SILA CARI DI SINI!

Google

Wednesday, April 23, 2008

RAHASIA ANDRIAS HAREFA MENULIS 30 BUKU BEST SELLER

RAHASIA ANDRIAS HAREFA MENULIS 30 BUKU BEST SELLER
MENGUKIR KATA MENATA KALIMAT

SIAPA ANDRIAS :
Andrias Harefa, salah satu motivator anak bangsa yang dikenal dengan mottonya sebagai Pembelajar Sekolah Kehidupan. Ia seorang populis yang mengenalkan dirinya sebagai seorang WTS, yaitu Writer, Trainer, dan Speaker. Suatu hal yang unik mengenal Andreas Harefa dengan prinsipnya sebagai manusia pembelajar karena sebenarnya ia sendiri bukanlah jebolan perguruan tinggi. Keputusan cepat diambilnya dan memutuskan untuk tidak menyelesaikan kuliahnya di Universitas Gajah Mada Fakultas Hukum dikarenakan ketidakcocokannya akan sistem pendidikan bangsa ini.
Andrias mencokok sistem pendidikan kita hanya menabur dehumanisasi bagi setiap lulusannya terutama dikarenakan proses learning-teaching yang nir analisis dan mengedepankan hafalan. Terutama pada masa kuliahnya ia memasuki bidang Hukum, maka adalah suatu kemunduran jika setiap mahasiswanya tidak bisa argumentatif dan merasakan demokrasi dalam berpendapat. Melihat itu ia memutuskan keluar dari sistem pendidikan.
Keputusannya menuai sebuah kepastian, saat ini dia pembelajar sejati, dengan mengaplikasikan pemngalaman dirinya. Unilah yang kerap disebut “positive deviance”.


DAFTAR KARYA ANDRIAS HAREFA
[1998-2007]
Seputar Pembelajaran:
  1. Presentasi Efektif, 1999
  2. Menjadi Manusuia Pembelajar, 2000
  3. Pembelajaran di Era Serba Otonomi, 2001
  4. Mutiara Pembelajar
  5. Menata Karier, Menuju Kebebasan Finasial , 2001
  6. Agar Menulis/Mengarang Bisa Gampang, 2002
  7. Sekolah Saja tidak pernah Cukup, 2002
  8. Mengasah Paradigma Pembelajar
Seputar Kepemipinan dan Etos Kerja
  1. Berguru pada Matahari, 1998
  2. Menerobos Badai Krisis, 1998
  3. Mematahkan Belenggu Motivasi, 1999
  4. Membangkitkan Roh/Etos Profesionalisme, 1999/2004
  5. Mengasah Indra Kepemimpinan, 2003
  6. Membangun Spirit Keberhasilan, 2006
  7. Seputar Kewirausahaan dan Penjualan
  8. Sukses Tanpa Gelar, 1998/2005
  9. MLM Penggadaan Uang,1999
  10. Muti Level Marketing, 1999
  11. 10 Kiat Sukses Distributor MLM, 1999
  12. Menjual Tanpa Hambatan, 1999
  13. Pesona Bisnis DS-MLM, 2000
  14. MLM di Era Internet,2000
  15. Berwirausaha dari Nol, 2000
  16. Meet, Learn, Multiply, 2001
  17. Agar Menjual Bisa Gampang. 2002
  18. The Ciputra Way, 2006
  19. Manapakio Jalan DS-MLM, 2007

Lain-lain:



  1. Agenda Refleksi & Aksi : Untuk Hidup yang Lebih Baik, 2004
  2. Be Happy, 2005
  3. Smile Pitz, 2006
  4. Mengukir Kata Menata Kalimat, 2007

Detil Buku:
JUDUL : Mengukir Kata Menata Kalimat : Rahasia Andrias Harefa Menulis 30 Buku Best Seller
PENGARANG:Andreas Harefa
PENERBIT: Gradien Books, Jl. Samirono Baru 78, Yogyakarta 55281. Telp:[027] 541484. E-mail : kairos@ygy.centrin.net.id
ISBN : 979-3574-74-7
CETAKAN : Pertama 2007
HALAMAN: 174 hlm.
[Buku ini memberikan pandangan bahwa munulis selalu diawali dengan baca. Minat baca yang tinggi akan berkonsekuensi pada peningkatan kemampuan menulis. Dari pengalamannya menelorkan buku-buku yang best seller, Andreas telah mengantongi kunci-kunci sukses itu, rupanya telah diubah menjadi tip-tip istimewa. Warung mencoba mencuplik tip-tip istimewa itu dari buku yang bertitel Mengukir Kata Menata Kalimat. Sekitar 50 tip istimewa itu antara lain:
TIP:1
Apa yang harus Anda lakukan untuk mulai belajar menulis?
Satu-satunya Jawaban adalah “Praktik” Hanya dengan melakukannya Anda menjadi bisa menulis!
TIP: 2
Untuk bisa menulis, orang harus mulai dari keyakinan bahwa hal itu “memang bisa” dilakukan, setidaknya bagi siapa pun yang sudah pernah duduk di Sekolah Dasar.
TIP:3
Untuk bisa nulis yang mungkin diperlukan bukanlah suatu “bakat” istimewa, tetapi lebih pada keinginan dan minat yang besar untuk mau belajar dan membangun kebiasaan menuangkan gagasan lewat tulisan
TIP: 4
Mereka yang suka menulis buku harian hampir bisa dipastikan dapat mengembangkan ketrampilannya menjadi seorang penulis

TIP:5
Agar Keinginan menulis Anda menjadi lebih kuat, buatlah sebuah daftar “keuntungan” Jika Anda mahir menuangkan gagasan lewat tulisan
TIP :6
Pertanyaan pertama yang perlu Anda Jawab, bukanlah “apa” yang harus aku tulis, tetapi “mengapa” aku ingin menulis?
TIP:7
Menulis bisa gampang kalau ada visi, ada tujuan yang jelas, yakni tujuan yang membangkitkan motivasi juang, motivasi berkarya.
TIP : 8
Rajinlah mengunyah-ngunyah pertanyaan, dan Anda akan mudah menemukan ide-ide yang bisa ditulis, sehingga menulis jadi gampang
TIP: 9
Pemicu ide ada dimana-mana, yang dibutuhkan hanyalah suasana hati yang kondusif dan kebiasaan mengamati situasi sekitar
TIP : 10
Menulis itu seperti menggauli gagasan, sehingga kalau gagasan tidak disayang-sayang, pasti menulis menjadi sulit sekali . Dan jika gagasan atau ide sudah muncul dan tak cepat disalurkan, bisa ide itu menguap terkena “panas” kesibukan sehari-hari
TIP: 11
Ulisan bermutu” itu sangat relative. Kriteria artikel yang layak muat di media yang terbit harian, berbeda dengan media yang terbit bulanan, dan berbeda juga dengan criteria penerbit buku.
TIP: 12
Cara efektif membangun rasa percaya diri dalam menulis adalah dengan memperbanyak bacaan di bidang yang sedang Anda tulis. Selanjutnya, sempurnakanlah setiap draft tulisan Anda berdasarkan bacaan-bacan tersebut
TIP : 13
Anda tidak akan sukses dalam menulis jika hanya mengadalkan idealisme atau gagasan-gagasan yang hebat; ada aspek-aspek lain yang perlu Anda perhatikan, yakni soal bisnis, soal laku atau tidak di pasar
TIP : 14
Agar Anda benar-benar percaya, menulislah berdasarkan pengamatan Anda, atau Anda juga bisa menulis berdasarkan pengalaman Anda, lalu perkayalah dengan konsep konsep teoritis yang membangun. Dan, penting buat Anda bergaul dengan orang-orang positif dan mendukung tekad Anda
TIP : 15
Menulis adalah cara efektif untuk belajar. Dengan menulis Anda akan membiasakan diri untuk niteni [mengamati] niroke [meniru] dan nambahi [menambahi] apa yang menjadi perhatian Anda
TIP : 16
Agar dapat menulis dengan baik, menjadi “pengamat” saja tidak cukup. Tetapi agar dapat menulis dengan baik, seseorang memang harus menjadi “pengamat” terlebih dahulu
TIP : 17
Mengapa Anda ingin menjadi penulis? Apa pun motif Anda; entah itu duit, popularitas, atau demi ekspresi diri, yang penting motif menulis itu harus jelas. Lalu titiklah potensi terbaik Anda, apa yang menjadi kekuatan Anda dalam menulis!
TIP : 18
Sumber atau pemicu ide yang paling banyak adalah bacaan; bisa Koran, tabloid, majalah atau informasi dari internet. Jadi penulis yang baik adalah pembaca yang baik.
TIP : 19
Cobalah berani menyatakan pikiran Anda sendiri, baik Anda bersetuju, menolak, atau menambahkan pandangan Anda atas pendapat tokoh-tokoh yang Anda kagumi!
TIP: 20
Jangan pernah berambisi dalam menulis langsung jadi tulisan yang sempurna. Hindarilah ambisi itu, yang terpenting tuangkanlah ide-ide Anda dalam tulisan, keluarkanlah dan jangan sampai hilang.
TIP : 21
Menulis bisa gampang kalau kita punya cinta. Segampang seorang remaja belia menulis puisi-puisi romantis ketika merasa “jatuh cinta”
TIP : 22
Dalam menulis kita memilki minat dan ambisi yang kuat untuk membuktikan sesuatu yang kita yakini sebagai “kebenaran” atau sekurang-kurangnya lebih dekat dengan “kebenaran” itu.
TIP : 23
Jika Anda ingin menjadi penulis yang professional kecuali “menjual” idealisme. Anda juga harus mahir menggunkan bahasa emosi untuk mempengaruhi pembaca Anda
TIP : 24
Jika Anda menggunakan bahasa emosi, tatkala Anda menyelesaikan sebuah tulisan boleh jadi mirip [maaf] “orgasme”. Tatkala Anda menyelesaikan sebuah naskah ibarat
menutaskan sebuah “percumbuan”
TIP : 25a
Dilema kita adalah: Buku yang dianggap bermutu kurang memenuhi selera pasar, sementara yang diyakini dapat memenuhi pasar, ternyata kurang bermutu! Bagaimana mensiasati.
TIP : 25b
Jika ingin menjadi penulis Profesional, Anda harus bisa memahami terlebih dahulu pengertian “mutu” dari pihak penerbit : Apakah mutu itu berarti ide-ide “baru? Apakah mutu itu relevansinya denhan kepentingan umum? Apa pun “mutu itu, harus Anda pahami!
TIP : 25. c
Anda harus memhami “selera pasar”. Penulis itu perlu memiliki kejelasan target pembaca bukunya dan seberapa besar potensi pasar jika kelak bukunya beredar.
TIP : 25d
Jadi, yang palin ideal adalah mencari keseimbangan di anatar aspek idealisme [mutu] dan pragmatisme [selera pasar]. Barangkali bagi penulis pemula ini akan terasa sulit, tetapi jika sudah dibiasakan sejak awal, lambat laun akan terasa semakin mudah.
TIP : 26
Jika Anda ingin menjadi penulis professional, Anda harus belajar bersikap rasional. Dan bersikap rasional itu bersahabat karib dengan enam pertanyaan dasar, yakni: Apa? Mengapa? Kapan? Dimana? Siapa? Dan Bagaimana?
TIP : 27
Jika ingin meningkatkan personal branding Anda, terbitkanlah tulisan Anda! Apa pun jenis publikasi, termasuk buku yang dilakukan secara konsisten, bisa meningkatkan personal branding Anda
TIP : 28
Ketikan Anda konsisten menulis dalam suatu bidang tertentu, dan memasuki arena pergaulan ataupun komunitas peminat yang sama, sesungguhnya Anda tengah membangun personal brand diri Anda sendiri.
TIP :29
Setiap kali menulis sesungguhnya kita juga menunjukkan kebodohan kita, kqarena menulis membuat pemikiran kita menjadi sangat eksplisit! Jadi, menulis itu butuh keberanian kita dalam menetukan sikap, termasuk sikap yang tidak jelas sekalipun akan tampak dalam tulisan kita
TIP: 30
Sedikit banyak pola pikir, logika, dan gaya bahasa penulis-penulis yang Anda amati dan tiru akan mempengaruhi gaya tulisan dan pola pikir Anda. Namun dengan terus membiasakan diri untuk menulis, akhirnya Anda akan menemukan “gaya” Anda sendiri
TIP 31
Menulis bisa gampang kalau ada komitmen, janji pada diri sendiri-tentu saja, kalau komitmen itu diniati untuk benar-benar ditepati. Kalau janji dibiarkan tinggal janji, mungkin lebih baik jadi politisi, Benar, kan?
TIP : 32
Segala sesuatu memerlukan bakat, termasuk dalam tulis menulis. Masalahnya adalah bagaimana minat dan ambisi menulis bisa terpelihara dalam waktu yang lama, bahkan saat tantangan dan kesulitan terasa begitu berat untuk dihadapi. Jawabnya, sekali lagi, komitmen!
TIP : 33
Adakalanya Anda harus berhenti sejenak, mengambil jeda, saat di mana kita memang tidak mungkin meracik kata-kata, saat di mana menata kalimat menjadi terasa sulit; bukan karena kesulitan teknis, tetapi itu karena Anda tidak bisa menulis dalam suasana hati yang tak kondusif! Jadi, rihatlah sejenak……
TIP : 34
Anda ingin menulis sebuah buku? Anda tiodak harus menulis buku, tapi tulislah satu artikel hari ini. Esok tulis lagi satu artikel. Kemudian tulis satu artikel lagi, dan kelak tulislah satu artikel lagi….Ops! Carilah benang merahnya ! Jahitlah! Permaklah! Nah, jadulah buku Anda!
TIP : 35
Penulis-penulis yang melahirkan karya besar umumnya adalah penulis pembelajar” yang tidak pernah menulis buku dengan niatan menulis buku best seller, tapi best boolk
TIP : 36
Jangan pernah berharap tulisan Anda akan menyentuh hati pembaca, jika karya itu tak bisa menghampiri hati Anda sendiri. Dan jangan pernah berharap Anda akan mengubah perilaku orang lain, jika tulisan Anda hanya gagasan semata, jauh dari perilaku Anda…….
TIP 37
Jika ada penulis yang mengaku produktif tanpa pernah membaca sama sekali, artinya is berhenti belajar, dan hanya ada dua kemungkinan: Pertama , ia sudah mencapai tingkat “manusia guru”, atau kedua, ia pembohong, dan ini mungkin yang lebih masuk akal.
TIP : 38
Menulis adalah cara efektif untuk menjadi pembelajar, yang dengan sadar diri tahu apa yang ingin ia sampaikan, apa yang ingin ia tulis, dan apa yang ingin ia teriakkan dalam hidup ini!
TIP : 39
Khusus kepada para sarjana yang pernah “belajar” menulis skripsi di kampus dahulu, sekurang-kurangnya Anda berpotensi menjadi seorang “penulis”
TIP : 40
Referensi itu relative dalam setiap karya tulis, itu kita butuhkan untuk mensupport tulisan kita, dan tidak mutlak harus menjadi kiblat tulisan kita
TIP : 41
Pengethuan Barat begitu mendominasi karya tulis menusia Indonesia. Kini sudah saatnya kita mulai lebih berkiblat pada “kearifan lokal”, atau referensi apa pun untuk lebih memberi tempat autentitas kita sebagain penulis.
TIP : 42
Keseimbangan dalam menulis itu perlu dan penting! Keseimbanagn antara fakta dan kesimpulan, juga antara kritik dan argumentasi.
TIP : 43
Penulis yang baik tidak pernah menulis sebuah konsep yang sederhana jadi ru,it, sebaliknya menyederhanakan konsep-konsep yang rumit
TIP : 44
Jika ingin menjaga komitmen dan konsistensi dalam menulis, Anda harus memilki pikiran yang jelas tentang apa yang sebenarnya ingin Anda capai sebagai penulis. Anda harus bisa menggambarkannya secara spesifik dalam pikiran Anda. Inilah hakikat visi bagi seorang penulis.
TIP: 45
Tetapkanlah sebuah visi yang membuat Anda terpicu untuk selalu mencari waktu menulis dan mencari cara untuk mencapainya. Manfaatnya, Anda akan memilki semacam arah dan sense of urgency yang tumbuh karena Anda menetapkan sebuah visi.
TIP : 46
Berusahalah untuk senantiasa mengasah sensitivitas Anda! Anda bisa mengandalkan beragam publikasi yang terbit secara berkala atau pun informasi-informasi berbasis teknologi seperti internet. Semua ini Anda butuhkan untuk menyesuaikan tema-tema tulisan Anda dengan tren terkini.
TIP : 47
Menulislah karena itu memang pilihan hidup Anda, dan karena pekerjaan menulis itu mengasyikan Anda!
TIP : 48
Jangan biarkan kemalasan, ketakutan, keraguan, dan segala bentuk inkompetensi menjadi rezim” yang memberangus komitmen untuk tetap menulis dan terus menulis!
TIP : 49
Jangan merasa menjadi manusia yang kredibel hanya dengan bicara doing, manulislah! Segeralah beralih dari sekedar berwicara sevara “lisan” untuk berwacana secara tertulis”
TIP : 50
Saat ini penghasilan aeorang penulis umunya belum ckup baik, namun arahnya semakin membaik di era knowledge economy ini! Jadi, siapa pun Anda yang berjalan di jalur optimisme, mengapa takut menjadi penulis?

3 comments:

gardu guru said...

Sakam, tips menulis kok sampai 50 tips? Ya belum nulis sudah bingung urutannya. Andreas Harefa memang motivator seperti Djoko AW.

www.garduguru.blogspot.com

Caly Sadly said...

gimana cara mendaptkan buku ini ? ada yang jual ?
infokan ke 085756090024

Djoko Adi walujo [Pemerhati Buku] said...

CALLY SADLY : MOHON MAAF, KARENA KESEMBRONOAN SAYA HINGGA TAK SEMPAT BALAS. TERMASUK KESEMBRONOAN SAYA KETIKA BELI BUKU LUPA PULA TOKONYA. YANG JELAS BUKU INI SAYA BELI DI SURABAYA. TAPI SEINGAT SAYA DI GRAMEDIA BANYAK. KALAU TERTARIK UNTUK JENIS BUKU INI BANYAK, DAN SEMUANYA ISINYA HAMPIR SAMA. INTI BUKU SEMACAM INI ADALAH MOTIVASI DAN MEMPROVOKASI SEORANG. KARENA MENULIS ITU MODALNYA HANYA NIAT. SALAM HORMAT