SILA CARI DI SINI!

Google

Tuesday, July 8, 2008

BANG YOS TIBA-TIBA MUNCUL DI TENGAH KONGRES PGRI KE-20 PALEMBANG

Entah angin apa tiba-tiba Pak Sutiyoso muncul ditengah hiruk pikuk Kongres Corp Oemar Bakri, para peserta yang hadir di Ballroom Novotel Palembang itu, tertegum dan bertanya, ada apakah gerangan? Orang-orang mulai mengkresasi sebuah asumsi, tentunya serba mungkin, ada yang berasumsi mungkin karena Bang Jos adalah salah satu mantan Gubernur yang sukses membawa pendidikan maju dan unggul di wilayahnya. Ada pula yang mengatakan karena beliau adalah putera seorang guru.
Asumsi itu bersifat hipotetik, ternyata Prof. H.M. Surya memberikan verifikasi, Bang Jos adalah salah satu Pembina PB PGRI, disamping salah satu deklarator PAGI--Persatuan Anak Guru Indonesia.
Ketua Umum PB PGRI ketika itu memberi kesempatan Bang Jos untuk berbicara di arena resmi ini, dan bagi Bang Yos adalah kesempatan langka dan tiada tara. Sebuah kesempatan emas karena di forum ini berkumpulan guru-guru seluruh Indonesia. Serta merta Bang Yos dengan cangih dan cerdiknya memanfaatkan acara ini, dan di sinilah Bang Yos melemparkan kalimat-kalimat yang mengambarkan niatan tulusnya untuk maju RI - 1. Hal ini dapat disimpulkan dari kalimat-kalimat yang dilontarkan Bang Jos. “saya sudah mengabdi 29 tahun dan pada posisi sebagai jendral, menjabat Gubernur Ibu Kota dua periode, saya masih sehat seperti ini, lantas apakah saya berhenti dan hanya bersenang-senang dengan keluarga?” Kalimat ini bermakna mengambarkan bahwa dirinya ingin tetap mengabdi pada pertiwi. .
Pada kesempatan itu dengan vulgar Bung Yos menghipnotis seluruh peserta konggres dengan yel-yelnya yang atraktif. Diawali dengan yel para guru, Hidup guru! Dijawab Hidup, Hidup. PGRI! Dijawab hidup. Solidaritas! Dijawab Yes. Dan…..Sutijoso! dijawab Presiden.
Munculnya pula opini kritis, yang menyatakan Ketua PB PGRI, Prof. Dr. H.M Surya, kurang arif dalam masalah ini, karena dianggap meninggalkan “bom” bagi cabinet, Dr. Sulistyo, MPd. Kabinet baru harus mampu menyeimbangkan, artinya melalui kepemimpinannya harus memberikan kesempatan yang sama, bagi siapa saja yang mencalonkan presiden.
Warung sempat mengakis, kais buku yang terkait dengan Bang Yos, ternyata di pasaran terdapat dua buku yang sempat dijumpai. Detail buku itu adalah:

JUDUL: Sutiyoso –NKRI Harga Mati dan Pelaksanaan Otonomi Daerah
PENULIS: Eko Prastowo
PENERBIT : Badan Pengembangan Kebangsaan. Yayasan Perguruan Tinggi Janabadra. Gedung Universitas Janabadra. Jl. Tentara Rakyat Mataram No. 55 Yogyakarta. Telp. : 0274-554566. Website: http://www.kebangsaan.org/ E-mail: info@kebangsaan.org
CETAKAN: I. 2008
ISBN: 978-979-17539-0-6
HALAMAN: 48
Dari buku ini yang kita cuplik, adalah hal-hal yang terkait dengan perhatian Bang Yos terhadap dunia pendidikan.

BANG YOS DAN APBD UNTUK PENDIDIKAN
…..Saya memandang pendidikan merupakan investasi. Inilah kelemahan kita, rakyatnya banyak tidak berpendidikan. Pendidikan harus dikasih porsi yang banyak, dari awal menjabat sekitar 10 %, pada saat saya tinggal tahun 2007 kemarin sudah 21,2 % dari APBD DKI untuk pendidikan. Karena pendidikan sebuah investasi. Kalau orang bertanya, mana hasilnya?Lho, aku kan tidak bangun jembatan yang bisa langsung dilihat, tetapi itu adalah investasi. Dengan itu kita berani bersaing didalam persaingan global antar bangsa. Lha yang diadu sebenarnya adalah kualitas sumber daya manusi. Tidak berpendidikan pasti tidak berproduktif, jadi logika sederhana kita balik, yang banyak sumber daya berpendidikan maka dia berproduktif, maka makmur bangsa ini, semua orang bisa menghidupi dirinya bahkan menghidupi orang lain, kira-kira seperti itu.
Di Jakarta, guru-guru kita kasih uang kesejahteraan, untuk SD 2,5 juta satu orang satu bulan untuk menambah penghasilannya yang rata-rata 1,5 juta. Bagaimana dia dengan 1,5 juta bisa hidup di Jakarta? Habis ngajar ngojek, yang bonceng muridnya sendiri lagi, kan tidak ada wibawa lagi. Saya tidak mau guru di Jakarta ada cerita seperti itu. Murid-murid diJakarta sekarang kalau masuk kelas, gurunya di depan pintu semua murid menyiumi tangannya, itu sebuah kehormatan, supaya dia wibawa, dia adalah guru saya, orang tua saya, saya harus menghormati dia. Karena saya anak guru jadi mengerti nasib guru itu bagaimana……..
BANG YOS KAGUM PANCASILA

Saya sangat kagum dengan Pancasila, buka kita saja yang begitu kagum tetapi orang luar negeri juga kagum. Founding father kita menyusun Pancasila itu luar biasa, artinya dengan Negara yang sangat plural, sangat heterogen., Pancasila itu pemersatu. Dan salah satu masalah bangsa tadi, ideology Pancasila sudah seperti dilupakan, orang tidak lagi bicara mengenai Pancasila. Pancasila adalah pemersatu, jadi mutlak harus kita pertahankan dan terus dijadika dasar kita, termasuk dalam reformasi.
Bang Yos juga menyediakan kontak lewat E-mail. bangyoscentre@yahoo.co.id


JUDUL: Gubernur Sutiyoso di Mata Ulama
PENULIS: Ahmad Syafi’i Mufid
PENERBIT: Majelis Ulama Indonesia Prov. DKI Jakarta. Jl. Kramat Raya, Koja-Jakarta 14260. Telp. [021] 44835249
CETAKAN: I. 2008
ISBN: 978-979-99114-7-6
HALAMAN: xiv +132


Pada 12 Desember 2006, Gubernur Sutiyoso membuat Keputusan Gubernur tentang Pemberian Tunjangan Peningkatan penghasilan Kesra Kepda Guru Agama. Tak sampai sepekan kemudian, pada 18 Desember 2006, Sutiyoso menerbitkan SK Gubernur tentang pemberian tunjangankesejahteraan bagi Guru Taman Pendidikan Al-Quran.
Total ada 5000 guru yang menerima tunjangan, masing-masing Rp. 400.000 setiap bulan. Total anggaran untuk itu mencapai Rp. 24 milyar setahun. Menurut Dinas Dikdas DKI, dalam tahun 2007, diantara para penerima dana tersebut, terdapat 2.798 guru Madrasah dengan status PNS, 1.762 guru Madrasah Diniyah, dan 440 guruTaman Pendidikan Al-Quran [TPA]
Sutiyoso, tahun 2007, memberikan juga tuunjangan fungsional pada guru Non PNS di Jakarta sebanyak 44.558 guru TK, SD, SMP, SMA dan SLB. Pada tahun 2007, nilai tunjangan tiap guru Rp. 200. ribu perbulan. Selain memberikan tunjangan fungsional, Pemprov DKI juga meberikan subsidi kepada guru untuk melanjutkan pendidikan S1 atau D4 dalam rangka pemenuhan program kualifikasi guru.
Tahun 2007, tercata 4.482 guru yang mendapat subsidi melanjutkan pendidikan tersebut. Syaratnya, memiliki kualifikasi akademik cukup dan telah mengajar 2 tahun, diberikan subsidi Rp. 2.juta pertahun. Sementara untuk meningkatkan profesionalitas dan kesejahteraan guru, Pemprov DKI memberikan beasiswa sebesar Rp. 5 juta kepada 1.871 guru..

No comments: