SILA CARI DI SINI!

Google

Monday, November 26, 2007

MOTIVASI DAN PERCAYA DIRI DALAM WIRA USAHA


[DISAMPAIKAN PADA LATIHAN KETRAMPILAN MANAJEMEN MAHASISWA UNIVERSITAS ADIBUANA SURABAYA 16-18 NOPEMBER 2007]
Pengantar
”Dalam realitas
sosial seorang orang yang melakukan enterprise adalah one who organize, manage, and assumes the risk of business or entreprice.
Menjalankan ini identik dengan menjalankan aktivitas yang sarwa komplek, serta mengandung banyak resiko, yang berarti lingkungan enterprise tidak pernah lepas dari resiko, sedangkan konsekuensi yang harus dibayar adalah pola sikap yang penuh mawas diri dan bertindak tepat dan cepat.
Proaktif adalah gambaran manusia yang memiliki jiwa entrepreuner, siap aksi yang dinuansai inisiatif yang tinggi.
Filosofi inilah yang merupakan pemikiran mendasar dan mendalam tentang bagaimana sebuah pekerjaan yang penuh resiko diubah menjadi sebuah peluang
Tatantangan dan ancaman silih berganti harus segera diantisipasi, sehingga buah yang dapat diambil adalah nilai-nilai keuntungan (profit). Bagaikan sebuah peristiwa fisis mulai dari nol derajat hingga seratus derajat, bila seorang menerjuni pekerjaan ini. Maknanya jiwa entrepreuner dibangun mulai dasar dan selanjutnya mencapi puncak. Jiwa ini jarring hadir seketika atau tiba-tiba, namun hadirnya perlu direncanakan secara matang dan dipenuhi dengan ichtiar serta niatan yang baik.

KARAKTER SEORANG MOTIVASI TINGGI
Tuntutan yang harus dipenuhi sebagai modal diri seorang wirausaha adalah kemampuan menerawang kedepan. Yakni sebuah kemampuan diri untuk lebih memahami “kini” dan “esok” yang disertai dengan daya perenungan untuk menghadirkan “idea segar” sehingga sebuah pemikiran akan mengalir dan. Dan tidak pernah kering.
Dari berbagai riset dapat ditemukan bahwa ciri-ciri yang harus dimilki anta lain adalah sebagai berikut :
Æ Percaya diri [Self Confidence]
Æ Berorientasi pada tugas dan hasil [Taks oriented & Product]
Æ Pengambil resiko [Hight Risk]
Æ Kepemimpinan [Leadership]
Æ Keorsinilan [Originaly]
Æ Berorientasi kedepan.

PERCAYA DIRI
Sebuah gambaran intergitas keperibadian yang mantap, yang bernuasa sinergi antara kematangan jasmani dan rochani. Pribadi yang penuh dengan independensi (kemandirian) serta dipenuhi kentalnya tanggung jawab adalah modal utama. Percaya diri bagi seorang wirausaha adalah sebuah daya yang mampu memberikan dukungan kemantapan dalam mengambil keputusan, oleh karenanya stabilitas emosional tetap dijadikan rujukkan.
Kata kunci yang harus diperhatikan adalah :
- kepercayaan
- keteguhan
- ketidakketergantungan
- kepribaian mantap
- optimisme

KEDEPANKAN PRESTASI
Seorang wirausaha pantang hanya mengedepankan "pretige" tanpa didukung prestasi, karena prestasi adalah senjata andalan bagi seorang wirausaha dalam merebut hati sekaligus memberikan citra baik dalam awalan kerja.
Prestasi bermakna pada kemampuan yang dibangun melalui pencitaan nilai "Value Creation" yang didukung oleh kemapuan proaktif terhadap lingkungannya.
Mengambil buah pikir seorang pakar, David Mc. Clelland bahwa terdapat tiga sifat dalam diri manusia yang harus dikembangkan dalam berwirausaha yakni: need of power; needs of affiliation, dan need of archievement.
Yang terakhir need archievement merupakan pola sikap orang yang selalu haus dalam berpretasi, hal inilah yang perlu untuk dikembangkan.

Kata kunci yang harus diperhatikan adalah :
- kebutuhan akan berpretasi
- tekun
- tabah
- kerja keras
- energik
- penuh insiatif.

PENGAMBIL RESIKO
Sarwa kompleksnya persoalan-persoalan busines memberikan nuansa yang komprehensif kepada manusia, utamanya kebimbangan dalam menetapkan sebuah keputusan. Jernihnya pemikiran manusia acapkali tertinggal oleh waktu, sedangkan berbisnis identik dengan ketepatan waktu ( on time ).
Realitas inilah yang menguras pikiran manusia dalam menetapkan keputusan agar mencapai nilai yang optimal. Resiko adalah akibat fatal dari sebuah keputusan yang salah, namun akan lebih salah lagi manakala kita menghindar dari resiko. Resiko sangat berkorelasi dengan sebuah peluang, makin beriko makin tinggi tingkat peluangnya. Berwirausaha sama dan sebangun dengan kemampuan menghadap resiko.

Kata kunci yang harus diperhatikan adalah :
- Mampu mengambil resiko
- suka pada tantangan

KEPEMIMPINAN

Sifat kepemimpinan melekat pada diri seseorang, namun pendapat seorang pakar ada juga yang mengatakan bahwa kepemimpinan dapat pula dibangun melalui bergumulan empiris. Kepemimpinan memberikan dukungan berupa kemampuan mengarahkan, kemampuan orgasisasional dan menerima saran dan kritik.

Kata kunci yang harus diperhatikan adalah :
- Mampu memimpin
- dapat bergaul dengan orang lain
- managgapi saran dan kritik


KEORSINILAN
Wirausaha tidak terlepas pada persoalan persaingan, sehingga selalu dituntut untuk selalu terdepan dalam segala hal. Keunggulan komparatif (Comparative adventage) dan keunggulan kompetitif (Competitive adventage) merupakan indakasi posistif yang harus disiasati. Untuk menciptakan keunggulan ini maka originalitas merupakan solusi bijak. Melalui originalitas ini akan mengantarkan seorang yang menekuni wirausaha menjadi "leader" atau memimpin dalam segenap produk yang dihasilkan.
Originalitas sangat tipis batasnya dengan inovatif yang "Novelty" serba kebaharuan, kemampuan inilah yang harus diciptakan, agar mampu menjadi "barrier" bagi pesaing.

Kata kunci yang harus diperhatikan adalah :

- Inovatif
- kreatif
- fleksibelitas
- banyak sumber/alternatif
- mengetahui lebih banyak.



BEORIENTASI KEDEPAN
Seorang wirausaha harus memiliki prepektif masa depan, mempunyai visi ke depan, dengan visi inilah akan mengantarkan kemampuan untuk mengahadirkan ide-ide segar, sehingga dalam kancah persangan mampu meletakkan dirinya pada posisi leader dan bukan sebaliknya menjadi pengekor (Follower).
Berpikir ke masa depan akan mengarahkan pada kemampuan menyusun perencanaan strategik.

Kata kunci yang harus diperhatikan adalah :
- pandangan kedepan
- perencanaan strategik
- posisi leader.

1 comment:

Herry said...

ji, apa abah kerjaannya keluar masuk hotel kok koleksinya shampoo dan sabun mandi. jangan2 abah pramu .... hotel, he he he