SILA CARI DI SINI!

Google

Monday, September 29, 2008

BEHIND INDONESIA’S HEADLINES

Luar biasa, itulah kata yang patut diberikan kepada Christovita Wiloto, seorang-orang yang masih muda, energi kehidupannya tampak mengalir. Sebagai bukti dibalik kesibukannya masih sempat memberikan sumbangan pikirannya kepada nusa dan bangsanya. Kainginannya yang terpendam kini muncul melalui guratan tulisan yang diwujudkan dalam sebuah buku “Behind Indonesia’s Headlines”—mengungkap cerita di balik berita (50 kasus asli Indonesia).
Ketajaman mengulas juga memilih tajuk yang diulas, bukan sembarangan. Pilihannya menyiratkan sebuah keinginan terdalam untuk membangun “Optimisme Indonesia”.
50 artikel lepas dari berbagai media diulas, semuanya seperti barisan yang mengatakan bahwa Indonesia bukan negara sembarangan, bukan negara yang masih akan diperhitungkan.
Tidak hanya menggugah diri, buku ini juga memberikan energi, bukan saja energi namun sebuah impian yang menjurus kenyataan, karena dibalik informasi dari luar yang gencar menggencet jati diri bangsa, sebenarnya akan terkulai begitu melihat lebih cermat bangsa ini.
Khalayak baca disadarkan oleh buku ini, bahwa perbedaan pandangan antara media dan public nasional dengan internasional sangatlah wajar terjadi, hal ini disebabkan karena public internasioanl memiliki jarak yang cukup jauh untuk melihat setiap isu. Sementara public nasional berada tepat di jantung masalah, sehingga sangat dapat merasakan setiap detak jantung Indonesia. Ini saat tepat Christovita Wiloto bertindak, seakan mengklarifikasi berita dari luar negeri yang acapkali menulis duri, dan dibumbui hal-hal yang ngeri.
Seperti Indonesia ini negeri teroris, negeri pengemis, tempat manusia bengis dan sadis, sebenarnya Indonesia adalah negeri yang manis, romantis, dan penuh optimis.
Racikan hebat Christovita Wiloto, akan membabat pikirian keliru itu.
Data Buku
JUDUL: Behind Indonesia’s Headlines”—mengungkap cerita di balik berita (50 kasus asli Indonesia)
PENERBIT: Powerpr Global Publishing. Intiland Tower 19th Floor. Jl. Jendral Sudirman Kav.32, Jakarata 10220. Telp.6221-571.9418. E-mail: powerpr@wiloto.com. http://www.wiloto.com/

Saturday, September 27, 2008

MIRANDA S. GOELTOM: PANDAI MENCAIRKAN APAPUN

Agus Condro meniupkan kabar vulgar yang bikin banyak orang berdebar debar. Hingga kini beredarnya400 cek perjalanan sudah merasuk ke telinga siapa saja, kendatipun masih disaput misteri. Belum terungkap pasti siapa yang megalirkan 400 cek tersebut kepada sejumlah anggota DPR itu. Kemarin disebut-sebut bahwa PT First Mujur yang bergerak di bidang kelapa sawit diduga menjadi sponsor naiknya Miranda ke tampuk kekuasaan Bank Indonesia [BI]. Warung tidak tidak larut dalam ranah ini, namun lebih berkesan ingin melihat lebih dekat Miranda S. Goeltom dari pikiran cerdasnya. Ada sebuah buku dengan judul " Mencairkan Gunung ES", membentangkan sebuah gagasan cerdik bagaimana merubah culture di Bank Indonesia, dan di bawa ke arah lembaga yang menjunjung pengetahuan [knowledge management] sebagai nafas juang
Ketika langsiran berita itu sedang menggema, nampaknya orang langsung mengkalkulasi ulang kepercayaaannya terhadap Miranda S. Goeltom. Dampak paling terasa adalah pola sikap yang menyangsikan kepiawaian sang deputi senior itu. Pertimbangan apapun tidak akan digunakan, akal sehat tidak tuntas menjadi penjelas.
Warung ini melihat agak berbeda tentang Miranda, dan mempunyai andaian yang sangat berbeda dengan khalayak ramai. Tentunya ini bukan merupakan hal yang populis ketika yang lain menggugat, mencerca dan mencela, justru warung membela.
Seandainya saja benar, bahwa naiknya Miranda karena asupan istimewa berupa cek perjalanan yang diberikan kepada anggota DPR. Barangkali hal itu memang disadari dan by design. Karena Miranda punya keinginan yang mulia, jika posisi deputi senior diperankan dirinya. Selanjutnya keinginan mulia itu diaplikasikan dalam membangun BI sebagai insitusi yang besar dan disegani. Hal ini bukan suatu isapan jempol, buktinya Miranda menorehkan mimpinya kedalam buku.
Data Buku :
JUDUL : Mencairkan Gunung Es—Siasat Mengubah Kebekuan Organisasi
PENULIS : Miranda S. Goeltom
PENERBIT: PT RajaGrafindo Persada. Jl. Pelepah Hijau IV TN.1. No. 14-15, Kelaqpa Gading Permai, Jakarta 14240 Tel—[021] 4520951. E-mail : rajapers@indo.net.id . http://www.rajagrafindopersada.com/
ISBN : 978-979-769-191-2
TEBAL: xx + 218 hlm, 23,5 cm
CETAKAN I—2008
[Belum tuntas diposting, libur lebaran...maaf sampai jumpa]

Thursday, September 25, 2008

ZAMAN EDAN ALA RICHARD LLOYD PARRY

Buku karya seorang-orang jurnalis kawakan Richard Lloyd Parry, menggambarkan suatu drama dengan lakon “Indonesia Di Ambang Kekacauan”. Buku penuh fakta membuat mata setiap orang terbelalak, dan bikin muka merah padam, karena menuturkan kejadian-kejadian yang mengejutkan bumi Nusantara. Buku hasil reportase pada tahun 1996-1999 meliput peristiwa pembantaian etnis dan kanibalisme di Kalimantan pada tahun 1997-1999, demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan massal di Jakarta 1998, serta pembumihangusan Timor Timur oleh milisi dan Tentara Indonesia.
Penuturannya runtut seakan memberikan gambaran akrab kepada pembacanya. Buku ini membeberkan pertistiwa tanpa harus ditutup-tutupi, semuanya diungkap tuntas. Hadirnya karya jurnalis Richard Lloyd Parry seakan membomngkar peristiwa yang selama ini dikesankan tidak boleh disentuh oleh siapapun.
Data buku:
JUDUL : Zaman Edan—Indonesia Diambang kekacauan
PENULIS: Richard Lloyd Parry
PENERBIT: Serambi. http://www.serambi.co.id/ Jl. Kemang Timur Raya No. 16 Jakarta 12730 E-mail ; info@serambi.co.id
ISBN: 978-979-024-058-2
CETAKAN: II—Juli2008
TEBAL : 451
[Catatan: Richard Llyod Parry adalah koresponden luarnegeri untuk The Times London] yang bermukim di Tokyo. Ia telah bertugas di dua puluh empat Negara, termasuk di pelbagi wilayah konflik, antara lain Irak, Afganistan, dan Kosovo]

Monday, September 22, 2008

LAGI-LAGI, RYAN MENGINSPIRASI PENULIS

Kisah psikopat Si Ryan anak muda pembunuh berpredikat tersadis tahun ini, akhirnya mampu menginspirasi seorang-orang menulis. Setidak-tidaknya sudah ada dua buah buku yang terbit bertajuk Ryan. Pertama “ Tragedi Ryan—Homoseks, Pembunuhan, Perampasan Harta dan Psikopat”, diterbitkan Magnet Zone Publishing Surabaya—Kelompok PT.Bina Ilmu. Kemudian penerbit Narasi Yogyakarta menyusul dengan menerbitkan buku tentang kisah seorang Psikopat yang menjadi pembunuh berantai.
Bonafacio Anggara menangkap peluang ini, meronce dengan cermat kisah seorang psikopat, dan dilengkapi dengan catatan pembunuhan berantai tersadis ditanah air. Rupanya Bonafacia Anggara tidak mensia-siakan kesempatan, nalurinya yang cerdas menyelipkan sebuah harapan agar manusia tidak terjerembab ditataran kelam. Diungkap sebuah karya agung Ronggowarsito yang termuat dalam Kitab Kalatida, dengan maksud baik agar orang dalam bertindak tidak dilakahkan oleh nafsu duniawinya.
Data Buku:
JUDUL: Ryan—Kisah Seorang Psikopat yang Menjadi Pembunuh Berantai PENULIS:Bonafacio AnggraPENERBIT: narasi. Jl. Irian Jaya D-24, Perum Nogotirto II Yogyakarta 55929. Telpon 0274-7193084ISBN:[10]--979-168-121-X [13] 978-979-268-121-6
CETAKAN: September—I, 2008
TEBAL: Viii+ 96 hlm : 13 x 19 cm

Saturday, September 20, 2008

BALI YANG HILANG—PASCA BOM AMROZY

Bali memiliki banyak julukan. The Island of God, The Island of Thousands Temples, The Paradise Island, dan The Last Paradise adalah beberapa diantaranya. Sementara itu, Odyle Knight dalam novelnya Bali Moon: A Spiritual Odyseey (1999) menyebaut Bali sebagai The Mystical Island. Banyak orang mengakui hal itu, baik dalam maupun luar negeri..
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono baru-baru ini memperkuat salah satu sebutan di atas. Ketika membuka agenda tahunan pemerintah propinsi Bali, Pesta Kesenian Bali [PKB] Ke-30, pada Sabtu, 14 Juni 2008 yang lalu, di depan tamu-tamu penting dalam dan luar negeri, serta masyarakat umum, Susilo Bambang Yudhoyono mengakui, “Sebagaiman telah diketahui masyarakat duni, Bali adalah the best island in the world. The island of God…..
Inilah pandangan yang berlaku ketika seorang-orang melihat Bali, namun bagaimana “jluntrungnya” Bali yang sesungguhnya, dan bagaimana Bali pasca bom Amrozi.
Ada seorang-orang yang ingin melihat lebih dekat Bali, Yudhis M, Burhanuddin—melakukan studi tentang Bali, dan hasilnya dituangakan dalam bentuk buku.
Bali yang hilang; Pendatang, Islam, dan Etnisitas di Bali, adalah judul buku yang dimaksud. Buku ini merupakan hasil penelitian permukaan [light research], kemudian ditulis dalam wujud buku. Tentunya penulisan buku ini tidak layaknya hasil penelitian akademis seperti tesis atau desertasi, namun gaya tulisan lebih ke arah pop, sehingga
mudah dicerna dan di kunyah sambil minum kopi.
Data buku
JUDUL: Bali yang hilang; Pendatang, Islam, dan Etnisitas di Bali
PENULIS: Yudhis M, Burhanuddin
PENERBIT: Kanisius. Jl. Cempaka 9, Deresan, Yogyakarta 55281. Kotak Pos 1125/Yk, Yogyakarta 55011. Telepon [0247] 588783. E-mail: office@kanisiusmedia.com
Website : http://www.kanisiusmedia.com/
ISBN: 978-979-21-1946-6
CETAKAN: I—2008
TEBAL: 213
Bagian pertama buku ini diawali dengan pencitraan Bali dan persepsi orang tentangnya. Juga diulas sedikit soal ke-Hinduan Bali sedikit. Citra dan keberbedaan [keunikan] Bali dati tempat-tempat lainnya ini adalah modal atau asset bagi pariwisata Bali saat ini. Karena itu, ia pun terkadang menjadi “pembenaran” yang ampuh untuk “meggugat” keberadaan pendatang yang kontra produktif dengan pencitraan tersebut.
Bagian kedua menyajikan pendapat beberapa masyarakat local [orang Bali] tentang pendatang dan juga aksi yang dilakukan Amrozy Cs berikut dampak yang mereka rasakan. Pada bagian ini juga disajikan persepsi pendatang terhadap masyarakat local dan kisah-kisah yang pernah mereka alami.

Bali dulu, Bali Sekarang:
Antropolog Barat misalnya, menemukan Bali sebagai sebuah pulau, di mana budaya dan alam saling berpautan erat, tempat tinggal sebuah masyarakat mapan dan harmonis yang secra berkala digairahkan ritus-ritus yang mempesona. Alamnya menyajikan keindahan Bali dalam warna gaib ditambah kilauan “sunset”
Bali masa kini merupakan gambaran sebaliknya, dengan diwakili dua wajah pariwisata Bali sekitar kawasan Kuta [Samigita;Seminyak-Legian-Kuta] dan Sanur, Badung dan Denpasar. Coreng moreng iklan dan reklame menghias ruang-ruang public, ekspresi “kebinatangan” manusia jalanan dalam carut-marut lalu litas jalan raya , pojok-pojok remang-remang pertyamanan kota, tawar menawar harga diri sepanjang sisi gelap jalanan, dan sudut-sudut kafe-kapitalistik melengkapi gambaran buram wajah Bali pada masa kini. Bali yang renta dalam semnagat keperkasaannya, lusush dalam kegairahannya, dan lesu dalam ketegarannya.

Wednesday, September 17, 2008

ANDAI OBAMA PRESIDEN AMERIKA SERIKAT?



Mengandai-andai itu sesuatu hal yang menyenangkan, tentunya sangat subyektif. Apalagi ketika asumsi-asumsi yang digunakan sangat kental dengan visted interets, sudah pasti hal itu akan subyektif.
Orang-orang Indonesia saat ini sedang menimbang, dan mengandai-andai terkait dengan untung dan rugi, bila saatnya Presiden Amerika terpilih.
Bagaimana jika Presiden Amerika itu nantinya benar di menangkan Obama, atau sebaliknya jika di menangkan oleh McChain.
Sebuah buku yang membantangkan tenatng andai-anadai itu telah hadir di warung ini.
Data buku
JUDUL : Andai Obama Presiden Amerika Serikat, Harapan atau Nacaman.
PENULIS: Hermawan Aksan
PENERBIT:PT Mizan Pustaka. Jl. Cibambo No. 135 [Cisaranten Wetan] Ujung Berung Bandung 40294. Telp. [022] 7834310. E-mail: kronik@mizan.com.
http://www.mizan.com/
ISBN: 978-979-433-526-0
CETAKAN: I—September 2008
TEBAL: 192 hlm
Buku ini dihadirkan di warung ini, karena ingin melihat adakah korelasinya Jika Obama Jadi Presiden AS dengan Indonesia. Sisi lain buku ini juga mengungkap pendapat tokoh seperti Dewi Fortuna, Amien Rais, dan Djoko Susilo.
Konsistensi pikiran Obama, utamanya yang terkait dengan perang Irak, dipaparkan secara khusus. Konsistensi itu antara lain:
  1. Pada tahun 2003 dan 2004, dia berbicara menentang perang ini sepanjang rangkaian kampanyenya
  2. Pada tahun 2005, dia meminta penarikan terhadap pasuka AS;
  3. Pada tahun 2006, dia meminta daftar waktu untuk penarikan pasukan AS, sebuah solusi politik di dalam negeri Irak, dan diplomasi yang agresif dengan semua Negara tetangga Irak
  4. Pada tahun 2007, dia memperkenalkan rancangan undang-undang di Senat untuk menarik seluruh pasukan tempur AS dari Irak sebelum Maret 2008
  5. Pada September 2007, dia meletakkan rencana terperinci tentang bagaimana dia akan mengakhiri perang apabila dia menjadi presiden

PANDANGAN PARA TOKOH
Amien Rais:Matan Ketua MPRI-RI
Meragukan Obama akan mampu melepaskan diri dari lingkungan militer untuk menguasai wilayah Timur Tengah, dalah hal ini invasi terhadap Irak, rencana penyerangan terhadap Iran, dan dukungan terhadap Israel.
Menurut Amien, banyaknya penyumbang dana kampanye Obama yang berasal dari perusahaan korporasi yang bergerak dalam Industri perminyakan, salah satunya Exxon Mobile, semakin meneguhkan kepentingan Amerika untuk mengusai Timur Tengah.
“Andai kata Obama pun jadi presiden, Amien meragukan dia bisa keluar dari lingkungan military industrial complex. Jangan-jangan Obama merupakan American Inmperium with black face nantinya,” kata Amien, di Kampuys UGM, Rabu 26 Maret 2008, seperti dikutip dari www.ugm.ac.id
Bahkan Amien Rais juga sempat menyinggung biografi Obama yang menceriterakan bahwa dia adalah anak keluarga Broken home sehingga Amien mengkhawatirkan Obama akan menjadi prang yang mudah frustrasi dalam mengatasi segala hal.
“Ngomong-ngomong Obama, say abaca biografi Obama, kok anak broken home menjadi capres, gitu lho! Obama ini memilki bapak yang isterinya empat dengan anak sembilan, dia tukang mabuk, matinya pun karena drug, meski dibilang saat ini Obama menjadi baik dan maju sebagai Capres,” imbuh amien.


Pandangan Anggota Komisi I DPR RI Djoko Susilo.
Djoko yakin Obama memiliki perspektif tersendiri tentang Indonesia. Tidak bisa dipungkiri pula, kemajuan demokrasi dan HAM sebagai komitmen dasar Partai Demokrat harus pula diselaraskan dengan situasi di Indonesia yang sudah banyak berubah. Indonesia, misalnya, dinilai serius menumpas terorisme dan meneggakkan hokum terhadap para teroris. Perubahan di Indonesia baik terkait demokratisasi maupun peneggakan HAM,sangat dihargai. Obama, yang punya pengalaman berinteraksi dengan banyak bangsa, tentu sudah memahami betapa banyak perubahan yang terjadi di Indonesia
Dewi Fortuna Anwar:
“Jika Barack Obama, yang pernah tinggal di Indonesia ketika masih kanak-kanak, menang dalam pemilihan preside, masyarakat Indonesia akan sangat terkesan karena kandidat dari kaum minoritas mampu menjadi orang nomor satu di Negara adidaya itu”

Tuesday, September 16, 2008

BELAJAR DARI MUSIBAH BEREBUT ZAKAT DI--PASURUAN

MUSIBAH DIKALA MANUSIA MENJADI PEMURAH--21 ORANG PENGANTRI ZAKAT HARUS RELA MATI.
Tak seperti lazimnya ketika orang berebut berkah, harus membaya dengan musibah. Kejadian itu benar terjadi, setidaknya 21 nyawa meregang. Itu terjadi ketika seorang-orang pemurah bernama Haji Soikhon di keluruhan Purutrejo-Purworjo memberikan zakatnya kepada kurang lebih 5000 orang wanita.
Pengalaman yang telah dimiliki ternyata tidak mampu menghidari kejadian naas ini, sejak tahun 1990, acara serupa berlaku rutin tiada aral, namun tahun 2008 ini, berkata lain.
Warung ikut belasungkawa atas musibah ini, namun itu semua tidak perlu terus meneru diratapi.
Ternyata orang harus banyak belajar, ketika ingin menjdi Bangsa Pemurah. Berkaitan dengan musibah ini, Warung ingin menghadirkan wacana dan Paritik Kedermawanan Sosial Indonesia.
Sebuah wacana yang telah dibukukan, manarik disimak, sekaligus dipraktikkan dalam kehidupan. Sekelumit gagasan juga ditawarkan oleh buku ini, serta merta juga mengajarkan setiap orang dalam pusaran kedermawanan. Bagaimana mendayagunakan ZISWAF—Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf di kupas tuntas. Bahkan buku ini mencermati penggalangan dana [fundraising] yang saat ini berkembang pesat. Seperti Yayasan DD yang ada di Jakarta, sementara di Surabaya ada YDSF, Rumah Zakat di Bandung dan masih banyak lagi, di kelola dengan kearifan dan penuh keterbukaan., Kini banyak lembaga semacam itu yang berkembang dengan cirarasa modern.
Data Buku:
JUDUL: Menjadi Bangsa Pemurah—Wacana dan Pratek Kedermawanan Sosial Indonesia
PENULIS: Zaim Saidi—Hamid Abidin
PENERBIT: Piramedia. Jl, Mampang Prapatan XI No. 39. RT 005/07 Kel. Tegal Parang. Jakarta 12790. Telp. 021-79190752—7842428. E-mai: piracy@cbn.net,id
CETAKAN : I- Agustus 2004
ISBN: 979-3597-16-X
TEBAL : xviii+ 182 hal.

Musibah di Pasuruan itu menyisakan persoalan karena, karena dapat dijadikan tolok ukur bahwa saat ini para dermawan cenderung membagi sedekahnya secara sendiri-sendiri, atau dapat dikatakan enggap menyalurkan kepda lembaga-lembaga yang telah ada. Keengganan menyalurkan itu dilandasi beberapa anggapan, diantarannya banyak lembaga penyalur yang tidak kredibel, dan kurang akuntanbel serta jauh dari transparasi. Bahkan disinyalir ada yang pola penyalurannya bias sehaingga pembagiannya diberikan kepada penerima yang bukan semestinya. Kredibilitas memang yang menjadi biang, mengapa seorang-orang enggan menyalurkan sedekahnya.

Problama Akuntabilitas.
Sudah menjadi suratan dan garis tangan, jika seorang-orang atau lembaga, manakala sedang dalam urusan pengelolaan uang, akuntabiltas dan transparansi meski dikedepankan. Problema yang acapkali muncul, dan kadangkala juga menjadi kendala dalam menyosong keinginan akuntabilitas, menurut buku ini antara lain:

  1. Pola penyumbang masyarakat yang tertutup dan kurang kritis:
    Pola penyubang semacam ini, sangat mengedepankan keikhlasan dan tidak ingin dicatat jatidirinya, bahkan kurang peduli terhadap pemanfaatanna dana yang disumbangkan. Perilaku penyumbang semacam ini selain menyulitkan lembaga-lembaga penyalur membuat data base donor dan melakukan pertanggungjawaban, juga membuka peluang penyelewengan.
  2. Minimnya Kapasitas kelembagaan
    Banyak lembaga penggagalan ZIS-Zakat Infaq dan Shodakah yang belum memilki visi dan misi, serta kedusdukan dan sifat kelembagaan yang jelas. Selain itu, banyak juga lembaga pengelola ZIS yang belum memiliki legalitas dan struktur oragnisasi yang jelas
  3. Minimnya SDM yang berkualitas
    Fakta menunjukkan bahwa pemilihan personil yang menjadi amil atau pengelola lembaga semacam ini banyak dilakukan secara serampangan. Karena itu, sudah saatnya kita merubah paradigma dan pola rekruitmen . Rekruetmen gharus dilakukan secara professional. Personil tersebut harus kerja secara penuh [full time]. Karena beban kerja dan tanggung jawabnya cukup besar, maka amil harus mendapatkan gaji atau honor untuk mengelola ZIS secara baik. Tanpa upaya tersebut, maka pengelolaan akan sulit mencapai tingkat akuntabilitas dan transprasi yang diharapkan.
  4. Tidak Adanya Sistem pengelolaan
    Idealnya sebuah organisasi yang baik harus ditopang oleh system pengelolaan yang baik pula. Kenyataannya, sebagian besar LPZ tidak memiliki dan memperhatikan masalah tersebut. Hal ini terlihat dari jarangnya lembaga pengelola yang memilki kebijakan dan standar operasional organisasi secara tertulis. Selain itu, tak banyak lembaga pengelola yang memilki system akuntansi dan manajemen keuangan yang baik.
  5. Lemahnya Penegahan Hukum
    Kita belum banyak mendengar pemungut infak dan sedekah liar yang tak jelas lembaganya di jalan-jalan dihukum atau ditindak dengan tegas. Begitu juga pengelola ZIS yang menyalahgunakan dana yang dikumpulkan untuk kepentingan pribadi. Akibat lemahnya penegakkan hukum, pelaklunya tetasp leluasa dalam menjalankan prakti penyelewengan

Upaya Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas
Terdapat dua bentuk penganturan/regulasi dalam rangka meningkatkan akuntabilitas dan transparansi, pertama adalah penaturan internal [internal self regulation], yaitu upya yang dilakukan oleh masing-masing organisasi untuk mengatur organisasinya atau individu-individu yang menjadi anggotanya. Pengaturan semacam ini dilakukan lewat AD/ART lembaga, SOP [Standart Operational Procedure].
Kedua: pengaturan diri secara ekstrenal [External self regulation], yaitu pengaturan organisasi yang meliputi:

  • Perumusan kode etik:
    Kode etik berasal dari code yang dapat berarti kumpulan aturan dan ethiocs yang berarti prinsip-prinsip moral. Kode Etik adalah kumpulan aturan yang berisikan prinsip-prinsip moral yang diyakini sebagai yang benar atau salah, baik atau buruk, untuk dilakukan. Perumusan kode etik ini diperlukan menjaga bahwa nilai-nilai moral yang diperjuangkan lembaga pengelola ZIS tidak dirusak oleh satu atau segelintir orang.
  • Evaluative Mechanism [Mekanisme Evaluasi]
    Mekanisme Evaluasi ini dirumuskan dan dilaksanakan secara bersama, atau menunjuk tim independen, untuk menilai efektivitas dan kinerja lembaga. Evalusai ini dimaksudkan sebagai acuan bersama dalam upaya peningkatan akuntabilitas dan kredibilitas lembaga, bukan untuk menjatuhkan organisasi atau lembaga tertentu.
  • Akreditasi dan Sertifikasi
    Sistem akreditasi adalah penilaian oleh pihak ketiga yang sangat lazim dilakukan baik oleh kalangan profesi maupun dunia usaha. System akreditasi merupakan system penilaian yang tidak mengandalkan peraturan Negara tetapi berdasarkan aturan main yang disepakati pihak-pihak yang berkepentingan.
  • Ombudsment
    Mekanisme Ombudsmen ini mirip dengan dewan etik yang menerima dan mengklarifikasi semua pengaduan yang berkaitan dengan kiprah dan kinerja organisasi. Ombudsment umunya didirikan jaringan organisasi yang besar, di mana masyarakat yang tidak puas atau menemukan penyimpangan pada perilaku individu dan kinerja organisasi dapat mengadu dan melakukan koreksi terhadap organisasi tersebut.