SILA CARI DI SINI!

Google

Thursday, January 22, 2009

MANIPULASI & KEJAHATAN ZIONIS DALAM KONFLIK ISRAEL-PALESTINA

PALESTINA ADALAH MILIK BANGSA ARAB
Himpunan Fakta dan Dokumentasi "JEWS FOR JUSTICE IN THE MIDLE EAST"
Jews For Justice In The Middle East, adalah organisasi independen Yahudi-Amerika yang berpusat di California, As. Lembaga ini berada di luar oragnisasi-organisasi Yahudi yang pro-Israel, dan berusahaa mencari penyelesaian yang adil dalam konflik Israel-Palestina. Kesa yang dapat ditangkap dari tujuan lembaga ini, adalah mencari sebuah keadilan, namun citarasanya cenderung Pro Palestina, kendati motor lembaga ini orang-orang Yahudi Amerika.
Data buku
JUDUL: Manipulasi & Kejahatan Zionis dalam Konflik Israel-Palestina
JUDUL ASLI: The Origin og Israeli-palestian Conflict
PENERBIT ASLI: Jews for Justice in The Middle East, Po.Box. 14561, Berkeley, CA 94712, Tahun 2002.
PENERBIT INDONESIA: AlvaBet. Komplek Triloka. Jl. Triloka I. No. 18, Pancoran-Jakarta Selatan. Telp: 021-7945561. E-mail: alvabet@alvabet.com ridee@cbn.net.id
website: http://www.alvabet.com/
ISBN: 979-3064-03-X
TEBAL: 128 hlm; 11,5 cm
CETAKAN: i Juni 2002
YANG DIBAHAS BUKU INI:
  1. Asal usul Konflik Pelestina-Israel
  2. Sejarah Awal Kawasan
  3. Periode Mandat Inggris 1920-1948
  4. Partisi palerstina PBB
  5. Pembentukan Israel dan Pengusiran 1948
  6. Perang 1967 dan pendudukan Israel atas Tepi Barat dan gaza
  7. Sejarah Teroisme di Kawasan itu
  8. Kritikus Yahudi terhadap Zeonisme
  9. Kesimpulan untuk pembaca Yahudi
YANG ISTIMEWA DI BUKU INI:
Pendapat mahatma Gandhi, "A Land of Two Peoples"- Gandhi tentang konflik Palestina--1938
"Palestina adalah milik bangsa Arab dalam makna serupa dengan negeri Inggris adalah milik bangsa Inggris atau Perancis milik bangsa perancis....apa yang sedang terjadi di Palestine sekarang ini tidak dapat dibenarkan oleh semua prinsip moral apapun... Kalu mereka [Yahudi] harus memandang wilayah Palestina sebagai tanah air mereka, adalah salah untuk memasukinya di bawah bayang-bayang senjata Inggris. Sebuah tindakan religius tidak dapat dilakukan dengan bantuan bayonet atau bom. Mereka bisa bermukim di Palestina semata-mata berkat kebaikan orang Arab....
"Kenyataannya, mereka merupakan pelaku-peserta bersama Inggris dalam mengacau sebuah banngsa yang tak pernah berbuat salah kepada mereka. Saya bukannya memela ekses-ekses yang dilakukan orang Arab. Saya berharap mereka memilih cara non-kekerasan dalam memperjuangkan apa yang secara sah mereka anggap sebagai ketakadilan yang tak dapat diterima atas negeri mereka. Tetapi menurut hukum-hukum yang diakui tentang benar salah, perlawanan orang Arab dalam berhadapan dengan rintangan-rintangan yang luar biasa itu tak dapat disalahkan.

No comments: