SILA CARI DI SINI!

Google

Wednesday, June 18, 2008

OBAMA, MEMANDANG, ISRAEL, ISLAM, DAN NEGARANYA


Obama sekarang sudah mulai bernafas lega, karena tahapan yang membutuhkan konsentrasi khusus sedikit demi sedikit dapat dilewati. Sering serangan telak memerlukan daya tangkis kritis, apalagi serangan itu dikait-kaitkan dengan masa kecilnya yang berada di Indoensia. Tentunya kita maklum Amerika saat ini sangat gamang dan sedikit alergi dengan teroris. Peristiwa demi peristiwa semuanya difilter dengan rigid, siapa saja yang ada kaitan dan sedikit aroma ke-islam-an juga mendapatkan sorotan yang tidak kalah tajam.
Obama sering diidentifikasi sebagai seorang yang pro dunia Islam, bahkan nyaris diplesetkan antara nama “Obama” dengn “Osama”, nama “Hussien”, di kaitkan pula dengan “Sadam Hussein”. Nama–nama itu memang nama yang tidak mungkin dilupakan oleh Amerika, kalau tidak dikatakan nama itu sebagai sebuah ancaman, barangkali nama itu adalah sesuatu yang diharamkan.
Kegamangan itu juga sempat hinggap di benak Senator Eni Faleomavaega, hingga menjelang pencalonan Obama, sebagai kandidat presiden dari Partai Demokrat, menyempatkan ke Jakarta. Apakah kandidat keturunan Afrika-Amerika ini benar jebolan madrasah, ternyata tidak terbukti, akhirnya Eni Faleomavaega menerima lega. Realitas inilah yang mendorong warung untuk mengupas buku dengan judul, Pandangan Obama tentang, Israel, Islam dan Amerika.
Detil buku.
JUDUL :Obama Tentang Israel, Islam, dan Amerika
PENULIS: Taufik Rakhman Dkk [penyusun]
PENERBIT: Hikmah [PT Mizan Publika] Jl. Puri Mutiara Raya No. 72 Cilandak Barat, Jakarta Selatan 12430. Telp. [021] 75915762. E-mail: hikmah@cbn.net.id. Dan hikmah_publisher@yahoo.com web: www.mizan.com/hikmah
CETAKAN : Maret 2008
ISBN : 978-979-114-159-8
HALAMAN: xx + 281 hlm
Buku ini membentangkan pikiran-pikiran Obama, terkait isu yang dilacarkan lawan politiknya, namun yang terjadi kejujuran lebih diperlihatkan oleh karenanya pantas dijuluki sebagai kandidat yang honesty, sincerely, dan modesty.
Ketika orang menggunakan nafsunya untuk menjatuhkan lewat isu Islam, justru memberikan pengakuan apa yang pernah dilakukan dengan benar, dan tanpa disembunyikan. Nama yang dipersoalkan juga dijelaskan secara lugas dan tuntas.
Ketika digoyang karena dianggap akan menghacurkan negaranya, dengan sentuhan pribadinya yang dingin dan tulus, akhirnya isu tersebut dihapus, dan tertebus.
Kekenyalan pikirannya, mengatarkan analisa-analisa tajam, sehingga melihat cermat kesalahan negerinya, ketika terburu-buru menginvasi negara Irak. Pidato-pidatonya sangat luar-biasa, jika dewi Fortuna memihak dirinya menjadi presiden, dia akan lebih mengakrabi Islam, karena Islam masih dilihat dari serpihan yang buruk. Kelak jika terpilih dana akan dikucurkan ke sekolah-sekolah Islam, agar dapat memamahi "hati" Amerika yang sesungguhnya.

No comments: