SILA CARI DI SINI!

Google

Wednesday, May 20, 2009

MENUJU PRESIDEN RI 2004

Sengaja daur ulang alias memutar rekaman lama, warung buku menghadirkan kembali buku-buku kisaran tahun 2004, utamanya yang bersangkut paut dengan Pemilihan Presiden saat itu. Seperti Buku yang digarap secara kolaborasi antara Kholid. O. Santosa dan Chaerul Salam. Buku ini berkisah tentang pertarungan sengit yang penuh startegi dan trik-trik koalisi. Bahkan beberapa pasangan melakukan kompromi-kompromi khusus guna meraih kursi RI satu ketika itu. Buku ini disajikan untuk tidak untuk mempengaruhi pilihan, namun lebih cenderung memberikan plus minus diskripsi jati diri para kandidit. Semuanya dicandra oleh buku ini dari berbagai sisi, sepertinya seperti analisis SWOT kandidat. Bagaimana Kelebihannya [strong], Kelemahannya [weakness], peluangnya [opportunity] dan Ancaman [threat].
Adapun personal yang dicandra di buku ini antara lain:
Megawati Soekarnoputri [Membawa Kharisma Bung Karno]
M.Amien Rais [Komitmen Kebangsaannya Tidak Diragukan]
Susilo Bambang Yudhoyono [Lompatannya Mencengangkan Semua Pihak]
Hamzah Haz [Melangkah ke Kursi Nomor satu]
Abdurrahman Wahid [Gagal mencoba untuk Kedua Kali]
Akbar Tanjung [Politisi Tiga Zaman Yang Kandas di Konvensi]
Adi Sasono [Membuat Kebijakan Populis]
Abdullah Gymnastiar [Menampilkan Sosok Satria Piningit]
Nurcholish Madjid [Memilih Menjadi Guru Bangsa]
Yusril Ihza Mahendra [Tetap mengutamakan Pengabdian]
Prabowo Subianto [Cita-citanya Masih Tertunda]
Sitti Hardiyanti Rukmana [Mencoba Menebus Kekecewaan rakyat]
Data buku
JUDUL: Menuju Presiden RI 2004 [Pertarungan Strategi, Koalisi dan Kompromi]
PENULIS: Kholid O.S. dan Chaerul Salam
PENERBIT: Sega Arsy. Jl. Asri Raya No. 01. Soekarno Hatta, Bandung Telp: 022 7808939
CETAKAN : Pertama - 2004
ISBN: 979-98365-1-4
TEBAL: 256 halaman : 14 x 21 cm

PRABOWO SANG KONTROVERSIAL


KISAH PENCULIKAN ISU KUDETA
&
TUMBANGNYA SEORANG BINTANG
["Saya cinta negeri ini. Saya orang yang menghargai kemanusiaan. Demi Allah, saya tidak serendah itu...Sesuai prosedur semua sudah saya laporkan pada atasan"]
Prabowo Subianto
Erros Djarot dan kawan-kawan bermaksud mengurai kisah penculikan, isu kudeta, dan tumbangnya seorang Prabowo dalam berbagai sisi. Buku ini menyingkap posisi Prabowo, yang selalu dituding sebagi tokoh sentral dalam peristiwa penculikan aktivis. Dari tudingan itu menjadi suara yang membahana bahkan berakhir dengan rotoknya yang bintang dari ladang juang. Ya, kasus ini mengakhiri karir cemerlang sebagai pengawal kadigdayaan Nusantara tercinta. Isu seputar rivalitas Prabowo dan Wiranto juga dibentangkan oleh buku ini. Lebih dari itu kabar angin yang membelah jagad perpolitikan terdengar keras., muncul isu kudeta.
Data buku
JUDUL: Prabowo Sang Kontroversi - Kisah penculikan, Isu Kudeta, dan Tumbangnya Seorang Bintang
PENULIS: Eros Jarot
ISBN: 979-794-036-5
TEBAL: vii + 192 halaman, 23 cm
CETAKAN: Ketiga 2007
PENERBIT: Media Kita. Jl. Haji Montong No. 57 Jakarta Selatan 12630. Telp: 021-78883030. Ext. 213, 214 dan 216. E-mail: redaksi@mediakita.com Website : http://www.mediakita.com/
Yang di bahas:
[KASUS PENCULIKAN]
Mrncari Dalangnya Dalang
Yang Hilang Muncul Yang Dijaring Menghilang
Demi Allah, Saya Tak Serendah itu
Kilas Balik Politisi Kopassus
Kalau Saya Prabowo, Akan Saya Beberkan Semuanya
Prabowo Hanya Operator
Faisal Tanjung Harus Diperiksa
Seharusnya Minta Maaf atau Mundur
Ini Bukan Salh prosedur, tapi Presedur Standar
Penculikan Andi Arif: saksi Mata akan Dibayar 25 Juta
Kalaupun Salah Prosedur, Komandan Pasti Tahu
Tanjung atau Prabowo yang Diorder Soeharto?
Yang Terlibat Satu Kesatuan
Mereka Menjalankan Perintah
Tidak Selalu Ujungnya Ke Pangab
Feisal Tanjung Tak Ada Waktu Bicara
[DEWAN KEHORMATAN PERWIRA]
Perwira Sejati dan Perwira Tikus
Memeriksa Kehormatan Perwira
Bawa ke Sidang Umum MPR
Masyarakat Tidak Perlu Curiga
Bukan Pangab dan Pangti, Lalu Siapa?
Dari Hartono Hingga Subagyo
Prabowo Mengaku Bersalah
Harus BKO dari Pangab
Hartono-Prabowo-Tutut itu satu Group
Sejarah Potong Kompas di ABRI
Kalau untuk Kepentingan Pribadi, Nanti Dulu
Sepenggal Kisah Jl. Suwityo
Masalah Beda Pandangan
CPDS Dulu Dekat Dengan ABRI
SEandaninya Parbowo Menang
Selama Masih Ada Pangab, Ya Pangab
Ini Operasi Yang Permanen
SIAPA DALANG SESUNGGUHNYA
Prabowo Bukan Pemain Jazz
Berpacu Nasib di Genggamam Prabowo
ADA KALIMAT YANG BIKIN TERPERANJAT
" Disni dibutuhkan kejujuran. Siapa yang memerintah dia?. Tujuan oprasi itu apa? Berarti harus ada orang di belakang dia"
[Mayjen TNI (Purn) Syamsiar Siregar, mantan Kepala BIA]
()
"Saya sedih. Saya tahu Bowo......Dia itu kan hanya menjalankan perintah. Sebagai militer, sulit saya untuk sepenuhnya menyalahkan dia. Kalau dia seorang sipil, jelas dia telah menggar hak asasi manusia "
[Sumitro Djojoadikusumo, Ayah Prabowo]
()
"Pengakuan Prabowo melalui DKP membuktikan bahwa Prabowo memang terlibat dalam penculikan para aktivis. Bahwa dia dijadikan kambing hitam atas keterlibatan pihak lain, saya kira kemungkinan ke arah itu masih ada"
[Adam Schwarz, penulis buku Anation in waiting: indonesia in The 1990s]

Tuesday, May 19, 2009

KOPI MERAH PUTI-Obrolan pahit manis indonesia

Kreasi yang tidak henti diperbukuan kita melahirkan macam-macam jenis buku, gaya sajian hingga substansi bahasan. Kini lahir buku dengan sajian santai yang membicarakan tentang persoalan-persoalan yang terjadi di negeri ini. Bertajuk Kopi Merah Putih mengesankan sebuah dailaog penggemar kopi di sebuah warung bersuasana santai. Yang tersaji layaknya obrolan yang bernuasa dialogis tanpa mengedepankan instruksi, namun lebih ke arah pencerahan. Seprti bincang santai sambil ngopi ini, mengajak para pembaca untuk melihat dengan cermat disetiap sudut kejadian, dan kemudian diajak melakukan perenungan, berfikir reflektif, bahkan diharapkan mampu mengundang kekritisan otak.
Sekitar dua puluh satu mata obrolan yang terekam di buku ini, semuanya bermaksud agar khalayak baca mampu keluar dari masalah dan berbenah. Tentunya maksud untuk membairkan otak kita mengkritisi, diberi jalan luas oleh buku ini.
Data buku
JUDUL: Kopi Merah Putih- obrolan pahit manis indonesia
PENYUNTING Isman H. Suryaman
PENERBIT: PT Gramedia Pustaka Utama-Kompas Gramedia Building Blog I Lt 4-5 Jl. Palmerah Barat 29 - 37 Jakarta 10270
ISBN:978-979-22-4529-5
CETAKAN:Pertama -2009
TEBAL: xi + 181
Yang Didialogkan:
Kita dan Listrik
Kita, uang, dan Pendidikan
Kita dan Insinyur
Kita dan Demokrasi
Kita dan Subsidi
Kita dan Kartu Kredit
Kita dan Bajaj
Kita, Jas, dan Dasi
Kita, Sampah, dan Daur Ulang
Kita dan Suap
Kita, Pedagang Asongan, dan Harga Diri
Kita dan Pisang
Kita dan Toko Kecil
Kita, Demokrasi, dan Masa Depan
Kita dan Efek samping Demokrasi
Kita dan Wiraswasta
Kita, Sekolah, dan Kesempatan Kerja
Kita, HIV/AIDS, dan Narkoba
Kita dan Reformasi
Kita dan Bulutangkis
Kita dan Sinetron

Monday, May 18, 2009

PRABOWO "Saya Tak Pernah Berkhianat"

Ada kelompok tertentu yang menginginkan saya m,enjadi kambing hitam, mungkin untuk menyembunyikan keterlibatan mereka
(PRABOWO SUBIANTO, mantan Pangkostrad)
Banyak tulisan dari berbagai media, baik dari dalam dan luar negeri menuansai buku ini. Dari berbagai tulisan yang terhimpun ini berisikan penjelasan sekaligus merupakan tangkisan serta bela diri Prabowo. Kita menyadari, bahwa manusia itu punya hak mempertahankan diri, dan bertahan diri, sepertinya mekanistis. Orang secara otomatis akan membela diri, apalaggi ada kebenaran yang ada apada dirinya.
Buku ini mengungkap bagian demi bagian tentang kejadian-kejadian pasca Soeharto lengser, bahkan merasa dirinya tidak memperoleh respon positif ketika bertindak, justru sebaiknya mendapat makian dan berakhir dengan pencopotan.
Buku ini juga memaparkan ketika Prabowo mendapat tudingan pengkhianat yang datangnya dari puteri bungsu Soeharto-Mamiek. Sebagaimana yang terpapar pada halaman 38-39,
........Di ruang keluarga, kata Prabowo, duduklah keluarga Suharto dengan Wiranto. Yang pertama berdiri adalah Siti Hutami Endang Adiningsih, putri bungsu Suharto. Prabowo mencoba mengingat kembali: "Mamiek menatap saya, lalu menudingkan jarinya seinci dari hiduing saya dan berkata: "Kamu Pengkhianat", dan kemudian : 'Jangan injakan kakimu di rumah saya lagi!' Akhirnya saya keluar. Saya menunggu. Saya ingin masuk. Saya bilang bahwa saya butuh penjelasan, Namun istri saya hanya menangis."
Tentunya masih banyak yang terpapar di buku ini, mulai dari sahabat terdekatnya yang dicopot, hingga dirinya yang juga mendapatkan perlakuan yang kurang istimewa. Prabowo mengklarifikasi, bahwa dirinya bukanlah seorang pengkhianat.
Data buku
JUDUL: Prabowo "Saya Tak Pernah Berkhianat"!!
PENYUSUN: Marco Salampessy
PENERBIT: Milestone
CETAKAN: Pertama Februari 2009
ISBN: 979-9703-36-0
TEBAL: 71
Yang dibahas:
(Jendral Prabowo Mencalonkan Diri Sebagai Presiden [Sahil K.Mahtani])
(Prabowo: "saya Tak Pernah Berkhianat)
Rangkaian Kejadian
Kerusuhan
Pengunduran Diri
Perubahan Besar
Dalang
Kudeta
Penculikan-penculikan
Orang luar yang menjadi tumbal

MEGAWATI SOEKARNO PUTERI : Di Tengah Rivalitas Sengit Calon-calon Presiden 2004

Seperti memutar ulang sebuah hasil rekaman, kali ini warung buku mengunggah buku-buku yang terbit tahun 2004, diunggah karena momentumnya tepat. Persisnya mementum saat ini sedang berada di awan Pilpres, maka buku-buku yang terkait dengan Pilpres sangat laik untuk ditayang kembali.
Sidarta Gautama penulis buku ini melakukan analisa-analisa terkait majunya Megawati sebagai Capres 2004. Prawacana buku mengatakan bahwa Pilpres 2004 ini dapat dijadikan sebuah indikator semua capres dan cawapres sejati, karena Pilpres 2004 adalah tonggak baru dalam pemilihan dengan melibatkan rakyat sebagai pemilih. Buku ini mengatakan Megawati harus melewati ujian berat ini.
Penulis buku mengatakan bahwa karyanya hanyalah analisis sederhana, koreksi dan masukan [input] dari orang yang berada di luar partai, yang tentu saja, tanpa adanya pretensi keberpihakan. Oleh karenanya tidak banyak yang terekam mengenai hal-ihwal strategi politik untuk pemenangan pemilihan presiden. Menurut penulisnya tulisan ini masih jauh dari memadai sebagai bahan rujukkan.
STRATEGI YANG HARUS DILAKUKAN
Ketika itu strategi yang harus ditempuh menurut buku ini adalah, strategi personal image building dan personal branding melalui penguasaan media massa, "kampanye terselubung" lewat iklan-iklan layanan masyarakat (public service announcement), ajang public action seperti seminar, diskusi dan sebagainya, memang efektif dalam membangun citra dimasyarakat.
Data buku
JUDUL: Megawati Soekarnoputri-Di Tengah Rivalitas Calon-calon Presiden 2004
PENULIS: Sidarta gautama
PENEBIT: PT Rineka Cipta, jakarta. Jl. Jend. Sudirman Kav. 36-A Blok-B No.5 Jakarta 10210
Telepon [021] 5736640
ISBN: 979-518-891-7
CETAKAN: Februari 2004

Friday, May 15, 2009

ERA BARU PEMIMPIN BARU

Buku yang diberi pengantar H. Mohammad Sobary ini muncul ketika SBY sedang mencalonkan presiden tahun 2004 yang lalu. Namun warung ingin menghidangkan saat SBY mencalonkan kembali untuk tahun 2009. Buku ini dihadirkan bagaikan "obat perangsang" ketika itu, maklum saat itu pamor SBY belum "pasang" seperti saat. Barangkali melalui buku ini sangat cocok untuk memulai penelitian, tentang perbedaan strategi kampanye SBY di tahun 2004 dan Tahun 2009. Ketika itu buku tentang SBY sangat banjir, dsan banyak tulisan-tulisannya yang menggambarkan visinya jika nanti terpilih. Apakah metode kampanye yang pernah dilakukan akan di ulang ketika mencalonkan kembali di tahun 2009, dan dari hasil strategi menyebarkan informasi melalui buku [ala SBY] itu, secara signifikan telah direguk manfaatnya.
Buku ini isinya tentang jatidiri SBY, detik perdetik kegiatan dan torehan prestasi dibentang, mulai dai baca puisi hingga hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan kenegaraan tak ketinggalan.
Secara sepintas buku ini menggugah orang dengan labeling yang strategis, pertama ingin menggmbarkan sosok SBY adalah "satriya paningit", yang sebuah mitos Jawa yang menunggu datangnya sosok pemipin, ratu atau raja yang arif bijaksana. Satriya paningit itu di metaforakan sebagai pribadi SBY. Dan dengan menariknya buku ini diberi judul Era Baru Pemimpin Baru - "Datangnya Sang Tunjung Putih"
Data buku
JUDUL: Era Baru Pemipin Baru. Tahun 2004: datangnya Sang Tunjung Putih
PENULIS: Ramli HM Yusuf & H. Oyong A Ma'ruf
PENERBIT: Lembaga Studi Pembangunan Indonersia [LASPI]. Komp. Perum Sunter Garden Podomoro DV No. 32 Jakarta Utara 14350. Telp: 021-6413560. http://www.laspi.com/. E-mail: laspi@laspi.com
CETAKAN: Pertama 1 Juni 2004
TEBAL: 97 halaman
Bab yang dibahas:
BAB I
Datangnya Sang Tunjung Putih
()
BAB II
KRISIS INDONESIA
Pandangan Futuris Jawa Kuno
()
BAB III
KRISIS INDONESIA
Ulah Para Pemimpin Yang Lupa Diri
()
BAB IV
KAPAN KRISIS INDONESIA BERAKHIR
Jalan Penyelesaian Krisis
()
BAB V
SANG PENYELAMAT
Prasyarat Pemimpin Baru Tahun 2004
()
BAB VI
LANDASAN PEMIMPIN YANG MANAH UNTUK MENJAWAB KRISIS NASIONAL
Bercermain Pada Agama

Thursday, May 14, 2009

PRESIDEN DUR YANG GUS ITU - Anehdot-anehdot KH.Abdurrahman Wahid

Kendati buku ini tergolong sudah tua, namun bila dinikmati di alam yang cuacanya penuh aroma politik, apalagi kental dengan cita rasa "koalisi", rasa semakin enak dan mak nyus. Buku ini terbit sepuluh tahun yang lalu, isinya tak termakan tahun, dan rupanya juga tidak akan usang. Buktinya lembar-demi lembar buku ini selalu dan selalu mengundang gelak tawa.
Buku yang dieditori oleh M. MAs'ud Adnan, dan di pengantari Mohammad Sobary ini, isinya selalu nyerempet masalah politik, misalnya ketika rame-ramenya pencalonan pilpres.
Pengantar Mohhamad Sobary rupanya memberi angin pada buku ini, nampaknya Sobary mengerti bahwa bangsa ini perlu tertawa dan butuh konsumsi jenaka.
Menurutnya kejenakaan berguna bagi kesehatan. Termasuk kesehatan jiwa kita. Saat mendengar lelucon, kita ketawa dan otot-otot mengendor nan rileks. Kemudian jiwa secara pelahan berubah ibarat tanaman layu lalu disiram air bersih. Rasa nyaman, gembira segar, dan optimis, meliputi jiwa kita. Dalam suasana kejiawaan macam itu, hidup pun menjadi lebih indah, lebih menggairahkan.
Masih menurut Mohhamad Sobary, hidup itu memerlukan humor seperti tatanan dunia yang memerlukan demokrasi. Watak jenaka dan ketrampilan melahirkan humor merupakan elemen pembentuk kearifan...........Itu semua tersedia di buku ini.
Keadaan sekarang kita semua membutuhkan, persoalan politik sedang melilit dengan sengit, perilaku elit politik semakin tak cantik dan tidak menarik. Mereka berbondong-bondong membangun koalisi serba bohong, terakses selalu yes, tak kebagian selalu mengancam.
Realitas ini membuat orang menjadi stres dan memerlukan almari es, dalam bentuk cita rasa kejenakaan. Sengaja warung ini menghidangkan, agar pikiran payah bisa segera sirna.
Data buku
JUDUL: Presiden Dur yang Gus/Pengantar: Mohammad Sobary
EDITOR: M.Mas'ud Adnan
PENERBIT: Risalah Gusti. Jl. Ikan Mungsing XIII/1. Surabaya 60177. Telepon. 3539440
ISBN: 979-556-025-5
CETAKAN: Kedua April 2000
Telusur: Buku ini dikais dari komunitas buku lawas Malang Jl. Sriwijaya Depan Stasiun KA Malang, yang sekarang sedang 'migrasi' ke Veloodrom Sawojajar.