SILA CARI DI SINI!

Google

Friday, February 26, 2010

BUKAN TESTIMONI SUSNO

Memberantas koruspsi bukan dimulai dari polisi yang bertugas di jalan raya, tetapi mulai dari pemimpin tertingginya."
(Susno Duadji)
Buku ini ditulis didasarkan atas penuturan Susno, tidak hanya membentangkan Biografinya, lebih dari itu juga melihat secara dekat integritas pribadinya sebagai polisi tulen. Semoga Susno menambah koleksi polisi baik di negeri ini.
the opinion of million people is not necessary true, the opinion of one is not necessarily wrong"
(Susno Duadji)
data buku
JUDUL: Bukan Tetemoni Susno
PENULIS: IzHarry Agusjaya Moenzir
PENERBIT: PT Gramedia Pustaka Utama Kompas Gremsdia Building. Blok I lantai 4-5. Jl. Palmerah Barat 29-37 Jakarta 10270. http://www.gramedia.com/
ISBN: 978-979-22-5509-6
TEBAL: xii+ 138
CETAKAN: Pertama Pebruari 2010
Bab yang dibahas:
  1. "Polisi Suka Minta Duit"
  2. It's Long long Winding Road...
  3. "Jangan Pernah Setori Saya!"
  4. "Kalau Setor-Setor, Saya Tak Mau!"
  5. Jika Dapur Berasap, Tugas Pasti Selesai
  6. Cecak Versu Buaya
  7. "Ha! Suap Rp. 10.000.000.000?'
  8. Time Will Heal."
  9. Ke Singgapore Bukan Liar
  10. "Saya Tribrata-5! Bukan Truno-3!"
  11. Kapolri Terlanjur Lapor
  12. Kata Orang Wajah Saya Kayak Setan
  13. Indonesia Tak Memberi Rasa Iba
  14. Peristiwa Menggelinding Cepat
  15. Puting Beliung Mabes Polri
  16. "Kan Jabatan Saya Pati?'
  17. "30 Juz di Atas Kepala Saya!'
  18. "Read. Sudah R, Berarti Terbaca!"
  19. Substansi atau Prosedur
  20. Angkat Suara, Bukan Melawan
  21. Penyidik Sudah Mati
  22. Penangkapan Robert Tantular
  23. (Bukan) Testimoni
  24. Testimoni yang Bikin Gerah
  25. Harga Diri Saya Diinjak-injak!"
[]

Sunday, February 21, 2010

GUS GERR BAPAK PLURALISME DAN GURU BANGSA

GITU AJA KOK REPOT!! BANYOLAN GUS DUR

FATWA DAN CANDA GUS DUR

Sense Of Humor, Bapak Tionghoa Indonesia ini mengalir bak sungai banjir. Betapa hebat dan ada apa di benak beliau, sehingga seperti semuanya otomatis. Dunia sekatrang telah membukakan mata kita bahwa semuanya harus memilki citarasa yang menyenangkan. Seoran-orang dai akan banyak undangan jika dalam bertausiah tidak hanya menggugah, tapi juga mampu melahirkan canda. Fatwa memang bukan bahan candaan, atau sebuah bahan lelucun, namun dalam penyampaian, canda adalah sara ampuhnya. Gus Dur dibalaik candanya jika dicermati ada unsur siarnya, ada unsur nasihatnya. Juga ketika membawakan sebuah fatwa. Buku ini rupanya ingin mendaratkan berbagai fatwa Gus Dur. Fatwa yang terbalut canda akan mudah terserap, sehingga tidak didasari orang terhipnotis berlanjut larut dalam kendali untuk memahami.

DAMAI BERSAMA GUS DUR

MAN OF PEACE
Tidak hanya seorang orang pecinta perdamaian (man of peace), namun lebih dari itu, ia adalah bapak Etnis Tionghoa Indonesia, bapak multikulturalisme, dan bapak pluralisme. Barangkali diberi kgelar empu akan lebih tepart karena siakapnya yang selalu mengedepankan "bhineka tunggal ika". Hidup berdampingan, bersanding sangat kental dan sebalinya sangat sedih ketika melihat perilaku orang yang sering berada ranah bertanding dan bersaing. Manusia iIndonesia harus bersyukur dari hasil pencintraan Gus Dur, karena negeri ini, hampir saja singgah pada naluri salah, dan gemar pisah. Gus Dur menyeru untuk bersatu, berdamai, dan selalu melakukan reduksi atas tindakan egosentris, atau etnosentris.
Dalam memimpin negeri ini Gus Dur memberikan teladan "Tasarraful iman ala ar-raiyyah menuutun bil maslahah" (Seorang pemimpin haruslah mengacu pada kesejahteraan rakyat). Apa yang dilakukan semasa hidupnya yang bercitarasa damai, atau mengkondisikan sikap kedamaian terunggah di buku ini. Melalui buku ini pula khlayak baca diajak lebih dekat untuk mengetahui praktik kehidupan Gus Dur, yang tak pernah lupa atau lepas dari wilayah kedamaian dan kesejukkan. Indonesia memerlukan sosok seperti, setidaknya sebanding dengan Gus Dur. Adapun bab bab yang dibahas buku ini antara lain:
Bagian 1 Dunia Hampa Tanpa Gus Dur (Bab ini menyugguhkan kepergian sang maestro kebhinekaan)
  • Kehampaan Atas Kepergian Gus Dur
  • Orang Besar, dari Mana Datangnya?
  • Gus Dur, Raja Telah Mangkat, Hidup Raja!
  • Indonesia Dan Gus Dur
  • Gus Dur Tidak Berpesan Makam
  • Perayaan Tahun Baru Diubah untuk Menghormati Mantan Presiden almarhum Abdurrahman Wahid
  • Belasungkawa dari Luar Negeri Gus Dur Dinilai Sebagai Pejuang Besar Kemanusiaan
  • Gus Dur Tidak Butuhkan Titel Peringatan Tujuh Hari berlangsung Khidmat
  • Gus Dur Menerobos Bidang Kelautan
  • Nachrawi Pernah DIpukul Gus Dur, Umat Berbagai Agama Mengenang Gus Dur
Bagian 2 Gus Dur: Demokrasi, Pluralime, dan Kebangsaan
  • Memahami Popularitas Gus Dur
  • Bapak Ceplas ceplos Nasional
  • Catatan Tentang Gus Dur Bola Demokrasi
  • Dengan Mati, Gus Dur Abadi
  • Feyerbend Von Jombang
  • "in Momorian" Gus Dur
  • Gus Dur Dalam Prespektif Keulamaan
  • Gus Dur Pejuang Pluralime Sejati
  • Amien Rais:
  • Gus Dur Ikon Pluralisme
  • Pluralisme Diyakioni Tetap Lestari
  • Pasca Gus Dur Tantangan Pluralime Berat
  • Pemikiran Gus Dur Beluim DIpahami
  • Politik Luar Negeri Gus Dur
  • PLTN Muria Pasca-Gus Dur
Bagian 3 Mengenang Gus Dur dengan Merwat Dan Mengmbangkan Perjuangannya
  • Usulan Gus Dur Pahlawan nasional Asvi Warman Adam
  • Ia Layak Jadi pahlawan
  • 85 Tokoh Lintas Iman Tuntut Pembersihan Nama Gus Dur
  • Gelar Pahlawan? Gitu Aja Kok Repot
  • Mensos Proses Gelar
  • Gebernur Jawa Timur Surati Mensos
  • Petani Cengkeh Menganggapnya Pahlawan
  • Gus Dur DIusulkan Untuki Nama Jalan
  • Yenny Wahid: Keluarga Akan Melanjutkannya
  • lanjutkan Cita-Cita Gus Dur
  • Penerus Gus Dur akan Muncul
  • Puluihan Ribu dan Terus Bertambah
  • Dijajaki, Universitas A bdurrahman Wahid
Penutup
Saya dan Gus Dur: Perseteruan dan Perrsahabatan
Data Buku
JUDUL: Damai Bersama Gus Dur
EDITOR: Rumadi
PENERBIT: PT Kompas Media Nusantara. Jl. Palmerah Selatan 26-28 Jakarta 10270. e-mail: buku@kompas.com
TEBAL: xxxiv + 158 halaman; 14 x 21cm
ISBN: 978-979-709-469-0
Catatan: terdapt dua kata sambutan, masing-masing:
Jakob Oetama
Yenny Zannuba Wahid

Friday, February 19, 2010

KEHANCURAN INDONESIA PASCA SBY


SALAHKAH GEORGE BERANTAS KORUPSI?

Isi buku ini punya bau khusus, yakni semerbak untuk sang penulis Membongkar Gurita Cikias. Rasanya bernada bela atas tonjokan beberapa pihak terhadap buku karya George. Bantahan tentang kesahian dan nilai ilmiah terjawab oleh buku ini
Buku ini secara eksklusif memaparkan komitmen GJA [George Junus Aditjondro] sekaligus konsistensinya dalam memerangi korupsi kepresiden. Ia juga banyak bercerita tentang riwayat hidup, keluarga, hingga sepak terjangnya sebagai aktivis pro demokrasi di masa pemerintahan Soeharto."Konsistensi saya ada pada penegakan HAM. Pada mulanya saya bergerak untuk mencegah kerusakan lingkungan yang diakibatkan keserakahan penguasa dan mensengsarakan rakyat. seperti kasus waduk Kedung Ombo dulu. Saya bersama Romo Mangun, Arief Budiman, dan Gus Dur ikut membela hak-hak warga desa yang digusur demi kepentingan pembangunan waduk tersebut,"ungkap GJA. Sudah bukan rahasia lagi, korupsi menjadi simbol keserahan yang terbukti menzalimi rakyat. Untuk itulah, George akan terus membongkar kasus korupsi meski harus menanggung berbagai risiko dalam hidupnya.
Ada kalangan akademisi yang membela GJA terkait dengan buku "Membongkar Gurita Cikeas, yakni Prof.Dr.Paulus Wirutomo, Sosiolog Besar FISIP Universitas Indonesia. Dukungan itu berupa statemen yang berbunyi:
"Tidak harus ilmiah untuk mendapat kebenaran. Korupsi itu extra bordinary crime, sistem operasinya pasti tertutup. Tidak mungkin menggunakan cara-cara ilmiah untuk membongkarnya"
Dalam buku ini mengatakan bahwa GJA, adalah manusia yang memilki spsiaslis presidential watch.
Data buku
JUDUL:Salahkah George Berantas Korupsi?
PENULIS: Nurjanah Intan, Sigit Suryanto, Yuni Dasusiwi
PENERBIT: Jogja Bangkit Publisher. Jl. Mawar Tengah No. 71 Baciro Yogyuakarta. Telp: (0274). 554985. E-mail: jogjabangkit@gmail.com. http://www.galangpress.com/
ISBN: 978-602-95394-7-9
TEBAL: 150 x 230, 160 halaman
CETAKAN: I- 2010
Bab yang dibahas:
Bab I = Kontroversi "Gurita Cikeas"
Bab II = Presidential Wacth, Itu Spesial Saya
Bab III = Pergulatan Anak Bangsa Melawan Penguasa