SILA CARI DI SINI!

Google

Saturday, April 19, 2008

SLANK VERSUS SENAYAN : Sebuah perseteruan

LIRIK LAGU, YANG MENGELITIK ITU MENYIMPAN ENERGI POTENSIAL.
[Warung merespon fenomena Slank yang sedang bersebarangan dengan Senayan. Ternyata hasil pengamatan warung, banyak buku yang bercerita tentang kekuatan sebuah lagu, bahkan lagu bisa digunakan apasaja, mulai politik hingga peresmian pabrik ]
Akhirnya kasus yang menimpa Al Amin Nur Nasution anggota DPR komisi IV,kemarin nampaknya masih ada lagi satu anggota dewan terhormat yang ditangkap KPK, inilah seakan membenarkan hipotesis Slank. Selama ini lagu Slank yang bertitel “Gosip Jalanan” dapat di ibaratkan sebuah Hipotesis yang sedang di uji anggota dewan yang mulia di Negeri “Senayan”. Ujian itu sungguh berat, karena Slank dianggap melakuan pernyataan apriori, bahkan tidak menghargai norma kepatutan, alias kurang santun. Ancaman akan meluncur, setidaknya sudah diberitakan, kelak Slank akan diadukan karena dianggap tidak menyenangkan. Ternyata scenario alam memihak Slank, bukti empiric, menampik dan menguatkan hipotesisnya, menjadi sebuah tesis, bahkan akan melahirkan teori baru. Tesis itu menyatakan, bahwa transaksi selalu bergendengan erat dengan komisi, plus hadiah wanita ayu nan seksi.
Atas peristiwa ini, serta merta bangsa ini tercenggang, karena Wakil rakyat tak tahan dengan nyanyian, apalagi jika wujudnya kritikan. Seharusnya makna lagu Slank harus diapresiasi, sebagai aspirasi. Kalaulah, lagi itu adalah sebuah energi, maka Senayan, akan lebih terhormat menerima isi lagu menjadi bahasan utama dalam bedah diri, untuk membenahi citra diri.
Hipotesis Slank diterima secara significan, bukti yang menguatkan selain fakta empiri penangkapan, adalah hadirnya penggede KPK, ke markas Slank..
JUDUL : The Best Albun SLANK Plus
PENGARANG: Tim Oryza [Penyusun]
PENERBIT: ORYZA. Jl. Nyutran MG II/1466 Yogyakarta Telp. [0274] 450171
CETAKAN :
ISBN: 979-3189-46-0
HALAMAN : 176
[Buku ini memuat lirik lagu yang bikin heboh itu, GOSIIP JALANAN, tepatnya di halaman; 20. Isi liriknya:


GOSSIP JALANAN
Pernahkah lu dengar mafia judi
Katanya banyak uang suap polisi
Tentara jadi,..pengawal pribadi
Apa lu tau mafia narkoba
Kluar masuk jadi bandar di penjara
Terhukum mati…tapi bisa ditunda
Siapa yang tau mafia slangkangan
Tempatnya lender lender berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan
Tangan kana hukum dikiri pidana
Dikasih uang… habis perkara
Apa benar .. ada mafia pemilu
Entah gaptek apa manipulasi data
Jual beli ..su..suara rakyat!
Mau tau ‘gak mafia di senayan!
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ..ujung-ujungnya duait!
Kacau balau negaraku ini
Pernah dengar ‘gak triakan Allhu Akbar..?
Pajke peci…tapi kelakuan bar-bar
Ngerusakin bar orang ditampar
Kacau balau negarakun ini
Kacau balau negaraku ini.

Jumlah lagu Slank di buku ini sebanyak 69 lagu.]

PEMUSIK JADI DUTA POLTIK:
Kita juga diingatkan nasib kelompok pemusik legendarais Koes Bersaudara [Koes Plus], sebagaimana yang ditulis pada buku bertajuk “Musisiku” dengan penerbit Republika.
Ketika Orde Lama masih kuasa, Koes bersaudara lagu-lagunya diberangus dan diboikot oleh RRI karena dituduh sebagai musik ngak ngik ngok yang dekaden “kebarat-baratan”. Juga menimpa Bang Haji Roma Irama di Zaman Orba.
Akhirnya nasib baik berpihak pada Koes Bersaudara, tumbangnya Orde Lama menjadi titik balik kesuksesannya. Bahkan oleh pemerintah Orde Baru dijadikan duta seni sekaligus diboncengi kepentingan politik.
Diam-diam Koes Plus memikul tugas pemerintah melalui Wapres Adam Malik dan Menteri Ali Mutopo untuk menjadi duta kesenian ke Timor Portugal [kini: Timor Laste). Keberangkatan Koes Plus ke Dilli disertai beberapa orang yang kemudian, diketahui ternyata mereka membawa sejumlah data intelejen tentang kemungkinan Timor Portugal bergabung dengan Indonesia. Saat itu memang banyak pihak yang memanfaatkan ketenaran Koes Plus untuk berbagai kepentingan, termasuk kepentingan Politik. [hlm:53]
……..Detail buku yang memuat, tentang Koes Plus:
JUDUL : Musisiku
PENGARANG: Denny Sakrie [Editor]
PENERBIT: Penerbit Republika. Jl. Pejaten Raya No,. 40 Jati Padang Jakarta Selatan 12540 Telp. [021] 7892845
CETAKAN : I Nopember 1997
ISBN: 978-979-110231-8
HALAMAN : viii+297 hlm. 20,5 x 13,5 cm.

REGGAE, MENJALIN PERSATUAN DAN KESATUAN..
…..Kita tahu Jamaika adalah pulau yang terletak di belahan barat Indian, 90 mi [145km] di sebelah selatan Kuba dan 100 mi [161] sebelah barat Haiti. Negra yang diiami suku Arawak Indian ini, dulunya adalah jajahan Spanyol. Disilah musik Reggae bersemi.
Reggae sebagai musik, mampu menuasai persatuan dan kesatuan. Ketika itu kerusuhan ras sedang terjadi, di negeri ini. Saat itu organisasi rasis “National Front” sedang tumbuh pesat. Namun kehadiran musik Reggae mampu menjadi “lem pelekat” yang mengikat. Sebuah kelompok Band yang beranggotakan multi ras, dan ber kostum hitam putih, mengetengahkan lagu yang bertemakan “unity” disaat negara tersebut sedang terpecah belah oleh isu rasial. ……[41]
Tentunya kita tidak terkejut dengan kekuatan musik ini, karena jati diri Reggae, adalah musik persatuan. Reggae sendiri adalah kombinasi dari iringan tradisional Afrika, Amerika dan Blues serta Folk [lagu rakyat Jamaika. Gaya sintesis ini jelas menunjukan kebinekaan, patas bila memeiliki energy penyatuan. Bahkan Reggae pernah di jadikan alat kampanye.
Detail buku :
JUDUL : Reggae [Musik, Spritual, dan Perlawanan]
PENGARANG: Jube
PENERBIT: O2. Penembahan Yogyakarta E-mail : redaksio2@gmail.com
CETAKAN : I April 2008
ISBN: 979-17343-2-1
HALAMAN : xii+155 hlm. 13 x 20 cm.
Wusana Kata:
[Musik,lirik lagu itu netral tergantung, siapa yang menggunakan. Ketika digunakan untuk tujuan-tujuan tertentu, juga membawa konsekuensi yang sepadan. Ada yang digunakan untuk menina bubuk, untuk membakar semangat, mengikat kesetiawakanan, bahkan juga untuk mengapresiasikan kekesalan.
Orang lain yang mendengarkan akan mengintepretasikan, tentunya sesuai dengan suasana yang terjadi ketika, atau yang melatari.
Dengan tulisan orang bisa merobohkan keangkuhan, dengan demostarsi dapat memblejeti dan menyadarkan, lagu pun bisa masuk ke wilayah itu.
Dari urutan kesantunan, lagu merupakan ekspresi seorang-orang atau kelompok yang masuk kategori "modesty"/sopan. Dibandingkan teriakan - teriakan, mengepresikan lewat lagu lebih berhati. Tapi memang efeknya beralur panjang. Lagu yang sudah merasuk ke relung hati terdalam manusia, akan tersimpan dalam momori yang tahan. Inilah yang bisa mencuci otak sehingga orang akan bangkit dan membesar]

3 comments:

Dr. suyatno, M.Pd. said...

Mas, musik memang sarana ekspresi apapun yang juga efektif. Buat lagu nyanyikan kepada yang berkepentingan maksudnya cocok dengan makna alagu, dia pasti keranjingan. Tapi, apa bisa nuntut? Karena lagu kuat unsur seni dan ekspresinya.
suayatno
www.garduguru.blogspot.com

Anonymous said...

chayo aja buat Bim-Bim dkk.. itulah pak kaji, sLank tidak hanya sekedar berkarya. Tapi lebih dari pada itu. semua karya-karyanya mengangkat realita sehari-hari, tidak monoton cinta melulu.
untuk masalah yang lagi anget-angetnya ini, saya tak habis pikir mengapa DPR kok seperti kena suntik pantatnya. mana pake ngebawa sLank ke pengadilan lagi. huh, katrok.

KALAU ADA SUMUR DI LADANG
BOLEHLAH KITA NUMPANG MANDI
BIM2 dkk TERUSLAH BERJUANG
SAMAPAI NANTI SAMPAI MATI

inang said...

musik,hanyalah satu dr banyak media yg bisa mnjadi penghubung"ungkapan hati".Meski sedikit skali orang yg paham akan "ungkapan hati" itu sendiri.yg jelas ktika musik mampu mnerobos ruang2 yg memmang harus diterobos,maka dg sendirinya akan mnjadi dinamis yang pd akhirnya penikmatpun akan mengikuti kemana musik itu dibawa.
Slank,sah2 saja membuat lagu demikian.Bahkan mnurut sy memang harus demikian.Hanya saja yg perlu qt cermati adalah.Korupsi,hanyalah salah satu bagian dr "effect of system".Artinya ada satu system yg memang mbuat Korupsi mnjadi "public descency" atau kepatutan umum bagi para pemegang kekuasaan.
oleh karena itu,ktika qt berbicara korupsi.janganlah berbicara hanya pada tataran teori dan konsep belaka,tetapi harus mncoba mncari solusi bagaimana supaya korupsi tersebut bisa dihilangkan.
Klo saya sih pak..,solusinya tidak lain." Ganti sistem itu,dengan sistem yg lebih baik,yg lbh mempresentasikan dg kondisi dan kbutuhan masyarakat Indonesia. Apa itu,saya yakin bapak sudah tahu maksud saya,karena hanya dg ini,yg akan mjdi solusi cerdas yg bersifat konfrehensif,tidak parsial.karena dg sendirinya juga akan memperbaiki "effect of system" yg lain.

maaf bapak,mungkin ini bersifat subyektif.tp mnurut saya inilah yg obyektif dan rasional dg mlihat kondisi dan fakta masyarakat dan sgala problematikanya.

MOh. Zainal Alim