SILA CARI DI SINI!

Google

Sunday, May 10, 2009

INDONESIA 2009

Kendati bukan paranormal atau pun seorang futurtolog, Ahmad Bahar mengklaim bahwa dirinya piawai melihat apa yang bakal terjadi, buktinya seperti yang tertulis di sampul depan buku karyanya. Pernah seorang-orang yang ditulis oleh Ahmad Bahar menjadi tokoh republik ini. Tiga tokoh yang ditulis, dua jadi presiden yang satu MPR. Gus Dur dan Mega adalah seorang orang dan M Amien Rais jadi ketua MPR.
Tulisan yang dimaksud adalah:
  1. Biografi Politik Megawati soekarno Putri
  2. Biografi Kyai Politik Abdurrahman Wahid
  3. Amien Rais Berjuanga Menuntut Perubahan
Kali ini punya prediksi lagi, dan telah menulis dua biografi, tentunya yang diharapkan mencuat seperti pemilu yang lalu..Yang ditulis kali ini adalah. M. Jusuf Kalla dan Sultan Hamengku Bowono X.
Data Buku
JUDUL: Indonesia 2009
PENULIS: Ahmad Bahar
PENERBIT: Pena Multi Media. Komplek Bukit Cengkeh II Blok B-6/17 Cimanggis-Depok Telp: 021 98906319.
ISBN: 978-979-1800-27-3
TEBAL : iv + 148 halaman : 14 x 20,5 xm
CETAKAN : Pertama 2009.

PERANG SEJARAH PARA JENDRAL

Dinamika di tubuh organisasi tentara kita mengalami pasang surut, kendati demikian, organisasi tentara kita dapat dikata paling bagus. Setiap persoalan selalu berakhir dengan kristalisasi sekaligu terbangun pendewasaan organisasi.
Buku ini menceritakan dengan jelas, perkembangan demi perkembangan, bahkan sejak awalnya tentara kita berdiri.
Ketika negeri ini sedang merajut organisasi ketentaraan ternyata harus menyatukan beberapa cara pandang, perbadaan pendapat yang tajam pernah terjadi adalah karena kuatnya solidaritas korp ketika itu. Soekarno akhirnya memberikan himbauan agar seluruh bekas kesatuan ketentaraan seperti KNIL, PETA, Heiho, maupun Keibodan bergabung kedalam BKR-Badan Keamanan Rakyat
ANTARA KNIL DAN PETA
Setelah pengakuan Belanda atas kedaulatan Indonesia pada 27 Desember 1949, kembali muncul konflik dalam tubuh militer Indonesia. Salah satuhasil keputusan KMB adalan tentara KNIL (Tentara Belanda dari masyarakat Indonesia) akan dibubarkan dan anggotanya akan dilebur ke dalam angkatan Perang Republik Indonesia Serikat [APRIS]. Peleburan bekas tentara KNIL ke dalam APRIS menimbulkan kekecewaan pada perwira militer yang berasal dari PETA. Hal ini dikarenakan para perwira lulusan KNIL dianggap pengkhianat sehingga tidak layak memasuki APRIS.
NASUTION VERSUS BAMBANG SUPENO
Ternyata pertikaian pikir dalam tubuh tentara sering terjadi, misalnya ketika Kolenel Nasution menginginkan adanya perubahan paradigma darti tentara konvesional menjadi tentara modern, serta berusaha merampingkan jumlah tentara dari 500.000 menjadi 200.000, ditentang oleh Kolonel Bambang Supeno. Dan ternyata Kolonel Nasution ketika itu tidak disukai oleh para perwiran bekas PETA. Akhirnya sebuah pertemuan khusus para perwira senior di gelar, ketika itu diketuai oleh Kolonel Gatot Sebroto [12 Juli 1952]. Pertemuan menghasilkan sebuah keputusan mencela tindakan Bambang Soepeno yang dianggap melakukan penentangan. Selanjutnya berakhir dengan pemecatan Kolonel Bambang soepeno. Pemecatan ini justru memancing polarisasi bahkan menimbulkan ketegangan baru anatara Presiden Sukarno dengan KASAP Mayjen Simatupang dan Kolonel Nasution.
PERISTIWA 17 Oktober 1952.
Pecat memecat acapkali terjadi ditubuh tentara kita, seperti yang dilakukan Perdan Menteriu Wilopo menskors Kolonel Nasution, Letkol S.Parman, dan Soetoko. Selanjutnya Nasution mengundurkan diri dari jabatan KASAD.
PERTIKAIN PASCA ORLA, HINGGA ORDE BARU
Dari buku ini dapat disimak, bahwa dinamika yang berlangsung di tubuh tentara itu, nampaknya seperti permanen, karena setiap saat selalu hadir dalam cenderung melibatkan para pembesar. Adapun perang pikir selanjutnya dibentang buku ini misalnya:
'Perang Dingin' Ali Murtopo-Soemitro
LB. Moerdani kontra M. Jususf
Prabowo-Wiranto
Data Buku
JUDUL: Perang Sejarah Para Jendral-Kesaksian Para Jendral Atas Prahara MEI 1998 dan isu "kudeta"
PENULIS: Dian Andika Winda dan Efanto Febriana
PENERBIT: Puswtaka Timur 2009 Ngeplak RT/RW: 10/18 Nogotirto, Yogyakarta 55292
ISBN: 978-979-3837-34-5
TEBAL: vi + 192 halaman 14,5 x 21 cm
CETAKAN: I-2009
Yang Bahas:
SATU: PERANG SEJARAH SWEBUAH PENGANTAR
DUA: AKHIR ORDE BARU DAN PRAHARA MEI 1998
  • Peristiwa Berdarah: jelang dan Pasca Pemilu
  • Mahasiswa Bergerak dam Berbagai Gejolak
  • Tragedi Trisakti
TIGA: DARI SOEHARTO KE BHABIBIE
  • Terjungkal dari singgasana
  • Pemerintahan Transisi Habibie
EMPAT: PERANG SEJARAH: KESAKSIAN PARA JENDRAL
(Isu kudeta dalam Sejarah Militer Indonesia)
  • Peristiwa 3 Juli 1946
  • Peirstiwa 17 Oktober 1952
  • Peristiwa 30 September 1965

(Perang Jendral Masa Orde Baru)

  • 'Perang dingin' Soemitro Ali Murtopo
  • M.Jusuf Kontra LB. Moerdani
  • Rivalitas Wiranto-Prabowo
  • Wiranto
  • Prabowo Subianto

(Dari Peristiwa 1998 hingga Pemilu 1999-93)

  • Aksi-aksi Penculikan
  • Tim Mawar
  • Ibu Kota Mencekam
  • Ibu Kota Tanpa Perlindungan
  • Prabowo Melakukan Coup d'Etat?
  • Penolakan SI MPR 1998
  • Pam swakarsa dan Semanggi I
  • Aksi Penolakan UU PKB dan Semanggi II
  • Pemilu 1999 dan Sidang Umum MPR 1999

(Membandingkan Aksi Sarwo Edhie Wibowo dengan Prabowo Subianto)

LIMA: SIS GELAP REFORMASI
(Disintegrasi dan Gejolak )
  • Timor-Timur
  • Benih-Benih Disintegrasi

(Pelanggaran HAM dalam Prahara Mei 1998)

  • Tragedi Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II
  • Kerusuhan Mei 1998
  • Pemerkosaan

Thursday, May 7, 2009

PRESIDENT IDOLS [Pertarungan Sengit 10 Capres Menuju RI-1]

Tak perlu terkejut, jika kita memperoleh info, bahwa pemilu itu menyodot anggaran yang luar biasa. Ketika pemilu 1999, kocek negara "dirogoh" sebesar Rp. 1,6 triliun, nominal lengkapnya Rp. 1.625.744.900, itu pun berlum termasuk kucurun dana dari lembaga asing.
Berlanjut pada pemilu tahun 2004, sekitar Rp. 4,4 triun, masih pula ditambah dari dana bantuan donor sebesar 32,367 sdollar AS.
Kemudian Pemilu tahun ini (2009), akan dikucurkan sebesar 13,5 triliun didalamnya terdapat anggaran Pilpres, itulah yang terbaca pada kata pengantar buku ini.
Kalkulasi-kalkulasi ini akan memilki manfaat jika Pemilu terselenggra sesuai harapan, serta mampu mengurangi tiga nir yakni, nir koplain (zero complaint), nir kecelakaan (zero accident), dan nir kecacatan (zero defect). Berangkat dari pemikiran untuk menghindari tiga nir inilah buku ini terlahir.
Maksud terdalamnya di fokuskan pada pemilihan presiden, dan agar dana yang telah dikeluarkan itu bermanfaat tentunya bangsa ini tidak hanya melakukan pesta demokrasi semu. Tidak boleh ada pemilihan yang bermetafora "beli kucing di dalam karung", atau " Politik dagang sapi", apalagi selalu mencari kambing hitam".
Maksud baik inilah diwujudkan dalam buku dengan membentangkan daftar riwayat hidup kandidikat presiden, serta tulisan singkat dari masing-masing kandidat.
Mulai dari sepak terjang, keunggulan diri adri berbagai prestasi, dan dayabeberapa pembeda.
Buku ini memiliki menetapkan sepuluh kader bangsa sebagai kandidat presiden (Versi buku ini), antara lain:
  1. Susilo Bambang Yudhoyono
  2. Megawati Seokarnoputri
  3. Wiranto
  4. Jusuf Kalla
  5. Prabowo Subianto
  6. Sri Sultan Hamengku Bowono X
  7. M. Hidayat Nur Wahid
  8. M.Amien Rais
  9. Sutiyoso
  10. M.Din Samsudin
Data buku:
JUDUL : Presiden Idols - Pertarungan Sengit 10 Capres Menuju RI - 1
PENULIS: Deny Suito & Samsul Muarif
PENERBIT: Grafindo Khazanah Ilmu. Jl. siaga Raya No. 51 A, Pejaten Barat. Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Telp: 021 - 7941042. E-mail: http://www.grafindopress.com/. E-mail: grafindo@yahoo.com.sg
TEBAL: 200 halaman: 14 x 21
ISBN: 978-979-3858-56-2
CETAKAN: I - Januari 2009
....Buku ini juga membentangkan masalah Survey Politik, karena saat ini survey politik merupakan piranti penting yang mampu memberikan informasi secara dini, namun juga harus diketahui bahwa survey kadang kala juga dijadikan tameng politik, karena hasil survey merupakan hasil pesanan. Dalam buku ini juga mengungkan fenomena survey politik dari dimensi plus dan minusnya.
Pada zaman Orde Baru pernah terjadi peristiwa yang menggelikan, survey politik dicurigai sebagai kegiatan mata-mata..
PT. Suburi pada tahun 1972 di Semarang Jawa Tengah,misalnya, menjadi contoh paling tragis yang menandai awal ketian jajak pendapat pada masa Orde Baru. Didalam kuesionernya nama Soeharto ditempatkan pada posisi nomor tiga dari sepuluh nama pemimpian lainnya. Hal ini menyulut kemarahan intelijen dari Satuan Intelijen Kodam Diponegoro. Survey PT Suburi tersebut dianggap bagian dati kegiatan spionase.

Wednesday, May 6, 2009

63 AYAT DASAR SEANDAINYA SAYA JADI PRESIDEN

Senyampang mimpi, menggali ide, menungan gagasan atau sejenisnya masih gratis, maka sangat rugi jika kita tidak melakukannya.
Dr. Todung Lumban Toruan, adalah seorang-orang yang saat ini menjabat Direktur Lembaga Pendidikan Kursus Manajemen "Citra Budaya Nasional-CBN", memanfaatkan peluang gratis itu. Kini memutahkan sebuah ide yang super dahsyat, disamping isinya yang membawa misi patriotik nan nasionalistik, hadir tepat waktu. Seperti ide Todung Lumban Toruan ini bagaikan mendapatkan undangan khusus, karena hadir ketika bangsa ini membutuhkan inspirasi cantik. Ide yang dikemas dalam buku ini bergerak secara cepat akan membelajar bangsa yang mendiami beribu pulau ini, karena buku ini dapat dijadikan acuan dalam memutuskan pilihan. Utamanya ketika bangsa ini akan memilih presidenya.
Kumpulan ide cerdas ini dibukukan dengan memilih judul "63 Ayat Dasar Seandainya saya Jadi Presiden". Judul Seandainya Saya Jadi Presiden ini sangat strategis, sekaligus cerdik, karena akan menarik siapapun untuk membacanya. Kemungkinan besar ini adalah strategi penulis, sekaligus membuat daya pembeda agar orang menkonsumsinya.
Jika kita cermat memperhatikan, sebenarnya penulis ini berkeinginan menawarkan ide kepada siapa saja, agar NKRI ini tetap utuh, kemudian nafsu ber -KKN dapat dieliminasi, ruang keberpihakan pada rakyat kecil makin membuana, dan terciptanya percepatan pembangunan dapat terlaksana. Buku ini juga mempunyai hajat yang suci, yakni adanya aliran keadilan dalam pembangunan, teristimewa untuk wilayah Indonesia bagian Timur
Data buku
JUDUL: 63 Ayat Dasar Seandainya Saya Jadi Presiden
PENULIS: Dr. Todung Lumban Toruan
PENERBIT: Pustaka Mina Jakarta
ISBN: 978-979-3756-35-6
CETAKAN: 2008 - Pertama
TEBAL: 236 halaman
APA YANG DILAKUKAN TODUNG LUMBAN TORUAN JIKA MENJADI PRESIDEN ?
Ayat: 1
Wajib Mempertahankan Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia [NKRI]
Ayat: 2
Wajib Mempertahankan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dan Sumpah Pemuda
Ayat: 3
Menjadikan Negara Indonesia Negara Besar Merupakan Cita-Cita Luhur
Ayat: 4
Hapuskan Diskrimansi dan Monopoli
Ayat: 5
Presiden Berkantor Di Semua Istana Negara dan Istana Presiden
Ayat: 6
Kabinet, Duta Besar, Direktur Jendral dan Direktur Dipilih yang Ahli di Bidangnya
Ayat: 7
Gubernur, Bupati dan Walikota Magang di Luar Negeri
Ayat: 8
Kembangkan Wilayah Provinsi, Kabupaten, Kota Kecamatan, Kelurahan dan Desa
Ayat: 9
Kota Besar, Perkotaan, Kota Kecil, Desa Ditata
Ayat 10:
Partai di Indonesia Cukup Dua Hingga Tiga
Ayat 11:
Kembalikan Status MPR, DPR dan DPD Sebagai Wakil Rakyat
Ayat 12:
Kembalikan Independensi Badan Yudikatif, Mahkamah Agung dan Peradilan
Ayat 13:
Tingkatkan Patriotisme Masyarakat
Ayat 14:
Tingkatkan Profesionalisme Kepolisian Negara, Tentara Nasional Indonesia dan Badan Inteljen Negara
Ayat 15:
Lestarikan Budaya Indonesia dan Budaya Daerah
Ayat 16:
Pelihara Hubungan Luar Negeri dan Lembaga Internasional
Ayat 17:
Tingkatkan Pendidikan Formal, Pendidikan Non Formal dan Pendidikan Informal
Ayat 18:
Tekan dan Hapuskan Pengangguran
Ayat 19:
Lunasi Hutang Negra Ke Luar Negeri
Ayat 20:
Samakan Kurs Ruapiah dan Kurs Mata Uang Internasional
Ayat 21:
Siapkan Dana Cadangan Nasional dan Dana Cadangan Daerah
Ayat 22:
Berantas Praktik Korupsi, Kolusi, Nepotisme [Pencuri Uang Negara]
Ayat 23:
Berantas Praktik Judi Pekerja Sex Komersial, Napza dan HIV/Aids
Ayat 24:
Basmi Teroris, Kekeran dan Premanisme
Ayat 25:
Sepakati Perjanjian Diplomatik dengan Banyak Negara
Ayat 26:
Kembangkan Keimigrasian
Ayat 27:
Mantapkan Kerja Sama dengan Organisasi Global Baik Regional Maupun Internasional
Ayat 28:
Tanggulangi Segera Setiap Bencana Alam yang Terjadi
Ayat 29:
Bangun Perhubungan Besar Lintas Nasional
Ayat 30:
Berdayakan Satelit dengan Efektif
Ayat 31:
Tingkatan Media Indonesia Pada Tingkat Nasional an Internasional
Ayat 32:
Kembangkan Riset, TYerknologi Nasional dan Internasional
Ayat 33:
Utamakan Pembangunan Pertanian dan Kelautan
Ayat 34:
......maaf belum tuntas

Tuesday, May 5, 2009

WHO WANTS TO BE NEXT PRESIDENT?J.Kristiadi, dkk.

A-Z INFORMASI POLITIK DASAR & PEMILU 2009
J. Kristiadi ketika membentangkan tulisan politik, dapat ditengari selalu menghadirkan kritik, namun citarasa akademik tetap terjaga terdepan tanpa berhenti sedetik. Kendati kental dengan guratan akademik, karyanya selalu dibungkus dengan sajian ringan, membuat orang mencerna tanpa bosan.
Kali ini diunggah sebuah karya yang digarap secara kolaboratif, motornya tetap J.Kriatiadi, dua yunior lainnya adalah Gugun El-Guyanie dan Ranggabumi Nuswantoro.
Ceritera awal yang dituangkan buku ini berkisah tentang, cara arif memilih pemimpin, banyak pola pikir asing yang dipinjam buku ini untuk memotret sebuah kriteria, mulai dari pemikiran Ordway Tead, Bogardus (1950), Betrand Russel (1973), JamesMac Gregor, hingga beberapa paham mengenai kepempiminan diadp sebagai rentang penetapan kriteria pemimpin yang dinginkan. Tulisan-tulisan tersebut, mewakili penjelasan kreteria pemipinan.
Ternyata persoalan terkait dengan Bangsa negara , Pemerintahan, Aktivitas Politik, HAM hingga Demokrasi terkupas tuntas, sehingga segenap informasi yang pada buku ini dapat digunakan sebagai rujukkan pendidikan kewarganegaraan.
Keistimewaan buku ini adalah memberikan suguhan yang menggambarkan plus-minus kandidat presiden. Bagaikan analisis SWOT, buku ini mencandra seorang-orang kandidat dari keunggulan, kelemahan dan peluangnya. Kemudian yang dicandra oleh buku ini adalah:
Megawati Soekarnoputeri
Wiranto
Susilo Bambang Yudhoyono
Mohammad Jusuf Kalla.
Selanjutnya juga dipaparkan daftar riwayat hidup dari masing-masing kandidat versi buku ini. Khalayak baca rupanya juga mendapatkan kenikmatan plus, karena buku ini menyertakan Joke Politik.
Data Buku
JUDUL: Who Wants To Be The Next President?
PENULIS: J.Kristiadi. dkk
PENERBIT: Kanisius. Jl. Cempaka. No. 9 Deresan Yogyakarta 55281, Indonesia. Kotak Pos 1125/YK. Yogyakarta 55011 Indoensia. Telepon: 0274-563349. E-mail: office@kanisiusmedia.com
ISBN: 978-979-21-2244-2
CETAKAN : 1 -2009
TEBAL: 117 halaman
PENCANDRAAN
MEGAWATI SOEKARNOPUTRI
Aspek yang menonjol:
  • Konvensional
  • Menjunjung dan mengandalkan otoritas formal di atas kehendak bebas individual
  • Menjujung tinggi kehormatan, mengutamakan moralitas yang diyakini, norma-norma tradisional, dan sopan santun mengingat dan menggunkan informasi dengan cepat
Kekuatan:
  • Memelihara dan menjaga hal-hal yang baik
  • Bekerja dengan dasar yang jelas dan selalu terdorong untuk menghindari tuduhan kesalahan
  • Menjaga tingkah laku dan menghindari perilaku menyimpang
  • Cepat menguasai materi dan situasi
  • Berusaha membentuk Tim yang kuat,kontrol yang kuat, dan memiliki pengaruh besar terhadap bawahan
  • Cermat dan hati-hati melaksanakan tugas serta berusaha untuk memperoleh hasil lebih baik
  • Memahami dan membutuhkan pentingnya komunikasi yang intensif
Kelemahan:
  • Tidak mudah menerima perubahan apalagi yang dratis
  • Melempar tanggung jawab pada otoritas atau aturan formal, menghindari tanggung jawab pribadi
  • Konservatif dan tidak Fleksibel
  • Menampilkan kesan superior yang menuntut untuk terus dituruti
  • Kurang memberi ruang kepada bawahan untuk mengambil inisiatif
  • Membuat orang lain berhati-hati ketika berhadapan dengannya
  • Dapat mudah tersinggung pada orang yang baru dikenal terkesan membatasi diri [dingin]
WIRANTO
Aspek yang Menonjol
  • Konvensional
  • Mengandalkan data indrawi
  • Menjujung dan mengandalkan otoritas formal di atas kehendak bebas individual
  • Menjunjung tinggi kehormatan, utamakan moralitas dan norma tradisional
  • Waspada dan tanggap terhadap situasi
  • Pentingkan tampilan fisik
  • Kebutuhan kekuasaan
Kekuatan:
  • Memilihara dan menjaga hal-hal yang dianggap baik
  • Obyektif & akurat
  • Mampu menjaga stabilitas politik & selalu terdorong untuk menghindari penyimpangan
  • Dapat diandalkan untuk laksanakan tugas, penolong serta menjaga kehormatan korps, atasan, dan kerabat
  • Kerjakan tugas dengan tepat waktu, jelas efisien dalam mebuat program
  • Menjaga tingkah laku dan hindari penyimpangan yang ia yakini
  • Pengetahuan luas dan mendalam, selalu ingin melaksanakan tugas sebaik-baiknya
  • Tegas dalam tegakkan hukum dan aturan
  • Cepat temukan adanya kemungkinan bahaya
  • Disegani, dituruti, dan mampu menjadi teladan
  • Mampu bentuk tim yang efisien dan kuat,kontrol yang kuat, dan mempunyai pengaruh besar terhadap bawahan
Kelemahan:
  • Sulit menerima perubahan apalagi dratis
  • Kaku, terpaku pada detail dan sulit terima pendapat subyektif
  • Gunakan pendekatan keamanan dan stabilitas yang sangat mungkin hambat perubahan
  • Lempar tanggung jawab pada otoritas atau aturan formal, hindari tanggung jawab pribadi
  • Cederung tak cermat terhadap kemungkinan penyimpangan dan kesalahan pada pihak yang disetiai
  • Kaku dalam menerima perubahan, kurang mampu improvisasi
  • Konservatif
  • Kurang toleran terhadap hal-hal yang tidak sesuai dengan norma yang ia yakini
  • Tampilkan kesan superior yang mungkin timbulkan rasa rendah diri bawahan
SUSILO BAMBANG YUDHOYONO:
Aspek Menonjol:
  • Sifat moderat, mau berubah dengan alasan yang emadai,realistis, menilai tinggi moralitas, memandang manusia setara
  • Mementingkan intelektualitas
  • Keterbukaan pikiran
  • Pola penalaran sistematik
  • Kebutuhan Prestasi
  • Kebutuhan afiliasi
  • Penampilan yang selalu terjaga, berwibawa, dan dapat diandalkan
Kekuatan:
  • Mampu menerima kritik dengan argumentasi, amu melakukan perbaikan yang realistis, dan menempatkan setiap orang setara
  • Mementingkan intelektualitas
  • Mampu menyerap dan memahami hal-hal yang berbeda, sebetulnya dapat menggunkan berbagai sudut pandang dalam menyelesaikan masalah
  • Pemahaman masalah secara menyeluruh, pekerja keras, selalu berusaha mendapatkan yang diinginkan, dan selalu ingin hasil yang terbaik
  • Mau mendengar, berusaha memberikan empati, dan senang berdialog
  • Disegani, dituruti dan mampu menjadi teladan
Kelemahan:
  • Kurang gigih dalam memperjuangkan ide-idenya
  • Terlalu banyak pertimbangan sehingga lambat mengambil keputusan
  • Terkesan ragu-ragu karena menunggu banyak masukkan dari pihak lain sebelum membuat keputusan
  • Lambat membuat putusan
  • Datar secara emosional dan emosi tidak lepas
  • Kurang tegas dan kurang kontrol terhadap orang
  • Dapat menimbulkan kesan berpura-pura dan tidak menampilkan sebenarnya
MUHAMMAD JUSUF KALLA
Aspek menonjol:
  • Moderat mau berubah, realistis, dan memanfaatkan kesempatan
  • Percaya pada ilmu pengetahuan
  • Penalaran sistematik
  • Kebutuhan prestasi

Kekuatan:

  • Mampu menerima kritik dengan argumentasi, mau melakukan perbaikan yang realistis, menempatkan setiap orang setara
  • Mementingkan kemajuan, perbaikan konkrit, dan realistis
  • Dapat melihat masalah dari berbagai sudut pandang dan menemukan solusi dalam penyelesaian masalah
  • Pekerja keras, selalu berusaha mendapatkan apa yang diinginkan, dan selalu ingin hasil yang lebih baik
Kelemahan:
  • Cenderung pragmatis
  • Mengabaikan visi jauh ke depan dan berorientasi pada yang sekarang dan di sini, cenderung hanya bergantung dari pengalaman sendiri
  • Cenderung kompromis dan dapat tidak setia pada kelompok
  • Kurang memilki pengaruh terhadap orang, terlalu datar secara emosional, dan terkesan kurang memberi empati.
[Catatan: buku ini berapologi, dan menyatakan bahwa kajian di atas bukan harga mati, dapat saja berubah manakala pengalaman mengajarinya]

Monday, May 4, 2009

MERETAS JALAN BARU EKONOMI INDONESIA-WIRANTO

Banyak orang memberikan stigma negatif, karena tidak mendapatkan informasi yang utuh, juga banyak orang menafikkan dan kadang berperilaku super apriopri dengan alasana karena kurang mengenali. Tentunya tabir akan tertutup, jika seorang-orang tidak membukanya. Harus ada pintu yang membuka sebagai wahan. Buku adalah wahana yang tepat untuk mebuka pintu isolasi, dan sarana tepat untuk merubah orang menjadi mengerti dan mencitai. Kini H. Wiranto, SH, membuka diri dengan menoreh karya bersegmen ekonomi, adalah karya yang dahsyat untuk mengenalkan diri sembari memberi informasi. Kita tahu buku orang akan mengetahui siapa, dan bagaimana orang itu. Kini dilakukan Wiranto.
Inspirasi kuat yang mendorong niatan luhurnya untuk membeuat buku ini, adalah pengamatannya ketika masa bertugas, tentunya jabatan demi jabatan yang dilaluinya banyak bersinggungan dengan ekonomi. Apalagi pencermatan ekonomi dipandang Wiranto sangat urgen, bangunan ekonomi yang kuat, akan berkontribusi dengan berbagai sektor. Kata akhirnya ekonomi yang terperhatikan membuat kepastian hidup dan kesejahateraan. Rupanya ikon "hati nurani" tidak beringsut dari pemikiran Wiranto, hal ini diwujudkan dalam anganannya dan dibentuk dalam agenda-agenda tertentu.
Menurut buku ini dalam "Meretas Jalan Baru Ekonomi Indonesia", sama dengan menggagas pembangunan ekonomi Infdonesia ke depan, berdasarkan visi "Kedaulatan dan Kemandirian Ekonomi Menuju Bangsa yang Bermartabat". Untuk mewujudkan visi tersebut, misi yang dikembangkan bertumpu pada integritas dan sinergi dari beberapa pilar, antara lain:
  1. Merekonstruksi asas perorangan dengan paradigma inividualisme dan liberlisme menjadi asas kebersamaan dan kekeluargaan berdasarkan paham kerakyatan [demokrasi ekonomi] dan sosio nasionalisme, di mana kepentingan masyarakat lebih utama dari kepentingan orang per orang [tanpa mengabaikan hak orang perorang]
  2. Mengembangkan pendekatan pembangunan yang bertumpu pada pemenuhan kebutuhan rakyat [people centered development] dan pembangunan individu manusia Indonesia
  3. Pertumbuhan ekonomi berkualitas yang bukan sekadar menampilkan indikator-indikator yang berpotensi menimbulkan bias fakta-fakta ekonomi, melainkan pertumbuhan yang mempunyai manfaat besar terhadap peningkatan kesejahteraan seluruh anggota masyarakat dan ampu mengurangi disparitas kesejahteraan; mendorong peningkatan investasi dan produktivitas di sektor riil, terutama sektor manufaktur dan pertanian yang menyerap banyak tenaga kerja dan mengarahkan bangsa ini menjadi bangsa produsen
  4. Mengarahkan perekonomian Indonesia untuk menjadi resources-based economy atas dasar Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945
  5. Mewujudkan negara sebagai agent of developmen dan agent of reformation dalam mengatasi berbagai ketimpangan
  6. Menyikapi globalisasi dan Pasar Bebas dengan kebijakan-kebijakan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat
  7. Menciptakan kebijakan anggaran yang berdaulat, mandiri, dan lepas dari ketergantungan
Data buku
JUDUL: Meretas Jalan Baru Ekonomi Indonesia
PENULIS: H. Wiranto, SH.
PENERBIT: Institute for Democracy of Indonesia. Jl. Kotabumi 15 Jakarta Pusat 10230. Telp: [021]-3917271. E-mail: ideindonesia@cbn.net.id
ISBN: 979-97721-4-1
CETAKAN: Pertama, Maret 2009
TEBAL: vi + 174

Saturday, May 2, 2009

MELURUSKAN DEMOKRASI-WIRANTO

Wiranto mengatakan, bahwa buku ini bukan merupakan cerita tentang diri, atau buku yang berkisah tentang kehidupan Wiranto, namun merupakan gagasan yang dituang sebagai risalah singkat untuk meluruskan sesuatu yang karut marut dan centang perentang. Risalah ini bukanlah gumanan untuk diri sendiri. Risalah ini merupakan ekspresi keprihatinan sekaligus ajakan memperbaikinya. Risalah ini bukan pula ratapan tentang keadaan, tetapi agenda kerja.
Dicipta dari endusan empiri, sebuah rangkai pengalaman diri, dari perenungannya Wiranto berusaha untuk menegaskan tiga hal, yakni:
Pertama: jalan demokrasi adalah jalan yang tepat dan selayaknya diambil. Dengan demikian menjalankan demokratisasi selama sepuluh tahun lalu, sesungguhnya sudah berada di jalan yang benar
Kedua, setelah berjalan selama lebih dari satu dasa warsa, demokratisasi itu belum berhasil membangun demokrasi yang kuat dan mensejahterakan. Maka, setelah berusaha membeberkan apa saja yang sudah dicapai dan apa saja yang masih terabaikan serta memaparkan persoalan-persoalan mendasar dalam demokrasi kita. Dipaparkan apa saja yang mendesak dilakukan untuk memperkuat demokrasi, sekaligus membuat demokrasi mampu menghasilkan kesejahteraan
Ketiga, ditegaskan oleh Wiranto atas keyakinannya aryi penting "hati nurani" sebagai modal dasar bagi perbaikan praktik demokrasi. menurutnya, akan ditunjukkan bahwa keyakinan itu bukan hanya didasarkan pad keyakinan religius berbasis agama, melainkan juga keyakinan politik yang sesungguhnya sudah teruji dalam praktik demokratisasi di vanyak tempat atau negara lain.
Pembentangkan buku ini terdiri dari sejumlah topik atau persoalan, yang tersaji sebagai berikut:
Bab 1 [Pendahluan], Berbicara masalah latar belakang sejarah, hingga perjalanan demokrasi selama ini, persolan-persoalan demokrasi kita. Dari realitas tersebut dapat diinisiasi beberapa agenda yang digarap terkait serta solusi alternatifnya.
Bab 2 [ Apa yang Sudah Dicapai, dan Yang Belum], dijabarkan apa yang sudah tercapai dan apa yang terabaikan dalam pembentukan dan pengembangan demokrasi kita.
Dengan bentangan ini diharapkan dapat memperjelas apa saja yang menjadi agenda kerja untuk mematangkan atau mengkonsulidasikan demokrasi kita
Bab 3 [Melihat ke belakang Melangkah ke depan], Berusaha memposisikan masa lalu dan masa depan kerangka kerja pelurusan kembali jalan demokrasi kita. Olehkarenanya bab ini berisi ajakan untuk menjadikan sejarah perkembangan demokrasi kita sebagai modal untuk memperjuangakn kehidupan yang lebih baik di masa depan. Untuk itulah paparan tentang wujud masa depan perlu dipaparkan
Bab 4 [Tawaran Model Demokrasi Untuk Indonesia], berisi tawaran alternatif model demokrasi. Di dalamnya ditunjukkan aspek-aspek, dan bagaimana menatanya
Bab 5 [ Menyandingkan Demokrasi dan Kesejahteraan] memuat gagasan-gagasan dasar mengenai penyandingan demokrasi dan kesejahteraan. Di sini terpapar sebuah tawaran mengatasi dilema, antara membangun demokrasi di satu sisi, dengan mencapai kesejahteraan rakyat di sisi lain. Menurut Wiranto penulis buku ini, model alternatif akan berguna manakala demokrasi mampu mengeluarkan kita dari dilema itu
Bab 6 [Kepemimpinan Demokratis yang Kuat],Memaparkan pikiran-pikiran Wiranto mengenai penting dan sangat menetukannya kepemimpinan yang kuat untuk meluruskan kembali jalan demokrasi. Bahwa kepemimpinan yang lemah akan makin melemahkan demokrasi dan membuat kita berjalan di tempat.
Bab 7 [Simpulan Meluruskan Kembali Jalan Demokrasi], berisi simpulan dan intisari pemikiran mengenai demokrasi dan pelurusan jalan demokrasi. Di sini juga ditunjukkanna betapa hati nurani mengambil tempat yang strategis, penting dan menentukan
Data buku
JUDUL: Meluruskan Jalan Demokrasi
PENULIS: H.Wiranto SH
PENERBIT: Institute for Demokracy of Indonesia. Jl. Kotabumi 15 Jakarta Pusat 10230. Telp: 021-3917271. E-mail: ideindonesia@cbn.net.id
ISBN: 979-97721-3-3
CETAKAN: Februari 2009
TEBAL: : viii + 112 halaman