewajiban [duty] yang mengandung makna moral or legal obligation. Kemudian obat manjur apa yang akan dibiuskan oleh pemerintah dalam menghadang Golput?, buku ini membentangkan sebagai berikut. Pintu agama, melalui fatwa MUI ayang mengharamkan golput, justru terkesan lucu. Bagimana tidak, urusan politik yang sekuler mau dicampur dengan urusan-urusan agama yang trassenden dan sakral. Bukan saatnya lagi pemerintah ini bertindak semakin bodoh, juga para politisi yang berambisi untuk dipilih, dipuja-puja, menggunkan dalil-dalil agama untuk mencari legitimasi kepentingannya.
Data buku
JUDUL: Mwngapa Kami Memilih Golput
PENULIS; KH. Abdurrahman Wahid + Halim HD
PENERBIT: Sagon. E-mail: penerbit_sagon@yahoo.co.id.
ISBN: 978-979-15839-2-3
TEBAL: xx + 84; 14 x 21 cm
CETAKAN: I Januari 2009
Hal-hal yang dibentangkan buku ini:
  • Pengantar: "Golput dan Gairah Mencari Format Politik"[Halim KD]
  • Revolusi Putih [Agus Irawan]
  • Bukan Pemilu, Tapi Boikot Pemilu [Ragil Nugroho]
  • Curhat Seorang Golput [Moh.Sidik Nugraha]
  • Golput dan Problematina Demokrasi[Miftahul A'la]
  • Golput sebuah pilihan kritis-tranformatif [Subkhi Ridho]
  • Golput Sebuah Pilihan Rasional [Zulfatun Ni'mah, M.Hum]
  • Poltikus Tak Mapir Di Bar Dangdut [Bionhad Nurrohmat]
  • Saatnya Golput Menjadi Pemenang [M.G.Ghanoe]
  • Golput, Tranformasi Politik Dan Demokrasi Radikal [Muhammad Ali Fakih AR]
  • Golput,Solusi Ditengah Pasimesme [Fathul Anas]
  • Golput Takperlu Takut[Ahmad Hasan MS]
  • Mengapa Kita Harus Golput[Muhibin AM]
  • Golput Dan Ancaman Deligitimasi Publik[Muhammad Muhibiddin]
  • Golput Dan Demokrasi Salah Urus[Fathor Rahman]
  • Membaca Fenomena Golput [M.Sanusi]
  • Mengukur Tingkat Raionalitas Golput [Muhammad Yulian]
  • Golput;"Golongan Putus Cinta"[Gugun El-Guyanie]
  • Mengapa Golput [Taufik Damas]
  • Golput Bayang-bayang Sang Pahlawan [Iman Budhi Santosa]
  • Menjadi Golput, Untuk Indonesia Lebih Baik [Asrizal Luthfi]
  • Kenapa Kami Memilih Golput? [Deasy Esara]
  • Golput Bukan Sekadar Kontrol bagi Demokrasi Prosedural [Mukhotib MD]
  • Aku Memilih Golput! [Yustisia Rahman]
  • Mengapa Kami Memilih Golput?[Acep Zamzam Noor]
  • "Puisi" Berusaha Melawan Lupa[Acep Zamzan Noor]

ISLAM & DEMOKRASI-MENGUNGKAP FENOMENA GOLPUT

GOLPUT SEBAGAI ALTERNATIF PARTISIPASI POLITIK
Kehadiran buku ini sesungguhnya berasal dari pengembangan pemikiran dua penulis mengenai "Golput sebagai Alternatif Partisipasi Politik" yang ditulis oleh Deden Effendi dan "Analisis Fatwa Haramnya Golput dalam Pemilu" yang diungkap oleh Jaih Mubarok. Kedua tulisan ini semula merupakan makalah untuk bahan diskusi bulanan yang diselenggarakan oleh Fakultas Syariah IAIN Sunan Gunung Djati Bandung.
FATWA ULAMA TENTANG GOLPUT:
Warung buku ini sengaja melakukan penyadapan hanya pada artikel yang terkait dengan Golput. Ternyata dikalangan ulama penyikapan terhadap haram tidaknya golput masih dalam silang pendapat. Inilah bentuk perbedaan penyikapan itu.
Sikap Prof Dr.Said Aqil Siraj [Rais Syuriah NU-Ketika itu], menyebutkan bahwa: pertama, adanya pertikaian antara Ali bin Abi Thalib dengan Thalhah dan Zubair yang mendapat dukungan dari Aisyah ra.,melahirkan sekelompok umat Islam yang dimotori oleh Abdullah ibn Umar yang membentuk poros tengah dan memilih sikap tidak ikut serta dalam pertempuran.Sikap ini dikategorikan sebagai sikap golput oleh Aqil Siraj. Kedua,Murji'ah yang bersikap tidak memberikan sikap terhadap para pelaku dosa besar [murtakib al-kaba'ir]-apakah mereka mukmin atau sudah kafir--dianggap sebagai sikap abstain yang semisal dengan golput oleh Said Aqil Siraj.Dan ketiga, hukum berpartisipasi dalam pemilu adalah mundub [sunah] atau paling tidak, fardu kifayah. Oleh karena itu Golput dalam pemilu dianggap sebagai sikap dan pekerjaan yang dibolehkan [mubah] menurut syariat.
Sikap Prof.Dr.K.H.A.Sudarmaji [Ketua pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia] berpendapat bahwa haram hukumnya bagi umat Islam memilih golput dalam pemilu dengan tidak menggunakan hak pilihnya. Ada beberapa arguimentasi yang dikemukakan oleh A.Sudarmadji: pertama, pemilu adalah media untuk memilih pemimpin yamng wajib ditaati; dsan kedua, sikap memilih golput akan merugikan umat Islam sendiri karena sikap Golput berarti membiarkan orang lain memilih pemimpin sesuai dengan keinginannya yang berakibat tampilnya seorang pemimpin yang tidak sesuai dengan keinginan kaum muslimin
Data Buku
JUDUL: Islam dan Demokrasi Mengungkap Fenomena Golput-Sebagai Alternatif Partisipasi Politik
PENULIS: Badri Khaeruman-Deden Effendi-Iszan Fautanu-Jaih Mubarok
PENERBIT: PT Nimas Multima. Jl. Intisari Raya No.27, Pasar Rebo Jakarta 13790. Telp : 021-8701331
ISBN: 979-9005-40-X
CETAKAN: Pertama Agustus 2004