SILA CARI DI SINI!

Google

Monday, December 21, 2009

TRANSKRIP RAHASIA HASIL SADAPAN KPK


Rasanya aneh bin ajaib, rahasia kon jadi buku. Ini karena tangan-tangan kreatif yang dipicu maraknya pembicaraan antara keluarga reptil yang silang sengkata. Orang Indonesia pasti mengetahui bahwa negeri ketika itu gonjang-ganjing karena antara "cicak" dan "buaya", sedang menampilkan jurus-jurus yang memukau. Ada yang mengatakan jurus "kriminalisasi" dan juga jurus "pengumbar sumpah". Akhirnya MK memutar percakapan yang terkategori rahasia. Ternyata rekaman itu setelah ditranskrip justru berubah menjadi buku.
Dalam pembentangannya sangat lugas, tidak ada satu katapun terlewatkan, bahkan buku ini membentangkan pula kronologis perseteruan antara Cicak dan Buaya. Selanjutnya akhir dari pemaparan transkrip rekaman disertkan epilog yang menggambarkan sebuah fenomena bangsa yang sudah berani bertelanjang dalam sebuah masalah. MK pun mendapat acungan jempol.
Data buku
JUDUL:Transkrip Rahasia Hasil Sadapan KPK
PENYUNTING: Ari Pranowo
PENERBIT: Narasi. Jl Irian Jaya D-24, Perum Nogotirto II, Yogyakarta 55292 TelP; [0274] 71003084. E-mail: penerbitnarasi.blogspot.com. Blog: www.penerbitnarasi.blogspot.com
ISBN: 979-18-195-3
TEBAL: 120 halaman; 14,5 x 21 cm
CETAKAN: Pertama 2009
-[]

Tuesday, December 8, 2009

ANTASARI, KPK, & BELITAN CINTA SEGITIGA

Sekurangnya sudah enam buku yang bertemakan sebuah masalah belitan cinta dan yang menyoal keterlibatan Pak Antasari dunggah di buku ini. Memang saat ini dapat dinyatakan "Antasari" lagi musim. Musim dibicarakan, musim dibela, musim di cela, dan musim di unggah di blog. Warung tentunya merasa keliru manakala tidak mengunggah buku-buku Antasari.Menurut buku ini peristiwa yang menimpa mantan Ketua KPK ini menggemparkan dunia, oleh buku ini dideskripsikan secara tuntas. Pemberitaan demi pemberitaan yang di lansir oleh media luar negeri di tulis secara rinci, media tersebut adalah:
Harian Australia, The Sidney Morning Herald, menurunkan judul "Indonesian anti graft chief arrested for murder" (kepala lembaga anti korupsi Indonesia ditangkap karena pembunuhan).
Koran amerika Serikat, Washington Post, yang merilis judul " Indonesia anti-corruption chief arrested in murder"
Mingguan Turki, Turkish Weekly, memberitakan Antasari telah ditetapkan menjadi tersangka karena kasus cinta segitiga yang berujung fatal.
Koran negara tetangga Singapura "The Straits Time", juga menurukan berita penetpan Antasari menjadi tersangsa dengan judul setengah bertanya"Love Triangle Murder In Case" atau Cinta Segitiga dalam kasus Pembunuhan?". The Strait Time juga menyinggung kemungkinan ketua KPK ini telah terjebak akibat kasus-kasus hukum tingkat tringgi yang ditangani lembaga pimpinannya.
Bab yang Dibahas Buku ini:
Bab I. Pembentukan KPK
Bab II. Sosok Antasari Azhar
Bab III. Korupsi dan Antasari Azhar
Bab IV. Terjebak Cinta Segitiga
Bab V. KPK Pasca Penangkapan Antasari
Data buku
JUDUL: Antasari KPK & Belitan Cinta Segitiga
PENULIS: Burhanuddin Abe dan Faisal Chaniago
PENERBIT: Idola Qta. Jl. Sudarsan Cakra, Manguwoharjo Yogyakarta,
ISBN: 978-979-22-4814-2
CETAKAN: 2008
TEBAL : ix + 181
[]

Sunday, December 6, 2009

ANTASARI AZHAR DALANG DI BALIK KEMATIAN NASRUDIN?

Buku ini menyindir bahwa pejabat pun bisa berperilaku binatang, seperti yang trsji dalam Epilog buku ini dengan tajuk"Negeri Para Binatang". Selajutnya kenikan lain dari sajian buku ini adalah gambaran sosok Antasari. Ternyata Antasai adalah sosok manusia kerja keras, ada tulisan yang mengingatkan masa keclnya. Saat Antasari berumur 10 tahun, ketika duduk di kelas 4 SD, ia sudah nulai mencari sendiri uang tambahan biaya sekolahnya. Ia menjajakan atau berjualan kue dan es mambo di sekitar Dermaga Belitung yang banyak disinggahi perahu orang Bugis dan Buton. Baginya, tidak ada pekerjaan yang hina di dunia ini, kecuali maling dan hal-hal yang merugikan orang lain. Buku ini rupanya sangat memberatkan Antasari, apalagi dengan kutipan visualisasi secara kronologis yang di unggah dari http://www.tempointeraktif.com/hg/flashgrafis/2009/05/01/grf,20090501-156,id.html. Kendati Antasari masih terkategori diduga otak pembunuhan [intellectual dadder], namun visual itu dapatr diintepretasikan Antasasi terlibat berat.
Buku ini terdiri dari lima bab, antara lain yang dibahas:
Bab I :Mengenal Sosok Antasari
Bab II : KPK Di Bawah Kepemimpinan Antasari Azhar
Bab III : KAsus Pembunuhan Nasrudin
Bab IV: Pengusutan Kasus Nasrudin Dan Dugaan Keterlibatan Antasari
Bab V: Epilog Negeri Para Binatang
Data buku
JUDUL: Antasari Azhar: dalang Di Balik Kematian Nasrudin?
PENULIS: Ismantoro Dwi Yuwono
PENERBIT: Pustaka Timur, 2009. Nhemplak RT/RW: 10/18 Nogotirto, Yogyakarta 55292. Telepon [0274] 7019945.
ISBN: 978-979-3837-35-2
TEBAL: xiv + 142 halaman; 145 x 21 cm
CETAKAN: 2009
[]

Saturday, November 28, 2009

JANGAN BOSAN KRITIK POLISI

Buku ini dipersembahkan untuk seluruh anggota Polri, dengan harapan agar mereka mau dan mapu segera menjadi Polisi Sipil yang profesional.
Neta S Pane penulis buku ini adalah seorang Ketua Presidium Indonesia Police Watch, seorang orang yang memilih jalan hidup mencermati institusi kepolisian Indonesia. Polisi maupun institusinya dicermati secara utuh, kehebatan alias keunggulan, kelemahan dan masa depan polisi diamati dengan teliti. Kritiknya pedas kadang menohok institusi kepolisian dilakukan, hal ini dilakukan tidak hanya berangkat dari pikiran dan niatan kosong, namun dimodali dengan suatu keinginan agar Polisi negeri ini lebih profesional. Nata S Pane tak ingin polisi kita menjadi pencundang di negeri sendiri, sebaliknya ingin polisi jujur dalam mengeman profesi, dan menjadi pahlawan negeri.
Buku Jangan Bosan mengkritik polisi ini bertujuan mengajak segenap anggota mayarakat agar jangan bosan untuk mengritisi sikap, perilaku maupun kinerja jajaran Kepolisian. Dengan adanya sikap kritis dari masyarakat, jajaran kepolisian diharapkan semakin konsisten dengan komitmennya dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.
jajaran Kepolisisn sudah saatnya melihat proses kemitraan antara polisi dan masyarakat adalah sebuah potensi besar dalam mewujudkan situasi yang aman dan tenteram.
12 bahasan yang dibentangkan buku ini, antara lain:
  • Seandainya Saya Menjadi Kapolri
  • Sejaraha Hubungan Polisi dan Masyarakat
  • Sapu Kotor Ini Bernama Polisi
  • Kinerja Polisi di Mata Masyarakat
  • Ramai-Ramai Mengecam Polisi
  • Delapan Keluhan Masyarakat
  • Polisi Keluhkan Atasan, Atasan Keluhkan Bawahan
  • Ketika Polisi Kehilangan Kecerdasan Perasaan
  • Kasus Polisi Tembak Isteri Kian Mencemaskan
  • Jendral Polisi Ikut Pemilihan Kepala Daerah
  • Pencitraan Polisi Harus Dimulai Dari Polisi Lalu Lintas
  • Jangan Bosan Mengkritik Polisi
Data buku
JUDUL :Jangan Bosan Kritik Polisi
PENULIS: Neta S. Pane
PENERBIT: 2009 PT Indonesia Satu. Gedung Istora Senayan Lantai 2 Belakang. Jl Pintu I senayan jakarta. 10270. Telpon: 021-702.86.303. E-mail: indonesiasatubuku@gmail.com. Blog: http://indonesiasatubuku.blogspot.com/. http://netapane.blogspot.com/
ISBN: 978-979-19094 3210.
TEBAL: 254-14,5 x 21 cm
.

Tuesday, November 24, 2009

POLISI JANCHUK!

Jika hanya melihat sampul buku saja, yakin orang akan marah, apalagi kalau yang membaca adalah seorang anggota Polisi. Judulnya jelas dientepretasikan sebuah makian, mungkin juga ditafsir serbagai bentuk pelecehan. Memang kata "janchuk" itu identik dengan makian, dan jangan-jangan diangap sebagai tantangan untuk berkelahi. Kata Janchuk adalah made-in wilayah Surabaya dan Malang. Kata ini mempunyai dimensi makna yang bertolak belakang, yang satu bermakna makian dan sisi lainnya berarti keakarban. Tentunya judul buku ini, kata janchuk lebih bermakna keakraban dari pada makian. Hal ini terbukti dari kadungan sungguhan dari lembar-demi lembar buku ini. Lalu yang aneh apanya, yang unik mana?, demikian kata khalayak baca yang lagi dipusingkan oleh buku ini. Tentunya yang unik adalah waktu terbitnya. Ketika carut marut dan silang sengkarut antara Polisi dan KPK, buku ini lahir. Harus kita akui bahwa Hermawan Sulistyo ingin memanfaatkan mementum, harapannya jelas, buku ini makin banyak dibaca orang, konsekuensi logisnya jelas hadirnya uang.
Polisi itu memang janchuk, tetapi tidak janchukkan, artinya kata janchuk itu menujukkan sapaan akrab yang berbenih pujian. Di buku ini A, B, C, D-nya polisi dikupas tuntas, bahkan buku ini seakan memberikan penjelasan sekaligus pencitraan kepolisian.
Data Buku
JUDUL: Polisi Janchuk!
PENULIS: Hermawan Sulistyo
PENERBIT: Pensil 324 Jakarta
ISBN: 978-979-3622-54-5
TEBAL: viii + 151; 18 cm
CETAKAN: Pertama September 2009
.

Wednesday, November 18, 2009

REPUBLIK TANPA KPK - koruptor harus mati

Semangat Pak Eggi menulis tetap terawat dengan baik, buktinya kendatipun sibuk masih dapat melahirkan buku. Sebenarnya buku ini terbit tahun 2008 yang lalu, namun seiring dengan carut marut negeri yang melakonkan perseturan institusi antara KPK dan Polisi, buku ini renyah kembali untuk di nikmati. Tertera di bagian belakan buku ini, seakan ada persepsi bahwa lahirnya KPK itu dapat dijadikan sebagai perangkat lunak untuk membekok lawan politik. Lebih jauh dapat pula berebut peran, atau mungkin mereduksi fungsi-fungsi institusi lainnya.
Eggi, menulis buku ini sangat komprehensif, dan menunjukkan komitmennya pada negeri ini, agar penegak hukum lebih memahami jati diri, bahkan mampu meningkatkan citra diri institusi.
Buku ini menegarai, ternyata di negara yang memiliki ribuan pulau seperti Indonesia ini persoalan suap dan konrupsi sudah membumi, buktinya setiap rejim yang berkuasa selalu mengreasi lembaga-lembaga anti korupsi. Ketika zaman Bung Karno, nawaitu memberantas telah terpatri, tentunya hingga kini. Namun yang terjadi Koruptor tetap bernyali menggerogoti bumi pertiwi ini. Sejarah juga mencatat upaya-upaya negeri dalam memberantas korupsi, sederatan lembaga didirikan. Pada masa Orde Lama terbentuk lembaga pemberantas korupsi: Panitia Retooling Aparatur Negara (Peran), Operasi Budhi, dan Komando Tertinggi Ritooling Aparat Revolusi (Kontrar). Pada masa Orde Baru muncul Tim Pemberantasan Korupsi (KPK), pemberantasan Komite Empat dan Operasi Tertib (Opstib). Di era reformasi lahir Komisi Pengawas Kekayaan Pejabat Negara (KPKPN), KPPU, atau Lembaga Ombudsman. Selanjutnya, Pemberantasa Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (TGPTPK) dan Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN) dilebur menjadi KPK. segenap persoalan korupsi, mulai dari pengaruh terjadinya, hingga modusnya tergarap cermat oleh buku ini. Khalayak akan mudah memahami apa itu korupsi.
Bab-bab yang dibahas buku ini antara lain:
  • Sejarah Dan Potret Buram Korupsi di Indonesia
  • Paradigma Baru Dan Strategi Pemberantasan Korupsi Serta Keniscayaan Pemberdayaan Masyarakat
  • Akar dan Dampak Korupsi
  • Anatomi dan Strategi Kunci Pemberantasan Korupsi
  • KPK dan Urgensi Sinergi Memberantas Korupsi
Data Buku
JUDUL: Republik Tanpa KPK Koruptor Harus Mati
PENULIS: Dr. Eggi Sudjana, SH.,MSi
PENERBIT: JP Books Jl. Karah Agung 45 Surabaya. Phone: [031] 828.9999.
ISBN: 978-979-1490-25-2
CETAKAN: 2008
TEBAL;272.
..

KONFLIK KEPENTINGAN KPK

Di bentangkan buku perihal konflik kepentingan yang menjurus pada tindakan korupsi. Buku ini sebenarnya ingin menggugah kesadaran, bahwa seorang-orang yang cenderung salah memaknai masalah, atau memberi tafsir sekenannya akan menimbulkan tindakan yang menyimpang. Manifestasinya bisa berupa tindakan komersialisasi jabatan, bisa pula sampai jualan otoritas alias kewenangan, dan ujungnya berlagu korupsi. Orang akan melakukannya tanpa dosa, karena tertutup oleh tafsirannya sendiri. Ternyata oleh buku ini mengungkap, bahwa penyebab korupsi di Indonesia karena dipicu dari konflik kepentingan yang dilakukan pejabat negara. Dan karena pemahamannya tidak seragam ketika memandang konflik, apalagi diperberat oleh penafsiran yang beragam.Maka perilaku menyimpang itu tak terkendali.
Mengatasi salah langkah itu, KPK menyusun Panduan Penanganan konflik.
Data buku :
JUDUL: Panduan Penanganan Konflik Kepentingan bagi Penyelenggara Negara.
PENULIS : Tim-Komisi Pembereantasan Korupsi, 2009.
PENERBIT: Komisi Pemberantasan Korupsi. Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C1, Jakarta 12920. Telp: 62.21.2555 78311.. http://www.kpk.go.id/
ISBN: 978-979-18455-6-4
TEBAL: 80 halaman.+vi
Bab yang dibahas:
  • Apa yang dimaksud konflik kepentingan?
  • Konflik Kepetingan apa saja yang sering terjadi?
  • Prinsip Dasar Penanganan Konflik Kepentingan
  • Tahapan dalam Penanganan Konflik Kepentingan
  • Faktor-faktor Pendukung Keberhasilan Penanganan KOnflik Kepentingan
  • Contoh-Contoh Konflik Kepentingan dan Penanganannya.