SILA CARI DI SINI!

Google

Tuesday, January 13, 2009

ARAB-ISRAEL KOMIK UNTUK PEMULA -- RON DAVID

Mengapa konflik terus terjadi di Palestina [Arab] dan Israel ?Bagaimana asal mula konflik tersebut?Bagaimana peran yang dimainkan oleh PBB, Amerika Serikat dan Inggris, atau bahkan Khilafah Utsmaniyah di Turki terhadap konflik tersebut? Karya Ron David ini menguak sejarah panjang Arab Israel dari Timur Tengah kuno sampai sekarang. Buku ini mengungkap dengan jelas fakta-fakta tentang pendudukan Israel dan perilaku biadadnya yang terus terjadi hingga kini.
Komik ini didesain untuk segala umur, sehingga usia apa saja dapat mengkonsumsinya, ilustrasi dan huruf yang dipilih membuat pembaca tidak lelah.
Yang tersaji dalam buku cukup detil bahkan dengan bahasa yang mudah cerna, mulai Palestina di era sejarah kuno, hingga yang mutakhir.
Data buku
JUDUL: Arab Israel Untuk Pemula
PENULIS: Ron David
PENERBIT: Resist Book. Jl. Magelang Km 5 Gg. Bima No. 39 Kutu Dukuh. Yogyakarta 55284. elp. 0274-580439. E-mail. ippibook@yahoo.com
ISBN: 979-3723-76-9
CETAKAN: Februari 2007
TEBAL: viii + 214. 15 x 23

ANAKKU DIBUNUH ISRAEL

LEGENDA IMAD MUGNIYAH:
"CHE GUEVARA" TIMUR TENGAH
Husien Ja'far Al Hadar adalah penulis dan pemerhati Timur Tengah mengontribusikan karyanya berkaitan dengan mangkatnya seorang "sayid" yang mangkat akibat bom mobil yang meledak didepannya. Sayid itu adalah Imad Mugniyah, akhirnya harus menghembuskan nafas akhir, dan sekaligus putuslah kewajibannya sebagai seorang patriot pembela tanah air.
Mugniyah adalah anggota Hizbullah, seorang muslim kelahiran Lebanon Selatan pada tanggal 7 Desember 1962 dari keluarga miskin syiah. Pernah kuliah di Universitas Amerika Beirut, dan bertugas sebagai penembak dalam organisasi Al-Fatah, pimpinan Yasser Arafat. Media Barat memasukkannya dalam daftar "Most Wanted Terrorist" . Sebelumnya Dua saudara Mugniyah juga tewas misterius, yakni Jihad, dan Fouad, yang disinyalir akibat operasi Mossad binaan Israel. Penulis buku ini memiliki maksud baik, yakni mengangkat sebuah cerita, agar di Indonesia tumbuh dan berkembang patriot-patriot sejati, pembela pertiwi. Yang mengagumkan dari kisah ini, adalah gambaran ikhlas sang ibu untuk merelakan nyawa putranya sebagai persembahan akan cinta negeri. Tidak tanggung-tanggung sudah tiga anak kandungnya tewas dalam ranah perjuangan. Kereleaan hati sang ibu tercermin dari pernyataan sebagai berikut:
"Satu-satunya kesedihan yang saya rasakan saat ini adalah saya tidak punya anak yang dapat saya berikan kembali ke jalan jihad dan perjuangan" [Ibu Mugniyah]
Putera Mugniyah-- Jihad Mugniyah sangat bahagia dan bangga ketika harus menahan beban berat ini, namun serasa ringan karena orangtuanya tewas dijalan perjuangan. Kata-kata kebanggan yang terlontar dari mulut mungil Jihad Mugniyah antara lain:
"Aka tidak pernah melihat ayahanda kecuali sebagai ayah yang sangat menyayangi anak-anaknya, membimbing dengan penuh perhatian dan mendidik dengan keseriusan, walau banyak beban lain harus dipikulnya." [Jihad Mugniyah-Putera Mugniyah]
Mugniyah oleh dunia barat kerapkali dijulukki "mbahnya teroris", sangat lihai dan misterius menyembunyikan jati dirinya, bahkan untuk mengetahui raut mukanya sangat sulit. Yang aneh adalah mesin pencarian terbesar bernama "Google" dan "Yahoo" justru menghapus foto-foto asli Mugniyah dan malah mempublikasikan foto-foto yang ternilai tidak memiliki kemiripan dengan Mugniyah. Entah, apa miteri yang ada dibalik kejanggalan itu, demikian yang terltulis di halam 87 buku ini. FBI sangat sadar tentang sulitnya membongkar kemiteriusan ini.
Selanjuntanya pengalaman yang dialami Mossad dan CIA cukup membuat mereka jera untuk mendeteksi jejak sosok super mieterius itu. Mungkin mereka telah belajar sulitnya menangkap sosok yang satu ini. Karenanya mereka tak segan-segan untuk menyediakan uang sebesar 5 million Dollar As [sekitar Rp. 50 milliar] untuk "secarik" informasi tentang Mugniyah.
Data buku
JUDUL: Anakku Dibunuh Israel - Legenda Imad Mugniyah "Che Guevara" Timur Tengah
PENULIS: Huseiin Ja'far Al Hadar
PENERBIT: Hikmah [PT Mizan Publika]. Jl. Puri Mutiara Raya No. 72. Cilandak Barat, Jakarta Selatan 12430. E-mail : hikmahku@cbn.net.id http://www.mizan.com
ISBN:978-979-114-201-4
CETAKAN : I- Juli 2008
TEBAL: xxiii + 225

Monday, January 12, 2009

UNTUKMU MUNIR

Buku ini ditulis untuk menambah mimpi buruk bagi pembunuh Munir
Buku untukmu, Munir...ini bisa juga dianggap sebagai buku yang melengkapi atas terbitnya buku-buku yang mendokumentasikan berbagai peristiwa bersejarah dalam proses penegakan demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia, seperti Munir: Sebuah Kitab Melawan Lupa [2004] dan Cak Munir, Engkau Tak pernah Mati [2004], pernah terpstiong dfi warung ini.
Barangkali kasus pembunuhan Munir akan lengyap begitu saja dalam labirin penegakan hukum di Indonesia, kasus ini kelak akan "retak" dari ingatan kita, selanjutnya hilang ditelan bumi. Belum lagi semakin bertambahnya persoalan yang harus digarap dengan segera, dan timbunan baru persoalan. Ditambah lagi penegakan hukum di Indonesia yang masih teramat buruk, sehingga agak mustahil berharap kasus munir--dan kasus-kasus sejenis bisa diselesaikan secara adil di mata hukum. Kumpulan cerpen Untuk, Munir... mencoba"mengabadikan" sebuah peristiwa biadab yang pernah tyerjadi di negeri ini. Seorang anak muda yang berjuang keras meneggakan keadialan di Indonesia, yang mebela kaum tertindas, dibunuh begitu saja oleh tangan-tangan kotor. Kalau ditanya untuk apa buku ini dibuat, jawabnya sangat sederhana, "Ya, buku ini ditulis untuk menambah mimpi buruk bagi pembunuh Munir.---Gusti Allah mboten sare"...itulah serpihan pengantar buku ini.
Data Buku:
JUDUL: Untukmu, Munir
PENYUNTING: Asep Sambodja
PENERBIT: Buku Pop. Jl. M.Khafi I, Gg H.Tohir II. No. 46. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12620 Telp: [021] 7865262. E-mail: bukupop@yahoo.com
ISBN: 978-979-1012-26-3
TEBAL: xii + 76., 14 x 20 cm
CETAKAN: MAret 2008
Buku ini bersisi 12 Cerita pendek antara lain:
  1. Bayang-bayang kematian-- Dahlia Yusuf
  2. catatan Kematian suamiku -- Mentari Meida Rahmala
  3. Harta Berharga -- Nurul Handayani
  4. 40.G. -- Erlinda
  5. Keputusan Malaikat --Zul Abrar H
  6. Kerinduan --Annisa Noviarny
  7. Kematianku -- Ken Diani Milati
  8. Gugur di Musin Gugur -- Rizky Amelia
  9. Sebuah Perjalanan Panjang -- Petra D. Ajeng K.R
  10. Tanya yang Belum Terjawab -- Sekar Ayuningtyas
  11. Terbungkam -- Anissaro Rumba
  12. Surat Untuk Suamiku -- Wida Kristiani

AHMADINEJAD ON PALESTINE

ISRAEL MUST BE WIPED OFF THE MAP
Penulis buku ini adalah seorang Ibu, tentunya naluri ibu akan banyak bicara dan menyapa dalam substansi tulisan. Kegundahan hati bercampur simpati dan empati mengalir deras di dalam buku ini, karena penulisnya adalah seorang ibu sekaligus telah berputera. Anak-anak Palestina dan Wanita yang kerap menerima nestapa di negeri ini, membuat kegelisahan penulis, selanjutnya sebuah empati yang tumbuh dalam dirinya terpaparkan. Obyek tulisan adalah sebuah statemen, perjuangan nalar dan jiwa seorang presiden Ahmadinejad untuk Palestina.
Dina Y, Sulaeman, penulis buku ini adalah lulusan Fakultas Sastra Arab Universitas Pajajaran. Delapan tahun tinggal di Iran, dan sempat kuliah pascasarjana fakultas Teologi Tehran University, dan empat tahun bekerja di IRB-Islamic Republic Of Iran Broadcasting]
Pilihan yang sangat teliti dilakukan penulis buku ini, yakni memilih tulisan yang diendus dari perjuangan nalar dan jiwa Seorang Presiden Ahmadinejad. Dari rasa kemanusiaan yang tumbuh dalam diri seorang presiden ini, sekaligus yang sangat mencuri perhatiannya, yakni nasib anak-anak dan para wanita di Palestina yang selalu menjadi korban ketika tentara Israel menyerbu dengan dalih mencari teroris.
Menurut pikiran Ahmadinejad ini, mitos Holocaust yang dipercaya dan sangat diyakini orang-orang Israel sebagai realitas sesungguhnya, dan akhirnya menjadi motor sebuah strugle untuk mempertahankan dirinya dari sentuhan bangsa lain yang dianggapnya sebagai ancaman.
Palestine akhirnya dianggap pula sebagai wilayah yang memungkinkan datangnya ancaman.
Ahmadinejad berusaha keras untuk mengkikis mitos yang salah itu, dengan membangun opini serta membuat solusi ilmiah dengan membuat konferensi, yang tujuannya untuk membokar bahwa Holocaust itu bukan realitas yang benar.
Duniapun menjadi terkejut ketika statement Ahmadinejad serta membuat Isreal meranggas, statement itu berbunyi: "Israel must wiped off the map"--Israel harus dihapuskan dari peta dunia. Hujatan dan ancaman segera menghantam Ahmadinejad, seorang presiden Iran yang baru empat bulan menjabat presiden ketika itu.
Pada tanggal 26n oktober 2005, dalam konferensi yang dihadiri sekitar 3000 pelajar dan mahasiswa Iran, bertema Jahan be dun-e Sahyunism [dunia tanpa Zioneisme], Ahmadinejad menyampaikan pidato yang isinya secara garis besar memetakan persoalan di Palestina, mengapa dunia Islam harus bangkit membela Palestina, dan solusi yang ditawarkan iran. Dalam pidato ini, Ahmadinejad mengajar para pelajar untuk berpikir,
Sesungguhnya, apa yang terjadi di Palestina? apakah ini perang antara sebuah negara melawan negara-negara lain? Atau, perang antara sebuah negara melawan dunia Arab? Apakah perang itu terbatas pada wilayah Palestina saja? Dalam pandangan saya, jawabnya dari pertanyaan tadi adalah: tidak
........Inilah sebagian yang ada di dalam buku ini, dan yang lebih istimewa dari buku ini adalah kata-kata seruan Ahmadinejad, kemudian sajian foto anak-anak Palestina, para wanita yang serba ketakutan yang diambil dari, http://www.flickr.com/.
Data buku
JUDUL: Ahmadinejad On Palestine
PENULIS: Dina Y. Sulaeman
PENERBIT:Pustaka IIMaN. Komp.Ruko Griya Cinere II. Jl. Raya Limo No. 3, Cinere Depok. Telp. 021 - 7546162, Website ; www.pustakaiman.com
ISBN: 978-979-3371-87-0
CETEKAN: I Juni 2008/Jumada Al-Tsani 1429
TEBAL: 236.
Catatan:
Seruan Ahmadinejad ketika Israel menutup gerbang perbatasan yang menjadi tenpat lalu lalang orang-orang dan barang dari dan ke Jalur Gaza [sejak Juni 2007]
Derita Anak-anak Gaza Akibat Blokade
Kita melihat bahwa pemerintahan pilihan rakyat Palestina malah diboikot ekonomi dab politik; makanan dan obat-obatan untuk rakyat Palesytina dihalangi masuk. Semua teror itu dilakukan supaya Rezim Zionis bisa memaksakan keiiginannya kepada rakyat Palestina. [Ahmadinejad]
salah satu seruannya.

Saturday, January 10, 2009

JEJAK-JEJAK JUANG PALESTINA

DARI OSLO HINGGA INTIFADAH AL AQSA
Jalan panjang untuk mewujudkan perdamaian acapkali diwujudkan, baik melalui perundingan atau membangun opini betapa pentingnya sebuah bangsa itu damai. Namun jalan terjal dan penuh halang rintang jadi penghambat keinginan berkawan itu. Masalah ini dialami oleh dua bangsa yang berlangganan seteru, Israel dan Palestina, mungkin menjadi habit dan cenderung menjadi culture. Orang memberikan penilaian bahwa kedua bangsa itu ibarat air dan minyak, bagaikan kucing dan anjing bahkan seperti film kartun "Tom and Jerry"
Sebuah buku yang diaransir oleh Musthafa Abd.Rahman, mencermati karut marut kedua bangsa ini, dengan detil analisa yang memadai. Sudah dua buku yang dikreasi, pertama berjudul "Dilema Israel" sedangkan yang kedua berjudul" Jejak-jejak Juang Palestina", keduanya diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas.
Dta buku
JUDUL: Jejak-jejak Juang Palestina - Dari Oslo Hingga Intifadah Al aqsa
PENULIS: Mustafa. Abd. Rahman
PENERBIT: PT Kompas Media Nusantara. Jl. Palmerah Selatan 26-28. Jakarta 10270. E-mail: buku@kompas.com
ISBN: 979-709-040-X
TEBAL: xxxvi + 328 hlm. 14 cm x 21 cm
CETAKAN: Agustus 2002
Untuk kali ini pencermatannya diarahkan pada sisi juang Palestina, mulai dari untaian membangun perdamaian, serta jalan terjal yang menghadang.

Ternyata dalam perjalanan sejarah antara Israel dan Palestina pernah menggelar pertemuan rahasia di Kota Oslo Norwegia. Kemudian lahirlah kesepakatan Ols yang menggemparkan opini dunia saat itu. Kesepakatan tersebut kemusian ditandatangani di halaman Gedung Putih pada 13 September 1993, yang diwarnai peristiwa salaman bersejarah antara Yaser Arafat dan mendian PM Israel Yitzhak Rabin. Serta merta media massa Palestina di daerah pendudukan mengalami perestroika [restrukturisasi] dalam kebijaksanaan pemberitaan, menyusul kesepakatan perdamaian antara PLO dan Israel, yang melahirkan pemerintah otonomi terbatas di Jalur Gaza dan kota Jericho, tepi barat.

Ketika itu Palestina! Memang belum ada. Namun rumus dan identitas Palestina setapak demi setapak mulai merasakan hadirnya wilayah yang otonom. Lagu nasional Palestina, misalnya, kini dinyanyikan setiap pagi oleh murid-murid sekolah di jalur Gaza. Ketika itu Rakyat jalur Gaza juga bisa menikmati acara televisi palestina yang mgudara mulai pukul 18.00 sampai pukul 22.00.

Masa bulan madu Israel-Palestina yang tercipta setelah tercapainya Kesepakatan Olso, ternyata juga tidak berlangsung lama. Tindakan Israel membunuh tokoh muda Hamas, Yahya Ayyash yang dikenal di mata pengagumnya dengan sebutan "sang Insinyur" pada awal Maret 1996 di Gaza City, harus dibayar sangat mahal oleh Israel baik secara politik maupun keamanan. Hamasmelakukan aksi balasan tidak tanggung-tanggung, yakni melancarkan serangkaian serangan bunuh diri di kota Tel Aviv, Ashkelon, dan Jerusalem yang menewaskan sekitar 50 warga Israel dan melukai lebih dari 100 lainnya.

Diatas angin opini Israel selalu menang karena lihai dan hebatnya dalam membangun jaringan media, acapkali memperoleh pembenaran atas tiondakannya. Namun sesungguhnya ketidakadilan membani perjuangan palestina dalam membangun perdamaian. Jika pejuang Palestina melakukan serangan terhadap warga Israel, ia sebut teroris. Namun jika serdadu Israel yang mebunuh Wanita dan Anak-anak Palestina, ia sebut tengah "membela diri", bahkan sering berdalih memburu teroris.

Itulah sebagian kecil yang dapat diendus dari buku ini, tulisan lain yang tersaji dalam untaian artikel berjimbun dalam buku ini, silakan menikmati.

Friday, January 9, 2009

JENDERAL SOEMITRO DARI PANGDAM MULAWARMAN SAMPAI PANGKOPKAMTIB

TERNYATA JENDERAL SOEMITRO ITU ANAKNYA ORANG PNI
Lahir Tanggal 13-Januari 1927
Ayahnya D.Sastrodihardjo, orang Jawa yang masih berdarah Madura, bekerja sebagai kasir pabrik gula Gending, ibunya berasal dari Madura. Soemitro dilahirkan di daerah pabrik Gending, desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kawedanan Gending Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada 13 Januari 1927.
Ketika kecil suka berantem, aktivitas itu diakui oleh kawa-kawanya, termasuk Pak Domo-Laksamana Sudomo, kawan Soemitro ketika sekolah di Probolinggo. Sangat sayang kepada ayahnya, karena itu, pada tahun 1967, ketika sang ayah berusia 67 tahun, memintanya supaya pensiun agar lebih dapat beritirahat. Lantas juga memohon agar kegiatan ayahnya di Partai Nasional Indonesia juga dihentikan.
Sesuatu yang aneh pernah dilakukan sang Jenderal ini, yaitu mengundang jailangkung, dan menanyakan nasib dirinya, dan kelak jadi apa. Jailangkung itu menuliskan nasib Soemitro dengan tulisan M-A-Y-O-R. Ternyata kelak dikemudian hari menjadi seorang jenderal.
Buku ini berkisah tentang Jati Diri Soemitro, dan mengungkap karir serta sepak terjangnya, mulai dari Pandam Mulawarman Hingga sebagai Pangkopkamtib.
Sering mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan nakal, seperti yang diungkap dalam buku ini, tentang keluarga Pak Harto. [halaman 221].
Pertanyaannya: "Bolehkah saya mengetahui siapa--siapa Cina-cina yang pernah membantu Pak Harto?". Dan dijawab oelh Pak Harto: Pertama, Liem botak, kedua Liem Jangkung, Jantje Liem. [ditambahi komentar] Ini bukan orang saya, tapi titipan Yani lho.
Dalam hidupnya punya kontribusi dalam menyusutkan kekuatan PNI, agar PNI tidak terlalu kuat, Soemitro sangat kuatir kalau PNI kuat dan Soekarno membuat statemen bahwa Angkatan Darat berkhianat, maka akan lebih blunder. Namun Soemitro juga tidak ingin PNI di kikis habis, takut di manfaatkan oleh kekuatan lainnya.
Kehangatan komunikasi dengan mahasiswa, membuat sang Jenderal ini dekat dengan mahasiswa, bahwa sering melakukan safari dari kampus ke kampus. Namun kehangatan itu ternyata dipersepsikan lain, oleh orang-orang yang kurang bertanggung jawab.
Pernah, jenderal kelahiran Probolinggo ini di "senggrang Ibu Tien" gara-gara mengkritisi pembangunan Taman Mini Indonesia.
Data buku
JUDUL: Soemitro Dari Pangdam Mulawarman sampai Pangkopkamtib
PENULIS: Ramadhan K.H
PENERBIT: Pustaka Sinar Harapan. Jalan Dewi Sartika 136-D. Cawang, Jakarta 13630
ISBN: 979-416-258-2
TEBAL: 356, 21 cm
CETAKAN: Kesepuluh Mei 1994

PERISTIWA 15 JANUARI 1974 MALARI

PANGKOPKAMTIB JENDERAL SOEMITRO
&
PERISTIWA 15 JANUARI 1974
Jakarta ketika tanggal 15 Januari 1974 terbakar, orang memberikan nama peristiwa ini "MALARI", mendadak terkenal sebuah nama mahasiswa Universitas Indonesia Hariman Siregar, dan akhirnya harus menikmati deruji besi. Hariman Sieregar adalah hasil tangkapan Jendral Soemitro yang ketika itu berperan mengamankan Ibu Kota berkaitan dengan jabatannya sebagai Pangkopkamtib. Ternyata dalam perjalan hidupnya ternyata tidak terasa bahwa sang Jendral justru teralienasi dari pusat-pusat kekuasaan, menyebutm dirinya, sang jendral sedang "dinetralisasi".
Buku ini tersaji semata sebagai kesaksian sejarah yang diungkap oleh pelakunya, sekaligus sebagai "bayar-hutang" kepada masyarakat untuk mengungkap fakta yang sejujurnya. Terurai dalam buku ini ternyata sang Jenderal adalah korban dari sebuah persaingan kurang sehat sesama Jendral. Buku ini dengan lugas menyebut nama Jenderal Ali Moetopo, orang yang ikut membuat desain-desain tertentu ala inteljen, serta membisikkan sesuatu kepada Pak Harto.
Keasan yang tersimpul dari buku ini adalah ungkapan Jenderal Soemitro tentang perilaku yang kurang semestinya dilakukan sejawatnya Jenderal Ali Moertopo. Sebuah pengakuan tulus Soemitro terungkap, bahwa dirinya tidak mungkin berkeinginan untuk menggantikan Soeharto, bahkan untukl menggantikan keduiduikan Jendral Panggabean pun merupakan hal yang tidak mungkin. Namun yang terjadi adalah tuduhan yang sesat, bahwa dirinya adalah seorang-orang yang mempersiapkan diri menjadi presiden.
Sebagai Jenderal yang obyektif melihat fakta, Soemitro mengatakan dengan jujur, disamping ada kekurang di diri Ali Moertopo, Soemitro tetap memberikan pujian dan penghargaan. Ali Moertopo sangat berharga di awal orde baru, dengan pujian itu.
Ketika Ali Moetopo mangkat, Jenderal Soemitro berkesempatan hadir di pemakaman, seraya memberikan pengharmatan terakhirnya.
Data Buku
JUDUL: Pengkopkamtip Jenderal Soemitro dan Perisiwa 15 Januari 1974
PENULIS: Haru Cahyono
PENERBIT: Pustakan sinar Harapan Jakarta
ISBN: 979-416-494-2
TEBAL: xi + 312, 21 cm
CETAKAN; Ketiga Februari 1998, catatan: dalam tahun 1998 buku ini cetka sampai tiga kali.