SILA CARI DI SINI!

Google

Wednesday, July 1, 2009

BOEDIONO DAN NEOLIBERALISME

Tentunya buku ini sedang dibutuhkan oleh banyak orang, karena suasananya tepat, apalagi rapat sekali dengan pelaksanaan kampanye dan pemilihan presiden. Dunia senggol menyenggol sedang berlangsung. Buku ini membentangkan citra diri calon wakil prseiden, tentunya plus minus terurai dengan jelas. Kalau kita melihat sampul depan buku ini, dan membaca tulisan yang tertera, mungkin kita akan tertarik untuk membaca tuntas buku ini, apalagi yang ditulis adalah pendapat Kwik Kian Gie. Mungkin jika pendukung Prof Boediono, membaca, kontan telinganya berangsur panas dan memerah. Tulisan itu berbunyi:
"Bohong kalau Boediono bukan neolib.... Saya menantang Boediono dan Mafia Berkeley lainnya untuk berdebat soal ini [neoliberalisme] karena saya yakin sekali bahwa Boediono berada pada posisi yang membenci adanya peran negara atas pasar." Pernyataan senada juga diucapkan Pak Amin Rais. Kendati koleganya di UGM, Prof Boediono dicap sebagai neolib. Pernyataan Amin ini dikemukakan di berbagai media .
Ternyata cap neolib itu tidak diamini oleh semua pengamat, termasuk beberapa ekonom. Misalnya Faisal Basri, ekonom yang belum pernah masuk dalam struktur pemerintahan mengatakan bahwa ia "tidak yakin sosok Boediono adalah neoliberal. Jika melihat rekam jejaknya selama berada di pemerintahan, Boediono justru berseberangan dengan paham ekonomi berbasis pasar bebas itu..... [ halaman 5-6]
Boediono dan Ekonomi Pancasila:
Rizal Mallaranggeng mengatakan bahwa Boediono adalah penganut paham ekonomi Pancasila. Pendapat ini linier dengan tulisan yang tertera pada halaman 11......Bersama almarhum [Prof.Dr]. Mubyarto, Boediono pernah menulis buku Ekonomi Pancasila (1981) yang merupakan istilah baru dari ekonomi kerakyatan.
dalam pangdangan mahasiswanya, Boediono dikenal sebagai sosok dosen yang selalu memberikan kuliah dengan enak dan sistematis, sehingga apara mahasiswa dan mahasiswinya merasa dapat memahami dan menangkap kuliah yang disampaikan oleh Boediono.
REKAMAN BUKU INI ATAS KINERJA BOEDIONO
[Ketika Pemerintahan Gus-Dur]
...Pak Boed dan Pak Djstun [Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Menko perekonomian] bekerja keras memulihkan stabilitas ekonomi yang "gonjang-ganjing". Hasilnya cukup mengesankan. Pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan teris-menerus.
[Menurut Bussiness Week-Ketika Pemerintahan Megawati]
...Reputasi Boediono ketika menjalankan tugas di era Megawati konon yang menjadi daya tariknya. Bussinrss Week, majalah asal AS terbitan McGraw-Hill, mengatakan pria kelihran Blitar Jawa Timur tersebut membuat Indonesia kembali kepada jalan pertumbuhan ekonomi. Kinerja Guru Besar Fakultas Ekonomi UGM tersebut menurut Bussiness Week kala itu, telah membuat rupiah mampu menguat, meningkatkan cadangan devisa, menurukan tingkat pelarian modal, dan memacu pertumbuhajn ekonomi menjadi empat persen.......
[Ketika SBY bertahta]
Kepercayaan SBY semakin kuat ketika pasar bereaksi positif ketika Boediono baru saja diangkat menjadi menteri perekonomian layaknya tangan-tanagan tak terlihat.
Indeks kala itu menguat 19,926 poin dan rupiah menguat ke level di bawah Rp. 10.000 per dolar AS. Beberapa media menyebutkan hal itu merupakan respon kepercayaan pasar atas reputasi Boediono.
Data buku
JUDUL: Boediono dan Neoliberalisme
PENULIS: Ismantoro Dwi Yuwono
PENERBIT: Bio Pustaka. Ngemplak RT/RW: 10/18 Nogotirto, Yogyakarta 55292. Telp. [0274] 7019945.
TEBAL: x + 146 halaman: 14,5 x 21
ISBN: 978-602-8097-16-1
CETAKAN: 2009

No comments: