SILA CARI DI SINI!

Google

Wednesday, November 5, 2008

DPR-UNCENSORED


Buku ini nafasnya hampir sama dengan buku yang berjudul Parliament Undercover, membentang sepak terjang para anggota DPR. Tentunya sepak terjang yang cenderung pada wilayah nakal, atau dengan kata lain buku ini membentangkan kenakalan anggota DPR. Dengan semangat kritik yang tajam, buku ini diberi nama DPR Uncensored.
Andy F. Noya pun ikut mengomentari buku ini, menurutnya, "Buku ini memotret Indonesia dengan cara yang tidak biasa. Nakal, jenaka"
Data Buku:
JUDUL : DPR Uncensored
PENULIS: Dati Fatimah & Mail Sukribo
PENERBIT: Bentang Pustaka. Jl. Pandega Padma 19 Yogyakarta 55284. Telp. 0247-517373. E-mail : bentangpustaka@yahoo.com
ISBN: 978-979-1227-33-9
CETAKAN: Pertama- Oktober 2008
TEBAL: xx + 166; 20,5 cm

SARING-Sadapan Ringkas
DPR di republik ini banyak julukan, mulai dari taman kanak-kanak, hingga diidentikkan dengan Grup lawak Srimulat, yang secara kebetulan Srimulat tampil di Taman Ria Remaja Senayan, persis di sebelah Kompleks MPR-DPR di Jalan Gatot subroto. Mungkin yang lebih naif adalah perisitiwa penggeledahan di Gedung DPR, yang ditengarai banyak "tikus-tikus" yang berdiam di situ. Semestinya gedung tempat berhimpunnya orang yang arief bijaksana itu selalu berbau aroma harum, ternyata harus digeledah. Inilah gambaran awal buku ini.
Buku yang membagi diri dalam empat bab ini, banyak menyoroti perilaku menyimpang sang legislator.
Korupsi Kronis di lembaga legislatif ini, diurai secara jelas, dan bagaimana di lembaga yang terhormat ini berperilaku yang sebenarnya. Kemudian juga diurai bagaimana para anggota legislatif itu memainkan parodi dengan judul "Banyak Jalan Menuju Koruspsi".
Sungguh suatu suguhan parodi yang menakjubkan, karena parodi itu menggambarkan citra diri wakil rakyat yang sebenarnya. Kualitas moralnya yang selalu dan perlu ditanyakan, "kewarasan" hati nuraninya, hingga disiplin bersidang, turut memberikan penguatan atas tidakan menyimpang sang legislator. Berbagai kasus korupsi hingga sekandal seks, ternyata menjadi promosi efektif bagaimana buruknya kinerja wakil rakyat kita. Belum lagi imbuhan aktivitas yang klasik, yakni tipisnya studi banding dengan "nglencer".
Atas peristiwa itu buku ini mengulitinya, serta memberikan pembelajaran menegara kepada pembaca. Pembelajaran moral dan penyadaran, bahwa mengemban sebagai wakil rakyat seharusnya adalah pilihan hidup yang harus dilengkapi dengan kearifan yang tinggi, dan tanggungjawab, ternyata banyak kejadian yang sebaliknya.

No comments: