Mengapa konflik terus terjadi di Palestina [Arab] dan Israel ?Bagaimana asal mula konflik tersebut?Bagaimana peran yang dimainkan oleh PBB, Amerika Serikat dan Inggris, atau bahkan Khilafah Utsmaniyah di Turki terhadap konflik tersebut? Karya Ron David ini menguak sejarah panjang Arab Israel dari Timur Tengah kuno sampai sekarang. Buku ini mengungkap dengan jelas fakta-fakta tentang pendudukan Israel dan perilaku biadadnya yang terus terjadi hingga kini.SILA CARI DI SINI!
Tuesday, January 13, 2009
ARAB-ISRAEL KOMIK UNTUK PEMULA -- RON DAVID
Mengapa konflik terus terjadi di Palestina [Arab] dan Israel ?Bagaimana asal mula konflik tersebut?Bagaimana peran yang dimainkan oleh PBB, Amerika Serikat dan Inggris, atau bahkan Khilafah Utsmaniyah di Turki terhadap konflik tersebut? Karya Ron David ini menguak sejarah panjang Arab Israel dari Timur Tengah kuno sampai sekarang. Buku ini mengungkap dengan jelas fakta-fakta tentang pendudukan Israel dan perilaku biadadnya yang terus terjadi hingga kini.ANAKKU DIBUNUH ISRAEL
Monday, January 12, 2009
UNTUKMU MUNIR
Barangkali kasus pembunuhan Munir akan lengyap begitu saja dalam labirin penegakan hukum di Indonesia, kasus ini kelak akan "retak" dari ingatan kita, selanjutnya hilang ditelan bumi. Belum lagi semakin bertambahnya persoalan yang harus digarap dengan segera, dan timbunan baru persoalan. Ditambah lagi penegakan hukum di Indonesia yang masih teramat buruk, sehingga agak mustahil berharap kasus munir--dan kasus-kasus sejenis bisa diselesaikan secara adil di mata hukum. Kumpulan cerpen Untuk, Munir... mencoba"mengabadikan" sebuah peristiwa biadab yang pernah tyerjadi di negeri ini. Seorang anak muda yang berjuang keras meneggakan keadialan di Indonesia, yang mebela kaum tertindas, dibunuh begitu saja oleh tangan-tangan kotor. Kalau ditanya untuk apa buku ini dibuat, jawabnya sangat sederhana, "Ya, buku ini ditulis untuk menambah mimpi buruk bagi pembunuh Munir.---Gusti Allah mboten sare"...itulah serpihan pengantar buku ini.
- Bayang-bayang kematian-- Dahlia Yusuf
- catatan Kematian suamiku -- Mentari Meida Rahmala
- Harta Berharga -- Nurul Handayani
- 40.G. -- Erlinda
- Keputusan Malaikat --Zul Abrar H
- Kerinduan --Annisa Noviarny
- Kematianku -- Ken Diani Milati
- Gugur di Musin Gugur -- Rizky Amelia
- Sebuah Perjalanan Panjang -- Petra D. Ajeng K.R
- Tanya yang Belum Terjawab -- Sekar Ayuningtyas
- Terbungkam -- Anissaro Rumba
- Surat Untuk Suamiku -- Wida Kristiani
AHMADINEJAD ON PALESTINE
Saturday, January 10, 2009
JEJAK-JEJAK JUANG PALESTINA
Ternyata dalam perjalanan sejarah antara Israel dan Palestina pernah menggelar pertemuan rahasia di Kota Oslo Norwegia. Kemudian lahirlah kesepakatan Ols yang menggemparkan opini dunia saat itu. Kesepakatan tersebut kemusian ditandatangani di halaman Gedung Putih pada 13 September 1993, yang diwarnai peristiwa salaman bersejarah antara Yaser Arafat dan mendian PM Israel Yitzhak Rabin. Serta merta media massa Palestina di daerah pendudukan mengalami perestroika [restrukturisasi] dalam kebijaksanaan pemberitaan, menyusul kesepakatan perdamaian antara PLO dan Israel, yang melahirkan pemerintah otonomi terbatas di Jalur Gaza dan kota Jericho, tepi barat.
Ketika itu Palestina! Memang belum ada. Namun rumus dan identitas Palestina setapak demi setapak mulai merasakan hadirnya wilayah yang otonom. Lagu nasional Palestina, misalnya, kini dinyanyikan setiap pagi oleh murid-murid sekolah di jalur Gaza. Ketika itu Rakyat jalur Gaza juga bisa menikmati acara televisi palestina yang mgudara mulai pukul 18.00 sampai pukul 22.00.
Masa bulan madu Israel-Palestina yang tercipta setelah tercapainya Kesepakatan Olso, ternyata juga tidak berlangsung lama. Tindakan Israel membunuh tokoh muda Hamas, Yahya Ayyash yang dikenal di mata pengagumnya dengan sebutan "sang Insinyur" pada awal Maret 1996 di Gaza City, harus dibayar sangat mahal oleh Israel baik secara politik maupun keamanan. Hamasmelakukan aksi balasan tidak tanggung-tanggung, yakni melancarkan serangkaian serangan bunuh diri di kota Tel Aviv, Ashkelon, dan Jerusalem yang menewaskan sekitar 50 warga Israel dan melukai lebih dari 100 lainnya.
Diatas angin opini Israel selalu menang karena lihai dan hebatnya dalam membangun jaringan media, acapkali memperoleh pembenaran atas tiondakannya. Namun sesungguhnya ketidakadilan membani perjuangan palestina dalam membangun perdamaian. Jika pejuang Palestina melakukan serangan terhadap warga Israel, ia sebut teroris. Namun jika serdadu Israel yang mebunuh Wanita dan Anak-anak Palestina, ia sebut tengah "membela diri", bahkan sering berdalih memburu teroris.
Itulah sebagian kecil yang dapat diendus dari buku ini, tulisan lain yang tersaji dalam untaian artikel berjimbun dalam buku ini, silakan menikmati.





