SILA CARI DI SINI!

Google

Tuesday, August 31, 2010

NGOBROL DENGAN GUS DUR DARI ALAM KUBUR

Buku ini terkategori luar biasa, yakni sebuah buku yang berusaha mencatat pemikiran dari tokoh yang tidak biasa, dengan cara yang juga sangat luar biasa.
Tidak terbayang jika penulisnya adalah seorang-orang yang masih belia, usianya belum genap 17 tahun. Argawi Kandito terlahir di Bandar Lampung 6 Agustus 2010, lebih populis dengan nama Syaikh Pandrik. Ada semacam kekhususan didiri seorang belia ini, yakni mendapat anugerah khusus dari Tuhan suatu kemampuan berinteraksi dengan para arwah. Beberapa waktu ini telah meluangkan waktu serta energinya untuk mendedah banyak misteri yang masih menyelimuti diri Gus Dur.
(Seputar: kematian-nya, wasiat-wasiatnya, pemikiran-pemikirannya yang belum sempat terrungkap di kala hidupnya, rahasia Gus Dur dalam mencari ilmu semasa muda, dan perjalanan Gus Dur di Alam kubur)
Buku ini merupakan karya ketiga, pertama sebuah buku dicinta dengan judul “Berjumpa 26 Nabi” yang menggambarkan hasil dialognya dengan para Nabi tentang kehidupannya. Kreasi kedua diberi tajuk “Menguak Tabir Kematian” di sini terdiskripsi sebuah proses pembelajaran langsung kepada Nabi Muhammad SAW., para malaikat, para wali seperti Syaik Abdul Qadir Jaelani dan Suan Kalijaga. Inilah gambaran pintas sang penulis yang memiliki ‘kewaskitaan’.
Sejatinya apa yang disajikan di buku ini membuat dua belahan, satu sisi ke-arah kepala/ nalar (rasio), sementara sisi lain menajam ke-arah dada, (ruhani).
Buku ini mencoba mengangkat sebuah metode baru yang kadang kurang bisa bersahabat dengan nalar, sebuah metode yang mengedepankan kemampuan super khusus, yakni mengungkap sebuah sebuah percakapan dengan arwah. Metode semacam ini sebelumnya sudah sering muncul dalam bentuk wawancara imaginer, namun untuk buku ini sangat beda., karena penulis berupaya melakukan interaksi dengan cara-carai supranatural.
Alur buku ini menunjukkan bagaiman informasi digali dari dialog dengan arwah, namun jika dicermati lebih dalam, wawancara ini menghasilkan sebuah penutan, bagaimana manusia itu berinteraksi dengan sesamanya. Citarasa pluralitas acapkali muncul di semua wawancara, melindungi yang tertindas, sampai kritik pedas pada setiap orang berperilaku menindas.
Tentang pemunculan kntroversial yang dilakukan Gus Dur ketik beliau masih hidup, diungkap kembali, dan dimintakan keterangan yang lebih lengkap kepada arwah Gus Dur.
Adapun yang diuangkap oleh buku ini anatara lain:
  • Telewicara dengan Gus Dur
  • Gus Dur tentang Kepresidenannya
  • Gus Dur tentang Pembakaran Gereja Di Malaysia
  • Gus Dur Berjumpa al-Bukhari dan Syaikh Jampes
  • Gus Dur dan Syaikh Abdul Qadir Al- Jaelani
  • Gus Dur dan al-Palembani
  • Gus Dur tentang Peran Leluhur dalam Kehidupan
  • Gus Dur tentang Sunan Geseng
  • Gus Dur tentang Istilah Kiai
  • Gus Dur tentang Khalifah Fil Ardh
  • Gus Dur tentang Agama
  • Gus Dur tentang Fenomena Bayi Ajaib yang Bertiuliskan Ayat Suci
  • Gus Dur tentang Rancangan UU Nikah Sirri
  • Gus Dur tentang Manfaat Tahlilan
  • Gus Dur tentang Manakib
  • Gus Dur tentang Pancasila
  • Gus Dur tentang Formalisme Agama
  • Gus Dur tentang Rencana Kedatangan Obama
  • Gus Dur tentang Proses Kematiannya
  • Gus Dur tentang Rahasia Mencari Ilmu
  • Gus Dur tentang Jihad
  • Gus Dur tentang Kebenaran Ayat Al-Qur’an

Data buku
JUDUL: Ngobrol dengn Gus Dur Dari Alam Kubur
PENULIS: Argawi Kandito
PENERBIT: Pustaka Pesantren. Salakan Baru No.I. Sewon Bantul. Jalan Parangtritis Km 4,4 Yogyakarta. Telp: (0274) 387194
.
http://www.lkis.co.id/. E-mail: lkis@lkis.co.id
ISBN: 978-979-8452-75-8
CETAKAN: I Agustus 2010
TEBAL: xxvi + 180 halaman. 13,5 x 20,5

Thursday, August 26, 2010

Sunday, August 22, 2010

CHINA'S MEGATREND- JHON & DORIS NAISBITT

Tentu banyak orang sulit melupakan nama yang satu ini “John Naisbit”, seorang-orang futurolog, yang melontarkan gagasannya terkait dengan zaman yang disebut megatrends. Kalau itu bukunya menjadi bacaan yang mendunia, ternyata gagasan itu menjadi kenyataan sesungguhnya. Dunia oleh Naibit digambarkan tanpa batas, dan setiap negeri dilangiti oleh atmosfir. Semuanya akhirnya menjadi “real-time” seakan tidsak ada batas ruang dan waktu.
Kini John Naisbit berkarya lagi, namun sudah tidak sendiri. Karya terbarunya merupakan tulisan bareng antara dirinya dan isterinya- Doris Naisbit. Isinya tulisan menggambarkan bahwa China saat ini benar-benar menjadi naga, China sekarang menunjuukan kepada dunia sebuah ‘kedahsyatan diri’, merupakan perkembangan yang begitu menakjubkan. Kini karya Naisbit bukan hanya memprediksi, namun hasil kerja empiri. John & Doris langsung bergulat dengan realita, keduanya bertempat tinggal di China, sehingga gerak nafas kehidupan China termonitor dengan baik dan lebih dekat. Menurutnya aada 8 pilar yang membuat China menjadi dahsyat, yakni:

  1. China mengedukasi bangsanya dengan melepaskan Emansipasi pikiran
  2. Menjaga Jin dan Yang berupa keseimbangan antara Top-Down dan Bottom Up
  3. Memberikan fenomena kehidupan yang diibaratkan tindakan “membingkai Hutan dan Membiarkan Pepohonan Tumbuh
  4. Menyeberangi Sungai dengan Merasakan Bebatuan
  5. Persemnaian artistic dan Intelektual
  6. Bergabung dengan Dunia
  7. Kebebasan dan Keadilan
  8. Dari Medali emas Olipiade Menuju Hadiah Nobel.

Data buku;
PENULIS: John Naisbit & Doris Naisbit
PENERBIT: PT Gramedia Pustaka Utama. Kompas Gramedia Buliding Blok I lantai 4-5. Jl Palmerah Barat 29-37 Jakarta 1
0270. http://www.graemedia.com/
ISBN: 978-979-22-5842-4
CETAKAN: Pertama 2010
TEBAL: xii + 255
ALIH BAHASA: Hendro Prasetyo

[] Ada yang berkomentar atas buku ini.(Jon Naisbit berulah lagi, eh. menulis lagi. Seseorang yang telah meramalkan akan bangkitnya Asia tenggara sehingga mengakibatkan pengusaha Asia tenggara berutang ke IMF karena di janjikan bahwa milenium ketiga adalah milik Asia tenggara.Pengusaha berbondong bondong berhutang, jatuh tempo pada 1997. padahal dolar saat itu telah sengaja di habiskan oleh george soros, sehingga muncullah krisis moneter yang dimulai dari negara Thailand dan merembes ke seluruh wilayah Asia Tenggara kecuali Singapura.Sekarang giliran china mau di goreng, dan betul betul akan di hancurkan melalui ekonomi, apabila china tidak belajar dari krisis yang di alami Asia Tenggara)."pengusaha sukses" abdulmuchibbudin@ymail.com

()///

Saturday, August 21, 2010

JEJAK LANGKAH GURU BANGSA - GUS DUR

Buku ini memang bukan satu-satunya, dan bukan yang pertama, yang menulis tentang Gus Dur. Namun kendati tidak pertama buku ini dibuat ternyata masih bisa memikat. Kehebatan buku ini adalah mengurangi sajian bertele-tele, namun cenderung “To the point”. Buku ini mnggarap jajak langkah Gutru bangsa, sejak masa kecilnya hingga usia senior. Foto-foto eksklusif menghiasi halaman demi halaman. Cerita menyayat pun di unggah, seperti mangkatnya ayahanda Gus Dur sebagai akibat kecelakaan lalu lintas di Bandung. Cerita itu menggambar ketabahan seorang Gus Dur, ketika usia masih belia sudah ditinggal ayahnya.
Ketika masih muda Gus ini telah merantau, dan harus sekolah di kota Jogjakarta, bahkan ada cerita yang unik, ternyata semasa kecil Gus Dur dititipkan kerabatnya yang sangat aktif di kegiatan Muhammadiyah. Oleh karenanya jika Gus Dur mengalir jiwa yang nir sectarian orang pun semakin maklum dan paham.
Pokok-pokok yang dfibahas buku ini antara lain:
  • Bunga Bangsa
  • Darah Ulama Besar
  • Masa Kecil
  • Belajar di Yogyakarta
  • Belajar di Luar Negeri
  • Kembali Ke Tanah Air
  • Kecelakaan
  • Bersama Achmad Siddiq
  • Garis Baru NU
  • Kontroversi
  • Cipasung
  • Berhadapan dengan Soeharto
  • Stroke
  • Soeharto Jatuh
  • PKB
  • Presiden
  • Dalam Kenangan
  • Pesan Gus Dur
  • Biodata Gus Dur

Data buku
JUDUL: Jejak Langkah Guru Bangsa Gus Dur
PENULIS: Mifftahunddin [Editor]
PENERBIT: Pustaka Indonesia Satu. Jl. Jeruk No. 6 Menteng Jakarta 10220. Telpon: 021-3909109
ISBN: 978-979-3244-17-4
CETAKAN : Pertama 2010
TEBAL: 150 halaman, 14 cm x 21 cm
.

Wednesday, August 11, 2010

MARHAENIS MUHAMMADIYAH- ABDUL MUNIR MULKHAN

Hasil sebuah telaah dari daerah sekitar Jember, ternyata ada suatu realitas uniq. Marmud- Marhaenis Muhammadiyah

Monday, August 9, 2010

PAK BEYE DAN ISTANANNYA, WISNU NUGROHO WARTAWAN KOMPAS

Buku ini material dasarnya adalah tulisan Wisnu Nugroho di jejaring sosial. Semula sebelum tertata rapi menjadi buku, semua tilisan yang nongkrong di buku ini sudah duduk manis di 'kompasiana'. Rupanya buku ini jadi rame, mulai TV hingga korang mewrtakan, merensensi dari berbagai dimensi. Kang Gozhali doktor sekaligus pakar politik ekonomi, dengan lugas mewawancarai di TV, semakin menambah daya pikat orang untuk membeli. Memang isi buku lumayan bagus nan maknyus, semuanya diangkat tanpa harus bersiasat dan bersembunyi. Kon kabarnya buku ini seperti tertalogi, maka akan lahir buku pak Beye-pak Beye lainnya. Kamaring pagi (8 Agustus 2010), Tomy C. Gutomo- Wartawan Jawa Pos yang juga pernah bertugas di Istana Kepresidenan, menyempatkan rensensi buku ini dengan model dapur penulisan yang sesungguhnya.
Surabaya